RENUNGAN HARIAN
Mengapa Sulit Untuk Bersyukur?
Bacaan: Lukas 17:11-19
“Seorang berasal berasal dari mereka, ketika menyaksikan bahwa ia sudah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah bersama dengan bersama dengan nada nyaring, selanjutnya tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi seluruhnya sudah jadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?”
Lukas 17:15-17
Renungan Harian Mengapa Sulit Untuk Bersyukur? Lukas 17:11-19
Dalam perjalanan Yesus menuju Yerusalem, Ia berjumpa bersama dengan bersama dengan sepuluh orang kusta di sebuah desa. Kesepuluh orang itu berharap belas kasihan Yeus untuk mengakibatkan sembuh penyakitknya. Mereka bahkan berseru kepada Yesus bersama dengan bersama dengan segenap hati mereka sehingga mereka mampu disembuhkan. Pada zaman dahulu, kusta dianggap sebanyak penyakit kutukan sehingga orang yang miliki penyakit ini umumnya dijauhkan, diasingkan bahkan tidak dianggap oleh keluarga sendiri.
Pada pas itu, kusta merupakan tidak benar satu penyakit yang memalukan dikarenakan penyakit ini bakal mengakibatkan si penderita kehilangan lebih berasal dari satu anggota tubuhnya. Orang yang terkena penyakit ini dianggap sudah melakukan dosa besar sehingga Tuhan menghukum mereka melalui sakit yang mereka derita. Oleh dikarenakan itu, ketika sepuluh orang yang terkena sakit kusta menyaksikan Yesus, mereka memohon kepada Yesus untuk menyembuhkannya sehingga mereka mampu kembali di terima oleh masyarakat dan keluarga. Apa yang dijalankan  Yesus sungguh luar biasa, Ia mengakibatkan sembuh orang-orang tersebut sehingga mereka seluruh jadi tahir. Namun, berasal berasal dari kesepuluh orang tersebut cuma satu orang saja yang bersyukur kepadanya.
Pertanyaannya apakah anda pernah seperti kesembilan orang yang sudah disembuhkan oleh Yesus yang mengabaikan kebaikanNya?
Jika pernah mengapa perihal itu mampu berlangsung dan apa yang mengakibatkan anda susah untuk bersyukur?Seringkali aku mendengar suatu perkataan bahwa bersyukur itu lebih mudah dijalankan ketika kami di di di dalam situasi baik atau terima suatu perihal yang kami inginkan. Ketika suatu persoalan hidup singgah menimpa kehidupan kita, kami jadi spesial yang susah untuk bersyukur kepadaNya bahkan kami juga tidak mampu menyaksikan kebaikanNya di di di di dalam kehidupan kita. Ketika ada suatu persoalan, kami selalu berseru dan berdoa kepadaNya sehingga kehidupan kami dipulihkan. Namun, sesudah Ia menjawab dan memulihkan kehidupan kita, kami kadang pas lupa bakal kebaikanNya dan justru tidak mengucap syukur kepadaNya. Kita jadi bahwa persoalan itu mampu selesai dikarenakan kuat dan hebat kita.
Namun apakah benar demikian?
Dari Firman Tuhan yang sudah kami baca, kami raih suatu pelajaran yang amat berharga yakni untuk selalu bersyukur atas kebaikan yang sudah Ia mengimbuhkan kepada kita. Mungkin sebetulnya benar kecuali bersyukur ketika kami miliki suatu persoalan itu susah tapi sebetulnya itu tidak tidak kemungkinan kami lakukan. Dalam Mazmur 106:1 dikatakan demikian
“Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, dikarenakan Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Baca juga : Kumpulan Saat Teduh
Tuhan itu selalu baik kepada kami anak-anakNya. Dalam situasi sesulit apa pun kita, Ia selalu mengimbuhkan kasih dan kebaikanNya selalu tercurah ke atas kita. Seringkali perihal yang mengakibatkan kami susah untuk bersyukur kepadaNya adalah diri kami sendiri. Diri kami amat fokus kepada persoalan yang ada sehingga kami lupa kecuali Tuhan selalu mengimbuhkan kasihNya kepada kita.
Ketika kami sukses raih suatu perihal yang kami impikan seperti sembuh berasal berasal dari sakit penyakit atau raih pekerjaan yang diinginkan, ingatlah bahwa itu adalah pertolongan berasal berasal dari Allah dan sebetulnya cuma dikarenakan Dia sajalah seluruh itu mampu terjadi. Janganlah kami jadi bahwa diri kami hebat sehingga kami raih seluruh itu, tapi ingatlah kecuali tanpa Tuhan seluruh itu tidak mampu terjadi. Bersyukurlah kepadaNya atas segala apa yang berlangsung di di di dalam kehidupan kita. Setiap hari kami kudu selalu bersyukur kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Mengapa Sulit Untuk Bersyukur


RENUNGAN HARIAN
Menghitung Hari
Bacaan: Mazmur 90:1-17
“Sungguh, segala hari kita berlalu dikarenakan gemas-Mu, kita menggunakan tahun-tahun kita seperti keluh. Masa hidup kita tujuh puluh tahun dan jikalau kita kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; dikarenakan berlalunya buru-buru, dan kita melayang lenyap. Siapakah yang mengenal kapabilitas murka-Mu dan kuatir kepada gemas-Mu? Ajarlah kita menghitung hari-hari kita sedemikian, hingga kita mendapatkan hati yang bijaksana.”
Mazmur 90:9-12
Renungan Harian Menghitung Hari Mazmur 90:1-17
karyaone.co.id
Tanpa kita sadari, hari-hari yang kita lalui berlalu begitu cepat. Mungkin tanpa disadari waktu ini kita udah miliki keluarga bahkan diberkati didalam pekerjaan. Bagi pelajar atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, dapat saja hari-hari yang dilalui menjadi begitu berat tetapi berlalu begitu cepat. Ketika beranjak malah dewasa, tanpa disadari banyak kenangan-kenangan indah yang kerap kali muncul di analisis kita bahkan tak sedikit penyesalan yang muncul. Terkadang banyak pertanyaan yang muncul didalam analisis kita “Mengapa hari yang aku lalui dapat secepat ini? Rasanya baru tempo hari aku semester 1 tetapi sekarang udah harus menyusun skripsi.”
“Rasanya baru tempo hari aku mendapatkan pekerjaan ini tetapi tak menjadi sekarang aku udah bekerja disini hampir 1 tahun.”
 Atau dapat saja selalu banyak ulang pemikiran-pemikiran yang tiba-tiba muncul dan seringkali justru dipertanyakan.Hari-hari yang kita lewati memang berlangsung begitu cepat hingga pada selanjutnya Ia memanggil kita dan kita pun harus ulang ke Rumah Bapa di Sorga
“Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata:
"Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun serupa seperti hari kemarin, jika berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.”
 Mazmur 90:3-6. Sebelum kita dipanggil olehNya, apakah hidup yang kita jalani ini udah kita melaksanakan bersama benar agar tidak ada penyesalan kelak?
Hari-hari yang dilalui oleh kita sebagai manusia sungguh singkat. Namun, banyak satu satu satu diantara kita yang tidak mensyukuri hari-hari yang dilalui tersebut. Kita selalu melaksanakan kesalahan atau selalu banyak dambaan kita yang belum terwujud.
Terkadang selalu banyak termasuk satu satu satu diantara kita yang belum mensyukuri hidup ini. Banyak satu satu satu diantara kita yang selalu bahagia mengeluh dan bersungut-sungut bahkan tanpa disadari hidup yang dijalani tidak ia menikmati dikarenakan dihabiskan bersama bersungut-sungut. Penyesalan selalu berkunjung terlambat. Oleh dikarenakan itu, sebelum akan waktu kita menyesal, jalanilah hari-hari ini bersama baik dikarenakan hari yang udah berlalu tidak dapat kita ulang lagi. Jika penyesalan itu udah muncul, maka hilangkanlah penyesalan itu bersama tindakan kita di hari ini agar kelak tidak ada penyesalan lagi. Penyesalan yang kita rasakan hanya akan membawa dampak hidup kita terbebani agar kita kesusahan untuk bersyukur kepadaNya.
Baca Juga : Air Hidup bacaan Kristen
Hari-hari yang selalu dapat kita lewati pada waktu ini merupakan anugerah yang udah Allah beri tambahan dapat dikatakan bahwa itu merupakan peluang yang selalu Allah percayakan untuk kita. Hari-hari yang kita lewati haruslah kita jalani bersama hidup yang baik dan benar seturut bersama kehendakNya.
Selain itu, hari-hari yang kita lewati haruslah disyukuri dan dinikmati agar kelak tidak ada penyesalan yang kita alami. Jika pada waktu ini, kamu selalu belum bersyukur atas kehidupan yang sedang kamu jalani, coba untuk mensyukurinya dikarenakan peluang hidup yang Tuhan beri tambahan hanya satu kali. Bahkan aku dulu mendengar kata-kata jikalau seseorang mengidamkan mensyukuri kehidupannya maka ia harus berasumsi kehidupan yang sedang dijalaninya pada hari ini merupakan kehidupan yang terakhir. Oleh dikarenakan itu, hitunglah hari-hari yang udah lewati hingga waktu ini. Menghitung hari bermakna kita termasuk menghitung kasih dan berkat yang Allah beri tambahan untuk kita. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Menghitung Hari


10 RENUNGAN MALAM PENDEK Menyentuh Hati
Renungan 1 : Menjadi Anak Bukan Hamba
Renungan 2 : Tuhan Itu Baik
Renungan 3 : Mendengar dan Melakukan
Renungan 4 : Mengampuni Karena Telah Dikasihi
Renungan 5 : Menasihati Karena Mengasihi
Renungan 6 : Menabur dan Menuai
Renungan 7 : Hal Mengikut Yesus
Renungan 8 : Kekuatan di di dalam Doa
Renungan 9 : Kecewa
Renungan 10 : Takut
Renungan Malam Kristen sebelum saat tidur 2019 doa & suara Injil jadi Pelindung
Renungan Malam Kristen sebelum saat tidur 2019
Renungan 1
Menjadi Anak Bukan Hamba
Bacaan: Galatia 4:4-11
"Jadi kamu bukan ulang hamba, melainkan anak; jika kamu anak, maka kamu termasuk adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."
Galatia 4:7
Perbedaan hamba bersama bersama anak terdapat terhadap hak yang dimiliki. Seorang hamba tidak berhak memanggil tuannya bersama bersama sebutan Bapa dan ia tidak bakal terima warisan berasal berasal dari tuannya. Beda halnya bersama bersama anak. Anak punyai hak untuk memanggil Bapa dan ia bakal mendapatkan hak waris Bapanya.
Dahulu kami merupakan hamba dosa yang hidup di di di dalam dosa. Namun karena kehadiran Yesus ke di di dalam dunia ini sebabkan kami diangkat jadi anakNya. Perubahan standing berasal berasal dari hamba dosa jadi anak ini kudu kami syukuri karena kami sudah jadi pakar warisNya. Lalu dikala jadi seorang anak apa yang kudu kami lakukan?
Hal yang kudu kami melaksanakan adalah mendewasakan diri. Ketika kami sudah jadi anak yang dewasa khususnya secara iman, kami tidak bakal tunduk kepada roh-roh dunia melainkan bakal tunduk kepada perintahNya karena kami memahami mana yang puas dan tidak puas di hadapanNya.
Ketika kami jadi seorang anak, kami punyai hak istimewa untuk memanggil Allah bersama bersama sebutan Bapa. Ketika kami berseru memanggil namaNya dan memohon sesuatu kami mampu memanggilNya Bapa. Bukankah kasih seorang Bapa terhadap anakNya jauh lebih besar dibandingkan kasih seorang tuan kepada hambanya? Karena terhadap saat ini kami merupakan anakNya, marilah kami hidup seturut bersama bersama kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 2
Tuhan Itu Baik
Bacaan: Nahum 1:5-8
"TUHAN itu baik; Ia adalah area pengungsian terhadap saat kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya"
Nahum 1:7
Tuhan itu baik karena kasih dan penyertaanNya tetap ada untuk kami masing-masing hari. Mulai berasal berasal dari kami bangun tidur sampai kami ulang tidur, kasihNya tetap baru untuk kita. Terkadang dikala kami mengalami kesusahan kami bicara jika Tuhan itu jahat kepada kita. Namun apakah benar jika Tuhan mengijinkan kesukaran berlangsung artinya Ia jahat kepada kita? Meskipun kami mengalami kesusahan, Ia tetap baik bagi kami semua. Bahkan terhadap ayat yang sudah kami baca disebutkan bahwa Ia adalah area pengungsian terhadap saat kesusahan. Tempat pengungsian artinya area berlindung dan tinggal dikala tidak ada area untuk berlindung lagi.
Dikatakan termasuk bahwa Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadaNya. Ia mengenal kami khusus tiap pribadi. Ia lebih memahami dan memahami seperti apa kami dibandingkan bersama bersama orang yang paling dekat bersama bersama kita.
Ketika kami mengalami kesusahan Ia tetap beri tambahan jalan keluar dan kekuatan bagi kami yang berserah dan menghendaki kepadaNya. Ia baik di di dalam masing-masing suasana yang kami alami. Baik puas maupun duka Ia tetaplah Tuhan yang baik. Bukti kebaikanNya mampu kami memandang dikala Ia jadi area pengungsian bagi kami terhadap saat kesusahan. Kiranya kami mampu tetap memahami kebaikanNya di di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 3
Mendengar dan Melakukan
Bacaan: Matius 7:24-27
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia serupa bersama bersama orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."
Matius 7:24
Pada ayat yang sudah kami baca terhadap malam hari ini, kami diajarkan untuk mendengar perkataanNya dan melakukannya di di dalam kehidupan kami sehari-hari. Ketika kami mendengar Firman Tuhan bukankah bakal lebih baik jika kami melakukannya termasuk di di dalam kehidupan kita?
Orang yang mendengar dan melaksanakan jikalau seorang yang membangun area tinggal di atas batu. Sedangkan orang yang mendengar tapi tidak melakukannya jikalau orang yang mendirikan area tinggal di atas pasir. Ketika kami melaksanakan perkataanNya di di dalam kehidupan kita, kami sudah membangun suatu basic yang kokoh di di dalam hati kami supaya dikala kami diperhadapkan terhadap suatu kasus kami bakal tetap berdiri teguh denganNya.
Ada lebih berasal berasal dari satu alasan mengapa seseorang cuma mendengar perkataanNya tapi tidak melakukannya. Sa;ah satu alasan berikut yakni karena kami tidak punyai ketulusan dan kerelaan hati untuk menyrnangkan hati Tuhan. Agar kami mampu mendengar dan melaksanakan perkataanNya tentang yang mampu kami melaksanakan yakni melatih kepekaan hati, pikiran dan pendengaran terhadap suara Tuhan, tidak mencari kesenangan diri sendiri bersama bersama tidak berfokus terhadap keuntungan yang bakal diperolehserta punyai ketulusan dan kerelaan hati untuk menyenangkan hati Tuhan bukan menyenangkan diri sendir. Marilah kami mendengar perkataanNya dan melakukannya di di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Dengarkan suara Injil
Renungan 4
Mengampuni Karena Telah Dikasihi
Bacaan: Matius 18:21-35
"Bukankah engkau pun kudu mengasihani kawanmu seperti aku sudah mengasihani engkau?"
Matius 18:33
Mengampuni merupakan tentang yang ringan untuk diucapkan tapi kesusahan untuk dilakukan. Mengampuni bukan cuma cuman kata "aku sudah memaafkanmu" tapi termasuk punyai persentase arti yang terlalu dalam. Dengan mengampuni kami mampu mendapatkan sukacita dan kedamaian.
Kita kudu mengampuni sesama kami karena Allah sudah khususnya dahulu mengasihi kita. Karena kasih yang Ia beri tambahan bagi kita, Ia mengampuni dosa dan pelanggaran kita. Bukankah karena Ia mengampuni dosa kita, kami termasuk kudu mampu mengampuni sesama kita? Pada malam hari ini kami diajarkan untuk punyai hati yang mengampuni.
Kita kudu puas mengampuni dan mengasihi sesama kami karena Ia termasuk sudah mengasihi kami khususnya dahulu. Ia puas mengampuni masing-masing dosa dan pelanggaran yang kami perbuat karena kasihnya kepada kita. Bahkan Ia mengidamkan kami tetap mengampuni sesama kita. Ketika kami belum mampu mengampuni sesama kita, ingatlah bahwa Ia sudah mengasihi kami khususnya dahulu. Matius 18:35 "Maka Bapa-Ku yang di sorga bakal berbuat demikianlah termasuk terhadap kamu, jikalau kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu bersama bersama segenap hatimu." Jika kami tidak mampu mengampuni sesama kami maka kami bakal kehilangan kasih yang sudah Ia curahkan kepada kita. Oleh karena itu, ampunilah sesamamu karena Kristus sudah khususnya dahulu mengampunimu. Tuhan Yesus memberkati.
Baca termasuk : Kumpulan Khotbah Kristen 2019
Renungan 5
Menasihati Karena Mengasihi
Bacaan: Matius 18:15-20
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau sudah mendapatnya kembali."
Matius 18:15
Terkadang kesusahan bagi kami untuk menasihati orang lain. Bukan cuma kepada orang yang tidak kami kenal, menasihati orang yang sudah kami kenal pun rasanya kesusahan untuk dilakukan. Akan banyak pertimbangan yang seringkali kami acuhkan jika kami kudu menasihati orang lain jadi kuatir dianggap paling benar, kuatir menyinggung perasaan khususnya kuatir dianggap cuma omong kosong semata.
Menasihati tidaklah tetap serupa termasuk bersama bersama sesuatu yang negatif, tapi menasihati merupakan tentang positif yang mampu membangun. Jika seseorang melaksanakan kesalahan apakah kami kudu membiarkannya berkesinambungan sampai terhadap seterusnya ia kehilangan tujuan di di dalam hidupnya? Menasihati orang lain bukan artinya kami menggurui orang berikut karena kami benar, manasihati merupakan bukti kami mengasihi sesama kita. Jika kami tidak menasihati orang yang melaksanakan kesalahan maka kami tidak bakal mendapatkannya ulang dan justru ia bakal terlepas bukan cuma berasal berasal dari kami melainkan termasuk berasal berasal dari Kasih Allah.
Jika kami mengasihi sesama kita, marilah kami menasihatinya jika ia sudah melaksanakan kesalahan supaya ia tetap nikmati kasih Allah bersama bersama bersama bersama kita. Menasihati orang lain haruslah kami melaksanakan bersama bersama kasih supaya ia puas menerimanya dan memahaminya. Oleh karena itu, kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mangasihi dirimu semdiri. Tuhan Yesus memberkati.
Doa Membawa KeindahanRenungan 6
Menabur dan Menuai
Bacaan: Matius 13:1-23
"Dan lebih berasal berasal dari satu jatuh di tanah yang baik sesudah itu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
Matius 13:8
Pasti kami semua dulu mendengar contoh tentang seorang penabur. Mari kami ingat sedikit pengenai contoh ini. Ada seorang penabur yang menaburkan benihnya. Benih berikut ada yang ditaburkan di pinggir jalan, ada yang ditaburkan di tanah yang berbatu, ada yang ditaburkan di tengah semak duri dan yang paling akhir ditaburkan di tanah yang baik. Setiap benih yang ditaburkan berikut ada yang tumbuh tapi ada pula yang tidak tumbuh mengenai dimana si penabur menaburkan benihnya.
Perumpamaan ini bicara tentang kami sebagai manusia. Jika kami menabur kebaikan maka kami bakal memetik kebaikan juga, tapi jika kami menabur kejahatan tentu tentang yang kami dapatkan bukanlah tentang yang baik melainkan apa yang sudah kami perbuat.
Apa yang kami tabur itulah yang kami tuai dan kudu kami pertanggung jawabkan. Sama seperti Firman Allah yang ditaburkan di di dalam hati dan hidup kita. Firman itu bakal sebabkan kami bertumbuh atau khususnya tidak mampu sebabkan kami bertumbuh mengenai kepada diri kami bagaimana menabur Firman berikut di di dalam hati kita. Kiranya benih yang kami taburkan jatuh di tanah yang subur supaya kami mampu memetik tentang yang baik. Tuhan Yesus memberkati.
Baca termasuk : Ayat Alkitab Tentang Cinta
Renungan 7
Hal Mengikut Yesus
Bacaan: Matius 10:34-42
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku berkunjung untuk mempunyai damai di atas bumi; Aku berkunjung bukan untuk mempunyai damai, melainkan pedang."
Matius 10:34
Mengikut Kristus bukanlah sesuatu tentang yang ringan untuk dilakukan. Saat mengikut Kristus jalan yang di lewati pun tidak tetap indah karena tentu bakal banyak kendala di dalamnya. Salah satu syarat untuk mengikut Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib. Kita kudu menyangkal diri kami sendiri jika kami mengidamkan mengikut Dia. Menyangkal diri artinya kami berusaha untuk tidak hidup menurut duniawi tapi hidup menurut kehendakNya. Memikul salib artinya kami tetap teguh dan sabar di di dalam menghadapi ujian hidup. Setiap orang punyai salibnya sendiri-sendiri. Sehingga komitmen kepada Kristus bakal teruji melalui seberapa kuat kami memikul salib yang Ia beri tambahan bagi kita.
Pada saat ini mungkin kami sering memandang orang yakin yang meninggalkan Kristus cuma karena kasus hidup yang dialaminya jadi berat seakan tak ada ulang jalan keluar. Tetap bertahan untuk mengikut Kristus atau justru meninggalkanNya merupakan pilihan yang ada di tangan kita..
Mengikut Kristus merupakan anugerah yang Ia beri tambahan bagi kita. Ketika kami bersedia untuk mengikutNya artinya kami sudah siap untuk terima apapun yangvIa beri tambahan baik itu tentang menyenangkan atau menyedihkan. Oleh karena itu, teguhkanlah hatimu jika mengidamkan mengikutNya supaya kamu jadi pengikut Kristus yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 8
Kekuatan di di dalam Doa
Bacaan: Yohanes 17:20-26
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tapi termasuk untuk orang-orang, yang yakin kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
Yohanes 17:20
Setiap orang tentu dulu berdoa karena doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Doa yang dipanjatkan oleh masing-masing orang itu tidak serupa mengenai berasal berasal dari apa kebutuhannya. Entah itu berdoa untuk dirinya sendiri, berdoa untuk keluarganya, berdoa untuk sesamanya, berdoa untuk wilayahnya supaya safe dan Tuhan memelihara khususnya berdoa bagi gerejanya.
Lalu sesungguhnya apa itu doa? Doa adalah wujud persekutuan kami bersama bersama Tuhan, bercakap-cakap atau berkomunikasi bersama bersama Tuhan dan merupakan berkat dan hak istimewa yang Tuhan berikan. Ketika kami berkomunikasi bersama bersama Tuhan, komunikasi yang kami melaksanakan bukanlah merupakan komunikasi satu arah melainkan komunikasi dua arah. Mengapa disebut sebagai konunikasi dua arah? Hal ini karena dikala kami berdoa kepada Tuhan, Ia termasuk bakal menjawab masing-masing doa yang kami panjatkan.
Lalu pertanyaannya saat ini adalah, kapankah kami kudu berdoa? Tentunya kami kudu berdoa masing-masing saat. Doa mampu dijalankan kapan saja dan dimana saja. Jika kami tidak sempat mengambil alih alih saat teduh, kami mampu berdoa di di di dalam hati meskipun tidak di di dalam sikap berdoa. Jika terhadap saat ini kami tidak memadai telaten berdoa, marilah kami jadi belajar untuk mengambil alih alih saat teduh sejenak untuk mengucap syukur atas apa yang sudah Ia beri tambahan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati.
Baca termasuk : Ayat Alkitab Tentang Sahabat
Renungan 9
Kecewa
Bacaan: Habakuk 3:17-19
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, serupa sekali ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau berasal berasal dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi di di dalam kandang, tapi aku bakal bersorak-sorak di di di dalam Tuhan, beria-ria di di di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Habakuk 3:17-18
Dalam kehidupan, tentu masing-masing kami dulu mengalami yang namanya kecewa. Baik orang muda ataupun orang tua seringkali mengalami kekecewaan. Entah itu dikecewakan oleh pasangan, dikecewakan oleh kawan khususnya dikecewakan oleh keluarga.
Kekecewaan ini kadang saat sebabkan jalinan kami bersama bersama sesama jadi renggang karena hilangnya kepercayaan yang terhadap awalnya ada. Kecewa yang berkesinambungan menerus ada di di dalam diri kami berangsur-angsur bakal jadi kepahitan karena kami tetap menyimpan kekecewaan itu tanpa puas melepaskannya.
Kekecewaan merupakan wujud respon kami terhadap sebuah suasana yang tidak sesuai bersama bersama harapan. Sehingga kami mampu menentukan untuk kecewa atau tidak. Ketika kami terlalu menghendaki kepada orang lain, justru yang kami dapati cuman kekecewaan. Oleh karena itu, berharaplah kepada Tuhan yang tidak bakal dulu mengecewakan kita.
Jika doa kami belum dijawab olehNya dan jika apa yang berlangsung dan tengah kami alami terhadap saat ini tidak sesuai bersama bersama permohonan kita, janganlah kami jadi kecewa. Tuhan sudah mengijinkannyan berlangsung supaya kuasaNya jadi nyata di di dalam kelemahan kita. Tetaplah yakin dan menghendaki dan juga berserah kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 10
Takut
Bacaan: Mazmur 118:5-9
“Jangan kuatir terhadap apa yang kudu engkau derita! Sesungguhnya Iblis bakal melemparkan lebih berasal berasal dari satu orang berasal berasal dari antaramu ke di di dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu bakal mendapatkan kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku bakal mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
Wahyu 2:10
Takut merupakan suatu respon terhadap suatu stimulan tertentu seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa kuatir merupakan tidak benar satu emosi basic tak cuma rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat diambil kesimpulan bahwa ketakutan adalah suatu respon emosi seseorang terhadap suatu ancaman.
Memang benar jika ketakutan merupakan tentang yang tidak mampu dipisahkan di di dalam diri manusia. Rasa kuatir itu khususnya mampu saja keluar masing-masing hari di di dalam kehidupan manusia. Namun, jika kami berkesinambungan melepaskan ketakutan itu menguasai diri kami justru ketakutan itu bakal sebabkan kami tidak mampu melangkah maju ke depan. Ketakutan itu bakal menahan kami untuk mampu merasakan kasih dan kuasa Allah.
Mari kami mengikis rasa kuatir itu. Kita gantikan ketakutan yang kami punyai bersama bersama keberanian berasal berasal dari Allah. Daripada kami kuatir bakal hari esok atau bakal apa yang bakal berlangsung bersama bersama diri kami lebih baik kami gantikan bersama bersama rasa kuatir kami kepada Tuhan. Ketika kami punyai rasa kuatir kepada Tuhan, kami bakal berusaha untuk menyenangkan hatiNya dan berlaku seturut denganNya. Bukankan kuatir bakal Tuhan yang sesungguhnya di inginkan olehNya? Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam Bagian 2

10+ Renungan Malam Kristen sebelum tidur


10 RENUNGAN HARIAN PENDEK
Renungan 1 : Hidup di di di didalam Terang
Renungan 2 : Kasih yang Berasal Dari Allah
Renungan 3 : Semua Ada Waktunya
Renungan 4 : Semua Karena Allah
Renungan 5 : Pujian dan Teguran
Renungan 6 : Hidup Menurut Daging atau Roh?
Renungan 7 : Tidak Jemu Untuk Berbuat Baik
Renungan 8 : Pekerjaan Allah Dinyatakan di di didalam Diri Manusia
Renungan 9 : Tiap Langkahku Diatur Oleh Tuhan
Renungan 10 : Didikan Allah
Renungan Harian wanita tepat teduh kristen 2019 Air Hidup di di didalam kasih
Renugan harian wanita. Gambar sepositif.com
Renungan Harian wanita tepat teduh kristen 2019
Renungan 1
Hidup di di di didalam Terang
Bacaan: 1 Yohanes 1:5-10
"Tetapi kecuali kami hidup di di di didalam terang mirip seperti Dia tersedia di di di didalam terang, maka kami capai persekutuan seorang bersama yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kami berasal berasal dari pada segala dosa."
1 Yohanes 1:7
Tanpa disadari, terang dan gelap merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan berasal berasal dari hidup manusia. Terang dan gelap seakan tersedia di di didalam diri manusia dan menguasainya. Terang akan kami dapatkan berasal berasal dari Tuhan Yesus sementara kami hidup seturut bersama kehendakNya. Sebaliknya kecuali kami melakukan suatu pelanggaran atau dosa justru gelap yang tersedia di di didalam diri kami karena terang Kristus akan meredup sejalan jadi seringnya kami berbuat dosa.
Tidak tersedia satu pun manusia yang luput berasal berasal dari dosa. Semua manusia yang hidup di bumi ini pasti dulu melakukan kesalahan. Kesalahan yang dijalankan tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi terhitung dapat merugikan orang lain. Karena dosa inilah manusia akan kehilangan terang daripada Kristus di di di didalam hidupnya supaya manusia ditelan oleh kegelapan.
Salah satu langkah supaya hidup kami tidak jatuh ke di di didalam kegelapan yaitu bersama hidup di di di didalam Dia yang merupakan terang itu sendiri. Hidup di di di didalam Dia artinya kami mau hidup dan tumbuh bersama bersama Dia. Karena tidak tersedia satu pun manusia yang tidak dulu melakukan dosa, maka kami mesti mengakui dosa tersebut dihadapanNya. Dosa merupakan tidak benar satu penghalang antara manusia bersama Allah. Karena dosa pula manusia akan kehilangan terangNya. Oleh karena itu, akuilah segala dosa yang dulu anda melakukan supaya anda dapat capai terangNya kembali. Ketika anda telah mengakui segala doaa dan pelanggaran yang telah diperbuat, berubahlah dan berjalanlah menuju terang itu.
Hiduplah di di di didalam terang. Terang itu baik tersedia karena bersama hidup di di di didalam terang jalan kehidupanmu akan dituntun oleh cahayaNya. Dengan hidup di di di didalam Dia, anda dapat capai terang itu. Kiranya terang itu dinyatakan di di didalam hidupmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Kasih yang Berasal Dari Allah
Bacaan: 1 Yohanes 4:7-12
"Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kami saling mengasihi, karena kasih itu berasal berasal berasal dari Allah; dan tiap-tiap orang yang mengasihi, lahir berasal berasal dari Allah dan mengenal Allah."
1 Yohanes 4:7
Berbicara tentang kasih sebenarnya tidak tersedia habisnya karena kasih itu tidak akan dulu berhenti tepat kami hidup di dunia ini. Setiap orang pasti membawa orang yang dikasihi, entah itu orang tua, saudara maupun teman. Kita mesti mengasihi sesama kami karena Allah telah terlebih dahulu mengasihi kami bersama beri tambahan anakNya ke di di didalam dunia untuk menebus dosa kita.
Kasih terbesar yang dapat kami rasakan adalah kasih Allah. Allah begitu mengasihi kami manusia berdosa ini. Ia tidak membebaskan kami jatuh ke di di didalam maut dan kehilangan kasihNya supaya melalui anakNya Yesus Kristus kami sampai tepat ini dapat merasakan kasihNya di di didalam kehidupan kasihnya. Karena kami memahami begitu besar kasihNya di di didalam kehidupan kami akan memampukan kami untuk mengasihi sesama.
Berbicara tentang kasih, sering kadang kami sukar untuk mengasihi orang yang tidak mengasihi kami atau orang yang telah menyakiti kita. Kasih yang kami beri tambahan kepada sesama kebanyakan karena kasih berbalas yang artinya "aku mengasihi anda karena anda terhitung mengasihi aku". Namun, pada hari ini kami diajarkan untuk membawa kasih yang tulus karena Allah terhitung telah mengasihi kami supaya kami mesti hidup di di di didalam kasih itu.
Wujud kasih Allah yang paling sempurna di di di didalam hidup kami yaitu melalui kasih yang kami beri tambahan bagi sesama. Hendaklah kasih yang kami beri tambahan itu berasal berasal berasal dari Allah karena kasih yang berasal dariNya tidak akan dulu hilang. Kasih yang berasal berasal berasal dari Allah terhitung memampukan kami untuk mengasihi orang yang telah menyakiti kita. Karena kasihNya, tidak tersedia alasan bagi kami untuk berhenti mengasihi sesama. Tidak tersedia alasan bagi kami untuk tidak mengasihi karena Ia telah terlebih dahulu mengasihi kita. Kasih yang kami beri tambahan bagi sesama merupakan wujud ucapan menerima kasih kami kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Semua Ada Waktunya
Bacaan: Pengkhotbah 3:1-10
"Untuk segala suatu perihal tersedia masanya, untuk apa pun di bawah langit tersedia waktunya."
Pengkhotbah 3:1
Waktu terjadi begitu cepat sampai kami beranggapan tidak tersedia yang berubah di di didalam diri dan kehidupan kami sampai pada pada akhirnya kami memahami bahwa apa yang telah dijalankan pada tepat ini sia-sia. Ketika kami telah bersusah payah untuk bekerja, hasil yang diperoleh tidak cocok harapan. Ketika kami telah bersusah payah untuk belajar, apa yang kami dapatkan selamanya jauh berasal berasal dari kata baik. Ketika kami telah rajin berdoa dan mampir kepadaNya, kami jadi Ia belum menjawab dan mengubahkan kondisi kita.
Manusia selamanya idamkan hidup menurut waktunya bukan tepat Allah. Manusia selamanya mengeluh dan menuntut Allah kecuali apa yang terjadi di di didalam hidupnya mesti cocok bersama keinginannya dan cocok bersama waktunya. Apakah tepat manusia bersama tepat Allah sama? Tentu saja tepat Tuhan bersama tepat kami berbeda.
Waktu Tuhan tidak dapat terselami oleh manusia karena tidak tersedia satu pun manusia yang memahami waktuNya. Namun percayalah kecuali tepat Tuhan pasti baik adanya. Tuhan tidak menciptakan rasa sedih tanpa kebahagiaan, tangisan tanpa tawa, sakit tanpa kesembuhan, dan terhitung duka cita tanpa suka cita. Ia akan beri tambahan sepenuhnya kepada kami untuk memahami seberapa besar kami yakin dan mengasihiNya.
Ketika kami bersusah payah untuk merubah kondisi kita, bersusah payah untuk mencari kebahagiaan kecuali itu bukan waktunya Tuhan, sepenuhnya akan sia-sia karena apa yang kami cari itu tidak akan dulu kami temukan. Jika Tuhan belum berkehendak bagaimana barangkali kami dapat memaksakan tekad kita? Kehendak yang kami minta dan membawa tentu saja baik bagi kehidupan kita, tetapi kehendakNyalah yang jauh lebih baik bagi hidup kita.
Oleh karena itu, bagaimana pun kondisi dan konsidimu tepat ini, ingatlah segala suatu perihal yang terjadi di di didalam kehidupanmu telah tersedia waktunya dan biarlah Tuhan mampir dan mengubahkan kehidupanmu. Janganlah anda jutru berhenti berharap kepadaNya. Ingatlah bahwa Ia adalah Allah yang memahami segala apa yang anda perlukan. Tuhan Yesus memberkati.
Baca terhitung : Renungan malam sebelum akan sementara akan tidur 2019
Renungan 4
Semua Karena Allah
Bacaan: Pengkhotbah 3:11-15
"Ia membawa dampak segala suatu perihal indah pada waktunya, terlebih Ia beri tambahan kekekalan di di didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dijalankan Allah berasal berasal dari awal sampai akhir."
Pengkhotbah 3:11
Pada tepat ini sering kami menyaksikan orang yang membanggakan dan terhitung menyombongkan apa yang dia membawa jadi berasal berasal dari harta, kedudukan atau keharmonisan tempat tinggal tangga. Ada pula orang yang bangga akan kepintaran atau sangat berlebih yang dimiliki sampai ia lupa bahwa apa yang ia membawa merupakan perlindungan Allah. Sebab sebenarnya apa yang kami membawa tepat ini bukanlah hasil berasal berasal dari usaha atau pun kerja keras kami tetapi itu semua merupakan perlindungan berasal berasal dari Allah.
Kita tidak dapat memahami apa rencanaNya di di didalam hidup kita. Kita terhitung tidak dapat menyelami pekerjaan tanganNya karena apa yang Dia melakukan di di didalam kehidupan kami hanya Dia seorang yang tahu. Jika pada tepat ini anda jadi sedih dan beban yang anda tanggung jadi begitu berat dan menyakitkan, ingatlah bahwa Ia akan membawa dampak segala suatu perihal indah pada waktunya. Ia akan memberikanmu kebahagiaan dan mengangkat beban yang tengah anda rasakan pada tepat ini kecuali anda konsisten menerus mengupayakan dan tidak berhenti berharap padaNya.
Allah yang beri tambahan apa yang anda butuhkan pada tepat ini. ia terhitung beri tambahan apa yang anda minta kepadaNya. Oleh karena itu, kecuali keadaanmu telah lebih baik berasal berasal dari sebelumnya, ingatlah bahwa itu adalah perlindungan berasal berasal dari Allah supaya anda tidak mesti menyombongkan diri lagi bersama bicara segala yang anda membawa adalah hasil kerja kerasmu.
Segala suatu perihal yang terjadi di di didalam kehidupan kami dapat tersedia karena Allah. Baik rasa sedih atau kesenangan terlebih tersedia persoalan atau kemudahan semua itu telah Tuhan ijinkan mampir di di didalam kehidupan kami supaya kami jadi spesial yang risau akan Dia "Aku memahami bahwa segala suatu perihal yang dijalankan Allah akan selamanya tersedia untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia risau akan Dia." Pengkhotbah 3:14. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Harian tepat teduh kristen 2019
Renungan 5
Pujian dan Teguran
Bacaan: Amsal 27:1-6
"Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri."
Amsal 27:2
Pernahkah kami memuji diri kami sendiri di depan orang lain karena sangat berlebih yang kami milikii? Memuji diri sendiri sering kadang jadi bumerang di di didalam diri kita. Disatu aspek kami dapat membawa dampak orang lain kagum tetapi disisi lain kami justru dapat menyakiti orang lain karena sikap atau pun perkataan kita.
Bahkan di di didalam Amsal pasal 27:2 sendiri dikatakan bahwa kami tidak boleh memuji diri kami sendiri tetapi biarlah orang lain yang memuji kita. Namun, jangan jadikan pujian itu sebagai suatu perihal yang dapat membawa dampak diri kami jadi spesial yang sombong, tetapi jadikan pujian itu sebagai pemacu diri kami untuk jadi spesial yang lebih baik berasal berasal dari sebelumnya.
Umumnya kami lebih suka dipuji berasal berasal dari pada ditegur. Pujian yang orang lain beri tambahan dapat mengasyikkan hati kami tetapi teguran dapat membawa dampak kami jadi sedih terlebih marah. Teguran yang diberikan orang lain kepada kami membawa obyek untuk membawa dampak kami jadi spesial yang lebih baik lagi. Sama halnya seperti pujian, teguran terhitung dapat membangun kami kecuali kami menyikapi teguran itu bersama baik.
Jika memilih antara dipuji atau ditegur barangkali kami lebih memilih untuk dipuji karena teguran tidak akan membawa dampak kuta senang. Namun pernahkan kami berpikir bahwa lebih baik kami ditegur berasal berasal dari pada dipuji? Teguran merupakan tanda orang lain mengasihi kami dan berharap kami dapat jadi spesial yang lebih baik lagi. Beda halnya bersama pujian. Terkadang tersedia pujian yang diucapkan bukan berasal berasal dari hati karena seorang lawan pun dapat memuji diri kami "Seorang rekan memukul bersama maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah." Amsal 27:6.
Pujian dan teguran merupakan dua tentang yang tidak serupa tentang bagaimana kami menyikapinya. Jangan hanya mau menerima pujian dan menolak teguran. Namun terimalah keduanya sebagai suatu tentang yang dapat membangun diri kita. Tuhan Yesus memberkati.
Baca terhitung : Renungan Harian Tentang Waktu
Renungan 6
Hidup Menurut Daging atau Roh?
Bacaan: Galatia 5:16-26
"Barangsiapa jadi punya Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging bersama segala hawa nafsu dan keinginannya."
Galatia 5:24
Setiap manusia pasti membawa permintaan di di di didalam dirinya. Terkadang manusia terhitung melakukan segala langkah supaya keinginannya dapat terwujud. Ketika permintaan yang dimiliki telah terwujud, pasti akan tersedia kebagiaan yang muncul di di di didalam hati. Kebahagiaan itu tentu saja tidak dapat didefinisikan hanya melalui rangkaian kalimat saja karena sering kadang kalimat tidak sepenuhnya dapat mewakili kebahagiaan yang kami rasakan.
Kembali pada keinginan, sebenarnya permintaan yang kami membawa itu seperti apa? Apakah permintaan itu telah mau di hadapanNya? Ada dua permintaan di di didalam diri manusia. Yang pertama yaitu permintaan daging dan yang ke dua yaitu permintaan roh. Yang mesti kami pahami tepat ini adalah permintaan daging tidak mirip bersama permintaan roh karena permintaan daging itu berlawanan bersama permintaan roh. Galatia 5:17 bersama memahami dikatakan demikian "Sebab permintaan daging berlawanan bersama permintaan Roh dan permintaan Roh berlawanan bersama permintaan daging — karena keduanya bertentangan — supaya anda tiap-tiap kali tidak melakukan apa yang anda kehendaki."
Salah satu wujud permintaan daging yang disebutkan di di didalam Galatia 5:19-21 yaitu sikap iri hati. Sedangkan tidak benar satu permintaan roh yang disebutkan di di didalam Galatia 5:22-23 yaitu penguasaan diri. Sebagai manusia sering kadang permintaan daging kami jauh lebih besar berasal berasal dari pada permintaan roh. Kita idamkan hal-hal duniawi untuk memenuhi permintaan sementara kami saja. Kita beranggapan bahwa sementara kami dapat membawa segala suatu perihal yang kami idamkan dan disuguhkan oleh dunia, kami akan jadi manusia yang paling bahagia. Namun apakah itu benar? Tentu saja tidak.
Keinginan daging yang kami membawa justru hanya akan membawa dampak kami jauh berasal berasal dari Allah. Kita akan merasakan kehampaan diri dan kekosongan di di didalam hati kami karena kami sangat mengupayakan untuk menuruti hawa nafsu dunia. Keinginan daging sebenarnya baik, tetapi jangan sampai permintaan roh justru kalah bersama permintaan daging kita. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 7
Tidak Jemu Untuk Berbuat Baik
Bacaan: Galatia 6:1-10
"Janganlah kami jemu-jemu berbuat baik, karena seandainya telah mampir waktunya, kami akan menuai, kecuali kami tidak jadi lemah."
Galatia 6:9
Ada yang bilang kecuali berbuat baik itu melelahkan karena ujung-ujungnya hanya akan tersakiti. Bahkan tersedia yang bilang kecuali ia konsisten menerus berbuat baik ia hanya akan dimanfaatkan supaya ia mesti berhenti untuk berbuat baik. Pertanyaannya sementara ini adalah apakah berbuat baik sebegitu melelahkannya supaya kami mesti berhenti untuk berbuat baik?
Berbuat baik sebenarnya tidak melelahkan tentang bagaimana kami menyikapi dan memandangnya. Berbuat baik bukanlah suatu perihal tentang yang mesti diperdebatkan karena berbuat baik merupakan tidak benar satu bukti syukur kami kepada Allah.
Terkadang manusia hanya menyaksikan kebaikan yang dijalankan hanya sebagai ucapan menerima kasih atau balas budi karena orang lain telah berbuat baik kepada dirinya. Namun apakah itu sebenarnya yang dikehendaki Allah? Allah idamkan kebaikan yang kami beri tambahan bagi orang lain merupakan kebaikan yang tulus berasal berasal dari di di didalam hati.
Salah satu kebaikan yang dapat kami beri tambahan untuk sesama kami yaitu sikap saling tolong menolong. Menolong sesama kami merupakan bukti nyata kami untuk memenuhi hukum Kristus yaitu mengasihi sesama. Kita mesti mendukung sesama kami yang tengah mengalami tersedia persoalan karena sementara kami menolongnya kami dapat meringankan bebannya. Ketika kami mendukung orang lain, janganlah kami berharap imbalan berasal berasal dari apa yang telah kami perbuat. Namun, lakukanlah itu bersama ketulusan hati karena Ia menyaksikan hati dan tingkah laku kita.
Berbuat baik merupakan sebuah kesempatan yang telah allah beri tambahan bagi kita. Hidup ini merupakan sebuah kesempatan supaya tepat kami selamanya diberikan nafas kehidupan olehNya marilah kami berbuat baik kepada sesama kita. Galatia 6:10 bicara demikian "Karena itu, sepanjang selamanya tersedia kesempatan bagi kita, marilah kami berbuat baik kepada semua orang, tetapi terlebih kepada kawan-kawan kami seiman." Oleh karena itu janganlah jemu untuk melakukan kebaikan karena apa yang kami tabur itulah yang kami tuai. Tuhan Yesus memberkati.
Baca Juga : Renungan Hati Yang Penuh Makna
Renungan 8
Pekerjaan Allah Dinyatakan di di didalam Diri Manusia
Bacaan: Kisah Para Rasul 19:8-12
"Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa, terlebih orang membawa saputangan atau kain yang dulu dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat."
Kisah Para Rasul 19:11-12
Mujizat merupakan suatu karya Allah yang dinyatakan di di didalam diri tiap-tiap umatNya. Mujizat tidak mesti selamanya disita asumsi sebagai suatu perihal yang besar seperti selamat berasal berasal dari kecelakaan atau disembuhkan berasal berasal dari penyakit. Mujizat simple terhitung dapat kami rasakan di di didalam kehidupan kami seperti selamanya diberikan nafas kehidupan dan dapat merintis kehidupan bersama sehat.
Mujizat yang terjadi di di didalam hidup kami merupakan penyampaian pesan tentang Kerajaan Allah. Kerajaan Allah mesti konsisten menerus disampaikan kapan pun dan di mana pun karena pemberitaan tentang kasih karunia Allah mesti konsisten menerus terjadi di di didalam hidup manusia. Pertanyaannya sekarang, siapakah yang dapat melakukan mujizat?
Tuhan dapat Mengenakan siapa saja untuk mengadakan mujizat supaya kuasaNya dipermuliakan. Tuhan dapat saja Mengenakan hidupmu pada tepat ini untuk melakukan pekerjaanNya yang luar biasa. Ketika kami melakukan pekerjaanNya, tidak semua orang akan mendukung kita. Akan tersedia orang yang mencemooh kami terlebih merendahkan kita. Namun, kecuali kami itu terjadi, kami mesti selamanya memperlihatkan kasih dan kuasaNya di tengah-tengah orang yang belum percaya. Ketika kami konsisten menerus melangkah maju, Tuhan pasti akan Mengenakan hidup kami sedemikian rupa supaya kami dapat jadi berkat bagi orang lain.
Sama halnya seperti Paulus yang dipakai Allah untuk mewartakan kabar tentang Kerajaan Allah. Paulus dipakai Allah untuk mengadakan mujizat supaya kuasa Allah dapat dinyatakan di tengah banyak orang. Sudah siapkah hidupmu dipakai oleh Allah untuk melakukan pekerjaanNya yaitu mewartakan Kerajaan Allah? Jika anda bersedia, Tuhan pasti akan Mengenakan hidupmu bersama luar biasa. Yakinlah Ia akan konsisten menerus mengadakan mujizat di di di didalam dirimu dan melalui dirimu. Ia akan Mengenakan dan membentuk hidupmu seturut bersama kehendakNya. Oleh karena itu, serahkanlah hidupmu kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 9
Tiap Langkahku Diatur Oleh Tuhan
Bacaan: Mazmur 37:22-26
"TUHAN menyita ketentuan lebih dari satu langkah orang yang hidupnya mau kepada-Nya; seandainya ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, karena TUHAN mendukung tangannya."
Mazmur 37:23-24
Jika anda tersesat di hutan apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan diam dan tunggu perlindungan atau anda akan mengupayakan mencari jalan muncul bersama Mengenakan kompas yang anda miliki? Jika anda memilih pilihan kedua, apakah anda yakin selamanya akan melanjutkan perjalananmu kendati anda tidak memahami apa yang akan terjadi di depan sana kecuali anda konsisten menerus berjalan?
Kehidupan manusia tentu saja tidak selamanya baik-baik saja. Ada kalanya kami diperhadapkan oleh suatu perihal yang sukar sampai kami tidak memahami bagaimana kami mesti bersikap. Ada kalanya persoalan yang terjadi di di didalam hidup ini seakan tidak tersedia jalan keluar. Ada kalanya terhitung kami seakan tengah terjadi di di didalam ketidak pastian seperti tersesat di di di didalam hutan dan hanya bermodalkan kompas. Pernah tidak kami merenung sejenak tentang kasih dan penyertaan Allah di di didalam kehidupan kami sampai tepat ini?
Kasih dan penyertaan Allah sungguh luar biasa dan nyata di di didalam kehidupan kita. Ia selamanya menyertai langkah lehidupan kami di mana pun dan kapan pun itu. Tidak dulu Ia memalingkan wajahNya berasal berasal dari pada kita. Ia selamanya mendukung kami supaya tepat kami jatuh kami tidak akan sampai tergeletak. Jika Tuhan selamanya menyertai langkah hidupmu, apakah anda selamanya membawa keraguan dan kekhawatiran di di didalam merintis hidup ini?
Memang karakter manusia kecuali tersedia rasa risau dan risau di di didalam merintis ketidak pastian di di didalam hidup ini. Ketika kami mengalami suatu tentang di luar permintaan dan harapan kami sering kadang kekhawatiran itu jadi jadi besar sampai kami lupa bahwa Allah selamanya menyertai tiap-tiap langkah hidup kita. Sesulit apa pun kehidupan kami tepat ini, Ia tidak akan membebaskan kami meminta-minta. Seberat apa pun kehidupan yang tengah anda jalani, ingatlah Ia selamanya menyertai dan menopangmu. Ia selamanya memberkati dan mendengar tiap-tiap seruan doamu. Ingatlah bahwa Ia adalah Allah yang penuh kasih dan penyertaannya selamanya tersedia untuk selamanya. Tuhan Yesus memberkati.
Baca Juga : Renungan malam tentang nasip hidup
Renungan 10
Didikan Allah
Bacaan: Amsal 3:11-15
"Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau jemu akan peringatan-Nya."
Amsal 3:11
Ayah merupakan sosok yang selamanya mengasihi kami kendati pun ia tidak menunjukkannya secara langsung kepada kita. Ia selamanya edukatif kami supaya kami dapat tumbuh jadi anak yang kuat. Jika ia edukatif mu bersama keras, bukan artinya ia tidak mengasihimu tetapi ia idamkan anda tumbuh jadi seseorang yang tahan banting dan kuat karena kehidupan ini tidak mudah. Tanpa disadari didikan dan kasih sayang yang telah diberikan oleh ayah kami telah membentuk spesial dan karakter kita. Jika ayah kami saja mengasihi kami bagaimana bersama Bapa di Surga?
Sama halnya seperti seorang ayah, Bapa kami yang di Surga terhitung mengasihi dan edukatif kami bersama caraNya. Ia edukatif kami melalui persoalan hidup yang tengah kami alami. Persoalan yang terjadi di di di didalam kehidupan kami Tuhan ijinkan karena Ia idamkan mendewasakan kami anak-anakNya. Proses pendewasaan itu mesti tersedia karena Ia idamkan menjadikan kami spesial yang tidak hanya bertumbuh secara fisik saja tetapi terhitung mesti bertumbuh secara iman.
Namanya didikan pasti tidak tersedia yang mudah. Didikan tersedia pasti saja membawa obyek yaitu untuk mendisiplinkan dan mendewasakan kita. Jika didikan yang Tuhan beri tambahan itu enak bagaimana barangkali kami dapat tumbuh jadi spesial yang kuat seperti tepat ini? Memang benar didikan Tuhan tidak enak, tetapi tentu saja didikan yang Ia beri tambahan akan membawa dampak kami jadi spesial yang lebih dewasa. Jika pada tepat ini anda selamanya konsisten menerus mengeluh akan persoalan hidup yang tengah anda alami, ingatlah satu tentang bahwa persoalan itu tidak akan melebihi kekuatanmu.
Oleh karena itu, marilah kami hidup bersama konsisten menerus mengandalkan Tuhan. Memang benar bahwa didikan Tuhan tidaklah mudah. Namun percayalah didikannya akan dapat membawa dampak kami jadi spesial yang lebih baik. Melalui pergumulan hidup yang tengah kami hadapi, Ia membentuk kami seturut bersama kehendakNya. Jangan menyerah dan berhenti berharap padaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Harian Bagian 2

10+ Renungan Harian wanita saat teduh kristen


RENUNGAN HARIAN
Semua Karena Allah
Bacaan: 1 Samuel 17:40-50
“Tetapi Daud berbicara kepada orang Filistin itu: “Engkau datang ke saya bersama bersama pedang dan tombak dan lembing, tetapi saya datang ke engkau bersama bersama nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.”
1 Samuel 17:45
Renungan Harian Semua Karena Allah 1 Samuel 17:40-50
http://peripena.blogspot.com
Kita semua pasti paham bahwa Allah adalah Allah yang hebat dan penuh kuasa. Ia dapat memulihkan suasana kami dan Mengenakan kehidupan kami dnegan luar biasa. Namun, apakah kami telah bersama bersama benar dan semuanya yakin dan menyerahkan kehidupan kami kepadaNya? Sebagai manusia kerap kali kami cuma menganggap Tuhan sebagai “ban serep” di mana kala persoalan datang kami baru datang kepadaNya.
Banyak di pada kami yang belum semuanya menyerahkan kehidupannya kepada Allah. Seringkali kami melakukan tindakan menurut akal kami dan menganggap bahwa kami dapat melalui segala rintangan bersama bersama kekuatan kami sendiri tetapi kala persoalan datang justru kami kecewa kepada Tuhan dan menyalahkan kehidupan yang telah Tuhan berikan. Kita terkadak lupa bahwa segala suatu hal yang kami membawa dan terjadi dalam kehidupan kami adalah karena Allah.
Renungan pada hari ini mengajarkan kami untuk selamanya yakin kepada Allah bahwa Ia dapat memampukan dan menguatkan kami di masing-masing persoalan yang kami hadapi. Seberapa kecil atau lemahnya kita, Ia pasti dapat memampukan dan Mengenakan kami seturut bersama bersama kehendakNya. Ketika kami diremehkan atau direndahkan oleh orang lain, justru kami dapat ditinggikan seperti ada tertulis
“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia dapat direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia dapat ditinggikan.” (Matius 23:12).
Sebelum Daud melawan Goliat, Daud diremehkan dan direndahkan oleh orang sekitarnya dan kala hendak melawan Goliat, Daud telah dipastikan dapat kalah. Namun, Daud tidak gentar sedikit pun. Ia selamanya maju dan yakin bahwa Allah dapat menyertainya. Bagi manusia, Goliat pasti dapat menang melawan Daud. Goliat merupakan seorang ahli perang tetapi Daud cuma seorang penggembala yang tidak pernah studi pedang apalagi melakukan peperangan. Tubuh Goliat benar-benar besar tidak mirip bersama bersama Daud yang kecil. Goliat Mengenakan jubah perang lengkap tetapi Daud cuma membawa tongkat untuk melawan Goliat. Namun, apa yang terjadi sungguh mengejutkan. Tuhan Mengenakan Daud sedemikian rupa dan memampukan Daud supaya Daud dapat mengalahkan Goliat dan bangsa Filistin pun lari ketakutan.
Bukankah sungguh luar biasa penyertaan Tuhan? Tidak cuma bagi Daud tetapi bagi kami semua. Ia sungguh mengasihi kami dan Ia selamanya menyertai kita. Apa pun yang kami membawa dan apa pun yang terjadi dalam kehidupan kami itu merupakan rancangan Tuhan yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita. Segala sesuatunya merupakan keinginan Allah. Jika pada saat ini kami cuma terus-menerus memaksakan keinginan kami kepada Allah bagaimana kami dapat merasakan kasih dan penyertaanNya?
Baca termasuk : Renungan air hidup 2019
Manusia pasti dapat berharap yang baik untuknya, tetapi apa yang baik untuk manusia belum pasti baik bagi Allah. Jika Tuhan tidak berkehendak atas apa yang kami minta, maka Tuhan dapat menambahkan suatu hal lebih berasal dari apa yang kami minta karena kuasaNya tak terselami dan tidak ada satu pun di pada kami yang paham jalanNya. Jika pada saat ini kami cuma mengeluh kepada Tuhan dan menjadi kami selamanya direndahkan oleh orang yang ada di tidak cukup lebih kita, maka mulailah menyerahkan semuanya kehidupan kami kepada Allah.
Sama halnya Allah Mengenakan Daud, Ia pasti dapat Mengenakan kehidupan kami juga. Ketika apa yang terjadi dalam kehidupanmu tidak sesuai bersama bersama apa yang kamu harapkan, janganlah kamu menyalahkan diri sendiri apalagi menyalahkan Tuhan karena segala suatu hal adalah karena Allah.
”Sebab segala suatu hal adalah berasal dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan hingga selama-lamanya!” Roma 11:36..
Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Semua Karena Allah


RENUNGAN HARIAN
Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji
Bacaan: Ayub 2:1-13
"Lalu mereka duduk berbarengan dia di tanah sepanjang tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, gara-gara mereka melihat, bahwa terlampau berat penderitaannya."
Ayub 2:13
Renungan harian
Gambar by mirifica.net
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia punyai kekayaan yang melimpah dan juga keluarga yang besar bersama bersama bersama bersama seorang istri dan tujuh anak laki-laki dan juga tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, risau sanggup Allah dan juga jauhi kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup berlangsung di di dalam kehidupan Ayub. Ia perlu kehilangan semua kekayaan miliknya khususnya ia perlu kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat namun ketika penderitaan itu datang menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang berlangsung di dalam kehidupannya. Ayub juatru senantiasa memuji dan memuliakan nama Tuhan bersama bersama bersama bersama mulutnya.
Bahkan di dalam Ayub 1:20-21 ia bersikap layaknya ini
"Maka berdirilah Ayub, sesudah itu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, lantas sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang saya muncul dari takaran ibuku, bersama bersama bersama bersama telanjang termasuk saya sanggup ulang ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Jika kami baca lebih jauh lagi, penderitaan Ayub tidak cuma hingga disana. Allah menginjinkan penyakit kulit tersedia terhadap tubuh Ayub khususnya isterinya meninggalkan ia. Ketika tiga orang sahabatnya datang ke Ayub, mereka hingga tidak sanggup mengetahui Ayub gara-gara penyakit kulit yang dideritanya. Namun, Ayub senantiasa tidak berucap dosa lewat bibirnya. Ia yakin bahwa segala suatu perihal yang berlangsung di dalam kehidupannya telah diatur oleh Allah sehingga ia tidak perlu risau dan khawatir.
Mungkin bagi kami manusia, kami berpikir bahwa apa yang telah dialami Ayub telah melebihi batas kekuatannya. Jika kami tersedia di posisi Ayub sanggup saja saja kami sanggup terus menerus mempertanyakan mengapa itu semua sanggup berlangsung di dalam kehidupan kami khususnya sanggup saja saja kami kecewa kepada Allah.
Jika terhadap waktu ini kami menghadapi suatu pergumulan, apakah kami senantiasa sanggup berdiri teguh layaknya Ayub? Setiap orang pasti punyai kesusahannya sendiri dan tindakan yang sanggup diambil alih berkaitan dari bagaimana orang sesudah itu menyikapi masalah yang sedang dialami. Pergumulan yang kami alami Tuhan ijinkan berlangsung gara-gara Ia idamkan melihat seberapa besar iman dan prinsip kami kepadaNya.
Tidak sedikit di pada kami yang justru menyalahkan Tuhan khususnya kecewa terhadapNya ketika ia perlu menghadapi suatu pergumulan. Bahkan di pada kami pasti pernah bersungut-sungut ketika masalah yang dialami jadi berat dan mulai tidak tersedia jalur keluar. Pergumulan yang dihadapi justru sebabkan kami jadi jauh dari Tuhan gara-gara kami mulai Tuhan tidak mengasihi kita. Padahal kami sendiri pun menyadari bahwa Ia tidak sanggup memberi tambahan masalah yang melebihi kemampuan kita.
Baca termasuk : Renungan harian terjerat di dalam dosa
Ketika kami menghadapi suatu pergumulan tentang yang perlu kami lakukan adalah datang dan berseru kepadaNya sehingga Ia sanggup memulihkan keadaan kita. Mungkin tidak cuma kami yang sempat mulai putus asa sanggup kehidupan ini, Ayub termasuk pernah mengalami tentang serupa. Namun, Ayub terus menerus yakin dan berserah kepada Tuhan hingga sesudah itu keadaan Ayub dipulihkan oleh Tuhan. Ia mengganti kepunyaan Ayub dua kali lipat dan Tuhan memulihkan hidup Ayub.
Jika hidup kami idamkan dipulihkan olehNya, maka datanglah kepadaNya dan janganlah menyerah gara-gara pergumulan yang sedang dihadapi. Pergumulan yang kami menghadapi terhadap waktu ini merupakan ujian yang Tuhan ijinkan berlangsung untuk menguji iman dan prinsip kami kepadaNya. Tetaplah mengandalkan Dia dan hidup seturut kehendakNya hingga Ia memulihkan keadaanmu terhadap waktu ini. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji


RENUNGAN HARIAN
Karena Kita Telah Ditebus
Bacaan: 1 Petrus 1:13-25
"Sebab anda tahu, bahwa anda sudah ditebus berasal berasal dari cara hidupmu yang percuma yang anda warisi berasal berasal dari nenek moyangmu itu bukan bersama barang yang fana, bukan pula bersama perak atau emas, melainkan bersama darah yang mahal, yakni darah Kristus yang mirip seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."
1 Petrus 1:18-19
Setiap kami yang hidup di bumi ini pasti dulu jalankan kesalahan karena tidak tersedia seorang pun manusia yang mampu luput berasal berasal dari dosa. Baik itu dosa di dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Ketika kami jalankan suatu kesalahan atau tindakan yang tidak senang di hadapanNya baik secara sengaja maupun tidak disengaja berarti kami sudah jalankan tingkah laku dosa. Dosa yang kami jalankan tanpa kami sadar justru mampu menyakiti diri sendiri, orang lain bahkan Tuhan.
via achristianpilgrim.wordpress.com
Karena dosa yang sudah diperbuat manusia, interaksi manusia bersama Allah jadi rusak bahkan banyak manusia kehilangan kasih Allah karena upah dosa ialah maut. Namun, karena kasihNya, Ia tidak menghendaki kami jatuh ke di dalam maut supaya Ia berikan tambahan anakNya yang tunggal untuk mati di kayu salib supaya dosa kami mampu ditebus olehNya.
Dosa kami sudah ditebus olehNya bukan bersama barang fana maupun emas dan perak namun oleh darah yang mahal yang ga tersedia noda dan cacat. Ia membayar bersama harga yang mahal supaya kami tidak jatuh ke di dalam maut supaya kami mampu hidup bersama denganNya. Karena kami sudah ditebus olehNya banyak berkenaan yang mesti kami sadar dan kami jalankan di dalam hidup kami seperti:
1. Hidup kudus di hadapanNya
Salah satu bukti bahwa kami sudah ditebus olehnya yakni bersama hidup kudus di hadapanNya. 1 Petrus 1:14-15 "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti udara nafsu yang menguasai anda pada selagi kebodohanmu, namun hendaklah anda jadi kudus di di dalam seluruh hidupmu mirip seperti Dia yang kudus, yang sudah memanggil kamu,"
Cara supaya hidup kami kudus dihadapanNya yakni bersama hidup taat seturut bersama kehendakNya. Mintalah hikmat dan bimbingan berasal berasal dari padaNya supaya kami sadar mana yang boleh dilaksanakan dan tidak boleh dilaksanakan dan terhitung manakah sikap dan tingkah laku kami yang senang di hadapanNya.
2. Takut dapat Allah
1 Petrus 1:17 "Dan kecuali anda menyebut-Nya Bapa, yakni Dia yang tanpa melihat wajah menghakimi seluruh orang menurut perbuatannya, maka hendaklah anda hidup di dalam kegelisahan selama anda menumpang di dunia ini." Ketika kami punya sikap cemas dapat Allah maka kami tidak dapat jatuh ke di dalam dosa karena kami dapat mendengar apa yang Ia menghendaki di dalam kehidupan kita.
3. Mengasihi sesama
Dalam 1 Petrus 1:22 disebutkan bahwa tidak benar satu bukti kami sudah ditebus olehNya yakni bersama mengamalkan kasih persaudaraan bersama mengasihi sesama bersama swgenap hati. Mengasihi sesama mesti kami memperlihatkan lewat sikap dan tingkah laku kami tidak cuma terucap berasal berasal dari bibir saja.
4. Menjadi manusia baru
Hal paling akhir yang mesti dilaksanakan karena kami sudah ditebus oleh darahNya yang kudus yakni bersama jadi manusia baru. Ketika kami sudah ditebusNya, kami tidak lagi hidup berasal berasal dari benih yang fana melainkan berasal berasal dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah yang hidup dan kekal.
Karena dosa kami sudah ditebus olehNya bersama darah yang mahal, marilah kami hidup seturut bersama kehendakNya supaya kami mampu selalu beroleh kasihNya. Karena pada selagi ini kami merupakan manusia baru yang hidup oleh karena Firman Allah marilah kami hidup bersama berikan tambahan kasih dan berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Karena Kita Telah Ditebus