Renungan 1
Jangan Pernah Lupakan Penyertaan Tuhan di dalam Hidupmu
Bacaan: Ulangan 8:1-20
"Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas hasrat TUHAN, Allahmu, di padang gurun sepanjang empat puluh th. ini bersama dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk paham apa yang ada di dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberikan engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang terhitung tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk mempunyai efek engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan berasal berasal berasal dari roti saja, tapi manusia hidup berasal berasal berasal dari segala yang diucapkan TUHAN."
Ulangan 8:2-3
Kehidupan yang kami jalani di dunia ini berbeda-beda sehingga pada yang satu bersama dengan yang lainnya punya kehidupan yang berbeda. Dalam hidup ini, tidak selalu kebahagiaan yang kami dapatkan. Namun ada kalanya perasaan sedih terhitung Tuhan ijinkan untuk datang di dalam kehidupan kita. Tawa dan tangis, perasaan sedih dan kebahagiaan, puas dan duka, terutama kehilangan pun Tuhan ijinkan ada untuk mewarnai kehidupan kita.
Coba bayangkan jika seluruh orang di dunia ini selalu bahagia, bagaimana ia bisa menyaksikan kuasa Tuhan di dalam hidupnya? Ketika kehidupan seorang manusia berada di atas, kekayaan, keluarga yan baik, jabatan yang tinggi seringkali manusia menyombongkan diri dan membiarkan Tuhan. Manusia menjadi percaya bisa kemampuan dirinya sendiri dan seringkali lupa jika seluruh yang dimiliki adalah berasal berasal berasal dari Tuhan dan dikarenakan Tuhan menyertai hidupnya. Namun, selagi seorang manusia berada di bawah, kehilangan kekayaan, kehilangan pekerjaan, keluarga berantakan, terutama untuk makan dan minum pun sulit, apa yang bisa dijalankan oleh manusia selagi keadaannya layaknya itu? Manusia menjadi kecewa dan menyalahkan situasi terutama menyalahkan Tuhan atas tiap tiap apa yang terjadi di dalam hidupnya.
Pernah tidak kami merenungkan penyertaan Tuhan di dalam hidup kita? Jika belum, marilah kami rendahkan diri kami dan merenungkan segala kebaikan dan penyertaan Tuhan di dalam hidup kita. Jika pada selagi ini kami berada di dalam situasi tertekan dan terpuruk, menjadi udah kehilangan seluruh nya dan menjadi ditinggalkan oleh orang yang dikasihi tetaplah ingat bisa kebaikan Tuhan dan penyertaan Tuhan. Bukankah nafas kehidupan dan kesegaran merupakan berkat berasal berasal berasal dari Tuhan? Semua itu diijinkan terjadi di dalam kehidupan kami dikarenakan Ia dambakan menyaksikan apakah iman kami selalu berpegang teguh padaNya dan kami selalu berserah kepadaNya.
Dalam Ulangan 8:6 dikatakan demikianlah "Oleh dikarenakan itu haruslah engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, bersama dengan hidup menurut jalur yang ditunjukkan-Nya dan bersama dengan cemas bisa Dia." Jika dikarenakan masalah hidup yang sedang kami alami kami jadi meninggalkan Tuhan dan tidak berserah kepadaNya bagaimana Ia bisa mendukung kita?
Untuk bisa hingga ke tanah yang dijanjikan Tuhan, bangsa Israel wajib lewat padang gurun empat puluh th. lamanya. Namun sepanjang empat puluh th. itu, Tuhan tak dulu sedetik pun meninggalkan mereka. Pada siang hari Tuhan pelihara mereka bersama dengan tiang awan dan pada malam hari Tuhan pelihara mereka bersama dengan tiang api.
Namun, apa yang dijalankan oleh bangsa Israel?
Bangsa Israel kerap bersungut-sungut di hadapan Tuhan. Ketika mereka lapar dan haus mereka justru tidak memohon kepada Tuhan tapi mereka justru berbicara bahwa mereka lebih baik di Mesir.
Sikap bangsa Israel yang layaknya itu kerap kali kami alami di dalam kehidupan ini. Ketika kehidupan yang kami alami tidak cocok bersama dengan apa yang kami inginkan, selagi Tuhan belum mengabulkan doa kita, selagi duka cita Tuhan ijinkan ada di dalam kehidupan kita, kerap kali kami bersungut-sungut tanpa paham Tuhan selalu menyertai kami dan apa yang kami alami di dalam kehidupan ini merupakan suatu proses hidup sehingga kami memperoleh kebahagiaan yang sejati yang berasal berasal berasal berasal dari padaNya.
Berikut ini adalah hal-hal yang bisa kami pelajari berasal berasal berasal dari ayat yang udah kami baca:
1. Tuhan selalu menyertai anak-anakNya di dalam segala hal
Sama halnya sepeti Tuhan menyertai bangsa Israel empat puluh th. lamanya untuk lewat padang gurun, Ia pun bisa selalu menyertai kami tiap tiap hari dan tiap tiap detik di dalam kehidupan kita. Ketika kami mengalami ada masalah dan memohon bantuanNya, pasti Ia bisa mendukung kami bersama dengan caraNya. Namun dikarenakan kami yang kerap kali tidak sabar di dalam menanti perlindungan Tuhan, maka kerap sekali kami mengandalkan kemampuan diri sendiri terutama mengandalkan orang lain. Namun, tanpa disadari ada tangan Tuhan terhitung yang selalu menyertai kita. Ketika Ia mengijinkan segala suatu hal terjadi di dalam hidup kita, Tuhan dambakan kami paham penyertaanNya dan kehadiranNya di dalam kehidupan kita.
2. Apa yang kami punya pada selagi ini adalah perlindungan berasal berasal berasal dari Tuhan
Sebagai manusia, kadang selagi kami menjadi sombong selagi apa yang kami punya melebihi orang lain. Terkadang kami kerap kali lupa bahwa apa yang kami punya adalah perlindungan berasal berasal berasal dari Allah. Dalam Ulangan 8:11 Allah udah memperingatkan kami demikianlah "Hati-hatilah, sehingga jangan engkau membiarkan TUHAN, Allahmu, bersama dengan tidak berpegang pada perintah, ketentuan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;" Oleh dikarenakan itu, janganlah kami membiarkan Tuhan selagi kami menjadi udah berkecukupan. Ingatlah bahwa segala suatu hal yang kami punya adalah milikNya.
3. Selalu andalkan Tuhan tiap tiap saat
Apakah benar manusia bisa mengandalkan Tuhan selagi seluruh yang dimilikinya udah habis dan selagi seluruh orang udah meninggalkannya? Ya, itulah manusia. Terkadang selagi kami menjadi ada masalah hadapi suatu hal kami justru mengandalkan Tuhan. Dan selagi kami tidak merasakan ada masalah dan hanya kesenangan yang kami rasakan, kami justru membiarkan Tuhan. Yang Tuhan dambakan adalah kami selalu mengandalkannya di dalam situasi dan situasi apa pun. Baik puas maupun duka yang kami alami, kami wajib mengandalkannya. Jangan menanti seutuhnya hilang baru kami mengandalkanNya. Namun, andalkanlah Tuhan di dalam tiap tiap kehidupan kita.
Jika pada selagi ini kami hidup serba berkecukupan dan segala mengenai baik sedang kami alami di dalam kehidupan ini, janganlah kami menjadi tinggi hati dan membiarkan Tuhan. Janganlah kami berbicara bahwa apa yang kami punya pada selagi ini merupakan hasil kemampuan dan jerih payah diri kami sendiri.
 "Maka janganlah kaukatakan di dalam hatimu: Kekuasaanku dan kemampuan tangankulah yang mempunyai efek saya memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, dikarenakan Dialah yang berikan tambahan kepadamu kemampuan untuk memperoleh kekayaan, bersama dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya bersama dengan sumpah kepada nenek moyangmu, layaknya selagi ini ini." Ulangan 8:17-18.
Perlu diingat, segala kekayaan yang kami punya adalah punya Tuhan dan bisa ulang ulang kepada Tuhan. Sebab, selagi kami udah tiada, kami tidak bisa bisa mempunyai apa pun berasal berasal berasal dari dunia ini. Yang bisa kami bawa ke hadapanNya adalah segala tingkah laku kami semasa hidup. Perbuatan baik dan tingkah laku jahat yang udah kami perbuat wajib kami pertanggung jawabkan ke hadapanNya.
Kita tidak bisa dulu paham apa yang bisa terjadi kepada hidup kami besok. Kita tidak bisa paham apa yang bisa terjadi pada kami 5 menit yang bisa datang, 30 menit yang bisa datang terutama 1 jam yang bisa datang. Kita tidak paham apakah kebahagiaan atau perasaan sedih yang bisa kami rasakan. Namun, segala yang terjadi di dalam kehidupan kami adalah atas seiijinNya dan apa pun yang wajib kami lalui dan apa pun yang kami peroleh itu merupakan hasrat Tuhan.
Dalam Pelengkap Kidung Jemaat No. 241
"Tak 'Ku Tahu 'kan Hari Esok" bait yang pertama bisa kami nyanyikan demikianlah
Tak ‘ku paham ‘kan hari esok, tapi langkahku tegap
Bukan surya kuharapkan, kar’na surya ‘kan lenyap.
O ga ada ‘ku gelisah, bisa era menjelang; ‘ku terjadi dan terhitung Yesus. Maka hatiku tenang.
Banyak mengenai tak kufahami di dalam era menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini: Tangan Tuhan yang pegang.
Dalam lirik lagu seterusnya dikatakan bahwa kami tidak bisa dulu paham bisa hari esok layaknya apa, tapi yang kami paham bahwa kami selalu terjadi dan terhitung Yesus dan Tuhan selalu memegang tangan kita. Oleh dikarenakan itu, untuk apa selagi ini kami bangga dan sombong atas apa yang kami miliki? Untuk apa kami bersedih jika situasi kami pada selagi ini tidak cocok bersama dengan hasrat kita? Harus kami ketahui, apa pun yang terjadi di dalam kehidupan kita, udah Tuhan atur dan Tuhan selalu menyertai kita. Oleh dikarenakan itu, di dalam segala situasi kami wajib selalu berserah kepadaNya. Kita wajib menguatkan dan meneguhkan iman kami sehingga kami tidak meninggalkanNya. Janganlah dikarenakan sedikut masalah atau sedikut kebahagiaan kuta justru membiarkan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan tidak dulu tidur. Ia selalu menyaksikan hati anak-anakNya. Kiranya apa pun yang terjadi di dalam kehidupan kita, kami selalu ingat dan tidak membiarkan penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HATI
RENUNGAN HATIRenungan 2
Seorang Pemimpin Sejati
Bacaan: Kejadian 41:37-46
"Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh dikarenakan Allah udah memberitahukan seutuhnya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikianlah berakal budi dan bijaksana layaknya engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku bisa taat; hanya takhta inilah kelebihanku berasal berasal berasal dari padamu."
Kejadian 41:39-40
Pasti tidak sedikit salah satu kami yang dambakan menjadi seorang pemimpin tapi belum bisa memimpin dirinya sendiri terutama orang lain. Atau ada pula salah satu kami yang udah menjadi pemimpin tapi belum menjadi pemimpin yang cocok bersama dengan hasrat Allah.
Kepemimpinan yang benar adalah sesaui bersama dengan Firman Allah. Lalu apa itu pemimpin?
Pemimpin adalah orang yang berikan tambahan teladan. Kita bisa mengikuti Yusuf sebagai pemimpin yang sudi di hadapanNya. Kita paham bahwa Yusuf merupakan orang simpel tapi bisa menjadi penguasa di Mesir atas penyertaan Tuhan. Apa yang terjadi di dalam kehidupan Yusuf udah Tuhan kehendaki sehingga Yusuf bisa menjadi seorang penguasa di Mesir pada usianya yang selalu muda. Ia tidak hanya bisa memimpin dirinya sendiri tapi ia terhitung bisa memimpin orang lain. Berikut ini merupakan kualifikasi seorang pemimpin sejati.
Harus punya visi yang jelas.
Tanpa sebuah visi, kami tidak bisa menentukan arah kehidupan kita. Fungsi visi adalah sehingga kami paham arah, kuat dan terhitung tahan uji, punya keberanian untuk bertindak, dan terhitung memperoleh kepuasan dan kemenangan.
Visi Yusuf terlihat selagi ia bermimpi bahwa ayah, ibu dan terhitung saudara-saudaranya sujud menyembah kepadaNya. Pertanyaan bagi kami selagi ini yaitu, selagi kami menjadi orang percaya apa yang semestinya menjadi visi kita? Ketika kami punya sebuah visi semestinya visi Yesus terhitung masuk ke di dalam visi kami yakni untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
1. Bijak dan berhikmat (takut bisa Tuhan)
Takut bisa Tuhan merupakan deskripsi pemimpin sejati. Ketika seorang pemimpin punya sikap cemas bisa Tuhan maka ia bisa menjadi pemimpin yang bijak dan berhikmat dikarenakan apa yang dilakukannya serupa layaknya apa yang Tuhan kehendaki. Berikut ini merupakan deskripsi pemimpin yang cemas bisa Tuhan.
2. Memiliki integritas, di awali berasal berasal berasal dari hati
Integritas merupakan mengenai yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Integritas wajib di awali berasal berasal berasal dari hati dan bisa terlihat lewat tindakan kita. Pemimpin yang berintegritas bisa bisa memimpin bersama dengan bijak.
a. Tidak turut bergosip
Banyak berasal berasal berasal dari pada kami jatuh dikarenakan bergosip. Bergosip adalah suatu hal yang tidak baik dikarenakan bergosip hanya bisa mempunyai efek kami menceritakan kejelekan atau keburukan orang lain yang belum pasti benar adanya. Oleh dikarenakan itu, jika kami dambakan menjadi seorang pemimpin, kami wajib jauhi normalitas bergosip ini.
b. Tidak menyakiti orang lain
Seorang pemimpin yang cemas bisa Tuhan tidak bisa menyakiti orang lain baik dikarenakan sikap atau perkataan. Seseorang yang cemas bisa Tuhan pasti tidak bisa asal laksanakan tindakan dan berbicara.
c. Berani menentang jika ada yang salah
Salah satu mengenai yang paling ditakuti oleh seseorang adalah menentang jika ada orang lain yang berbuat salah. Kalau jika itu sebenarnya salah, udah tugas kami untuk membernarkan sehingga orang seterusnya tidak jatuh ulang ke di dalam kekeliruan yang sama. Bukankah kami sebagai sesama manusia wajib saling mengingatkan dan memperingatkan?
d. Menghargai orang yang terjadi di dalam kebenaran
Ketika seseorang terjadi di dalam kebenaran dan tidak mengikuti hal-hal yang tidak sudi di hadapan Tuhan, mengenai yang wajib kami laksanakan adalah menghargainya. Jangan jadi kami men-judge orang seterusnya bersama dengan kata-kata yang menyakiti layaknya “sok suci” atau “sok benar” dikarenakan tidak seluruh orang bisa terjadi di dalam kebenaran.
e. Menepati janji meskipun wajib berkorban
Kita seluruh pasti punya janji. Namun, seseorang yang cemas bisa Tuhan sajalah yang bisa menepati janji itu walupun wajib berkorban.
f. Tidak mementingkan diri sendiri
Salah satu mengenai yang bisa mempunyai efek seorang pemimpin jatuh adalah dikarenakan ia sangat mementingkan dirinya sendiri. Sebagai seorang pemimpin yang cemas bisa Tuhan, haruslah kami terhitung mementingkan keperluan orang lain. Ketika kami sudi mementingkan orang lain maka kami udah menjadi seorang pemimpin yang cemas bisa Tuhan.
g. Tidak berfokus pada kedudukan
Banyak orang yang dambakan kedudukan yang tinggi, sehingga banyak yang bersusah payah untuk mengejar kedudukan seterusnya sehingga menghalalkan segala cara. Jika kami menjadi seorang pemimpin yang cemas bisa Tuhan, kami tidak boleh berfokus pada kedudukan, tapi kami wajib berfokus pada Tuhan.
h. Melayani bersama dengan kasih
Kasih merupakan suatu hal mengenai yang kerap dilupakan oleh seorang pemimpin. Padahal tanpa kasih pelayanan yang kami laksanakan tidak bisa membuahkan apa-apa. Kasih wajib dijadikan dasar untuk melayani Tuhan. Sebab kasih adalah yang paling besar
Pemimpin yang sejati adalah pemimpin yang punya visi yang paham dan cemas bisa Tuhan. Pada selagi ini banyak pemimpin yang lebih utamakan kharisma berasal berasal berasal dari pada karakter. Memang pemimpin yang berkharisma bisa mempunyai seseorang ke puncak dan bisa disegani oleh banyak orang. Namun, cii-ciri yang bisa mempunyai efek seseorang bisa bertahan. Oleh dikarenakan itu, selagi kami dambakan menjadi seorang pemimpin mintalah hikmat dan kebijaksanaan berasal berasal berasal dari Tuhan. Tapi sebelum akan selagi selagi kami bisa memimpin orang lain, kami wajib bisa memimpin diri kami sendiri terutama dahulu. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Hati Kristen Penuh Makna


Bahan Khotbah Natal
GMP (Glory, Miracle and Present of Christmas)
Bacaan: 2 Korintus 5:11-21
“Jadi siapa yang ada di di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama telah berlalu, sebenarnya yang baru telah datang. Dan sepenuhnya ini berasal berasal dari Allah, yang bersama dengan bersama dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kami bersama dengan bersama dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan service pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia bersama dengan bersama dengan diri-Nya oleh Kristus bersama dengan bersama dengan tidak perhitungkan pellanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati anda bersama dengan bersama dengan perantaraan kami: di dalam nama Kristus kami menghendaki kepadamu: berilah dirimu didamaikan bersama dengan bersama dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa sebab kita, sehingga di dalam Dia kami dibenarkan oleh Allah.”
2 Korintus 5:17-21
KHOTBAH NATAL tentang makna dan keindahan di dalam terangApa yang saudara inginkan sementara Natal telah tiba? Hadiah yang mahal ataukah suatu hal yang lebih berasal berasal dari sekedar hadiah yang tidak dapat pernah bisa saudara dapatkan dimanapun di semua dunia ini? Natal merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh orang percaya, tidak cuma ditempat ini terutama di daerah lain Natal menjadi momen yang paling ditunggu. Sebenarnya paa yang ditunggu sementara Natal oleh kami semua? Apakah yang ditunggu cuma sekedar hadiahnya, busana baru yang bisa dipakai atau justru kebersamaan bersama dengan bersama dengan keluarga? Seringkali kami tidak mengerti makna perlu berasal berasal dari Natal itu sendiri. Natal merupakan hari di mana kami merayakan kelahiran Kristus di dunia ini. Acapkali momen indah Natal cuma berlangsung sepanjang satu atau dua hari dan kemudian hilang keesokan harinya. Natal yang adalah momen kedamaian dan sukacita seringkali dihancurkan oleh perselisihan sebab perbedaan pendapat. Sebagai manusia seringkali kami lupa dapat makna Natal tersebut.
Euforia Natal terhitung bisa kami rasakan jauh sebelum saat dapat berasal berasal dari bulan kelahiranNya. Pasti kami di daerah ini telah bikin persiapan Natal berasal berasal dari jauh hari. Mulai berasal berasal dari urutan acara, persembahan pujian apa yang dapat ditampilkan, dekorasi Gereja dan pohon Natal dan terhitung dana yang mesti dikumpulkan. Dengan persiapan sepanjang itu, sebenarnya kami bikin persiapan Natal untuk siapa? Apakah untuk Tuhan atau justru untuk manusia? Mulai berasal berasal dari anak sekolah minggu, pemuda remaja, kaum ibu, kaum papa terutama kaum lansia pun ikut terkena efek euforia Natal ini. Terlebih anak sekolah minggu yang sangat antusias bikin persiapan penampilan terbaiknya untu perayaan Natal di Gereja.
Tahukah saudara terkecuali kelahiran Yesus ke di dalam dunia ini punyai tujuan perlu dan sebenarnya mesti kami renungkan? Dalam Yohanes 3:16-18 bicara demikian “Karena begitu besar kasih Allah dapat dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-nya yang tunggal, sehingga masing-masing orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan meraih hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke di dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak dapat dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya di dalam Anak Tunggal Allah.” Dalam ayat yang baru saja kami baca, mengerti dikatakan bahwa kelahiran Yesus ke di dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan kami umat berdosa sehingga kami tidak binasa melainkan meraih hidup yang kekal. Tidak ada satupun manusia yang tidak berdosa.
Bahkan sejak berasal berasal dari di dalam takaran pun kami telah berdosa. Manusia pertama kali jatuh ke di dalam dosa sementara Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan bersama dengan bersama dengan memakan buah berasal berasal dari pohon kehidupan. Sejak sementara itu, pertalian manusia bersama dengan bersama dengan Allah menjadi rusak. Manusia jatuh ke di dalam kegelapan dan menyingkirkan kasih dan terhitung kemuliaan yang telah Allah berikan. Namun, sebab Ia begitu mengasihi kita, maka Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal Tuhan kami Yesus Kristus ke di dalam dunia ini untuk menyelamatkan kami berasal berasal dari maut. Ia adalah terangNya yang nyata dan ajaib. Karena Ia lahir ke di dalam dunia ini, kami meraih pengharapan dapat keselamatan.
Apakah bersama dengan bersama dengan kelahiranNya ke di dalam dunia ini, Ia terhitung lahir di dalam hati kita? Bagaimana kami mengerti apakah Allah telah ada di dalam hati kami atau belum? Ketika Allah telah ada di dalam hati dan hidup kita, sebenarnya kami dapat meraih kedamaian dan sukacita. Hidup kami dapat dipenuhi oleh kasih dan penyertaanNya. Kita terhitung dapat hidup sebagai anak terang bersama dengan bersama dengan hidup seturut kehendakNya. Anak terang bukan bicara tentang tubuh kami yang bisa mengeluarkan cahaya layaknya matahari. Tapi anak terang bicara tentang hidup dan kehidupan kami yang tidak kembali di dalam kegelapan dan hidup kami bisa menjadi terang bagi orang lain. Mari kami buka Alkitab kami di dalam Yohanes 1:4-9 “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk berikan kesaksian tentang terang itu, sehingga oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia mesti berikan kesaksian tentang terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiaporang, tengah datang ke di dalam dunia.” Ketika kami hidup sebagai anak terang, kami tidak segan untuk bercerita tentang terang itu. Kita terhitung tidak segan untuk berikan dan mengasihi sesama kita. Jika saya bicara layaknya ini sebenarnya mudah, tetapi di dalam sebenarnya selamanya banyak di antara kami yang belum bisa menjadi terang itu yang berarti tidak menimbulkan Yesus unuk lahir terhitung di di dalam hatinya.
Ya, Natal tidak mesti selamanya bicara tentang kemewahan dan pernak perniknya yang bercahaya dan berkilauan. Natal terhitung tidak mesti selamanya bicara tentang seberapa mahal hadiah yang kami mengimbuhkan untuk sesama kami atau untuk Tuhan. Namun, Natal di sini bicara apakah Tuhan telah ikut lahir di dalam hati kami atau belum. Jika belum, apa yang mempunyai efek saudara ada masalah untuk mengundangnya lahir di dalam hati dan hidup saudara? Kita sebagai orang yang percaya kepadaNya janganlah menjadi serupa bersama dengan bersama dengan dunia kita. Sebentar kami merayakan kelahiranNya tetapi tidak lama kemudian kami lupa dapat makna yang terdapat atas kelahiranNya ke di dalam dunia ini. Janganlah kami bikin persiapan acara yang meriah ini untuk manusia tetapi jadikanlah ini perayaan untuk Tuhan.
Pasti banyak di antara kami yang bikin persiapan hari Natal ini. Mulai berasal berasal dari busana baru, sepatu baru, tas baru pokoknya sepenuhnya serba baru. Tapi sebenarnya semua itu untuk apa dan untuk siapa saudara lakukan? Tuhan tidak melihat apa yang kami mengfungsikan sementara kami datang ke Gereja ini.Ia tidak melihat seberapa bagus baju, sepatu atau tas yang saudara kenakan. Yang Allah melihat adalah hati saudara. Apakah saudara yang ada di sini sangat datang untuk memuji dan memuliakan namaNya. Mari kami melihat di luar sana. Masih banyak orang-orang yang mesti kasih dan pertolongan kita.
Pernahkan saudara melihat sebuah lukisan yang berlatarkan sebuah Gereja di mana di dalamnya terdapat banyak orang yang datang untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus. Orang-orang yang ada di di dalam Gereja Mengenakan busana sangat indah. Tak lupa terhitung banyak kado yang dibungkus bersama dengan bersama dengan kertas warna-warni. Pohon Natal yang indah dan terhitung tinggi menjulang. Namun ternyata, di balik kaca jendela tersebut ada seorang anak kecil yang menatap ke di dalam Gereja bersama dengan bersama dengan penuh senyuman. Pakaian yang dikenakan anak itu lusuh dan kotor. Badannya kurus dan tidak terawat. Jika saudara pernah melihat lukisan layaknya ini, apa yang bisa saudara simpulkan? Ya, Natal yang saudara melaksanakan pada sementara ini selamanya terpaku pada kemewahan sehingga orang lain menilai Natal yang dilakukan sukses dilaksanakan. Namun sebenarnya Natal yang sebenarnya adalah sementara kami mau sharing bersama dengan bersama dengan sesama yang membutuhkan. Berbagi itu bukan mesti selamanya bicara tentang materi, tetapi sharing itu bisa bicara tentang kasih. Ketika saudara punyai kasih Tuhan, tentu saudara tidak segan untuk sharing kebahagaiaan Natal yang tengah saudara rasakan. Saudara bisa saja sharing materi, tetapi sharing yang dilandasi bersama dengan bersama dengan Kasih Tuhan sungguh tidak ternilai harganya. Akan banyak kebahagiaan dan sukacita sementara saudara sharing bersama dengan bersama dengan dilandaskan kasih Tuhan. Pada sementara ini marilah kami renungkan makna Natal apa yang sebenarnya saudara cari. Makna Natal yang sejati atau justru cuma makna Natal sesaat?
Natal sebenarnya merupakan hari yang sangat indah. Saudara yang ada pada sementara ini tentu merasakan terhitung bagaimana indahnya susasana Natal. Bisa berkumpul bersama dengan bersama dengan saudara, kerabat dan terhitung orang yang dikasihi tentu menjadi pengalaman yang tidak ternilai harganya yang tidak bisa dibeli dimanapun. KelahiranNya ke di dalam dunia ini sebenarnya sungguh luar biasa. Selain untuk menyelamatkan kami orang yang berdosa, kelahiranNya ke di dalam dunia ini terhitung mempunyai efek kami meraih damai dan sukacita yang sangat punyai nilai di dalam kehidupan kita. Ketika kami tidak bisa berkumpul bersama dengan bersama dengan orang yang kami kasihi pada hari Natal ini, apa yang dapat kami rasakan? Pasti dapat keluar perasaan sedih terkecuali mesti merayakan hari kelahiranNya seorang diri saja. Namun, janganlah itu menjadi penghalang bagi kami untuk merasakan kasih dan sukacita Natal. Dalam tema khotbah Natal malam ini GMP (Glory, Miracle and Present of Christmas) apa sebenarnya yang menghendaki disampaikan? Mari kami melihat satu persatu.
Glory atau kemuliaan. Natal merupakan hari yang sungguh mulia di mana Tuhan ada di dalam dunia ini. Ia lahir ke di dalam dunia ini bukan tanpa tujuan. Ia lahir ke di dalam dunia ini untuk menyelamatkan kami umatnya yang berdosa dan melewatkan kami berasal berasal dari maut. Karena Natal merupakan hari yang mulia, kami mesti sangat memaknai Natal yang sebenarnya di dalam hidup kita. Jangan jadikan Natal sebagai suatu perayaan tahunan yang mesti kami rayakan. Namun, jadikan Natal sebagai seseuatu yang sangat istimewa bagi kita. Maknai makna Natal itu. Jika pada sementara ini kami belum bisa memaknai makna kelahiranNya di dalam dunia ini kami tidak dapat pernah bisa merayakan hari kelahiranNya bersama dengan bersama dengan perasaan bahagia. Ini terkecuali saudara merayakan hari kembali th. kawan yang tidak dekat bersama dengan bersama dengan saudara. Apa yang anda rasakan terkecuali anda ikut merayakan hari kembali th. kawan yang tidak dekat bersama dengan bersama dengan anda? Pasti ada perasaan canggung atau perasaan tidak enak dan tidak sangat bahagia. Berbeda terkecuali kawan dekat saudara kembali tahun. Pasti saudara dapat beri tambahan hadiah yang paling baik untuk kawan dekat saudara dan tentu saudara dapat ikut berbahagia sementara merayakannya. Demikian terhitung di hari Natal ini. Jika saudara tidak sangat mengenalNya, bagaimana saudara bisa ikut puas merayakan hari kelahiranNya?
Miracle atau keajaiban. Bagi lebih berasal dari satu orang, Natal merupakan hari yang penuh keajaiban. Mengapa demikian? Ini sebab sementara hari Natal tiba, kami bisa berkumpul bersama dengan bersama dengan keluarga atau orang yang kami kasihi. Sesuatu yang dingin menjadi hangat. Hubungan yang telah rusak bisa dipulihkan. Namun, keajaiban Natal tidak cuma sekedar itu saja. Ketika kami terhitung menimbulkan Tuhan untuk lahir di di dalam hati dan hidup kita, keajaiban itu dapat tambah terasa. Kita dapat mulai damai dan penuh sukacita. Berkat dan kasihNya dapat selamanya melimpah di dalam hidup saudara. Selain itu, kami terhitung bisa menjadi sebuah keajaiban bagi sesama kita. Ketika sesama kami sedih, kami bisa datang untuk menghiburnya. Ketika sesama kami tengah lemah kami bisa datang untuk menguatkannya. Keajaiban Natal tidak cuma sekedar keajaiban yang Tuhan mengimbuhkan bagi kita, tetapi keajaiban Natal terhitung suatu hal yang bisa kami mengimbuhkan bagi sesama kami lewat perkataan maupun tingkah laku yang kami melaksanakan bagi sesama. Menjadi pembawa keajaiban adalah suatu hal yang sangat ada masalah untuk dilakukan. Namun bukan berarti tidak mungkin. Pada hari ini, kami diajak untuk beri tambahan keajaiban bagi orang banyak. Kita diajak untuk menjadi terang dan menjadi pemberi keajaiban yang bisa menghapuskan perasaan sedih dan menguatkan orang yang lemah.
Present atau hadiah. Ya, Natal merupakan hadiah terbesar bagi kami berasal berasal dari Allah. Kelahiran Tuhan Yesus ke bumi ini merupakan bukti nyata berasal berasal dari hadiah yang Allah mengimbuhkan kepada kami sehingga kami bisa meraih keselamatan dan tidak jatuh ke di dalam maut. Pertanyaan setelah itu adalah, hadiah apa yang telah kami mengimbuhkan untuk Tuhan dan untuk sesama kita? Pasti kami semua kerap mendengar cerita tentang orang-orang Majus berasal berasal dari Timur yang datang untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem. Yang mereka bawa adalah emas, kemeyan dan mur. Semua yang mereka bawa adalah suatu hal yang paling baik yang mereka punya. Apakah kami telah beri tambahan hadiah yang paling baik yang kami punyai bagi Tuhan? Dengan hidup seturut bersama dengan bersama dengan kehendakNya dan menyerahkan semua hidup kami kepadaNya itu telah menjadi hadiah paling baik bagi Tuhan. Tuhan tidak mesti barang yang mewah dan mahal terkecuali kami memberinya bersama dengan bersama dengan paksaan dan tidak tulus. Sebab yang selamanya Tuhan melihat adalah hati kita. Ketika kami beri tambahan suatu hal bersama dengan bersama dengan tulus untuk Tuhan tentu Ia dapat beri tambahan yang baik terhitung untuk kita. Selain untuk Tuhan, kami terhitung bisa beri tambahan hadiah Natal kepada sesama. Tidak layaknya Santa yang datang pada malam hari lewat cerobong asap untuk beri tambahan hadiah kepada anak-anak, kami bisa beri tambahan hadiah itu kepada sesama masing-masing saat. Namun, sementara kami berikan janganlah terhitung bersama dengan bersama dengan paksaan atau sehingga dilihat oleh orang lain bahwa kami adalah orang baik. Kita mesti berikan bersama dengan bersama dengan tulus.Natal merupakan momen yang seringkali terutama masing-masing tahunnya ditunggu oleh orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. KelahiranNya ke di dalam dunia ini bukan tanpa alasan. KelahiranNya ke di dalam dunia ini untuk beri tambahan keselamatan dan terhitung damai, kasih dan terhitung sukacita Natal bagi kami semua. Namun, sudahkah Allah lahir di dalam hati dan hidup kita? Marilah di hari Natal yang indah ini, kami renungkan makna kelahiranNya yang sebenarnya di dalam hidup kami ittu layaknya apa. Selamat Natal. Tuhan Yesus memberkati.

KHOTBAH NATAL mengenai makna dan keindahan dalam terang


Apa itu Khotbah di dalam Kristen?
Khotbah merupakan tidak benar satu fasilitas untuk mengumumkan firman Tuhan kepada jemaat terhadap suatu Gereja atau persekutuan, supaya khotbah itu sendiri jadi pusat di dalam peribadahan umat Kristen. Khotbah yang disampaikan biasanya bakal cocok bersama dengan bersama dengan topik dan materi yang telah ditetapkan bersama dengan bersama dengan maksud spesifik kepada orang banyak cocok bersama dengan bersama dengan suasana dan suasana selagi itu. Namun khotbah tidaklah serupa bersama dengan bersama dengan pidato ataupun ceramah, gara-gara khotbah sebagai pemberitaan firman Tuhan didasarkan terhadap Alkitab, dan bukan terhadap pengalaman spesifik manusia ataupun pemikiran berasal dari manusia itu sendiri (bukan hasil pemikiran subjektif si pengkhotbah). Khotbah adalah tidak benar satu bentuk komunikasi satu arah gara-gara jemaat tidak dapat langsung merespon si pengkhotbah. Berkhotbah bukanlah suatu proses untuk mempunyai efek pendengar jadi pakar Alkitab melainkan untuk mengenalkan Allah melalui Firman yang bakal disampaikan.
PENGERTIAN KHOTBAH DALAM KRISTEN dan JenisnyaSecara umum, sistematika khotbah dapat dibagi jadi tiga anggota yakni pendahuluan, isikan dan penutup. Pendahuluan biasanya berisi latar belakang yang mempunyai jemaat menuju inti khotbah yang ingin disampaikan bersama dengan bersama dengan mengungkap sedikit permasalahan. Isi khotbah merupakan anggota sentral atau anggota utama di dalam lapisan khotbah. Di anggota isi, pengkhotbah bakal memberikan isikan Firman Tuhan yang tersedia di dalam Alkitab. Pengkhotbah terhitung butuh selagi lama untuk mempersiapkannya gara-gara kudu melalui proses penafsiran. Bagian paling akhir di dalam sebuat khotbah yakni penutup. Penutup biasanya berisi pemikiran atau pesan berasal dari khotbah yang telah disampaikan. Pada anggota ini, aplikasi atau penerapan di dalam kehidupan yang jadi penekanan. Bagian penutup terhitung dapat diisi bersama dengan bersama dengan sebuah ilustrasi yang dapat mempunyai efek jemaat lebih jelas isikan khotbah yang disampaikan..
Khotbah yang disampaikan oleh pengkhotbah biasanya mempunyai kandungan arti dan pesan bagi orang yang mendengarnya. Pesan yang di informasikan itu di di dalam bhs Yunani disebut Kerygma. Kerygma merupakan pesan berasal dari teks Alkitab yang telah ditafsirkan sebelumnya. Di di dalam berkhotbah terhitung tersedia hal-hal yang kudu dimengerti tidak benar satunya yakni ilmu berkhotbah. Ilmu khotbah atau yang terhitung dikenal bersama dengan bersama dengan arti homiletika merupakan alat yang kudu dikuasai oleh seorang pengkhotbah. Di di dalam penyusunan khotbah terhitung dibutuhkan proses hermeneutik. Proses hermeneutik ini menunjang pengkhotbah di dalam menafsir teks yang adalah di dalam Alkitab supaya kontekstual. Dalam homiletika, yang jadi dasar dan acuan khotbah adalah pengakuan Allah di di dalam diri Yesus Kristus sebagaimana disaksikan di di dalam Kitab Suci. Dan Alkitab adalah cuma satu simber tertera yang tetap tersedia tentang Yesus Kristus. Sehingga Alkitablah yang jadi acuan untuk ber-khotbah.
Khotbah mempunyai kegunaan yang berupa pendidikan, sosial, etis, dan politis. Dimana pengkhotbah bakal jadi pemimpin di dalam ibadah dan bakal mewartakan Firman Tuhan di dalam ibadah tersebut.
Ciri-ciri khotbah yang baik yaitu;Ada pendalaman dan pemikiran teks Alkitab yang bakal dikhotbahkan.
Isi khotbah mempunyai kaitan bersama dengan bersama dengan realitas kasus dan kebutuhan jemaat (sesuai bersama dengan bersama dengan suasana yang banyak dihadapi oleh jemaat).
Berkhotbah bersama dengan bersama dengan baik dan benar bersama dengan bersama dengan berdoa dan meminta hikmat lebih-lebih dahulu kepada Allah.
Ada retorika (seni dan type penyampaian) supaya jemaat tidak mengantuk dan tetap fokus untuk memperhatikan.
Ada kesatuan integritas pengkhotbah bersama dengan bersama dengan khotbahnya.
Khotbah yang disampaikan sederhana dan tidak bertele-tele.
Isi khotbah menarik namun tetap mempunyai kandungan nilai-nilai di dalam Alkitab.
Khotbah yang disampaikan terstruktur jadi berasal dari pendahuluan, isikan dan penutup.
Memiliki obyek atau batasan selagi di dalam memberikan khotbah.
Di di dalam suatu ibadah, khotbah dijadikan sebagai alat untuk mengajar dan mengajarkan jemaat bakal Firman Tuhan.
Tujuan berkhotbah itu sendiri yaitu;
1. Membawa jemaat mengenal Tuhan
Pada selagi beribadah, Tuhan secara spesifik bakal bicara melalui pengkhotbah melalui pewartaan Firman Tuhan yang disampaikan supaya dapat mempunyai jemaat tambah lama dekat dan mengenalNya dan terhitung terkait padaNya.
2. Membawa jemaat ke di dalam kebenaran
Dalam 2 Timotius 3:16 disebutkan demikianlah “Segala postingan yang diilhamkan Allah sebetulnya berfungsi untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk lakukan perbaikan tingkah laku dan untuk mendidik orang di dalam kebenaran.” Sehingga selagi seseorang berkhotbah haruslah ia dapat mempunyai jemaat ke di dalam kebenaran melalui Firman yang bakal ia wartakan.
3. Bersaksi
Tujuan di dalam berkhotbah yakni untuk bersaksi. Ketika pengkhotbah memberikan Firman Tuhan, Firman itu pertama-tama kudu diterapkan kepada spesifik dan pengalaman pengkhotbahnya, baru kepada jemaatnya. Ketika seorang pengkhotbah terhitung turut bersaksi atas kebaikan Tuhan di dalam hidupnya, jemaat pasti bakal turut merasakan kebaikan Allah. Namun, kesaksian yang disaampaikan selagi berkhotbah haruslah berhubungan bersama dengan bersama dengan pesan Firman yang dibawakan.
Jenis-jenis Khotbah
Ada beberapa type khotbah yang biasanya disampaikan oleh pengkhotbah. Jenis-jenis khotbah itu terhadap lain;
1. Khotbah Tekstual
Khotbah tekstual merupakan khotbah yang dibangun bersama dengan bersama dengan garis besarnya berdasarkan sebuah teks ayat Alkitab. Khotbah ini biasanya didasarkan terhadap satu atau dua ayat saja. Adapun keunggulan dan kelemahan khotbah tekstual yaitu:
Keunggulan Khotbah Tekstual
Ayat singkat dan terfokus, supaya gampang di dalam persiapan khotbah. Biasanya digunakan oleh para pengkhotbah pemula.
Mudah dimengerti dan dimengerti oleh jemaat gara-gara penyampaiannya yang sederhana.
Dikhotbahkan ayat per ayat, supaya pembahasan amat fokus terhadap konteks ayat. Hal ini bakal mempunyai efek jemaat jelas apa maksud berasal dari tiap-tiap ayat yang dikhotbahkan.Kelemahan Khotbah TekstualPembagian tiap-tiap ayatnya condong dipaksakan.
Jika tidak ditunaikan secara cermat, pengambilan satu atau dua ayat di dalam Alkitab tanpa memandang konteksnya bakal mempunyai efek kesalah pahaman, bahkan terhitung dapat mengalih-tafsirkan kebenaran.
Jika dipakai berkelanjutan bakal mempunyai efek rasa suntuk bagi jemaat yang mendengarnya.
Ketika cuma tersedia satu ayat yang baik bakal susah untuk dijadikan tema khotbah tekstual.2. Khotbah Topikal (Tematik)
Khotbah topikal merupakan khotbah yang dibangun berdasarkan sebuah topik. Khotbah ini didasarkan terhadap sebuah pokok yang diambil alih berasal dari di dalam atau luar Alkitab. Khotbah type ini merupakan khotbah yang sering dipakai oleh para pengkhotbah.
Adapun keunggulan dan kelemahan khotbah ini yaitu:
Keunggulan Khotbah Topikal
Pengkhotbah dapat mengembangkan banyak variasi aspek berita di dalam Alkitab secara bebas supaya pembahasannya jadi luas. Materi yang dibahas pun dapat dilengkapi atau dikurangi atas dasar pertimbangan selagi dan isikan khotbah.
Khotbah type ini biasanya mempunyai efek pengkhotbah berkhotbah cocok bersama dengan bersama dengan suasana yang amat terjadi di dalam jemaat. Melalui khotbah ini terhitung pengkhotbah dapat beri tambahan solusi pemecahan kasus berdasarkan Firman Tuhan.Kelemahan Khotbah Topikal :
Cenderung untuk menggantikan kebenaran Allah bersama dengan bersama dengan pemikiran manusia.
Isi berasal dari penyampaian Firman Tuhan dapat berarti bias.
Kurangnya penafsiran ayat berasal dari pengkhotbah supaya dapat timbul ketidaksesuaian terhadap khotbah bersama dengan bersama dengan isikan yang dikhotbahkan.
Alkitab cuma digunakan sebagai bahan pendukung pandangan spesifik pengkhotbah. Sehingga andaikata tidak ditunaikan secara hati-hati dapat mempunyai efek pemahan pengkhotbah saja yang dikhotbahkan.3. Khotbah Ekspositori
Khotbah ekspositori merupakan khotbah yang didasarkan terhadap nas Alkitab yang biasanya lebih panjang berasal dari dua ayat. Bagian terbesar materi khotbah biasanya diambil alih langsung berasal dari nas Alkitab dan kerangkanya terdiri berasal dari serangkaian ide-ide yang diuraikan secara bertahap dan berpangkal terhadap satu inspirasi utama. Khotbah yang dibawakan bakal saling berhubungan terhadap nas yang satu bersama dengan bersama dengan nas yang lain.
Dari ketiga type khotbah yang ada, khotbah Ekspositori merupakan type khotbah yang jarang didengar di gereja-gereja di Indonesia. Pada biasanya pengkhotbah-pengkhotbah di Indonesia sering memakai khotbah Topikal. Hal ini mungkin gara-gara jauh lebih gampang di dalam buat persiapan isikan khotbah dibandingkan bersama dengan bersama dengan type khotbah yang lain. Dalam buat persiapan khotbah Topikal, pengkhotbah biasanya cuma kudu mencari sebuah pokok atau topik khotbah di dalam Alkitab dan menyita beberapa ayat berasal dari di dalam Alkitab sesudah itu sesudah itu membentuknya jadi pokok-pokok besar.

Pengertian dan Jenis Khotbah Dalam Kristen


RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Hidup Beriman kepada Allah
Bacaan: Ibrani 11:1-40
"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta udah dijadikan oleh firman Allah, supaya apa yang kita memandang udah terjadi berasal dari apa yang tidak dapat kita lihat."
Ibrani 11:3
Salah satu perihal yang diharapkan Allah di di dalam kehidupan kita sebagai manusia yakni meliki iman kepadaNya. Iman adalah dasar hidup bagi orang percaya. Ketika seseorang mempunyai Iman yang teguh kepada Tuhan, ia pasti dapat lewat segala persoalan hidup yang dialami. Karena Iman seseorang tidak dapat cemas untuk konsisten melangkah maju karena yakin bahwa Tuhan dapat selalu menyertai.
RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Apa gunanya bagi kita orang yang yakin kepada Tuhan tapi tidak mempunyai iman? Hidup orang yakin yang tidak beriman dan hidup orang yakin yang beriman sungguh muncul terlampau mengetahui bedanya. Ketika orang yakin yang tidak beriman menghadapi suatu persoalan hidup, umumnya dia dapat menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan di di dalam kehidupannya. Ketika persoalan yang tersedia konsisten berkunjung dan menjadi tidak tersedia jalur muncul umumnya dia dapat kecewa kepada Tuhan dan dapat meninggalkan Tuhan. Berbeda bersama bersama orang yakin yang beriman. Ketika suatu persoalan hidup konsisten berkunjung menghadang layaknya ga ada habisnya, dia dapat selalu berdiri teguh dan selalu yakin atas seluruh janji Tuhan di di dalam hidupnya. Bahkan di di dalam Ibrani 11:1 dikatakan demikian "Iman adalah dasar berasal dari segala suatu perihal yang kita meminta dan bukti berasal dari segala suatu perihal yang tidak kita lihat." Pada waktu ini apakah kita sebagai orang yakin udah mempunyai iman yakin kepadaNya?
Hidup manusia adalah sebuah misteri dan sering kadang kehidupan ini justru layaknya potongan puzzle. Kita perlu melacak potongan-potongan yang hilang itu supaya menjadi potongan puzzle yang lengkap. Kehidupan manusia tidak tersedia yang mengetahui terkecuali Allah sendiri. Apa yang terjadi di di dalam kehidupan kita waktu ini, Ia ijinkan tersedia supaya kuasaNya menjadi nyata di di dalam kehidupan kita.
Namun, seringkali manusia menjadi cemas dan gentar ketika perlu diperhadapkan bersama bersama sebuah masalah. Bahkan tak sedikit diantar kita yang berpikir bahwa persoalan hidup yang dialami tidak dulu berhenti. Ketika satu persoalan selesai, persoalan baru kembali datang. Oleh karena itu, Tuhan meminta supaya kita mempunyai Iman yang teguh kepadaNya supaya kita selalu kuat di di dalam mengahadapi badai hidup ini.
Ketika badai hidup berkunjung menyerang kita tidak dapat cemas dan yakin Tuhan selalu menyertai kita kapan pun dan di mana pun karena Iman yang kita miliki. Namun, apakah tersedia alasan bagi kita untuk mempunyai Iman kepadaNya? Sebenarnya mempunyai Iman kepada Tuhan tidak perlu alasan karena Iman itu dapat muncul ketika kita dapat merasakan kasih Tuhan di di dalam kehidupan kita.
Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat kita peroleh ketika kita mempunyai Iman.
1. Karena Iman, segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin
Iman membuat segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin. Sebab karena Iman kita dapat konsisten yakin kepadaNya bahwa Ia dapat mengubahkan krhidupan kita lebih-lebih Ia dapat merampungkan masing-masing persoalan yang dialami.
Sama perihal nya layaknya Sara dan Abraham yang belum dikaruniai anak di di dalam era tuanya. Namun, karena Iman yang mereka miliki, mereka selalu yakin dan menunggu janji Tuhan tergenapi di di dalam kehidupan mereka. Karena iman itulah pada pada selanjutnya Sara miliki takaran dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Bagi manusia, apa yang dialami Sara adalah tidak kemungkinan terjadi karena Sara udah tua dan udah tidak dapat miliki takaran lagi. Namun, apa yang bagi manusia tidak kemungkinan terjadi bagi Allah seluruh itu tidak tersedia yang tidak mungkin. Jika pada waktu ini kita menjadi apa yang kita menghadapi atau kita meminta tidak kemungkinan terjadi, milikilah Iman kepadaNya karena Ia dapat menjadikan yang tidak kemungkinan menjadi mungkin.
2. Karena Iman, kita dapat memberi tambahan yang terbaik bagi Allah
Iman memampukan kita untuk memberi tambahan yang terbaik bagi Allah tanpa cemas kekurangan karena yakin bahwa Allah dapat mencukupkan. Ketika kita diperhadapkan bersama bersama kata memberikan apakah yang tersedia di di dalam analisis kita? Memberi sering kadang menjadi perihal yang susah ditunaikan terkecuali kita hanya terpaku pada kondisi diri sendiri saja. Seringkali ketika dapat memberi tambahan suatu perihal kepada orang lain lebih-lebih kepada Allah sendiri saja kita perlu berpikir lebih-lebih dahulu apakah terkecuali bersama bersama memberikan apa yang dibutuhkan tetap dapat tercukupi atau tidak.
Dalam cerita Kain dan Habel yang memberi tambahan persembahan untuk Tuhan, kita mengetahui bahwa persembahan Habel Tuhan menerima tapi persrmbahan Kain Tuhan tolak supaya muncul rasa iri di di dalam diri Kain. Habel dapat memberi tambahan persembahan yang terbaik bagi Tuhan karena ia mempunyai Iman yakin kepada Tuhan. Apa yang ia memberikan kepada Tuhan terhitung sebagai bentuk ucapan syukur atas kebaikan Tuhan di di dalam hidupnya dan di di dalam hidup keluarganya.
Jika pada waktu ini kuta tetap susah memberi tambahan yang terbaik bagi Allah, maka milikilah Iman kepadaNya. Sebab ketika kita memberi tambahan apa yang terbaik bagi Tuhan bersama bersama penuh bahagia cita, Tuhan dapat melimpahkan bekatNya yang baru dan melimpah.
3. Karena Iman, kita bahagia di hadapan Allah
"Tetapi tanpa iman tidak kemungkinan orang bahagia kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia perlu yakin bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberikan upah kepada orang yang serius melacak Dia." Ibrani 11:6. Iman yang kita mempunyai dapat membuat kita terlampau yakin dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan supaya kita menjadi bahagia di hadapanNya. Berkenan di hadapan Tuhan tidak perlu selalu berbuat baik dan rajin berdoa dan terhitung membaca firman-Nya, karena hidup bahagia di hadapan Allah perlu mempunyai Iman kepadaNya.
4. Karena Iman, kita dapat melangkah lewat ketidak pastian
Ketika hidup kita menjadi tidak pasti, terkecuali kita mempunyai Iman pasti kita dapat dapat lewat ketidak pastian itu. Ketika Musa memimpin bangsa Israel di padan gurun menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, pasti ia menjadi jalur yang dilaluinya tidak pasti. Namun, karena imannya kepada Allah Musa selalu nelangkah maju memimpin bangsa Israel. Kita pun perlu demikian, Iman yang kita mempunyai dapat membuat kita konsisten maju ketika kehidupan yang kita jalani menjadi tidak pasti.
5. Karena Iman, kita menjadi spesifik yang hidup seturut bersama bersama keinginan Allah
Iman yang kita mempunyai terhitung dapat membuat kita hidup seturut kehendakNya. Ingatkah kita cerita perihal Abraham yang Tuhan suruh untuk mempersembahkan Ishak anak yang dikasihinya. Apa yang Abraham lakukan? Abraham lansung menuruti apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Bisa saja Abraham menolak keinginan Tuhan, karena Ishak merupakan anak yang udah ia menunggu di era tuanya. Namun karena Iman yang dimilikinya, ia yakin bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya adalah baik adanya. Kita terhitung perlu mempunyai Iman yangvtaat supaya kita dapat menjadi spesifik yang hidup seturut bersama bersama keinginan Tuhan.
6. Karena Iman, kita dapat menjadi kesaksian hidup bagi orang lain
Hal lain yang dapat kita dapatkan ketika mempunyai iman yakni kita menjadi kesaksian yang hidup kepada orang lain. Iman dapat membuat orang lain memandang kehidupan kita menjadi teladannya supaya membuat orang lain yakin dapat kuasa, kasih dan penyertaan Tuhan.
Oleh karena itu. milikilah Iman yang benar di hadapanNya. Janganlah kita menyerah dapat kehidupan ini di di dalam menjadi menjual Iman kepercayan kita untuk suatu perihal yang sesaat. Ketika Iman kita diuji, selalu berdirilah teguh karena Ia terhitung yang dapat selalu menyertai kita. Sulit sebetulnya bagi kita untuk selalu berdiri ketika persoalan hidup berkunjung menghadang. Namun, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan Ia todak dulu meninggalkan kita sendirian. Berdoalah konsisten dan berserahlah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Singkat Tentang Firman Tuhan


DRAMA NATAL
Tema “Kelahiran Sang Juruselamat”
Ayat: Matius 1:18-25, Matius 2:1-12
Tokoh:
Malaikat Tuhan
Maria Ibu Yesus
Yusuf Ayah Yesus
Bayi Yesus
Raja Herodes
3 orang Majus berasal dari Timur
Pemilik penginapan 1
Pemilik penginapan 2
DRAMA NATAL Kelahiran Sang Juruselamat
Prolog:
Pada suatu hari, Tuhan menyuruh Malaikat-Nya untuk menghampiri Maria. Maria adalah seorang yang saleh dan udah bertunangan bersama Yusuf. Malaikat Tuhan yang mampir menghampiri Maria mempunyai kabar gembira bahwa ia bakal mempunyai kandungan dan melahirkan seorang Juruselamat. Namun dikarenakan kedatangan Malaikat Tuhan, Maria ketakutan.
Malaikat : “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
Maria : (terkejut dan tetap memandangi malaikat Tuhan yang datang) berkata dalam hati “Apakah arti salam itu?”
Malaikat  “Jangan takut, hai Maria, dikarenakan engkau capai kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau bakal mempunyai kandungan dan bakal melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia bakal menjadi besar dan bakal disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah bakal mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia bakal menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak bakal berkesudahan.”
Maria : “Bagaimana perihal itu sanggup saja terjadi, dikarenakan saya belum bersuami?”
Malaikat : “Roh Kudus bakal turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi bakal menaungi engkau; dikarenakan itu anak yang bakal kaulahirkan itu bakal disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mempunyai kandungan seorang anak laki-laki terhadap hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
Maria  : “Sesungguhnya saya ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
Malaikat : (pergi meninggalkan Maria)
Prolog:
Maria pun bergegas menemui Yusuf sesudah Malikat Tuhan mengumumkan kabar gembira ini kepada Maria. Namun, sesudah mendengar cerita Maria, Yusuf pun pergi muncul meninggalkan Maria dan ia punya niat menceraikan Maria diam-diam dikarenakan ia tidak mengidamkan mencemarkan nama Maria di  muka lazim dan sesudah itu Yusuf pun tertidur.
Maria  : “Yusuf, memang saya mempunyai kabar baik bagimu. Malaikat Tuhan mampir menghampiriku dan ia berkata bahwa saya bakal mempunyai kandungan dan melahirkan seorang Juruselamat.”
Yusuf  : (terkejut) “Apa benar itu Maria?” (memegang pundak Maria)
Maria  : “Benar Yusuf. Sesungguhnya saya ini adalah hamba Tuhan. Biarlah yang berjalan padaku seturut bersama kehendak-Nya.”
Yusuf  : (meninggalkan Maria bersama kebingungan) “Bagaimana ini? Sesungguhnya ku amat mengasihi Maria dan tidak mengidamkan meninggalkannya. Namun, saya termasuk tidak mengidamkan mencemarkan namanya di depan banyak orang. Kalu begitu lebih baik saya menceraikannya diam-diam.” (tak berapa lama, Yusuf pun tertidur)
Malaikat : “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau khawatir mengambil alih alih Maria sebagai isterimu, dikarenakan anak yang di dalam kandungannya adalah berasal dari Roh Kudus. Ia bakal melahirkan anak laki-laki dan engkau bakal menamakan Dia Yesus, dikarenakan Dialah yang bakal menyelamatkan umat-Nya berasal dari dosa mereka. Hal itu berjalan sehingga genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: Sesungguhnya, anak dara itu bakal mempunyai kandungan dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka bakal menamakan Dia Imanuel yang artinya Allah menyertai kita.”
Yusuf  : (terbangun berasal dari tidurnya) “Kiranya kehendakmu sajalah yang terjadi.”
Prolog:
Kemudian, genaplah sembilan bulan kandungan Maria. Pada pas itu Maria dan Yusuf sedang ada di Betlehem dan Maria bakal langsung melahirkan. Yusuf pun mencari penginapan disana tapi semua penginapan kosong sampai sesudah itu Maria melahirkan di sebuah kandang domba
Yusuf  : “Permisi apakah ada kamar kosong?” (mengetuk pintu dan sedikit berteriak)
Penginapan 1 : “Pergilah! Disini udah tidak ada ulang kamar kosong.” (membuka pintu bersama kasar sesudah itu menyuruh Yusuf pergi)
Yusuf  : “Permisi apakah ada kamar kosong?” (mengetuk pintu dan sedikit berteriak)
Penginapan 2 : “Tidak ada! Jangan berteriak seperti itu di malam dingin seperti ini. Carilah penginapan lain.” (berbicara bersama nada tinggi dan tidak membukakan pintu)
Yusuf  : “Aku udah mencarinya kemana-mana, tapi tidak ada kamar kosong lagi. Bantulah aku. Isteriku bakal langsung melahirkan dan kami harus tempat.”
Penginapan 2 : (membuka pintu) “Lalu apa peduliku jikalau isterimu bakal melahirkan? Pergilah! Jangan mengganggu dikarenakan hari udah malam.”
Yusuf  : (berjalan pergi dan melihat Maria yang kesakitan) “Tuhan, tolonglah kami dikarenakan Maria bakal langsung melahirkan.”
Prolong :
Yusuf dan Maria berkesinambungan berjalan sampai sesudah itu mereka memperoleh sebuah kandang domba. Maria pun melahirkan Yesus disana. Malaikat Tuhan bernyanyi gembira. Tak hanya itu, berita perihal kelahiran Yesus pun jadi terdengar sampai ke orang-orang Majus berasal dari Timur.
Malaikat : “Sebab seorang Juruselamat udah lahir di Btlehem. Pergilah dan ikutilah bintang yang bercahaya bersama terang di langit itu” (menunjuk bintang sesudah itu menghilang)
Prolog:
Orang-orang Majus ikuti bintang yang bercahaya di langit bersama terangnya. Hingga sesudah itu mereka bertama kepada Herodes perihal sang Juruselamat yang udah lahir.
Orang Majus 1 : “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami udah melihat bintang-Nya di Timur dan kami mampir untuk menyembah Dia.”
Herodes : (terkejut dan jadi amat kesal) “Sesungguhnya dimanakah kalian mendengar berita itu?
Orang Majus 2 : “Dari malaikat Tuhan yang mampir menemui kami.”
Herodes : “Sesungguhnya saya tidak menyadari perihal perihal itu. Pergilah dan selidikilah secara seksama hal-hal perihal Anak itu dan sesudah kalian memperoleh Dia, kabarkanlah kepadaku termasuk di mana Anak itu berada sehingga saya termasuk mampir untuk menyembah Dia.”
Prolog:
Setelah mendengar perkataan Herodes, Orang-orang Majus berasal dari Timur itu pergi dan melihat bintang yang tadi mereka ikuti berhenti di atas suatu daerah di mana Anak itu berada.
Orang Majus 3 : “Lihatlah itu bintang-Nya yang udah menunjuukkan di mana Mesias itu berada. Mari kami pergi ke daerah itu.” (menunjuk bintang dan ikuti arah bintang itu bersama sukacita)
Prolog:
Setelah sampai, mereka amat bersuka cita dan sujud menyembah kepadaNya. Dibukalah persembahan yang mereka bawa.3 orang Majus : “Salam”
Yusuf  : “Salam bagi kalian juga.”
Orang Majus 1: “Sesungguhnya malaikat Tuhan mampir menghampiri kami sesudah itu kami ikuti bintang berasal dari Timur itu sehingga kami sanggup sampai disini. Kami sungguh bersuka cita atas lahirnya seorang Mesias ke dalam dunia ini.”
Orang Majus 2 : “Tak lupa kami mempunyai persembahan bagi Anak yang udah lahir itu.”
Orang Majus 3: “Kiranya apa yang kami bawa sanggup mengasyikkan hatiNya dan sanggup menjadi persembahan yang rela di hadapanNya.”
Prolog:
Ketiga orang majus pun mengeluarkan persembahan yang mereka bawa. Mereka mempunyai emas, kemenyan dan mur. Setelah mereka mempersembahkan persembahan yang mereka bawa. Malaikat Tuhan memperingatkan mereka sehingga mereka tidak berjalan menuju daerah Herodes. Sehingga mereka berjalan memutar.
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi.
Malaikat : “Bangunlah, ambillah Anak itu dan termasuk ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, dikarenakan Herodes bakal mencari anak itu untuk membunuh Dia.”
Yusuf  : (bangun berasal dari tidurnya dan mengajak Maria untuk pergi) “Bangunlah Maria. Kita harus pergi berasal dari daerah ini dikarenakan Malaikat Tuhan udah berfirman kepadaku.”
Maria  : (bangun dan mempunyai Yesus dalam pangkuannya) “Baiklah Yusuf. Marilah kami pergi.”
Prolog:
Yusuf dan Maria pun pergi ke tanah Mesi seperti apa yang udah diperintahkan oleh Malaikat Tuhan. Mereka berada di Mesir sampai Herodes mati. Setelah itu Yusuf, Maria dan Yesus pun pergi ke daerah Galilea dan tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret bersama bahagia.

TEKS DRAMA NATAL Kelahiran Sang Juruselamat


TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Saat Teduh dan Membaca Renungan Setiap Hari
Pada pas ini, sering kita dengar arti SaTe atau Saat Teduh. Saat Teduh merupakan pas yang kita sedia kan untuk Tuhan agar kita bisa sadar kehendakNya lewat Firman dan renungan yang kita baca tiap-tiap harinya. Kita sering laksanakan pas teduh tetapi tidak membaca FirmanNya dengan alasan sibuk atau telah telah dan menganggap bahwa cuma dengan berdoa itu telah cukup. Lalu, apakah benar demikian? Manusia hidup berasal dari Firman Allah. Ketika kita rajin membaca Firman dan merenungkannya dan termasuk mengaplikasikannya dalam hidup kita maka kita bisa hidup seturut dengan kehendakNya dan sadar maksud Tuhan dalam hidup kita. Jika kita telah rajin bersaat teduh dan berdoa tetapi kita tidak membaca FirmanNya, itu sama saja tidak ada bermakna bagi kita dikarenakan Firman yang kita baca merupakan pedoman hidup bagi orang percaya.
5 TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Berdoa pas teduh pixabay.com
Renungan harian lebih berasal dari sekadar pas berdoa. Renungan yang kita baca pas teduh baik itu renungan pagi, renungan malam ataupun renungan harian bisa memulihkan hubungan kita dengan Allah agar kita termasuk bisa sadar maksud Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus datang untuk memulihkan hubungan itu dan menambahkan kita perumpamaan bagaimana hidup sebagai anak-anak-Nya lewat renungan dan Firman yang kita baca tiap-tiap harinya. Sewaktu Roh Kudus menimbulkan kita tiap-tiap untuk kembali ke keluarga Allah, kita kudu menyebabkan ketetapan berkenaan bagaimana kita bisa memprioritaskan pas kita bersama-Nya. Kita kudu punyai pas spesifik yang kita sedia kan bagiNya untuk sadar dan sadar kehendakNya lewat apa yang kita baca dan kita rasakan sewaktu pas teduh.
Jika terhadap pas ini kita menjadi belum bisa pas teduh dengan membaca renungan baik pagi ataupun malam, atau terlebih kita menjadi tidak bisa membaca renungan tiap-tiap hari, kita kudu ingan bahwa Firman yang kita baca merupakan pedoman dan sumber kehidupan kita. Doa memang merupakan nafas hidup orang percaya, tetapi manusia tidak bisa hidup berasal dari cuma semata-mata berdoa tetapi termasuk kudu membaca dan sadar kehendakNya yang menghendaki Ia sampaikan kepada anak-anakNya.
Setiap orang kudu punyai pas renungan harian. Namun, cuma orang yang menghendaki punyai hubungan yang bisa mengubahkan hidup dan kehidupan dan termasuk yang menghendaki menyenangkan hati Tuhan yang pasti bisa sedia kan waktunya untuk membaca renungan dan firmanNya tiap-tiap hari. Orang berikut bisa sadar bahwa ia tidak bisa hidup sendirian agar ia kudu suatu hal yang menguatkan dan menjadi pedoman sebagai dasar hidupnya. Orang berikut termasuk siap untuk diubahkan di dalam Kristus. Ketika kita telah jadi biasa bersaat teduh lantas membaca sedikit berasal dari FirmanNya pasti saat ia menghendaki berbuat dosa, Tuhan mengingatkan dan perasaannya sepanjang hari bisa tenang dan penuh puas cita. Ketika orang itu lupa pas teduh dan membaca Firman, ia bisa menjadi kegalauan dan tidak tenang sepanjang hari dikarenakan ada Roh Kudus yang mengingatkan.
Dalam Amsal 8:33 dengan sadar dikatakan demikianlah “Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang tiap-tiap hari tunggu terhadap pintuku, yang memelihara tiang pintu gerbangku.” Firman Tuhan menimbulkan kita untuk datang kepada-Nya tiap-tiap hari untuk studi bisa Dia lewat FirmanNya, untuk menerima kasih karunia-Nya agar hidup kita sebagai anak-anak-Nya tetap menerima berkat-berkat yang Dia rindu curahkan ke dalam hidup kita. Renungan yang dibuat bagi kita bisa digunakan oleh kita sebagai pengingat bisa Firman Tuhan.
Ketika kita telah punyai pas untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya, kita telah menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kita memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita. Sejak kecil kita telah diajarkan untuk mengenal Tuhan dengan membaca Kitab Suci, tetapi menjadi kita beranjak dewasa, kadang saat prioritas kita tergantikan oleh hal-hal duniawi. Kita lebih mementingkan keperluan duniawi dibandingkan mementingkan Allah. Bukankah Allah tetap beserta denga kita? Mengapa kita kudu meninggalkan suatu hal yang pasti dan memilih suatu hal yang sesaat. Dalam Perjanjian Lama, kita bisa memandang orang tua mengajarkan anak-anaknya pengajaran Hukum Taurat. Apa yang diajarkan kepada anak-anaknya diulang tiap-tiap harinya. Bahkan saat duduk dengan orang tua bisa mengajarkan anak-anaknya pengenalan bisa Tuhan.
Bagaimana dengan kita terhadap pas ini?
Apakah kita sudi menerima pengajaranNya tiap-tiap hari baik pagi maupun malam?
Sama halnya seperti doa yang merupakan nafas kehidupan orang percaya, renungan dan Firman Tuhan merupakan pedoman dan dasar kehidupan kita agar kita sadar mana yang baik dan tidak dan termasuk mana yang boleh dijalankan dan tidak boleh dilakukan. Renungan harian yang kita baca tiap-tiap hari bisa memengaruhi hidup kita; dan menyebabkan kita bertumbuh, bertobat, berserah, dan mencintai dan termasuk mengenal Yesus lebih dalam lagi. Hal yang kudu dimengerti terhadap pas ini yaitu tiap-tiap kita membaca renungan harian dan Firman Tuhan tidak bermakna kita punyai seluruh jawaban dan termasuk bisa laksanakan apa pun yang kita inginkan. Membaca renungan tiap-tiap hari menyebabkan kita percaya dan bisa berdiri teguh di tengah persoalan. Membuat kita tetap setia untuk tunggu janji Tuhan tergenapi dalam kehidupan kita agar kelak kita bisa mencapai jawaban dan kemenangan atas tiap-tiap masalah hidup. Dalam Yeremia 29:11-13 dikatakan demikianlah “Sebab Aku ini sadar rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku berkenaan kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk beri tambahan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan sekiranya kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku bisa mendengarkan kamu; sekiranya kamu melacak Aku, kamu bisa beroleh Aku; sekiranya kamu bertanya Aku dengan segenap hati.”
Saat teduh adalah berkenaan positif yang bisa membangun hubungan dengan Tuhan, dengan ada pas teduh kita bisa menjadi diperbaharui untuk siap menghadapi masalah atau pergumulan yang kita hadapi. Apakah saudara pernah mendengar kalimat bahwa pas teduh paling baik dijalankan terhadap pukul 00.00 atau terhadap pukul 04.00 dikarenakan terhadap pas itu situasi tenang dan hening agar kita bisa mendengarkan suara Tuhan. Padahal kenyataannya, kapan pun kita bersaat teduh haruslah hati dan kesimpulan kita tenang. Sebab dalam situasi tenang, kita bisa mendengar suara Tuhan. Kapanpun itu, kita kudu beri tambahan pas kita kepada Tuhan.
Banyak sekali cara pas teduh yang bisa kita laksanakan menjadi berasal dari menyanyikan lagu pujian dan penyembahan, membaca Alkitab, membaca renungan, evaluasi diri sendiri dan tetap banyak berkenaan yang bisa kita laksanakan untuk membangun pas teduh dengan Tuhan. Jika terhadap pas ini terlihat pertanyaan seperti ini, kita tiap-tiap hari telah sering berdoa terlebih pergi ke gereja, lantas apakah kudu bagi kita untuk bersaat teduh dan membaca renungan dan termasuk Firman Tuhan?
Tentu itu kudu bagi kita dan memang kudu kita lakukan.
Manfaat pas teduh dan membaca renungan tiap-tiap hari bagi kita yaitu:
1. Membangun hubungan spesifik dengan Allah
Komunikasi dengan Tuhan sangatlah penting, dikarenakan di mana kita menjalan hari-hari kita beserta dan seturut jalanNya. Jangan hingga kita kehilangan arah terlebih tidak pernah perihal dengan Tuhan. Ketika kita tidak membangun hubungan denganNya, kita bisa menjadi tertekan dan kehilangan puas cita saat kudu diperhadapkan oleh sebuah masasalh. Hubungan spesifik yang dibangun dengan Tuhan menyebabkan kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan dalam tiap-tiap kehidupan kita. Tuhan tidak mengajari kita untuk tinggal dalam zona nyaman saja agar Ia memaksa kita terlihat berasal dari zona nyaman itu dengan caraNya sendiri, agar kita kudu lewat sistem yang bisa membangun kita secara iman.
2. Mampu mengucap syukur dalam segala hal
Mengucap syukur sangatlah kudu untuk kita laksanakan dikarenakan Tuhan tetap beri tambahan kasih dan berkatNya kepada kita tiap-tiap hari. Meskipun kita punyai masalah, kita bisa tetap bisa mengucap syukur kepadaNya dikarenakan banyak berkenaan dalam hidup ini yang patut kita syukuri.
3. Dimampukan untuk menghadapi masalah dengan kapabilitas Tuhan
Ketika diperhadapkan dalam suatu masalah, seringkali manusia lenih mengandalkan kapabilitas dirinya sendiri dibandingkan dengan kapabilitas Tuhan. Bahkan manusia bisa cenderung lebih mengandalkan manusia lain dibandingkan mengandalkan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab tiap-tiap doa dan keinginan kita, kita menjadi risau dan risau bisa kehidupan yang kita alami. Padahal di dalam Firman Tuhan telah dikatakan demikianlah “Janganlah hendaknya kamu risau berkenaan apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala berkenaan keinginanmu kepada Allah dalam doa dan keinginan dengan ucapan syukur.” Filipi 4 : 6. Kekuatiran yang kita alami tidak bisa menyelimuti hati kita kecuali kita menyebabkan hubungan yang dekat denganNya. Kita bisa mempercayakan hidup dan kehidupan kita agar saat masalah datang, kita bisa menghadapinya dengan kekuatan. Matius 7:7 “Mintalah, maka bisa diberikan kepadamu; carilah, maka kamu bisa mendapat; ketoklah, maka pintu bisa dibukakan bagimu.”
4. Akan diperbaharui tiap-tiap harinya
Ketika kita merenungkan FirmanNya dalam kehidupan kita, kita bisa terus menerus diperbaharui tiap-tiap harinya. Ia bisa memperbaharui diri kita menjadi lebih baik berasal dari terhadap sebelumnya. Ia termasuk bisa beri tambahan kita hal-hal baru yang tidak terduga dalam kehidupan kita.
Ketika kita telah sadar kegunaan berasal dari bersaat teduh dan membaca renungan kita termasuk kudu sadar bagaimana caranya kita bisa bersaat teduh dam membaca renungan dengan baik.
Berikut ini tips laksanakan pas teduh dan membaca renungan tiap-tiap harinya.
1. Menentukan tempat untuk bersaat teduh dan membaca renungan
Matius 6:6 “Tetapi kecuali engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang memandang yang tersembunyi bisa membalasnya kepadamu.”
Ketika kita hendak bersaat teduh dan merenungkan FirmanNya berkenaan yang kudu kita laksanakan yaitu melacak tempat yang pas dan jangan di tempat yang banyak orang.
Lebih baik kita berdoa di dalam kamar agar kita menjadi lebih fokus dalam membentuk hubungan denganNya.
2. Mengatur waktu
Mengatur pas amat kudu untuk kita laksanakan dikarenakan seringkali aktivitas maupun tugas mengganggu pas kita untuk bersaat teduh. Sebenarnya tidak ada batasan bagi kita seberapa lama kita laksanakan pas teduh. Namun sebaiknya kita sedia kan pas kita untukNya meskipun cuma sebentar. Jika saudara menjadi sibuk terhadap pagi hari, pas teduhlah sebelum akan bakal saudara tidur atau terhadap pas subuh sebelum akan bakal saudara laksanakan aktivitas. Oleh dikarenakan itu, kita kudu studi untuk sesuaikan waktu. Dari 24 jam yang Tuhan beri tambahan untuk kita, maa tidak ada pas untuk datang kepadaNya? Padahal tiap-tiap hari kita punyai pas untuk bermain gadget aau pergi dengan dengan teman.
Sebelum memulai pas teduh saja, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa kepada Bapa-Nya di sorga padahal Ia amat sibuk laksanakan aktivitasnya. Tuhan Yesus memulai doa terhadap pas subuh dan mengakhiri doa terhadap pas malam hari. Kita pun bisa Mengenakan pas subuh dan malam hari untuk kamu memulai pas teduh dan mengakhirinya.
3. Memulai pas teduh dan membaca renungan dengan menyanyikan lagu pujian dan penyembahan
Menyanyikan lagu pujian dan penyembahan memang besar kuasanya. Lagu pujian dan penyembahan sering kali menyebabkan situasi pas teduh menjadi menjadi dan perasaan kita bisa amat fokus. Lagu pujian dan penyembahan kita naikkan kepadaNya sebagai bukti hormat dan ucapan syukur kepadaNya.
4. Membuat kita menjadi bertumbuh di dalam Tuhan
Hal yang bisa kita laksanakan pas bersaat teduh adalah dengan membaca Firman Tuhan. Karena Firman Tuhan yang disampaikan seringkali menyebabkan kita kudu sadar apa maksud yang menghendaki disampaikan di dalamnya. Jika kita kesusahan untuk sadar Firman Tuhan dikarenakan bahasanya yang kesusahan kita pahami dan membutuhkan pemahaman yang memadai dalam, kita bisa Mengenakan renungan harian sebagai buku pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kita baca cocok dengan konteks yang disampaikan renungan harian bagi kita. Renungan yang kita baca tidak cuma menyebabkan kita lebih sadar dan sadar maksud Firman Tuhan, tetapi renungan harian bisa menyebabkan kita menjadi bertumbuh.
Setelah kita membaca Firman Tuhan dan renungan, berkenaan yang bisa kita laksanakan adalah mengevaluasi diri kita sendiri apakah apa yang telah disampaikan dalam renungan yang dibaca telah kita terapkan dalam kehidupan kita. Atau kemungkinan renungan dan Firman Tuhan yang dibaca memuat jawaban atas tiap-tiap pergumulan yang tengah kita doakan.
Setelah laksanakan evaluasi diri, kita kudu menutup doa kita dengan doa syafaat. Kita bisa mengungkap tiap-tiap isikan hati kita kepadaNya. Selain itu kita kudu termasuk mengucap syukur padaNya.
5. Disiplin dan Komitmen
Jika kita menghendaki mebaca renungan dan FirmanNya tiap-tiap hari baik itu renungan pagi maupun renungan malam, berkenaan yang kita perlukan yaitu sikap tekun dan komitmen yang ada dalam diri kita. Ketika kita punyai komitmen dan membiasakan diri kita untuk mendisiplinkan diri, kita tidak bisa lupa terlebih malas untuk membaca renunganNya. Oleh dikarenakan itu, marilah kita menjadi mendisiplinkan diri. Kita bisa memulai ketekunan bersaat teduh dan membaca renunganNya sepanjang 15 menit tiap-tiap hari. Jika telah terbiasa, kita kebanyakan bisa bisa melakukannya lebih berasal dari 15 menit. Buanglah rasa “yang ada dalm diri kita dikarenakan itu merupakan cobaan yang kudu kita menghadapi kecuali kita menghendaki datang bersekutu kepadaNya.
Sama halnya seperti doa, Firman Tuhan merupakan pedoman dan dasar kehidupan bagi orang percaya. Oleh dikarenakan itu, kita kudu membiasakan diri kita untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya. Kita bisa Mengenakan buku renungan sebagai referensi pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kita baca cocok dengan konteks yang disampaikan renungan harian tiap-tiap harinya. Oleh dikarenakan itu, kita kudu punyai komitmen dan sudi mendisiplinkan diri kita agar kita sudi membangun hubungan yang lebih dekat denganNya dikarenakan kita hidup berasal dari FirmanNya. Tuhan Yesus memberkati.

Tips Renungan Pagi, Malam, dan Harian Kristen


Daftar Isi :
Renungan Malam 1 : Belajar berasal berasal dari Samuel
Renungan Malam 2: Untuk Apa Menyimpan Dendam didalam Hatimu?
Renungan Malam 3 : Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?Renungan Malam 1
Belajar berasal berasal dari Samuel
Bacaan: 1 Samuel 3:1-21
”Dan Samuel jadi lama besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun berasal berasal dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah semua Israel berasal berasal dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.”
1 Samuel 3:1-21
Samuel merupakan anak berasal berasal dari Hana dan Elkana. Hana merupakan seorang perempuan yang pas taat kepada Tuhan. Ketika usianya jadi lama lanjut Hana belum dikaruniai seorang anak pun. Hati Hana jadi sedih dan sakit terlebih setaip pergi ke area tinggal TUHAN, Penina istri Elkana yang lain menyakiti Hana. Setiap hari, baik pagi maupun malam, Hana berdoa kepada Tuhan agar ia dapat punya seorang anak, terlebih Hana bernazar kepada Tuhan, jikalau Tuhan mengaruniakannya seorang anak laki-laki, ia dapat mempersembahkan anak itu jadi hamba Tuhan seumur hidupnya. Tuhan pun mendengar doa Hana dan Hana dapat punya takaran dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamainya Samuel yang berarti “Aku telah memintanya berasal berasal dari pada TUHAN.”
Setelah Hana menyapih Samuel, dia menitipkan anaknya itu kepada imam Eli agar iman Eli dapat mendidik Samuel jadi seorang hamba dan pelayan yang setia kepada Tuhan. Iman Eli memili dua orang anak yang bernama Hofni dan Pinehas. Namun, ke dua anak imam Eli punya sikap yang jelek agar mereka tidak senang di hadapan Tuhan. Mereka tidak mengacuhkan tiap tiap korban bakaran yang dibawa untuk Tuhan agar jadi lama besarlah dosa mereka. Berbeda bersama Samuel. Di bawah asuhan imam Eli, Samuel tumbuh jadi seorang pelayan Tuhan. Pada pas itu, firman tentang Tuhan jarang disaksikan dan didengarkan dan terhitung penglihatan-penglihatan jarang terjadi. Imam Eli pun jadi lama tua dan penglihatannya jadi kabur. Saat Samuel tidur di didalam bait Suci Tuhan, Tuhan memanggil Samuel. Namun, karena Samuel belum tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan ia jadi singgah ke imam Eli sampai Tuhan memanggil Samuel sebanyak tiga kali. Karena konsisten menerus didatangi oleh Samuel, imam Eli jadi tahu bahwa Samuel telah dipanggil oleh Tuhan agar ia menyuruh Samuel menjawab “Berbicaralah, TUHAN, karena hamba-Mu ini mendengar,” (1 Samuel 3:9). Lalu, Tuhan singgah kembali menghampiri dan memanggil Samuel dan Samuel menjawab layaknya apa yang telah imam Eli katakan. Tuhan terhitung berfirman kepada Samuel bahwa Tuhan dapat menghukum Israel dan keluarga imam Eli karena dosa yang telah dikerjakan oleh anak-anaknya dan ia tidak memaharahi mereka (1 Samuel 3:11-14).
Ketika pagi hari Samuel bangun, Samuel enggan untuk memberitahukan apa yang Tuhan katakan kepada imam Eli. Namun karena perkataan imam Eli kepadanya, pada selanjutnya Samuel memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan tidak menyembunyikan apa pun kepada imam Eli. Setelah bicara demikian, imam Eli tidak memarahi Samuel justru ia menyembah Tuhan dapat apa yang dikatakan Samuel kepadanya. Karena itu juga, Samuel jadi lama besar dan Tuhan menyertai Samuel dan menemati janji-Nya (1 Samuel 3:19).
Dari cerita tentang hidup Samuel, kami dapat memandang bahwa Samuel adalah seorang anak muda yang taat kepada perintah Tuhan. Ia selalu senang belajar dan taat bersama apa yang imam Eli katakan. Disini, imam Eli dapat kitalihat peranannya sebagai papa angkat berasal berasal dari Samuel. Meskipun bukan orang tua kandungnya sendiri, Samuel selalu mengasihi dan taat bersama apa yang dikatakan oleh imam Eli. Kita terhitung dapat memandang bahwa Samuel dapat menempatkan dirinya dan dapat tahu apa yang jadi prioritas hidupnya. Sebagai anak muda, kami pasti tahu bahwa tentang yang paling di mengidamkan adalah kesenangan duniawi serupa layaknya yang Hofni dan Pinehas lakukan. Namun karena permintaan duniawi mereka inilah, mereka hidup bersama tidak senang di hadapan Allah dan terlebih jadi percakapan banyak orang karena sikap jelek yang mereka tunjukkan. Ini menyatakan bahwa baik tua maupun muda perlu punya prioritas didalam hidupnya. Manusia mana sih yang tidak senang hidup didalam kesenangan? Namun, semua itu ada batasannya tersendiri. Tujuan hidup kami adalah untuk mengasyikkan hati Tuhan. Kita boleh saja melacak kesenangan dunia ini, tetapi jangan sampai kami jadi jalankan tentang yang tidak senang di hadapan-Nya dan justru jadi merugikan orang lain karena sikap kami yang tidak baik. Tuhan memandang tiap tiap apa yang kami lakukan. Bahkan Tuhan pun tahu asumsi kita. Ia telah tahu terlebih dahulu mengisi hati kami dan apa yang dapat kami perbuat selanjutnya. Ia mengidamkan agar kami hidup jadi anak yang taat dan cemas pada-Nya bersama tidak selalu mendahulukan permintaan duniawi ini. Pada pas ini kami dapat belajar sikap yang dimiliki oleh Samuel.
Sikap-sikap yang dapat kami pelajari yaitu:
1. Menghormati orang tua
Sikap Samuel pertama yang dapat kami pelajari adalah menghargai orang tua atau menghargai orang yang umurnya jauh lebih tua dibandingkan kami kendati kami belum mengenalnya. Seperti yang kami ketahui, imam Eli merupakan papa angkat berasal berasal dari Samuel, tetapi Samuel selalu menghargai imam Eli sebagaimana mestinya. Ini terbukti pas Tuhan memanggil Samuel, tetapi Samuel mengira yang memanggilnya adalah imam Eli, Samuel bersama cepat menghampiri imam Eli yang tengah terbaring terlebih Samuel sampai berlari. Samuel pun bersama sigap bertanya “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Ini tidak terjadi sekali tetapi sampai tiga kali. Meskipun imam Eli menyebutkan bahwa ia tidak memanggil Samuel, tetapi pas namanya dipanggil Samuel langsung berlari menghampirinya. Ini menyatakan bahwa Samuel menghargai imam Eli.Apakah kami pada pas ini telah jalankan tindakan layaknya apa yang telah Samuel lakukan. Mungkin tidak semua dianta kami jarang untuk menghargai orang tua. Ketika orang tua kami memanggil, apakah kami langsung singgah menghampiri panggilan itu? Yang ada kadang pas kami marah dan kesal terlebih dahulu. Mari pada pas ini kami belajardari Samuel. Ia menghargai dan taat kepada orang tuanya kendati itu bukanlah orang tua kandungnya. Bahkan didalam Keluaran 20:12 dikatakan demikian “Hormatilah ayahmu dan ibumu, agar lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
2. Menentukan prioritas
Hal setelah itu yang dapat kami pelajari berasal berasal dari Samuel yaitu, Samuel dapat mengetahu prioritas mana yang lebih mutlak didalam hidupnya. Sebagai manusia kadang pas kami lupa apa sebetulnya prioritas utama didalam hidup kita. Sebagai seorang pelajar kadang pas kami lupa bahwa prioritas kami adalah belajar agar jadi mengfungsikan pas yang dimiliki untuk bermain. Sebagai seorang pekerja, kadang pas kami lupa priorita kami didalam pekerjaan agar tidak bekerja secara maksimal. Dalam hidup, tentang yang perlu kami punya yakni sebuah prioritas. Prioritas benar-benar mutlak didalam kehidupan kami karena tanpa ada prioritas manusia dapat hidupseenaknya. Hal ini terhitung serupa layaknya Hofni dan Pinehas yang tidak tahu apa prioritas utama didalam hidup mereka. Karena inilah mereka hidup seenaknya dan jadi berbuat dosa agar hidupnya tidak kembali senang di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, marilah jadi pas ini kami tahu apa sebetulnya prioritas utama didalam hidup kami agar kami dapat mengatur kehidupan yang kami miliki.
3. jalankan tanggung jawab yang dimiliki bersama sepenuh hati
Setiap orang pasti punya tanggung jawab didalam hidupnya. Tanggung jawab yang dimiliki tiap tiap orang berbeda-beda bergantung berasal berasal dari apa yang ia kerjakan. Namun, tidak semua orang dapat menyelesaikan tanggung jawab yang dimilikinya sampai selesai bersama baik. Pada pas ini kami dapat belajar berasal berasal dari Samuel yang mengerjakan tanggung jawab yang ia punya bersama sepenuh hati. Samuel merupakan pelayan Tuhan yang disebutkan bahwa Samuel tidur di didalam bait suci Tuhan atau di didalam area tinggal Tuhan. Dalam ayat 15 disebutkan bahwa Samuel tidur sampai pagi dan setelah itu dibukakannya pintu area tinggal Tuhan. Pada malam itu kami tahu bahwa Samuel tidak dapat tidur karena ia konsisten menerus dipanggil oleh Tuhan, dapat saja Samuel bangun sampai siang karena ia tidak dapat tidur bersama nyenyak. Namun, Samuel tidak jalankan itu. Ia tahu apa yang telah jadi tanggung jawabnya dan apa yang perlu dilakukannya. Ia selalu bangun pagi dan membkakan pintu area tinggal Tuhan. Apakah kami dapat layaknya itu? Ketika kami punya sebuah tanggung jawab, maka kerjakanlah tanggung jawab itu bersama sepenuh hati. Janganlah justru karena alasan letih atau selalu mengantuk kami jadi meninggalkan tanggung jawab yang dimiliki.
4. Berbicara apa adanya
Hal yang paling sering ditakuti oleh seseorang adalah bicara apa ada kepada orang lain terlebih jikalau perkataan sesudah itu diakui dapat menyakiti hati orang yang bersangkutan. Seseorang terhitung dapat cemas bicara apa ada tentang dirinya karena cemas orang lain menanggap dirinya rendah atau dapat meremehkannya. Namun, pernahkan kami berpikir dapat dampak yang dapat ditimbulkan ke depannya pada seseorang jikalau kami tidak senang bicara apa ada atau bicara jujur? Misalnya pas orang sesudah itu jalankan kesalahan dan kami tidak senang bicara tentang kesalahannya tersebut. Orang itu pasti dapat konsisten menerus ulangi kesalahan yang serupa jadi dapat lebih kritis berasal berasal dari sebelumnya. Oleh karena itu, janganlah kami cemas bicara apa adanya. Selagi itu sebetulnya benar dan dapat jalankan perbaikan dan terhitung beri salam seseorang, lakukanlah itu.
Pada hari ini kami diajarkan untuk lebih benar-benar mengerjakan tugas yang kami miliki. Kita perlu tahu sebetulnya apa prioritas utama didalam hidup kita. Kita tidak boleh selalu mengejar kesenangan duniawi karena itu adalah tindakan yang tidak dikehendaki oleh Allah. Selain itu kami diajar untuk memberikan suatu perihal apa adanya. Jika sebetulnya pesan atau perkataan yang kami sampaikan dapat menyaiti hati atau merupakaan perkataan yang tidak menyenangkan, kami selalu perlu memberikan pesan itu karena itu merupakan suatu kebenaran yang perlu disampaikan apa ada agar tidak boleh kami tambahi atau terlebih kurangi. Janganlah justru kami cemas untuk memberikan kebenaran. Selain itu, kami terhitung perlu hidup dan dengar-dengarnya dapat panggilanNya. Untuk tahu arti panggilanNya didalam hidup kita, kami perlu membangun sebuah jalinan yang dekat dengannya. Salah satu cara untuk dapat membangun jalinan yang dekat bersama Tuhan yakni bersama berdoa dan membaca firman. Kiranya hidup kami terbekati oleh renungan ini. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam
Renungan Malam

Renungan Malam 2
Untuk Apa Menyimpan Dendam didalam Hatimu?
Bacaan: Kejadian 45:1-15
”Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menagis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. Yusuf mencium semua saudaranya itu bersama mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap bersama dia.”
Kejadian 45:14-15
Pernahkah saudara jadi disakiti oleh seseorang terlebih oleh orang yang kamu kasihi atau terlebih oleh keluarga kamu sendiri? Jika pernah, sudahkan malam ini saudara mengampuni mereka yang telah menyakiti saudara? Jika belum, apa alasan kamu untuk tidak mengampuni orang yang telah menyakiti saudara? Jika jawaban saudara adalah karena orang sesudah itu telah jalankan kesalahan yang serupa secara berulang dan selalu mengecewakan anada pas kamu telah memaafkannya agar pada pas ini kamu tidak dapat memaafkannya, bukankah kamu justru jadi orang yang pas perhitungan pada pas ini? Memang manusia punya batas kesabaran tiap-tiap tetapi bukankah didalam firman Tuhan telah dikatakan bagi kami untuk selalu memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Dalam Matius 18:21-22 dikatakan demikian “Kemudian datanglah Petrus dan bicara kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali saya perlu mengampuni saudaraku jikalau ia berbuat dosa pada aku? Sampai tujuh kali? Yesus bicara kepadanya: “Bukan! Aku bicara kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Dalam Injil Matius ini telah tahu dikatakan bagi kami bahwa kami perlu selalu mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Dalam praktiknya, memaafkan adalah suatu perihal yang benar-benar susah dilakukan. Memaafkan orang yang benar-benar dekat bersama kami justru lebih susah lagi. Ketika orang paling dekat kami menyakiti kita, jalinan kami dengannya justru jadi rusak dan tidak sedekat dulu. Mungkin saja telah saling memaafkan, tetapi pas berdekatan jadi canggung untuk beri salam dan dekat lagi. Perlu kami sadari, manusia merupakan makhluk yang sering kali berbuat dosa dan kesalahan. Tanpa kami tahu dapat saja sikap tingkah laku atau perkataan kami menyinggung orang lain dan orang lain membenci kita. Bukankah ini merupakan tentang yang semestinya kami tahu juga? Bukan cuma orang lain, dapat saja saja sikap dan tingkah laku kami terhitung menyinggung perasaan Tuhan. Namun, apakah pas kami jalankan kesalahan Tuhan marah pada kami dan Ia meninggalkan kami begitu saja? Tidak. Tuhan tidak marah kepada kita, justru Ia menanti kami untuk singgah kepadaNya dan memohon ampun atas segala kesalahan yang telah kami perbuat. Ia adalah Allah yang panjang sabar dan Allah yang selalu mengampuni dosa umat-Nya pas kami singgah bersama benar-benar ke hadapannya.
Pada pas ini kami dapat belajar berasal berasal dari kisah Yusuf. Kita pasti telah sering mendengar kisah tentang Yusuf, jadi berasal berasal dari Sekolah Minggu sampai pas Ibadah Minggu di Gereja. Namun, pada pas ini kami dapat belajar kembali tentang kisah Yusuf. Yusuf merupakan anak berasal berasal dari Yakub dan isteri yang dikasihinya Rahel. Yakub sangatlah menyayangi Yusuf agar semua saudara-saudaranya membenci Yusuf. Kebencian saudara-saudaranya jadi malah pas Yusuf menceritakan mimpinya. Ketika saudara-saudara Yusuf menggembalakan kambing domba, Yakub menyuruh Yusuf untuk mengantarkan makanan kepada saudara-saudaranya. Namun, permintaan baik Yusuf dibalas bersama kejahatan oleh saudara-saudara Yusuf. Mereka bermufakat untuk melacak cara bagaimana membunuh Yusuf. Ketika Yusuf datang, mereka langsung menanggalkan jubah Yusuf dan membuangnya ke didalam sumur kosong yang tidak berair. Yusuf setelah itu dijual oleh saudara-saudaranya agar Yusuf bekerja kepada Potifar sebagai kepala pengawal raja. Penderitaan Yusuf tidak sampai disana saja. Ketika Yusuf bekerja kepada Potifar, isterinya menjebak Yusuf agar Yusuf perlu di penjara. Di didalam penjara Yusuf bersua bersama juru minuman dan juru roti. Karena hikmat Tuhan, Yusuf pun dapat menafsirkan mimpi ke dua orang itu bersama balasan Yusuf terhitung dapat dibebaskan berasal berasal dari didalam penjara. Setelah juru minum bebas, ia justru pandang remeh Yusuf. Tak berapa lama, Firaun bermimpi dan tidak ada seorang pun yang dapat menafsirkan mimpi Firaun jikalau Yusuf. Karena hikmat yang telah Tuhan berikan kepada Yusuf, ia dapat menafsirkan mimpi Firaun dan pada selanjutnya Firaun melantik Yusuf jadi penguasa atas semua Mesir. Ketika terjadi kelaparan di semua negeri, saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk belanja gandum kepada Yusuf. Saudara-saudaranya tidak tahu bahwa Yusuf telah jadi penguasa. Di Mesir dan pada pas ini mereka tengah bicara kepada Yusuf. Saat bersua bersama saudara-saudaranya kembali apa yang dikerjakan oleh Yusuf? Apakah Yusuf membenci dan menghukum saudara-saudaranya? Tentu tidak. Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya terlebih Yusuf menangis bersama keras pas memandang saudara-saudaranya. Ini telah menyatakan bahwa Yusuf selalu mengasihi saudara-saudaranya kendati mereka telah menyakiti Yusuf.
Kita pada pas ini belajar mengampuni berasal berasal dari Yusuf. Ketiaka saudara-saudaranya menyakiti dia, membencinya, membuangnya terlebih menjualnya, Yusuf serupa sekali tidak membenci saudar-saudaranya. Ia selalu mengasihi saudara-saudaranya dan konsisten menerus merindukan mereka. Apa yang dialami Yusuf benar-benar berat terlebih jauh lebih berat daripada yang kami alami pas ini. Namun apakah cara dapat layaknya Yusuf yang senang mengampuni saudara-saudara yang telah menyakitinya? Kita sering kali terpaku pada perasaan kami saja. Kita sering lupa dapat apa yang semestinya kami perbuat pas ada orang yang menyakiti kita. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, kami justru menyimpan dendam terhadapnya dan tidak senang mengampuni kesalahannya. Meskipun kami bicara telah memaafkan, tetapi kami tidak senang dekat bersama orang itu lagi.
Adapun hal-hal yang dapat kami pelajari berasal berasal dari Yusuf yaitu;
1. Mengasihi orang yang membencinya
Hal yang paling susah dikerjakan adalah mengasihi orang yang tengah membenci kita. Jika ada orang yang membenci kami justru kami jadi ikut-ikutan membencinya. Pada pas ini kami diajari oleh Yusuf bahwa kami perlu selalu mengasihi sesama kami kendati orang itu membenci kita. Dari awal Yusuf telah pasti tahu jikalau saudara-saudaranya membenci dirinya. Ia pasi tahu jikalau sikap saudara-saudaranya tidak baik terhadapnya. Namun, itu tidak membawa dampak Yusuf membenci saudara-saudaranya, terlebih Yusuf selalu mengasihi mereka bersama sepenuh hati. Apakah kami dapat layaknya Yusuf? Jika belum bisa, yang perlu kami jalankan adalah singgah kepadaNya dan berdoa dan terhitung memohon penyertaanNya didalam hidup kita.
2. Memaafkan orang yang bersalah
Yang benar-benar susah dikerjakan adalah memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Jika telah disakiti hati kami pasti seakan tertutup untuk orang tersebut. Ketika orang sesudah itu mengalami kesusahan, kami tidak dapat membantunya karena rasa acuhkan kami telah hilang. Saat berpapasan dengannya seolah-olah kami memandang suatu perihal yang perlu kami menyingkirkan berasal berasal dari hadapan kita. Bukankah jikalau kami layaknya itu sikap kami menyatakan bahwa kami bukanlah anak-anak Allah. Apa yang kami alami pas ini tidaklah layaknya Yusuf di mana ia sampai dijual oleh saudara-saudaranya. Namun apakah kami dapat layaknya Yusuf yang selalu mengampuni saudara-saudaranya? Renungkanlah didalam diri dan hati saudara masing-masing. Sudahkan kami membukakan pintu maaf kepada orang-orang yang menyakiti hati anda?
3. Berdoa dan menghendaki penyertaan Tuhan selalu
Berdoa dan menghendaki penyertaan Tuhan adalah cara yang dapat kamu jalankan agar kamu dapat mengampuni orang yang telah menyakiti hati anda. Ketika kami menyerahkan semua hidup dan kehidupan ke didalam penyertaan Tuhan, Tuhan pasti dapat melembutkan hati kami dan memakai hidup kami seturut bersama kehendaknya. Mengampuni tidaklah susah untuk dikerjakan jikalau kami senang menghendaki penyertaan berasal berasal dari Tuhan. Tidak ada hati yang benar-benar kuat untuk Tuhan lembutkan. Tidak ada hidup yang benar-benar susah untuk Ia ubahkan. Semua itu kembali kembali kepada diri kami tiap-tiap apakah kami senang diubahkan olehNya atau tidak.
Mengampuni bukan cuma cuma mengucapkan saya memaafkan segala kesalahan yang telah kamu jalankan kepadaku. Mengampuni berarti senang pandang remeh kesalahan itu dan senang mengawali suatu jalinan yang baru berasal berasal dari awal. Jika pada pas ini kami belum bia memaafkan seseorang, tentang yang perlu kami jalankan adalah berdoa dan menghendaki hikmatNya. Kita perlu berdoa kepada Tuhan agar Tuhan senang melembutkan hati kami dan hati orang yang menyakiti kita. Tuhan melembutkan hati kami agar kami dimampukan untuk memaafkan kesalahn orang yang menyakiti kita. Kita berdoa kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang yang menyakiti kami agar ia tahu kesalahan apa yang telah ia perbuat agar ia tidak dapat ulangi kesalahannya kembali dan senang berubah dan terhitung menghendaki maaf kepada orang-orang yang disakitinya. Meminta hikmat Tuhan berarti kami minta tuntunan Tuhan agar tidak ada amarah didalam diri kami agar kami dapat mengintropeksi diri. Berkata demikian sebetulnya ringan tetapi tentang yang paling susah adalah melakukannya. Jika pada pas ini kamu selalu jadi susah untuk mengampuni, ingatlah bahwa Tuha telah mengampuni kesalahan dan dosa saudara berapa kali pun keslahan yang kamu lakukan. Ia selalu mengasihi dan menyayangi saudara terlebih Ia tidak dulu meninggalkan saudara sendirian. Mengampuni bukanlah persoalan pas melainkan persoalan hati. Apakah hati kami telah siap untuk mengampuni atau belum. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam 3
Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka didalam segala suatu perihal yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh bersama kejahatan, dan kebebalan ada didalam hati mereka seumur hidup, dan setelah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang terhitung orang hidup membawa harapan, karena anjing yang hidup lebih baik berasal berasal dari pada singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka dapat mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah kembali bagi mereka, terlebih kenangan kepada mereka telah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Apa yang paling kamu didalam hidup kamu pas ini?
Kekayaan? Kepintaran? Kepopularitasan?
Keluarga yang bahagia? Atau dapat saja jabatan yang tinggi?
 Karena tidak benar satu atau kesemuanya itu yang kamu miliki, pernahkan kamu jadi bangga setelah itu menyombongkan diri terhahap yang lain? Atau dapat saja pas ada orang di bawah anda, mengidamkan berteman bersama anda, kamu menolaknya dan bicara “kita tidak sama”. Ukuran persamaan Allah bersama manusia sangatlah jauh berbeda. Persamaan menurut manusia adalah pas seseorang punya kekayaan, kepintaran atau jabatan yang sama. Karena itulah, manusia sering kali memandang nasib orang berbeda-beda. Karena apa yang dimilikinya pada pas ini ia menganggap bahwa nasib baik yang telah Tuhan berikan. Ketika memandang orang lain punya suatu perihal di bawahnya kami justru menyebutkan nasib orang itu buruk.
Pada pas ini, manusia menakar segala suatu perihal yang terjadi pada dirinya atau apa yang ia punya telah diatur oleh nasib. Bahkan tak sedikit orang memandang peruntungan nasib berdasarkan Shio atau Zodiak. Jika didalam ramalan menyebutkan nasibnya dapat jelek pada hari ini, orang sesudah itu justru enggan untuk terlihat area tinggal dan bekerja. Bahkan selalu jadi cemas jikalau ada suatu perihal yang tidak di mengidamkan terjadi. Lain halnya jikalau didalam ramalan dikatakan bahwa orang sesudah itu dapat mengalami nasib yang baik pada hari ini jadi berasal berasal dari persoalan kesehatan, keuangan, pekerjaan terlebih asmara semuanya dikatakan baik. Orang sesudah itu dapat impuls didalam menjalani harinya karena yakin nasib baik dapat terjadi padanya hari ini. Karena ramalan-ramalan yang belum pasti benar ini membawa dampak seseorang jadi lebih yakin kepada apa yang dibacanya didalam ramalan dibandingkan yakin dan berserah kepada Tuha.
Namun, apakah benar semua yang terjadi didalam kehidupan kami bergantung berasal berasal dari nasib yang kami alami?
Saya dulu mendengar keluhan tentang seorang ibu yang punya suami penggangguran dan ia yang perlu membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya. Ia konsisten menerus mengeluh dan memperbandingkan kehidupannya bersama saya. Ada suara kecewa terlebih marah didalam suaranya. Diakhir percakapan terlebih ibu itu menangis tersedu-sedu sampai anak yang digendongnya ikut menangis. Namun, ada satu tentang yang tidak dapat saya lupakan berasal berasal dari perkataan ibu tersebut. Ibu sesudah itu bekata layaknya ini “Kenapa nasib saya jelek layaknya ini. Hidup saya berasal berasal dari dulu sampai pas ini kok kesulitan terus. Kasihan saya tiap pulang kerja perlu memandang anak-anak saya yang menanti saya untuk dibuatkan makanan. Saya kerja banting tulang demi anak-anak menghendaki nasib anak saya tidak layaknya orang tuanya.”  Setelah mendengar perkataan ibu tersebut, saya konsisten menerus berpikir apakah benar Tuhan menciptakan seseorang bersama nasib yang berbeda-beda. Kegalauan saya tidak berhenti sampai disana. Beberapa kali saya memandang terlebih mendengar seseorang bicara “ingin pengaruhi nasib”. Sebenarnya saya jadi perkataan Ibu sesudah itu atau orang-orang tentang mengidamkan pengaruhi nasibnya adalah tidak benar yang benar adalah mengidamkan pengaruhi kehidupan. Setelah saya membaca Pengkhotbah saya tahu bahwa nasib tiap tiap orang yang Tuhan ciptakan adalah serupa karena pada pada selanjutnya kelak dapat kembali kembali kepada sang Pencipta.
Nasib hidup seseorang adalah kematian.
Memang susah bagi kami untuk pengaruhi paradigma yang telah mengakar didalam masyarakat jikalau pemikiran orang sesudah itu terhitung tidak ikut diubah. Berbicara tentang nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu perihal yang baru yang dapat kami temui jikalau kami bicara tentang nasib. Pada pas ini kami pasti dapat memandang banyak orang  yang bangga dapat apa yang ia punya pada pas ini terlebih orang sesudah itu jadi bangga dapat nasib yang dimilikinya hinga bicara kepada banyak orang. Orang yang mendengarnya terlebih ada yang jadi nasibnya jelek agar jadi malas untuk bekerja karena jadi hidupnya serupa saja. Padahal tentang yang perlu kami jalankan pada pas ini adalah menikmati hidup yang telah Tuhan berikan bagi kami dan bekerja sebaik mungkin. Dalam Pengkhotbah 9:9-10 dikatakan demikian “Nikmatilah hidup bersama isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu didalam hidup dan didalam bisnis yang engkau jalankan bersama jerih payah di bawah matahari. Segala suatu perihal yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, ilmu dan hikmat didalam dunia orang mati, ke mana engkau dapat pergi.”
Nasib semua orang itu serupa tidak ada yang tidak serupa karena semua manusia dapat mati dan kembali kepada Bapa di Surga.
Dari pada konsisten menerus bicara tentang nasib yang tak ada habisnya, lebih baik kami pahami dan tahu terlebih dahulu apa sebetulnya kehidupan yang kami jalani itu.
1. Nasib semua orang sama
Seperti yang dikatakan sebelumnya, manusia pada pas ini konsisten menerus bicara tentang nasib hidup yang menimpanya. Nasib hidup semua orang itu sama. Yang membuatnya terlihat tidak serupa adalah manusia. Manusia memakai takaran nasib baik dan nasib jelek untuk menilai kehidupan seseorang. Padahal Tuhan telah memberi tambahan nasib yang baik bagi semua orang pas seseorang jadi nasibnya benar-benar jelek di dunia ini, berarti orang sesudah itu tidak senang berupaya dan bekerja untuk membawa dampak kehidupannya lebih baik. Seseorang seringkali terpaku pada ramalan ansib harian. Tidak sedikit orang jadi men-tuhankan ramalan karena lebih mempercayai ramalan dibandingkan bersama mempercayai Tuhan. Jika konsisten menerus berlanjut, kepercayaannya dapat ada Tuhan dapat jadi lama menyusut dan membawa dampak seseorang jadi lupa kenapa Tuhan ada dalm hidupnya. Sekali lagi, nasib akhir hidup kami adalah kematian. Jadi, janganlah kembali kami membanding-bandingkan nasib saya bersama dia atau terlebih nasih dia bersama saya. Sebab jikalau kami konsisten menerus membanding-bandingkannya bagaimana kami tahu bahwa hidup kami ini adalah anugerah?
2. Menikmati hidup
Ketika kami diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan, janganlah kami jadi mengfungsikan hidup kami untuk membanding-bandingkan hidup kami bersama orang lain. “Wah sedap banget hidupnya gak kaya aku, nasib jelek aja konsisten menerus yang saya dapetin.” Jika konsisten menerus menganggap layaknya itu bagaimana kami dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang telah Tuhan berikan bagi kita. Yang Tuhan mengidamkan adalah kami mensyukuri segala tentang yang terjadi didalam hidup kami bersama tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Ia berikan. Ia terhitung mengidamkan agar tiap tiap apa yang kami kerjakan, kami jalankan bersama sepenuh hati dan sekuat tenaga jangan setengah-setengah. Ketika seseorang dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang dimilikinya, orang sesudah itu pasti dapat tahu bahwa hidup yang telah diberikan Tuhan adalah indah ada kendati pada pas ini ia ada didalam keadaan susah sekalipun.
3. Kematian
Kematian merupakan fase akhir didalam kehidupan seorang manusia. Kematian yang pasti dapat terjadi merupakan nasib berasal berasal dari tiap tiap orang yang ada di bumi ini. Ketika seseorang telah mati, ia tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Rasa sakit, amarah, kesenangan dan kenangan telah dilupakannya. Ia tidak dapat merasakan kehangatan pas bersama bersama orang yang dikasihi. Ia terhitung tidak dapat bekerja layaknya pas semasa hidupnya. Kita tidak dapat dulu tahu sampai kapan pas yang diberikan Tuhan untuk dirinya. Kematian itu layaknya pencuri yang waktunya tidak dapat kami tentukan. Hanya Tuhanlah yang dapat menentukannya. Ketika seseorang dapat mengalami kematian, ia perlu mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat semasa hidupnya kepada Tuhan baik itu merupakan tingkah laku baik ataupun tingkah laku jahat.
Apapun yang terjadi didalam kehidupan kami pas ini, ingatlah bahwa bukan nasib yang menentukannya melaikan Tuhan yang pilih dan mengaturnya. Jangan menyalahkan nasib terlebih berupaya untuk merubahnya karena nasih yang kami punya tidak dapat kami pindah karena bagaimana caranya agar kami dapat pengaruhi kematian? Serahkanlah semua hidup dan kehidupan kamu kepada Allah agar kamu lebih dapat mensyukuri kehidupan yang telah Tuhan berikan. Jangan berhenti menghendaki dan berdoa kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

3 Renungan Malam Hari Kristen yang Memotivasi Hidup