KEMENANGAN KRISTUS TERHADAP GODAAN IBLIS
Pencobaan di padang gurun
Bacaan: Matius 4:11
“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau kudu menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
Setiap manusia pasti dulu jatuh ke di di dalam godaan Iblis supaya membuatnya berdosa dan tidak kudus kembali di hadapan Allah. Tidak hanya kami sebagai manusia, Tuhan Yesus pun dulu digoda oleh Iblis. Namun yang membedakannya adalah Ia menang melawan godaan Iblis tersebut. Dalam ayat yang telah kami baca, Yesus di cobai oleh Iblis di padang gurun sesudah Ia berpuasa sepanjang empat puluh hari empat puluh malam lamanya.
Dalam rupa manusia pasti saja Yesus menjadi lapar, haus dan kelelahan lebih-lebih tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke di di dalam perutnya. Dalam Injil Matius yang telah kami baca, kata dicobai merujuk kepada ujian dan godaan. Ujian yang dialami oleh Yesus dimaksudkan untuk membuktikan, tengah godaan yang dialaminya dimaksudkan untuk memicu sebuah keinginan yang bisa menyebabkanNya jatuh ke di di dalam dosa.
Kemenangan Yesus
Kemenangan Yesus Image by rec.or.id
Selama Yesus berada di padang gurun, Iblis mencobainya sebanyak tiga kali tetapi Yesus bisa lewat seluruh godaan tersebut.
Ada pun 3 pencobaan yang dialami Yesus pas di padang gurun yaitu:
Pencobaan atas  keinginan daging
Keinginan daging yang dialami Yesus merupakan keinginan fisik di mana pada pas dicobai oleh Iblis, Yesus menjadi lapar dan haus. Bagi seorang manusia pasti menghindar lapar sepanjang empat puluh hari merupakan perihal yang kemungkinannya sangat kecil supaya Iblis datang menggodanya. “Lalu datanglah si pencoba itu dan bicara kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu itu menjadi roti.” Matius 4:3. Tentu saja jikalau Yesus ingin, Ia pasti bisa mempengaruhi batu yang ada di sekitarnya menjadi roti. Namun, sebab keteguhan hatinya Ia bisa memenangkan pencobaan pertama ini.
Pencobaan atas keangkuhan hidup
Pencobaan ke-2 yang dialami Yesus yaitu pencobaan atas keangkuhan hidup. Kita seluruh pasti memahami bahwa Yesus adalah Allah yang membawa kuasa, oleh sebab itu Iblis menggodanya supaya Yesus meu mengfungsikan kuasa yang Ia miliki. “Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan memasang Dia di bumbungan Bait Allah, sesudah itu bicara kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia bisa memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka bisa menantang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” Matius 4:5-6. Sama seperti yang pertama, Yesus mengusir Iblis dan bisa lewat pencobaan kedua.
Pencobaan berkenaan keinginan mata
Keinginan mata sendiri bicara berkenaan kemegahan. Iblis bicara kepada Yesus bahwa Ia bisa beri tambahan segala kemegahan yang ada di dunia ini jikalau Ia sujud menyembah kepadanya. “Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang terlalu tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya seluruh kerajaan dunia bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kemegahannya, dan bicara kepada-Nya: “Semua itu bisa kuberikan kepada-Mu, jikalau Engkau sujud menyembah aku.” Matius 4:8-9. Namun, pasti saja Yesus menolaknya sebab Ia tahhu bahwa yang pantas disembah hanya hanya Bapa yang ada di Sorga.
Baca Juga : Renungan harian Anda Berubah Anda Berbuah
Tentu saja kemenagan Kristus pada godaan Iblis sebab keteguhan hatiNya kepada Bapa di Sorga. Sekalipun Iblis mencobainya lewat berbagai cara, Yesus bisa memenangkannya dan bisa mengusir Iblis. Ia tidak jatuh ke di di dalam dosa dan tetap kudus di hadapan Bapa. Karena keteguhan hatiNya pula, Bapa di Sorga memberikannya kekuatan supaya Ia bisa memenangkan tiap-tiap godaan berasal berasal dari Iblis. Kiranya kami juga bisa memenangkan tiap-tiap pencobaan Iblis di di di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.

Kemenangan Kristus Terhadap Godaan Iblis

YESUS BANGKIT
Kebangkitan Yesus
Bacaan: Matius 28:1-10
“Akan tapi malaikat itu bicara kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah anda takut; karena aku paham anda melacak Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak tersedia di sini, karena Ia sudah bangkit, mirip layaknya yang sudah dikatakan-Nya, Mari, lihatlah area Ia berbaring.”
Matius 28:5-6
Kebangkitan Yesus merupakan suatu mengenai yang sangat luar biasa bagi orang percaya. Kebangkitan Yesus sendiri membawa arti bahwa Ia sudah bangkit dari terhadap orang mati. Kebangkitan Yesus sendiri jadi saksi yang sangat luar biasa bagi kita yang mengajarkan dan mengingatkan kita bahwa Ia dapat mengalahkan maut.
Dalam Pengakuan Iman Rasuli pun dikatakan demikianlah “yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke di dalam kerajaan maut, terhadap hari yang ketiga bangkit pula dari terhadap orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa, dan dapat singgah dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati” Sebelum kebangkitanNya, Ia turun ke di dalam kerajaan maut yang artinya Ia jauh dari kasih Bapa. Ia turun ke di dalam kerajaan maut untuk mempertanggungjawabkan dosa dan pelanggaran manusia. Namun sesudah hari yang pas Ia bangkit dan mengalahkan maut tersebut. Bahkan di dalam Lukas 24:6-7 dikatakan demikianlah “Ia tidak tersedia di sini, Ia sudah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, pas Ia tetap di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia mesti diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan dapat bangkit terhadap hari yang ketiga.”
Pada hari ketiga sesudah Yesus mati karena disalibkan, para perempuan singgah singgah ke makam Yesus dengan maksud untuk membawakan rempah-rempah yang sudah mereka sediakan. Namun, pas sudah hingga ke makam Yesus, mereka memandang bahwa kubur Yesus sudah kosong dan batu yang pelihara kubur Yesus sudah terguling dan pas mereka memeriksa kubur Yesus, mereka tidak mendapati mayat Yesus disana.
Renungan dari Kebangkitan Yesus
Kemenangan Yesus Image by rec.or.id
Ditengah kebingunan mereka, malaikat Tuhan singgah menghampiri dan bicara kepada mereka dan memberitahukan bahwa Yesus sudah bangkit. Mendengar kabartersebut para wanita menghampiri kesebelas murid Yesus dan kepada saudara yang lain. Tentu saja murid Yesus tidak percaya kepada perkataan para perempuan itu karena murid-murid Yesus berpikir bahwa orang yang sudah mati sudah pasti tidak dapat bangkit lagi. Karena ketidak percayaan para murid, sesudah itu Petrus bangun dan cepat-cepat membuktikannya apakah yang dikatakan oleh perempuan itu bukan cuman omong kosong. Karena para murid tidak percaya dapat kebangkitan Yesus, Yesus pun menampakkan dirinya dan sesudah itu para murid jadi percaya.
Baca Juga : Kemenangan Kristus Terhadap Iblis
Namun tersedia satu murid Yesus yang tetap tidak percaya dapat kebangkitan Yesus, murid itu adalah Tomas “Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami sudah memandang Tuhan!” Tetapi Tomas bicara kepada mereka: “Sebelum aku memandang bekas paku terhadap tangan-Nya dan sebelum saat dapat pas aku mencucukkan jariku ke di dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke di dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak dapat percaya.” Yohanes 20:25. Akhirnya Yesus menampakkan dirinya kepada Tomas dan ia pun jadi percaya.
Mungkin terhadap pas ini tersedia di antara kita yang tidak percaya dengan kebangkitanNya dari maut. Namun, itu benar adanya. Ia dapat mengalahkan maut itu supaya Ia dapat lagi dengan dengan Bapa di Sorga. Bukankah Yesus sendiri bilang bahwa Ia dapat bangkit terhadap hari yang ketiga? Kebangkitan Yesus bukan hanya kebangkitan secara roh saja tapi secara fisik juga. Melalui kebangkitanNya kita dapat memandang kuasaNya yang dapat mengalahkan maut. Oleh karena itu percayalah terus-menerus kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Kesimpulan : Artikel ini dibuat untuk mengimbuhkan informasi bagi kita semua mengenai kebangkitan Yesus terhadap hari yang ketiga dengan mengalahkan maut

Renungan Harian Kristen Tentang Kebangkitan Yesus


YESUS KRISTUS DATANG UNTUK MATI
Maksud kehadiran Yesus ke di dalam Dunia
Bacaan: Yohanes 3:13-18
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, supaya Ia udah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya tiap tiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.”
Yohanes 3:16
Bapa mengirimkan anakNya yang tunggal Tuhan kami Yesus Kristus dengan suatu target yakni untuk menyelamatkan kami berasal dari maut supaya kami memperoleh kasihNya di Sorga kelak. Karena dosa yang udah manusia perbuat, kasih Allah jadi jauh dan hilang berasal dari di dalam diri manusia. Karena dosa ini pula hubungan manusia dengan Allah jadi rusak. Sebelum kehadiran Yesus ke di dalam dunia, manusia harus mempersembahkan korban bakaran di mezbah Tuhan supaya dosanya diampuni oleh Allah. Namun selagi ini, kami tidak harus berbuat demikian.
Yesus Kristus Datang Untuk Mati
sangsabda.wordpress.com
Kedatangan Yesus ke di dalam dunia ini adalah untuk mati demi menebus dosa umat manusia. Dalam artian Yesus mati demi kami orang yang udah berbuat dosa dan laksanakan kejahatan. Bahkan Paulus berkata terkecuali tidak ada orang yang berkenan mati untuk orang jahat, terkecuali Tuhan kami Yesus Kristus, yang mati untuk orang-orang berdosa, termasuk kita. Ia berkenan mati demi kami dikarenakan Ia mengasihi kami dan tidak dambakan kami jatuh ke di dalam maut tapi Ia dambakan kami dengan denganNya di Sorga kelak. Tentu saja Tuhan Yesus tahu bahwa Ia akan mati terkecuali Ia mampir ke di dalam dunia. Namun, perihal itu tidak menggentarkan hatiNya. Ia senantiasa mampir ke di dalam dunia ini supaya kami memperoleh keselamatan.
Jika kami ada di posisiNya apakah kami akan senantiasa mampir ke di dalam dunia walaupun kami tahu bahwa kami akan mati untuk orang-orang yang berdosa?
Kematian Yesus adalah untuk seluruh orang yang percaya kepadaNya. KematianNya di atas kayu salib memicu kami tahu bahwa Ia terlalu mengasihi kami anak-anakNya. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke di dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” Yohanes 3:17. Adapun makna kedatangannya ke di dalam dunia yaitu;
1. Memperbaiki hubungan manusia dengan Allah
Tuhan Yesus mampir ke di dalam dunia ini untuk laksanakan perbaikan hubungan kami denganNya yang di awalannya teah rusak akibat dosa yang udah manusia perbuat. Dosa yang udah diperbuat manusia memicu hubungan kami denganNya jadi jauh. Oleh dikarenakan itu, melalui perantaraanNya, Ia memulihkan hubungan kami dengan Allah.
2. Menyelamatkan manusia berasal dari dosa
Akibat berasal dari dosa adalah maut. Oleh dikarenakan itu dikarenakan Ia mengasihi kita, Ia dambakan kami terbebas berasal dari dosa supaya kami dilayakkan kembali di hadapanNya.
3. Menyelamatkan manusia berasal dari maut
Seperti yang udah disebutkan di awalannya bahwa akibat dosa adalah maut yang berarti kami tidak akan memperoleh kasi Bapa lagi. Kita akan kehilangan peluang untuk sanggup hidup dengan denganNya. Maut akan memicu kami hidup di di dalam kegelapan. Karena Ia tidak dambakan kami binasa di di dalam maut, maka Yesus mampir ke di dalam dunia ini.
Baca termasuk : Kebangkitan Kristus
Yesus mampir ke dunia ini untuk mati dikarenakan Ia dambakan menyelamatkan kami berasal dari dosa dan maut. Bisa saja Ia menolak untuk mampir ke di dalam dunia ini, tapi dikarenakan Ia mengasihi kami Ia senantiasa mampir walaupun Ia tahu bahwa Ia harus mati di kayu salib. Bayangkan saja terkecuali Yesus tidak mampir ke di dalam dunia ini atau Ia tidak mati bagi kami di kayu salib. Pada selagi ini pasti kami masih hidup di di dalam dosa supaya kami tidak sanggup memperoleh kasihNya. Oleh dikarenakan itu, kami harus bersyukur kepadaNya dikarenakan Ia berkenan mampir dan mati bagi kami supaya kami sanggup terbebas berasal dari dosa dan hidup di dalam kasihNya. Tuhan Yesus memberkati.
Kesimpulan : Artikel ini dibuat untuk memberi tambahan Info bagi kami bahwa ada maksud dan target Yesus untuk mampir ke di dalam dunia.

Maksud dari Yesus Kristus Datang Untuk Mati


RENUNGAN HARIAN Air Tuba dibalas bersama Air Susu
Bacaan: Lukas 6:27-36
"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan bersama tidak meminta balasan, maka upahmu bakal besar dan anda bakal jadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik pada orang-orang yang tidak sadar berterima kasih dan pada orang-orang jahat."
Lukas 6:35
Mengasihi musuh. Haruslah kita berbuat demikian? Kita pasti dulu dikecewakan atau disakiti oleh orang yang telah kita anggap sebagai teman akrab bahkan teman bahkan saudara padahal kita telah berbuat baik kepadanya. Bahkan tersedia pepatah yang bilang “Air susu dibalas Air Tuba” yang bermakna tingkah laku baik dibalas bersama kejahatan.
RENUNGAN HARIAN Air Tuba dibalas bersama Air Susu
Image by parokimbk.or.id
Ketika seseorang menyakiti hati kita dan sangat mengecewakan kita, apa yang bakal kita lakukan?
Apakah kita langsung memaafkannya atau justru kita membencinya dan berpikiran orang itu musuh kita?
Hidup sebetulnya tidak bakal dulu terlepas berasal berasal dari masalah itu. Memaafkan atau membenci merupakan dua pilihan yang tersedia di dalam tangan kita layaknya hitam dan putih dalam sebuah dadu. Jika pada selagi ini kita masih beranggapan bahwa terkecuali tersedia orang yang menyakiti kita, kita perlu menyakitinya mirip layaknya yang telah ia perbuat.
Bukankah itu merupakan sikap yang tidak Tuhan kehendaki? Lalu apa yang sebetulnya Tuhan kehendaki?
Dalam Lukas 6:27-29 telah dikatakan demikian "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah terhitung kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil alih alih jubahmu, biarkan terhitung ia mengambil alih alih bajumu." Mengasihi orang yang telah menyakiti hati kita sebetulnya sangat ada masalah sekali. Perlu kemampuan hati untuk melakukannya. Namun, bukan bermakna perihal itu ada masalah untuk dilakukan.
Kita mampu mengambil alih alih contoh teladan Yesus yang selamanya mengasihi orang yang menyakiti Dia bahkan Ia mampu pengaruhi hidup orang itu. Yesus telah sadar bahwa Petrus bakal menyangkalnya sebanyak tiga kali selagi Ia bakal disalibkan. Namun, Yesus selamanya mengasihi Petrus dan tidak membeda-bedakannya bersama muridNya yang lain. Ketika Petrus sangat telah menyangkal Yesus sebanyak 3 kali, apakah Yesus setelah itu membenci Petrus? Tentu tidak. Ia justru Mengenakan hidup Petrus untuk mewartakan kabar tentang keselamatan dan Kerajaan Allah kepada orang banyak.
Mengasihi orang yang telah mengasihi kita sebetulnya gampang dan semua orang pasti mampu melakukannya. Namun, perihal yang paling ada masalah untuk ditunaikan adalah mengasihi orang yang telah menyakiti hati kita dan yang merupakan musuh kita. Ketika kita mampu mengasihi musuh kita, Tuhan bakal berikan tambahan kelegaan kepada hati kita supaya beban yang tersedia dalam diri kita mampu hilang.
Baca Juga : Renungan Harian Allah Yang Berkuasa
Ketika kita tidak mampu mengasihi musuh kita, ingatlah terutama dahulu kasih yang Allah berikan tambahan kepada kita. Ketika kita lalai di hadapanNya dan bahkan selamanya menyakiti hatiNya, Ia selamanya memaafkan dan mengasihi kita sebagaimana adanya. Ia tidak dulu meninggalkan kita biarpun berulang kali kita hidup tidak seturut bersama kehendakNya. Oleh sebab itu, marilah kita memohon kepada Tuhan untuk melembutkan hati kita supaya kita mampu mengampuni dan mengasihi mereka mirip sekali mereka adalah musuh kita. Marilah kita membalas air tuba bersama air susu di mana selagi tersedia orang yang berbuat jahat kepada kita, kita selamanya baik dan mengasihinya sebab itu yang diinginkan Allah. Dalam Matius 5:44 dikatakan demikian “Tetapi Aku bicara kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Air Tuba Dibalas Dengan Air Susu


RENUNGAN HARIAN
Karena Masih Ada Kesempatan
Bacaan: Kisah Para Rasul 15:35-41
“Hal itu sebabkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas mempunyai Markus terhitung sertanya berlayar ke Siprus.”
Kisah Para Rasul 15:39
Setiap kami tentu dulu berselisih mengerti atau terutama dikecewakan oleh orang paling dekat kita. Seringkali berkenaan kecil seperti perbedaan pendapat justru dapat sebabkan suatu hubungan pertemanan hancur. Pertemanan atau terutama persahabatan yang dibangun sepanjang belasan tahun atau terutama puluhan tahun dapat rusak cuma dikarenakan tersedia selisih paham.
Namun, jikalau itu terjadi kepada anda, apakah kamu dapat beri tambahan peluang kepada teman atau teman akrab kamu untuk laksanakan perbaikan hubungan yang telah rusak itu?
Karena Masih Ada Kesempatan
Image by Pinterest.com
Sama halnya dengan dengan Paulus dan Barnabas yang dulu berselisih paham. Bahkan di di dalam Alkitab dikatakan bahwa perselisihan pada Paulus dan Barnabas merupakan perselisihan yang tajam sehingga sebabkan mereka berpisah padahal di awalannya mereka berbarengan mengajar banyak orang dan menginformasikan Firman Tuhan. Mungkin tidak cuma Paulus dan Barnabas yang dulu berselisih hingga sebabkan hubungan yang telah dibangun jadi rusak, di pada kami tentu dulu mengalami berkenaan yang serupa. Karena telah dikecewakan atau disakiti kami jadi enggan untuk dengan dengan dengan dengan orang sesudah itu padahal di awalannya kami dulu terlampau dekat dengannya.
Karena perselisihan terhitung kami melupakan kenangan indah dengan dengan dengan dengan dia. Mungkin bukan cuma kenangan, kami terhitung jadi lupa dapat kebaikan yang dulu orang itu laksanakan kepada kita. Kita justru cuma mengingat kekeliruan yang telah diperbuatnya saja seakan-akan orang sesudah itu tidak dulu laksanakan berkenaan yang baik.
Namun, apakah yang sebaiknya kamu laksanakan jikalau kamu diperhadapkan oleh suasana seperti ini?
Hal yang sebaiknya kamu laksanakan adalah mengampuni dan mengingat kebaikan apa yang dulu orang itu laksanakan dan beri tambahan untuk anda. Bahkan di dalam Kolose 3:13 dikatakan demikian “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang dapat yang lain misalnya yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” Ketika kami berbesar hati puas mengampuni teman atau teman akrab yang telah laksanakan kekeliruan maka hubungan kami dengannya terhitung tidak dapat rusak.
Ketika seseorang laksanakan kekeliruan yang menyakiti atau terutama mengecewakan janganlah terlampau fokus terhadap kekeliruan yang telah diperbuatnya, tetapi ingatlah terhitung kebaikan yang dulu dia lakukan. Dengan mengampuni bermakna kami terhitung telah beri tambahan peluang kepada orang sesudah itu untuk beralih dan laksanakan perbaikan kekeliruan yang telah ia lakukan. Berubah tidak dapat dilakukan oleh seorang diri saja, beralih terhitung mesti pertolongan orang lain dikarenakan Tuhan dapat kenakan seseorang untuk beri salam kekeliruan sesamanya. Mengampuni sesungguhnya bukan berkenaan yang enteng dilakukan. Perlu tersedia pengorbanan dan kasih di dalamnya.
Baca Juga : Ayat Alkitab Tentang Kasih
Tanpa kami sadari, kami terhitung kerap laksanakan kekeliruan yang menyakiti hati Tuhan. Seringkali kekeliruan sesudah itu kami laksanakan berulang kali. Namun, Tuhan tidak begitu saja membenci kita, Ia berkesinambungan beri tambahan peluang kepada kami untuk beralih dan kembali kepadaNya “dan dengan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang puas melawan, dikarenakan dapat saja Tuhan beri tambahan peluang kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan dengan demikian mereka jadi mengerti kembali, dikarenakan lepas berasal dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka terhadap kehendaknya.” 2 Timotius 2:25-26.
Karena tetap tersedia peluang yang Tuhan beri tambahan kepada kita, marilah kami kenakan peluang itu untuk beralih dengan dengan bertobat dan tidak mengulangi kembali kekeliruan yang dulu diperbuat. Karena Tuhan telah beri tambahan kami kesempatan, kami terhitung mesti puas beri tambahan peluang kepada orang lain untuk beralih ke arah yang lebih baik. Kesempatan yang kami beri tambahan tentu dapat beri tambahan perubahan kepada orang lain. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Tentang Kesempatan Hidup


RENUNGAN HARIAN
Tidak Seperti Kenyataannya
Bacaan: Matius 23:1-12
“Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala suatu perihal yang mereka ajarkan kepadamu, tapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, gara-gara mereka mengajarkannya tapi tidak melakukannya.”
Matius 23:3
Renungan Harian Tidak Seperti Kenyataannya
Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi amat dihormati dan disegani oleh banyak orang pada masanya. Mereka mengajarkan perihal hukum Taurat dan hasrat Allah. Mereka berfirman di mezbah-mezbah doa atau di area tinggal ibadat. Apa yang mereka katakan khususnya sering menjadi pedoman bagi banyak orang. Banyak orang menghormati mereka gara-gara mereka dianggap kudus. Namun, apa yang dilakuakan Yesus justru mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi gara-gara apa yang mereka katakan tidak cocok bersama dengan tingkah laku yang mereka lakukan gara-gara mereka cuma mengajarkan kebenaran kepada banyak orang tapi mereka tidak melakukannya untuk mereka sendiri.
Mereka membiarkan tanggung jawab mereka kepada orang lain khususnya mereka haus dapat sanjungan dan ingin dihormati banyak orang.
“Semua pekerjaan yang mereka lakukan cuma dimaksud agar dicermati orang; mereka Mengenakan tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka senang duduk di area terhormat dalam perjamuan dan di area terdepan di area tinggal ibadat; mereka senang menerima penghormatan di pasar dan senang dipanggil Rabi.” Matius 23:5-7.
Mereka berkata perihal baik tapi tidak layaknya kenyataannya. Tuhan Yesus khususnya berkata mereka adalah orang-orang munafik
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, gara-gara cawan dan pinggan kamu membersihkan sebelah luarnya, tapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.” Matius 23:25.
Mungkin kita termasuk pernah menyaksikan orang yang muncul layaknya ahli-ahli Turat dan orang-orang Farisi yang ingin dihormati dan dianggap “berbeda” bersama dengan yang lainnya. Orang-orang layaknya ini biasanya dapat Mengenakan sebuah topeng yang digunakan untuk menutupi kekurangannya agar tidak dicermati orang lain.
Bahkan ia tidak segan untuk Mengenakan sesamanya menjadi “alat” agar ia capai suatu penghormatan. Atau bisa saja saja orang itu menjadi gara-gara amat berlebih yang ia miliki jauh lebih unggul berasal dari orang lain agar ia tidak dapat senang menyaksikan orang lain yang jauh lebih unggul berasal dari pada dirinya.
Sebagai seorang manusia bisa saja kita pernah diperhadapkan oleh perihal layaknya ini. Tanpa kita jelas kita dapat amat senang tepat orang lain memuji kita dan dapat amat kecewa khususnya marah tepat tersedia orang lain pandang remeh kita khususnya membandingkan apa yang kita miliki bersama dengan orang lain. Karena dibandingkan sering kadang dapat muncul iri hati agar membuat kita jatuh ke dalam dosa. Dalam Matius 23:12 telah amat jelas dikatakan demikian
“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia dapat direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia dapat ditinggikan.”
Meninggikan diri kita sendiri cuma dapat membuat kita direndahkan dan khususnya membiarkan Tuhan gara-gara kita cuma fokus pada amat berlebih yang kita miliki. Kita dapat amat bangga bersama dengan apa yang kita punya. Kita menjadi lupa bahwa apa yang kita miliki adalah berasal dari Tuhan.
Baca termasuk : Saat Teduh 2019
Diantara kita bisa saja pernah menyaksikan orang lain berkata banyak perihal suatu kebaikan atau kelebihannya tapi tepat kita bersama dengan dengannya justru tidak layaknya pada kenyataannya. Jika kita telah berkata suatu perihal hendaklah kita termasuk melakukannya. Jangan cuma kita ingin dipuji atau dihormati kita menjadi seseorang yang tidak  menghiraukan kebenaran serta menjadi seorang yang munafik. Saat tetap tersedia di dunia ini dalam rupa manusia, Tuhan Yesus saja tetap rendah hati dan tidak meninggikan diriNya khususnya Ia tidak haus dapat suatu pujian. Hendaklah kita termasuk demikian. Jadilah diri kita apa tersedia dan janganlah kita meninggikan diri kita. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Tidak Seperti Kenyataannya


RENUNGAN HARIAN
Lahir berasal dari Allah bukan Lahir berasal dari Dunia
Bacaan: 1 Yohanes 5:13-21
"Kita tahu, bahwa tiap tiap orang yang lahir berasal dari Allah, tidak berbuat dosa; tapi Dia yang lahir berasal dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak mampu menjamahnya."
1 Yohanes 5:18
Renungan Harian Lahir berasal dari Allah bukan Lahir berasal dari Dunia
Image by http://yohanesbm.com
Sebagai orang percaya, kami merupakan anak-anak Allah yang lahir daripadaNya. Kita tidak mirip dengan dunia ini dikarenakan kami sudah lahir dan hidup di dalamNya. Lalu apa bedanya kami dengan dunia ini? Hal yang paling membawa dampak kami tidak mirip dengan dunia ini yakni berasal dari sikap dan perbuatan yang kami perbuat.
Orang yang lahir berasal dari Allah tidak mampu berbuat dosa tapi orang yang tersedia di dalam dunia ini mampu berbuat dosa dikarenakan kami mengetahui mana yang baik dan tidak benar di hadapanNya. Segala kejahatan yang kami laksanakan merupakan dosa di hadapan Allah. Namun, tersedia dosa yang mendatangkan maut dan dosa yang tidak mendatangkan maut. Ketika dosa yang kami laksanakan mendatangkan maut maka kami tidak mampu hidup kekal bersamaNya di Sorga kelak.
Ada hak istimewa yang Ia beri tambahan bagi kami anak-anakNya. Hak istimewa itu yakni doa. 1 Yohanes 5:14-15
"Dan inilah keberanian percaya kami kepada-Nya, yakni bahwa Ia mengabulkan doa kita, kalau kami berharap suatu perihal kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan kalau kami tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kami minta, maka kami juga tahu, bahwa kami sudah mendapatkan segala suatu perihal yang sudah kami minta kepada-Nya."
Ketika kami berdoa kepadaNya, Ia mampu menjawab tiap tiap seruan doa kita. Ia mampu mengabulkan permintaan kami menurut kehendakNya dan apa yang Ia pandang baik. Ada 3 jawaban doa yang mampu Allah beri tambahan yakni Iya, Tidak dan Tunggu dulu. Bukan bermakna saat Ia berkata tidak Ia tidak menjawab doa kita, justru Ia mampu memberi tambahan perihal yang tak terduga yang jauh lebih besar yang tidak dulu kami duga dikarenakan Ia lebih mengetahui apa yang kami perlukan.
Saat kami berdoa kami juga mampu mendoakan orang lain lebih-lebih mampu menyelamatkannya berasal dari maut. Dalam 1 Yohanes 5:16 dikatakan demikian
"Kalau tersedia seorang lihat saudaranya berbuat dosa, yakni dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia mampu memberi tambahan hidup kepadanya, yakni mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: perihal itu tidak kukatakan, bahwa ia perlu berdoa."
Saling mendoakan merupakan wujud kasih kami kepada sesama. Saling mendoakan juga mampu saling menguatkan satu mirip lain dikarenakan saat kami berdoa kepadaNya, Ia mampu menguatkan kami supaya kami tidak jatuh ke di dalam pencobaan.
Berdoa merupakan perihal yang sering kami ucapkan dikarenakan doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Namun, tersedia kalanya doa yang kami naikkan kepadaNya tidak Ia dengar dikarenakan apa yang kami ucapkan tidak senang di hadapanNya. Dalam Matius 6:6-7 sudah disebutkan bahwa berdoa yang senang di hadapan Allah yakni seperti berikut
 "Tetapi kalau engkau berdoa, masuklah ke di dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang tersedia di daerah tersembunyi. Maka Bapamu yang lihat yang tersembunyi mampu membalasnya kepadamu. Lagipula di dalam doamu itu janganlah anda bertele-tele seperti formalitas orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa dikarenakan banyaknya kalimat doanya mampu dikabulkan."
Baca juga : Saat teduh Air Hidup Terbaru
Karena kami merupakan anak Allah yang lahir berasal dari padaNya dan yang tidak mirip dengan dunia ini haruslah kami hidup benar seturut dengan kehendakNya yakni dengan tidak laksanakan perbuatan dosa. Selain itu, hendaklah kami berdoa kepadaNya dikarenakan doa merupakan hak istimewa yang kami mempunyai sebagai Anak Allah. Ketika kami berdoa kepadaNya dengan kesungguhan hati maka Ia mampu mendengarkannya dan mengabulkannya menurut kehendakNya dikarenakan Ia adalah Allah yang penuh kasih. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Lahir dari Allah bukan Lahir dari Dunia