RENUNGAN HARIAN
Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji
Bacaan: Ayub 2:1-13
"Lalu mereka duduk berbarengan dia di tanah sepanjang tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, gara-gara mereka melihat, bahwa terlampau berat penderitaannya."
Ayub 2:13
Renungan harian
Gambar by mirifica.net
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia punyai kekayaan yang melimpah dan juga keluarga yang besar bersama bersama bersama bersama seorang istri dan tujuh anak laki-laki dan juga tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, risau sanggup Allah dan juga jauhi kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup berlangsung di di dalam kehidupan Ayub. Ia perlu kehilangan semua kekayaan miliknya khususnya ia perlu kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat namun ketika penderitaan itu datang menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang berlangsung di dalam kehidupannya. Ayub juatru senantiasa memuji dan memuliakan nama Tuhan bersama bersama bersama bersama mulutnya.
Bahkan di dalam Ayub 1:20-21 ia bersikap layaknya ini
"Maka berdirilah Ayub, sesudah itu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, lantas sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang saya muncul dari takaran ibuku, bersama bersama bersama bersama telanjang termasuk saya sanggup ulang ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Jika kami baca lebih jauh lagi, penderitaan Ayub tidak cuma hingga disana. Allah menginjinkan penyakit kulit tersedia terhadap tubuh Ayub khususnya isterinya meninggalkan ia. Ketika tiga orang sahabatnya datang ke Ayub, mereka hingga tidak sanggup mengetahui Ayub gara-gara penyakit kulit yang dideritanya. Namun, Ayub senantiasa tidak berucap dosa lewat bibirnya. Ia yakin bahwa segala suatu perihal yang berlangsung di dalam kehidupannya telah diatur oleh Allah sehingga ia tidak perlu risau dan khawatir.
Mungkin bagi kami manusia, kami berpikir bahwa apa yang telah dialami Ayub telah melebihi batas kekuatannya. Jika kami tersedia di posisi Ayub sanggup saja saja kami sanggup terus menerus mempertanyakan mengapa itu semua sanggup berlangsung di dalam kehidupan kami khususnya sanggup saja saja kami kecewa kepada Allah.
Jika terhadap waktu ini kami menghadapi suatu pergumulan, apakah kami senantiasa sanggup berdiri teguh layaknya Ayub? Setiap orang pasti punyai kesusahannya sendiri dan tindakan yang sanggup diambil alih berkaitan dari bagaimana orang sesudah itu menyikapi masalah yang sedang dialami. Pergumulan yang kami alami Tuhan ijinkan berlangsung gara-gara Ia idamkan melihat seberapa besar iman dan prinsip kami kepadaNya.
Tidak sedikit di pada kami yang justru menyalahkan Tuhan khususnya kecewa terhadapNya ketika ia perlu menghadapi suatu pergumulan. Bahkan di pada kami pasti pernah bersungut-sungut ketika masalah yang dialami jadi berat dan mulai tidak tersedia jalur keluar. Pergumulan yang dihadapi justru sebabkan kami jadi jauh dari Tuhan gara-gara kami mulai Tuhan tidak mengasihi kita. Padahal kami sendiri pun menyadari bahwa Ia tidak sanggup memberi tambahan masalah yang melebihi kemampuan kita.
Baca termasuk : Renungan harian terjerat di dalam dosa
Ketika kami menghadapi suatu pergumulan tentang yang perlu kami lakukan adalah datang dan berseru kepadaNya sehingga Ia sanggup memulihkan keadaan kita. Mungkin tidak cuma kami yang sempat mulai putus asa sanggup kehidupan ini, Ayub termasuk pernah mengalami tentang serupa. Namun, Ayub terus menerus yakin dan berserah kepada Tuhan hingga sesudah itu keadaan Ayub dipulihkan oleh Tuhan. Ia mengganti kepunyaan Ayub dua kali lipat dan Tuhan memulihkan hidup Ayub.
Jika hidup kami idamkan dipulihkan olehNya, maka datanglah kepadaNya dan janganlah menyerah gara-gara pergumulan yang sedang dihadapi. Pergumulan yang kami menghadapi terhadap waktu ini merupakan ujian yang Tuhan ijinkan berlangsung untuk menguji iman dan prinsip kami kepadaNya. Tetaplah mengandalkan Dia dan hidup seturut kehendakNya hingga Ia memulihkan keadaanmu terhadap waktu ini. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji


RENUNGAN HARIAN
Karena Kita Telah Ditebus
Bacaan: 1 Petrus 1:13-25
"Sebab anda tahu, bahwa anda sudah ditebus berasal berasal dari cara hidupmu yang percuma yang anda warisi berasal berasal dari nenek moyangmu itu bukan bersama barang yang fana, bukan pula bersama perak atau emas, melainkan bersama darah yang mahal, yakni darah Kristus yang mirip seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."
1 Petrus 1:18-19
Setiap kami yang hidup di bumi ini pasti dulu jalankan kesalahan karena tidak tersedia seorang pun manusia yang mampu luput berasal berasal dari dosa. Baik itu dosa di dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Ketika kami jalankan suatu kesalahan atau tindakan yang tidak senang di hadapanNya baik secara sengaja maupun tidak disengaja berarti kami sudah jalankan tingkah laku dosa. Dosa yang kami jalankan tanpa kami sadar justru mampu menyakiti diri sendiri, orang lain bahkan Tuhan.
via achristianpilgrim.wordpress.com
Karena dosa yang sudah diperbuat manusia, interaksi manusia bersama Allah jadi rusak bahkan banyak manusia kehilangan kasih Allah karena upah dosa ialah maut. Namun, karena kasihNya, Ia tidak menghendaki kami jatuh ke di dalam maut supaya Ia berikan tambahan anakNya yang tunggal untuk mati di kayu salib supaya dosa kami mampu ditebus olehNya.
Dosa kami sudah ditebus olehNya bukan bersama barang fana maupun emas dan perak namun oleh darah yang mahal yang ga tersedia noda dan cacat. Ia membayar bersama harga yang mahal supaya kami tidak jatuh ke di dalam maut supaya kami mampu hidup bersama denganNya. Karena kami sudah ditebus olehNya banyak berkenaan yang mesti kami sadar dan kami jalankan di dalam hidup kami seperti:
1. Hidup kudus di hadapanNya
Salah satu bukti bahwa kami sudah ditebus olehnya yakni bersama hidup kudus di hadapanNya. 1 Petrus 1:14-15 "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti udara nafsu yang menguasai anda pada selagi kebodohanmu, namun hendaklah anda jadi kudus di di dalam seluruh hidupmu mirip seperti Dia yang kudus, yang sudah memanggil kamu,"
Cara supaya hidup kami kudus dihadapanNya yakni bersama hidup taat seturut bersama kehendakNya. Mintalah hikmat dan bimbingan berasal berasal dari padaNya supaya kami sadar mana yang boleh dilaksanakan dan tidak boleh dilaksanakan dan terhitung manakah sikap dan tingkah laku kami yang senang di hadapanNya.
2. Takut dapat Allah
1 Petrus 1:17 "Dan kecuali anda menyebut-Nya Bapa, yakni Dia yang tanpa melihat wajah menghakimi seluruh orang menurut perbuatannya, maka hendaklah anda hidup di dalam kegelisahan selama anda menumpang di dunia ini." Ketika kami punya sikap cemas dapat Allah maka kami tidak dapat jatuh ke di dalam dosa karena kami dapat mendengar apa yang Ia menghendaki di dalam kehidupan kita.
3. Mengasihi sesama
Dalam 1 Petrus 1:22 disebutkan bahwa tidak benar satu bukti kami sudah ditebus olehNya yakni bersama mengamalkan kasih persaudaraan bersama mengasihi sesama bersama swgenap hati. Mengasihi sesama mesti kami memperlihatkan lewat sikap dan tingkah laku kami tidak cuma terucap berasal berasal dari bibir saja.
4. Menjadi manusia baru
Hal paling akhir yang mesti dilaksanakan karena kami sudah ditebus oleh darahNya yang kudus yakni bersama jadi manusia baru. Ketika kami sudah ditebusNya, kami tidak lagi hidup berasal berasal dari benih yang fana melainkan berasal berasal dari benih yang tidak fana oleh Firman Allah yang hidup dan kekal.
Karena dosa kami sudah ditebus olehNya bersama darah yang mahal, marilah kami hidup seturut bersama kehendakNya supaya kami mampu selalu beroleh kasihNya. Karena pada selagi ini kami merupakan manusia baru yang hidup oleh karena Firman Allah marilah kami hidup bersama berikan tambahan kasih dan berkat bagi sesama. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Karena Kita Telah Ditebus


Kumpulan Santapan Rohani Pendek
Renungan 1: Indah Pada WaktuNya
Renungan 2: Mengingat Penyertaan Tuhan
Renungan 3: Nasib Semua Orang Itu Sama
Renungan 4: Haruskah Kita Berharap?
Renungan 5: Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku
Renungan 6: Tuhan Mendengar
Renungan 7: Ujian Iman
Renungan 8: Tuhan Yang Menyelesaikan
Renungan 9: Minta Tolonglah KepadaNya
Renungan 10: Cara Tuhan Untuk Menolongmu
Renungan 1
Indah Pada WaktuNya
Bacaan: Pengkhotbah 3:11-15
Ia membawa dampak segala suatu perihal indah terhadap waktunya, lebih-lebih Ia beri tambahan kekekalan di didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak sanggup menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah berasal dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 3:11
Pernahkan kita berada di didalam posisi di mana kita jadi pergumulan yang kita hadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kita mengalami suatu persoalan seringkali kita bertanya “Tuhan mengapa mengenai ini mesti berjalan padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?” Bahkan tidak jarang kita hingga kepada fase di mana kita menyalahkan Tuhan dapat kenyataan hidup ini. Kita memberontak lebih-lebih kehilangan kendali atas diri kita sendiri gara-gara kita tidak sabar untuk tunggu jawaban berasal dari Tuhan.
Ketika persoalan itu ada di didalam kehidupan kita, kita justru lebih pilih untuk menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang gara-gara kita jadi Tuhan tidak senang menjawab masing-masing doa yang kita naikkan. Kita lupa bahwa pas Tuhan bukanlah pas manusia. Tuhan mengijinkan masing-masing persoalan berjalan di didalam kehidupan kita supaya Ia sanggup membuktikan betapa besar kuasaNya gara-gara Ia sanggup memulihkan kondisi kita asalkan kita senang berserah dan bersabar tunggu janji Tuhan tergenapi.
Via mormonchannel.org
Hari ini Firman Tuhan bicara bahwa pekerjaan Tuhan mesti dinyatakan lewat persoalan yang kita alami dan segala suatu perihal pasti ada waktunya. Tuhan berharap menyaksikan bagaimana iman kita kepadaNya. Yang mesti kita ingat dan renungkan yakni pas Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala persoalan yang kita alami. Ia beri tambahan kemampuan dan kelegaan kepada kita. Ia dapat membuat perubahan dukacita yang kita alami menjadi sukacita lebih-lebih Ia dapat sanggup memulihkan kehidupan kita.
Masalah yang dialami oleh masing-masing kita pasti saja tidak dapat memlebihi kemampuan kita. Masalah yang kita hadapi juga tidak dapat membawa dampak kita terjatuh gara-gara Ia dapat menopang dan memegang tangan kita. Ia dapat membeuat segala suatu perihal indah terhadap waktunya. Oleh gara-gara itu, sabarlah tunggu jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya gara-gara Ia dapat beri tambahan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Mengingat Penyertaan Tuhan
Bacaan: Ulangan 8:1-11
"Ingatlah kepada semua perjalanan yang kaulakukan atas niat TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini bersama dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk menyadari apa yang ada di didalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang terhadap perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberikan engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membawa dampak engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan berasal dari roti saja, tapi manusia hidup berasal dari segala yang diucapkan TUHAN."
Ulangan 8:2-3
Kehidupan yang kita jalani di dunia ini berbeda-beda supaya terhadap yang satu bersama dengan yang lainnya punyai kehidupan yang berbeda. Dalam hidup ini, tidak senantiasa kebahagiaan yang kita dapatkan. Namun ada kalanya perasaan sedih juga Tuhan ijinkan untuk ada di didalam kehidupan kita. Tawa dan tangis, perasaan sedih dan kebahagiaan, senang dan duka, lebih-lebih kehilangan pun Tuhan ijinkan ada untuk mewarnai kehidupan kita.
Coba bayangkan jikalau semua orang di dunia ini senantiasa bahagia, bagaimana ia sanggup menyaksikan kuasa Tuhan di didalam hidupnya? Kita tidak dapat pernah menyadari apa yang dapat berjalan kepada hidup kita besok. Kita tidak dapat menyadari apa yang dapat berjalan terhadap kita 5 menit yang dapat datang, 30 menit yang dapat datang lebih-lebih 1 jam yang dapat datang.
Kita tidak menyadari apakah kebahagiaan atau perasaan sedih yang dapat kita rasakan. Namun, segala yang berjalan di didalam kehidupan kita adalah atas seiijinNya dan apa pun yang mesti kita lalui dan apa pun yang kita peroleh itu merupakan niat Tuhan.
Masalah yang kita alami pasti saja sanggup kita lewati gara-gara penyertaan Tuhan. Ia memampukan kita dan beri tambahan kita jalur nampak supaya kita sanggup lewat masing-masing persoalan yang terjadi. Jika terhadap pas ini hidupmu jadi berat seakan tidak ada jalur keluar, datanglah kepadaNya maka Ia dapat beri tambahan kepadamu kelegaan dan jalur nampak gara-gara penyertaanNya dapat dinyatakan di didalam hidupmu pas ini. Teruslah berharap kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Nasib Semua Orang Itu Sama
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka di didalam segala suatu perihal yang berjalan di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh bersama dengan kejahatan, dan kebebalan ada di didalam hati mereka seumur hidup, dan sesudah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang juga orang hidup membawa harapan, gara-gara anjing yang hidup lebih baik berasal dari terhadap singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup menyadari bahwa mereka dapat mati, tapi orang yang mati tak menyadari apa-apa, tak ada upah ulang bagi mereka, lebih-lebih kenangan kepada mereka udah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Pada pas ini, manusia menakar segala suatu perihal yang berjalan terhadap dirinya atau apa yang ia punyai udah diatur oleh nasib. Namun apakah benar Tuhan menciptakan seseorang bersama dengan nasib yang berbeda-beda supaya manusia mesti menyaksikan apa yang berjalan di didalam dirinya sebagai nasib?
Mungkin kita sering menyaksikan lebih-lebih mendengar seseorang bicara “ingin mempengaruhi nasib”. Namun apakah benar yang mesti diubah hanya nasib? Pada ayat yang kita baca terhadap hari iini menyadari benar-benar berikan salam kita bahwa nasib semua orang itu sama.
Jika terhadap pas ini anda mengalami kesenangan dan besok anda mengalami kesedihan, bukan artinya nasib yang menyesuaikan hidupmu tapi sesungguhnya gara-gara Allah yang udah mengaturnya dan mengijinkan seluruhnya terjadi.
Memang susah bagi kita untuk mempengaruhi paradigma yang udah mengakar di didalam masyarakat jikalau asumsi orang sesudah itu juga tidak ikut diubah. Berbicara mengenai nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu perihal yang baru yang dapat kita temui jikalau kita bicara mengenai nasib.
Pada hari ini ulang ditegaskan bahwa nasib semua orang itu serupa tidak ada yang tidak serupa gara-gara semua manusia dapat mati dan ulang kepada Bapa di Surga. Jika anda terhadap hari ini mengalami persoalan tapi temanmu tidak, bukan artinya nasib kalian berbeda.
Tuhan mendidik anak-anakNya lewat persoalan yang dialami. Ia mendidik kita bersama dengan langkah yang tidak serupa supaya disaat hidup anda bersama dengan dia tidak serupa bukan artinya nasib kalian berbeda. Ingatlah bahwa Tuhan udah mengaturhidupmu sedemikian rupa. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 4
Haruskah Kita Berharap?
Bacaan: Roma 8:18-28
“Sebab kita diselamatkan di didalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; gara-gara bagaimana orang senantiasa menghendaki apa yang dilihatnya?”
Roma 8:24
Setiap kita pasti punyai harapan. Harapan yang dimiliki masing-masing orang berbeda-beda mengenai berasal dari keperluannya. Mengapa tidak serupa mengenai keperluannya? Ini gara-gara orang yang berharap pasti ada suatu perihal yang diperlukan atau suatu perihal yang hendah dicapai.
Baik anak muda hingga orang dewasa pasti punyai harapan. Semakin dewasa, harapan seseorang dapat suatu perihal mengenai tambah besar. Tanpa harapan seseorang pasti jadi hidupnya monoton tanpa ada obyek yang mesti diperjuangkan. Ketika seseorang mengalami masalah, ia pasti punyai harapan supaya Tuhan beri tambahan jalur nampak supaya ia sanggup hadapi dan lewat persoalan itu.
Allah berharap kita supaya kita berpegang teguh kepada pengharapan. Ketika kita jadi suatu pengharapan itu percuma dan tidak kemungkinan terjadi, Ia mengehendaki kita supaya senantiasa percaya kepadaNya dan menjadikan pengharapan yang kita berharap itu menjadi suatu perihal yang pasti. Alkitab menyatakan supaya kita menekuni di didalam pengharapan gara-gara tidak ada yang percuma jikalau kita berharap padaNya.
Dalam menekuni kehidupan ini, kita mesti punyai kepercayaan bahwa janji Tuhan pasti dapat digenapi di didalam hidup kita. Oleh gara-gara itu, jangalah kita curiga gara-gara Ia pasti dapat membawa dampak pengharapan kita menjadi kenyataan. Untuk tunggu sebuah pengharapan, kita mesti sabar tunggu dan tidak mengeluh.
Kita juga mesti punyai iman pengharapan yang teguh kepadaNya. Jangan biarkan iman kita melemah dan justru membawa dampak kita berhenti berharap. Tuhan dapat menjawab masing-masing apa yang kita berharap tepat terhadap waktuNya. Jika Tuhan bilang harapan kita bukanlah yang paling baik untuk kita, kita mesti percaya bahwa apa yang Tuhan nyatakan di didalam kehidupan kitalah yang terbaik.
Kita mesti berharap kepadaNya dan punyai pengharapan kepadaNya gara-gara dapat ada suatu mengenai yang berjalan disaat kita berharap padaNya. Berharap padaNya bukan artinya kita lemah. Berharap padaNya artinya kita percaya bahwa Ia dapat memulihkan kehidupan kita. Janganlah berhenti berharap padaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 5
Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku
Bacaan: Mazmur 118:5-9
“TUHAN dipihakku. Aku tidak dapat takut. Apakah yang sanggup dilakukan manusia terhadap aku?”
Mazmur 118:6
Takut merupakan suatu tanggapan terhadap suatu stimulan tertentu seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa risau merupakan keliru satu emosi basic tak hanya rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat disita asumsi bahwa kekuatiran adalah suatu tanggapan emosi seseorang terhadap suatu ancaman.
Semua orang yang senantiasa hidup di dunia ini pasti emiliki rasa takut. Rasa risau yang dialami masing-masing orang berbeda-beda mengenai berasal dari responnya terhadap suatu kondisi tertentu. Ketika rasa risau menguasai seseorang, kebanyakan orang itu tidak sanggup berpikir bersama dengan logis. Ketika kekuatiran muncul, adakalanya seseorang sanggup menyita alih langkah yang tidak cocok bersama dengan Firman Tuhan.
Seseorang sanggup jadi risau gara-gara jadi sedang berhadapan bersama dengan suatu perihal lebih-lebih seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan bersama dengan dirinya. Orang sesudah itu jadi dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak punyai apa-apa itu menandingi atau mengalahkan suatu perihal yang membuatnya ketakutan.
Memang benar jikalau kekuatiran merupakan mengenai yang tidak sanggup dipisahkan di didalam diri manusia. Rasa risau itu lebih-lebih sanggup saja nampak masing-masing hari di didalam kehidupan manusia. Baik sesungguhnya punyai rasa risau gara-gara rasa risau merupakan tanggapan kita terhadap suatu kondisi yang sanggup membahayakan bagi kita. Namun, jikalau kita berkelanjutan membiarkan kekuatiran itu menguasai diri kita justru kekuatiran itu dapat membawa dampak kita tidak sanggup melangkah maju ke depan. Ketakutan itu dapat menghambat kita untuk sanggup merasakan kasih dan kuasa Allah.
Satu mengenai yang mesti diingat bahwa di didalam segala kondisi lebih-lebih di didalam kondisi terburuk sekalipun Tuhan senantiasa menyertai kita. Jangan jadi risau gara-gara Allah ada dipihak kita. Ia dapat sedia kan apa yang kita butuhkan dan kita perlukan.Ia dapat memenangkan kita disaat kita sedang ada persoalan dan dapat mencukupi apa yang kita butuhkan. Buang kekuatiran itu dan jadilah berani gara-gara Allah ada di pihakmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 6
Tuhan Mendengar
Bacaan: Ratapan 3:21-33
“Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Karena tidak bersama dengan senang hati Ia menindas dan mengkhawatirkan anak-anak manusia.”
Ratapan 3:32-33
Tuhan tidak dapat pernah membiarkan umatNya sendirian. Ia senantiasa ada untuk kita disetiap detik kehidupan kita. Namun, kita seringkali jadi Tuhan meninggalkan kita gara-gara Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit berasal dari terhadap kita pernah jadi kecewa dan menghindari berasal dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kemampuan kita sendiri jikalau dirasa Tuhan tidak dapat menjawab doa kita.
Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia cenderung melupakan Allah dan menyalahkan Allah sebagai wujud kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu berjalan gara-gara Tuhan berharap mendidik kita menjadi tertentu yang kuat dan bertumbuh di didalam iman gara-gara sesungguhnya di didalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi nyata.
Permasalahan yang kita alami seringkali membawa dampak kita lupa dapat kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk bersama dengan asumsi egois kita yang tidak beralasan. Kita berkelanjutan mengeluh tapi kita tidak senang menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal pas kita berdoa kepadaNya Tuhan pasti dapat mendengar dan menjawab doa kita.
Saat kita menyadari bahwa kita senantiasa mesti Tuhan, datanglah padaNya maka Dia dapat langsung mengulurkan tanganNya untuk menopang kita. Berbagai langkah sanggup Tuhan memanfaatkan untuk menopang kita. Ia menyadari apa yang kita butuhkan sebeluh kita berharap kepadaNya.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sesungguhnya Allah memperhatikan apa yang berjalan di didalam kehidupan kita. Ketika kita berdoa, artinya kita juga menyaksikan senantiasa ada harapan disaat kita berserah kepadaNya dan senantiasa ada suara Tuhan yang menghibur dan menjawab masing-masing kata berasal dari seruan kita. Sampai kapanpun kita tidak sanggup membiarkan Tuhan.
Dengan berdoa kita sanggup menyerahkan semua kekuatiran kita kepadaNya. Ia dapat senantiasa mendengar doa kita gara-gara Ia tidak dapat menutup mata dan telingaNya kepada umat yang berseru kepadaNya. Janganlah bosan untuk berdoa gara-gara Ia dapat mendengarkan segala apa yang anda minta. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 7
Ujian Iman
Bacaan: Ayub 2:1-13
"Tetapi jawab Ayb kepadanya: “Engkau bicara seperti perempuan gila! Apakah kita senang terima yang baik berasal dari Allah, tapi tidak senang terima yang buru?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa bersama dengan bibirnya."
Ayub 2:10
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia punyai kekayaan yang melimpah dan juga keluarga yang besar bersama dengan seorang istri dan tujuh anak laki-laki dan juga tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, risau dapat Allah dan juga menghindari kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup berjalan di di didalam kehidupan Ayub. Ia mesti kehilangan semua kekayaan miliknya lebih-lebih ia mesti kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat tapi disaat penderitaan itu datang menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang berjalan di didalam kehidupannya.
Mungkin bagi kita manusia, kita berpikir bahwa apa yang udah dialami Ayub udah melebihi batas kekuatannya. Jika kita ada di posisi Ayub kemungkinan saja kita dapat berkelanjutan mempertanyakan mengapa itu semua sanggup berjalan di didalam kehidupan kita lebih-lebih kemungkinan saja kita kecewa kepada Allah.
Jika terhadap pas ini kita hadapi suatu masalah, apakah kita senantiasa sanggup berdiri teguh seperti Ayub? Setiap orang pasti punyai kesusahannya sendiri dan tindakan yang dapat disita alih mengenai berasal dari bagaimana orang sesudah itu menyikapi persoalan yang sedang dialami. Pergumulan yang kita alami Tuhan ijinkan berjalan gara-gara Ia berharap menyaksikan seberapa besar iman dan komitmen kita kepadaNya.
Iman yang kita punyai pasti saja dapat bertumbuh disaat kita mengalami ada masalah gara-gara di di didalam ada masalah itu Tuhan membentuk kita menjadi tertentu yang kuat. Saat persoalan datang menghampiri kita, Tuhan berharap menyaksikan hingga sejauh mana komitmen kita kepadaNya.
Masalah merupakan keliru satu wujud ujian iman kita. Sama mengenai nya bersama dengan Ayub yang di didalam persoalan imannya berkelanjutan bertumbuh hingga sesudah itu Allah mempengaruhi hidup Ayub. Jika terhadap pas ini anda sedang punyai persoalan jangan biarkan imanmu layu. Tuhan Yesusu memberkati.
Renungan 8
Tuhan Yang Menyelesaikan
Bacaan: Kejadian 2:1-7
“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, gara-gara terhadap hari itulah Ia berhenti berasal dari segala pekerjaan penciptaan yang udah dibuat-Nya itu.”
Kejadian 2:3
Pasti tidak asing bagi kita mendengar kisah penciptaan yang dilakukan oleh Allah. Bumi dan seisinya diciptakan selama 6 hari dan terhadap hari ke 7 Tuhan memberkatinya.  Tuhan senantiasa merampungkan apa yang udah Ia memicu bersama dengan baik kemudia Ia dapat memberkatinya begitu pula bersama dengan kehidupan manusia.
Pada pas ini, tidak ada satu pun manusia yang luput berasal dari permasalahan. Respon masing-masing orang berbeda-beda di didalam hadapi masalah. Ada yang berkelanjutan berharap hingga persoalan itu selesai tapi tidak sedikit pula orang yang menyerah disaat hadapi persoalan itu.
Jika kita jadi tidak sanggup untuk merampungkan persoalan yang sedang kita alami apa yang mesti kita lakukan? Yang mesti kita lakukan adalah senantiasa berharap dan berpegang teguh padaNya. Ia adalah Allah yang sanggup merampungkan segala persoalan yang sedang anda alami.
Mari kita merenung sejenak. Seringkali di didalam hidup ini kita benar-benar fokus untuk mengejar apa yang kita berharap dan mengejar apa yang berharap kita selesaikan. Kita kadang pas menjadi lupa untuk melibatkan Tuhan di didalam masing-masing kesibukan yang sedang kita alami. Kita mesti melibatkan Tuhan di didalam masing-masing apa yang berjalan di didalam kehidupan kita gara-gara hanya Ia sajalah yang sanggup menuntun dan memberkati kita.
Pada pas ini kita juga diajak untuk studi berasal dari penciptaan bumi dan seisinya yang dilakukan Allah. Setelah Allah selesai menciptakannya Allah sesudah itu mengkuduskannya. Kita pun mesti demiakian. Dalam sehari Tuhan menciptakan 24 jam supaya kita sanggup beraktivitas. Namun, Tuhan berharap selama 24 jam itu kita sedia kan pas kita untuk datang ke hadapanNya dan berdoa padaNya.
Kita senantiasa sanggup menekuni kehidupan ini pasti gara-gara Allah. Oleh gara-gara itu, marilah kita sedia kan pas kita untuk berdoa kepada Tuhan. Ketika kita berdoa kepadaNya maka Ia dapat merampungkan pekerjaanNya di di didalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 9
Minta Tolonglah KepadaNya
Bacaan: Lukas 11:9-13
“Karena masing-masing orang yang meminta, terima dan masing-masing orang yang mencari, mendapat dan masing-masing orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Lukas 11:10
Pernahkah anda minta dibelikan suatu perihal kepada ayahmu? Jika pernah apa yang ayahmu lakukan? Apakah ayahmu memarahi dan memukulmu? Tentu saja tidak. Ia pasti dapat beri tambahan apa yang anda minta gara-gara ia mengasihimu sebagai anaknya.
Ayahmu saja dapat beri tambahan apa yang anda minta kepadanya, bagaimana bersama dengan Bapa di Sorga? Ia pasti dapat beri tambahan apa yang anda minta kepadaNya menurut pas dan kerelaan hatiNya. Disaat anda punyai masalah, Ia dapat datang langsung untuk menopang anak-anak yang berseru kepadaNya.
Seringkali disaat mengahadapi permasalahan, kita lupa bahwa ada Allah yang dapat menopang kita disaat kita berseru kepadaNya. Disaat persoalan itu ada, seringkali yang kita lakukan justru berharap pemberian manusia padahal belum pasti manusia sanggup merampungkan persoalan yang sedang dihadapinya.
Ingatkan disaat bangsa Israel berseru kepada Tuhan supaya Tuhan menopang mereka berasal dari kejaran bangsa Mesir. Apa yang Tuhan lakukan kemudian? Apakah Tuhan tidak mendengar seruan bangsa Israel? Tentu saja Tuhan mendengarseruan bangsa Israel dan kenakan Musa supaya Musa sanggup membelah laut Teberau dan bangsa Israel sanggup melewatinya. Setelah bangsa Israel lewat Laut Teberau, laut itu kemabali seperti terhadap awalnya dan mengahanyutkan banyak tentara Mesir.
Allah adalah Bapa yang baik kepada anak-anakNya. Ia tidak dapat pernah membiarkan anakNya berjalan sendiri. Ia senantiasa menopang dan memimpin anakNya. Ia tidak dapat beri tambahan mengenai yang jahat kepada kita, justru yang Ia berikan tambahan adalah suatu perihal yang baik.
Jika terhadap pas ini anda sedang hadapi persoalan dan seakan udah tidak ada jalur nampak lagi, maka minta tolonglah kepadaNya dan Ia pasti dapat langsung menolongmu. Tangan Tuhan tidak tidak cukup panjang untuk memegangmu. Bahkan pendengaraanya tidak tidak cukup tajam untuk mendengar masing-masing seruan doamu. Oleh gara-gara itu berdoalah kepadaNya dan Ia dapat langsung datang untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 10
Cara Tuhan Untuk Menolongmu
Bacaan: 1 Samuel 19:11-24
“Kemudian Saul mengirimkan orang-orang suruhan ke tempat tinggal Daud untuk mengamat-amatinya dan untuk membunuh dia terhadap pas pagi. Tetapi Mikhal, isteri Daud, memberitahukan kepadanya, demikian: “Jika engkau tidak sanggup meluputkan dirimu malam ini, maka besok engkau dapat dibunuh.”
1 Samuel 19:11
Banyak langkah yang dilakukan oleh Allah untuk menopang manusia. Cara yang dilakukan Allah kadang pas tidak sanggup dipahami oleh manusia. Ia sanggup kenakan siapa saja untuk menopang kita. Bahkan orang yang tidak kita duga pun sanggup dipakai oleh Allah untuk menopang kita.
Pada hari ini kita menyaksikan bagaimana pemberian Tuhan kepada Daud. Saul mencoba untuk membunuh Daud tapi gara-gara pemberian Allah, Daud sanggup selamat berasal dari tangan Saul. Tuhan kenakan orang-orang disekitar Daud untuk menyelamatkannya berasal dari kejaran Saul hingga Saul tidak sanggup membunuhnya.
Jika terhadap pas ini anda sedang hadapi suatu persoalan yang membuatmu jadi terhimpit dan kesakitan, percayalah bahwa Ia dapat menolongmu bersama dengan caraNya serupa seperti Daud yang udah ditolongnya untuk dpaat lari berasal dari kejaran Saul.
Mungkin sebagai manusia kita tidak sanggup menyadari bagaimana Tuhan sanggup menopang kita berasal dari masalah. Bisa saja Ia kenakan temanmu atau lebih-lebih orang yang membencimu untuk sanggup menolongmu berasal dari segala persoalan yang sedang anda alami.
Satu mengenai yang pasti,pertolongan Tuhan tidak dapat pernah terlambat kepada anak-anakNya. Pertolongan Tuhan senantiasa tepat terhadap waktuNya. PertolonganNya nyata dan kita pasti dapat merasakan pertolonganNya asalkan kita berkelanjutan percaya kepadaNya. Bukankah Ia berharap kita untuk berkelanjutan berharap padaNya?
Mungkin bukan hari ini Tuhan menolongmu. Mungkin saja besok Ia dapat menolongmu. Meskipun besok Ia menolongmu bukan artinya seluruhnya udah terlambat. Justru pemberian Tuhan senantiasa tepat terhadap waktunya. Yang Ia berharap hanya supaya kita tidak risau dan seluruhnya percaya kepadaNya bahwa Ia dapat datang menolongmu.
Pertolongan Tuhan dapat tercurah ke atasmu pas ini juga. Oleh gara-gara itu janganlah anda berhenti berharap padaNya gara-gara tidak ada harapan yang sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.
Kesimpulan : Artikel ini dibikin untuk dijadikan sebagai bahan renungan harian disaat sedang hadapi masalah

10 Kumpulan Santapan Rohani Tentang Menghadapi Masalah


Pohon Ara yang Dikutuk Tuhan Yesus
Salah satu mukjizat yang diperbuat oleh Tuhan Yesus yaitu pas ia mengutuk pohon ara. Pohon ara yang dikutuk ini dicatat di didalam Perjanjian Baru khususnya di didalam dua kitab Injil yaitu pada Injil Matius pasal 21 dan Injil Markus pasal 11. Pohon ara yang dikutuk ini dikisahkan berada di sedang jalur pada Betania dan Yerusalem. Dalam perjalanan menuju ke kota, Tuhan Yesus menjadi lapar. Kemudian di tepi jalur Ia menyaksikan pohon ara yang berdaun lebat sehingga Yesus pun hendak mencari makan berasal dari buah pohon ara itu.
Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus
via freebibleimages.org
Setelah Yesus menyaksikan pohon ara tersebut, Ia mendapati bahwa pohon ara tersebut tidak berbuah tetapi cuma berdaun lebat saja. Karena menyaksikan pohon ara tersebut tidak berbuah serupa sekali maka Ia mengutuk pohon ara tersebut sampai jadi kering baik daun, ranting maupun akarnya sehingga pohon ara tersebut benar-benar tidak dapat berbuah lagi.
Pohon Ara
Pohon ara merupakan salah satu type pohon yang berdaun lebat dan rindnag. Biasanya pohon ini dapat tumbuh setinggi 6 meter. Ranting dan cabang-cabangnya merentang 7,5 meter sampai 9 meter ke samping. Oleh sebab itu pas cuaca sedang terik banyak sekali orang yang bahagia berteduh di bawah rindangnya pohon ara ini.
Karena pohonnya benar-benar rindang, pasti saja Yesus menghendaki pohon ara ini terhitung mempunyai buah. Akan tetapi, Ia tidak capai apa-apa berasal dari pohon ara itu tak cuma daunnya saja yang lebat. Seperti yang kami ketahui, Yesus dan murid-muridNya merupakan orang yang simpel sehingga pas mereka lapar, mereka tidak dapat mencari makanan mewah yang mahal. Mereka makan bukan untuk memuaskan udara nafsu melainkan cuma untuk menghalau rasa laparnya saja yang di didalam artian mereka makan sesuai dengan dengan kebutuhan.
Dalam hukum orang Yahudi, pohon ara yang terdapat di tepi jalur bebas untuk diambil alih alih buahnya oleh tiap tiap orang yang lewat jalur itu. Oleh sebab itu, pas Yesus dengan dengan dengan dengan para murid lewat pohon ara yang terdapat di sedang jalur pada Betania dan Yerusalem, Ia bebas mencari buah yang ada pada pohon aratanpa mesti terkena sanksi orang Yahudi.
Alasan Mengapa Yesus Mengutuk Pohon Ara
Bagi kami yang membacanya, mungkin tindakan Yesus yang mengutuk pohon ara ini terlihat semena-mena sebab segera membinasakan pohon ara yang tidak berbuah lewat ucapan mulutnya sehingga waktu itu terhitung pohon ara tersebut jadi kering. Pohon yang pada mulanya hijau dan berdaun lebat waktu itu terhitung jadi kering sehabis Ia mengutuk pohon ara ini pasti mengakibatkan para muridNya tercengang atas kelakuan yang sudah dikerjakan Yesus.
Sebenarnya apa yang dikerjakan oleh Yesus bukanlah sebuah tindakan yang semena-mena sebab sebetulnya Yesus dambakan mengajarkan murid-muridNya komitmen ilahi lewat tindakan yang Ia jalankan di didalam perikop Yesus mengutuk pohon ara. Lalu sebenarnya, apa yang dapat kami pelajari berasal dari perikop tersebut? Adapun yang dapat kami pelajari pada lain:
1. Sesuatu Yang Tidak Berguna Akan Binasa
Mungkin poin pertama ini merupakan salah satu hukum kehidupan atau bahkan merupakan salah satu komitmen ilahi di mana suatu perihal yang tidak berfungsi lambat laun dapat binasa. Tuhan menciptakan kami tentunya ada maksud yang baik yaitu Ia dambakan kami jadi manusia yang berfungsi khususnya bagi sesama kita. Contoh sederhananya layaknya ini. Sebuah lilin kami nyalakan di didalam kegelapan sebab lilin tersebut berfungsi untuk menerangi kami di sedang kegelapan. Garam dimasukkan di didalam makanan dengan dengan maksud untuk memberi tambahan cita rasa pada makanan tersebut.
Lalu bagaimana terkecuali lilin tersebut tidak dapat menerangi kami di di didalam kegelapan atau mungkin garam yang kami masukkan ke di didalam amakanan tidak dapat memberi tambahan rasa terhadapa makanan tersebut? Tentu saja lilin dan garam tersebut jadi tidak berfungsi bkan? Begitu terhitung dengan dengan pohon ara yang dikutuk oleh Yesus.Meskipun daunnya lebat, pohonnya rindang tetapi pas ia tidak berbuah maka pohon ara tersebut terhitung tidak jadi berguna.
Sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah, Ia dambakan kami jadi seseorang yang berfungsi sebab pas Ia menciptakan kami Ia mempunyai object yang jelas. Tujuan tersebut pada lainagar manusia jalankan apa yang kudus dihadapan Allah dan terhitung untuk mengasyikkan dan memuliakan namaNya di didalam kehidupannya. Allah menciptakan kami sebagai manusia sehingga kami jadi manusia yang berfungsi bagi kemuliaan, kemauan dan terhitung kerajaanNya. Pohon ara yang ditemui Yesus di tepi jalur tersebut dikutuk sebab pohon ara tersebut tidak membuahkan buah sehingga pohon ara tersebut mesti mati kering. Sebagai manusia Ia terhitung dambakan kami mengahsilkan buah di didalam kehidupan ini.
2. Tidak Selalu Ditentukan Oleh Penampilan Luar
Pohon ara yang diekspresikan di di didalam Alkitab ini sebenarnye melukiskan orang percaya yang tidak membuahkan buah di didalam kehidupannya. Pohon ara ini terhitung melukiskan iman tanpa kelakuan yang dimiliki oleh manusia. Pohon ara mempunyai daun yang lebat semestinya buah pada pohon ara tersebut lebat. Akan tetapi, penampilan luar berasal dari pohon ara yang hijau tersebut tidak menjamin bahwa pohon ara tersebut berbuah dengan dengan lebat juga.
Begitu pula kehidupan kami sebagai orang percaya, penampilan yang orang lain menyaksikan belum pasti melukiskan Kekristenan yang kami mempunyai sudah membuahkan buah atau justru tidak membuahkan buah serupa sekali. Penampilan tiap tiap orang menjadi berasal dari yang muda sampai tua, cantik, tampan, atau bahkan biasa saja tidak dapat pilih buah yang dihasilkan di didalam kehidupannya. Sehingga kami dapat menyimpulkan bahwa Kekristenan bukan bicara soal penampilan luar melainkan bicara perihal kehidupan sehari-hari apakah sudah membuahkan buah atau belum.
3. Penghakiman Hanya Berada di tangan Tuhan Yesus
Tindakan Yesus pas mengutuk pohon ara bukanlah  merupakan tindakan yang semena-mena sebab Ia mengutuk pohon ara tersebut dengan dengan object untuk mengingatkan para murid bahwa penghakiman mesti cuma berada di tangan Tuhan Yesus. Tindakan Yesus ini mengajarkan kami bahwa Ia berhak untuk menghakimi suatu perihal yang menurutNya tidak layak di hadapanNya berdasarkan penghakimanNya sebab penghakiman yang Ia mempunyai adalah adil dan mesti sehingga tidak ada seorang pun yang dapat melawanNya.
Karena penghakiman mesti berada di tanganNya, maka Ia berkuasa untuk pelihara dan merawat bahkan Ia berkuasa untuk menghancurkan dan membinasakan suatu perihal yang dirasa tidak pantas di hadapanNya. Oleh sebab itu, kami diajak untuk hidup seturut dengan dengan kehendakNya sebab terkecuali pas penghakiman sudah tiba, kami mesti mempertanggungjawabkan segala kelakuan kami entah itu yang baik ataupun tidak di hadapan Yesus sang hakim yang adil.
Yesus mengutuk pohon ara yang Ia jumpai di tepi jalur pas menuju ke Yerusalem bukanlah merupakan tindakan yang semena-mena. Yesus mengutuk pohon ara tersebut sebab Yesus dambakan mengajarkan kepada mara muridNya perihal komitmen ilahi. Pada hari ini kami diajarkan untuk jadi murid yang berfungsi di hadapanNya dengan dengan menjalankan panggilanNya di didalam kehidupan kami sehingga kami dapat membuahkan buah yang lebat. Kita terhitung mesti mengetahui bahwa Ia merupakan hakim yang adil yang dapat menghakimi manusia menurut perbuatannya. Kiranya artikel ini dapat memberkati dan memberi tambahan informasi bagi kami semua.

3 Alasan Mengapa Pohon Ara Dikutuk Tuhan Yesus


RENUNGAN HARIAN
Terjerat Hingga Jatuh ke di dalam Dosa
Bacaan: Hakim-hakim 16:4-22
"Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia berasal dari tidurnya dan juga katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku dapat bebas dan dapat meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN sudah meninggalkan dia. Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil ke dua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu bersama dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling."
Hakim-hakim 16:20-21
Santapan harian
Gambar : http://mauliutus.org
Simson merupakan anak berasal dari Manoah dan ia merupakan nazir Allah. Sebelum ia dilahirkan ke di dalam dunia ini, malaikat Tuhan sudah memakai hidupnya terlebih sejak berasal dari di dalam kandungan. Bisa dikatakan hidup Simson sudah Allah berkati. Ia dipakai Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel agar ia dikaruniakan kapabilitas fisik yang terlalu luar biasa terlebih tidak ada satu pun orang Filistin dapat melawannya.
Meskipun Simson merupakan nazir Allah, ia justru terjerat sampai pada akhirnya jatuh ke di dalam dosa. Yang menyebabkan Simson jatuh ke di dalam dosa yaitu wanita. Pertama kali Simson jatuh ke di dalam dosa adalah waktu ia menikah bersama dengan seorang wanita Filistin yang merupakan orang yang tidak yakin kepada Allah dan merupakan musuh Israel. Setelah itu ia jatuh kembali ke di dalam dosa yang sama waktu ia mencintai Delila dikarenakan paras Delila yang begitu cantik dan rupawan agar menyebabkan hati Simson luluh.
Sama layaknya sebelumnya, Delila merupakan seorang yang tidak yakin dan tidak mengenal Allah terlebih Delila tidak mencintai Simson. Delila hanya memakai Simson agar memperoleh uang. Bahkan ia tega membohongi Simson agar ia dapat tahu kapabilitas Simson.
Karena Simson terlalu mengasihi Delila, ia sampai memberitahukan apa rahasia kapabilitas yang ia miliki. Simson tidak tahu bahwa Delila tengah menipunya agar ia kudu kehilangan kekuatannya dan orang Filistin sukses menangkapnya. Mungkin salah satu kita juga dulu mengalami hal yang sama layaknya Simson. Kita terlalu rerbuai bersama dengan apa yang ada di lebih tidak lumayan kita layaknya harta, kedudukan atau pasangan yang cantik dan tampan. Karena perasaan yang kita mempunyai justru kita terjerat sampai pada akhirnya jatuh ke di dalam dosa.
Manusia itu lemah agar ia ringan terbuai dapat suatu hal yang muncul indah dan berkilauan. Untuk memperoleh suatu hal atau terlebih untuk mempertahankannya kadangkala manusia laksanakan beragam langkah meskipun itu membuatnya berdosa. Meskipun begitu, apakah pantas bagi kita orang yang yakin kepadaNya hidup layaknya itu?
Baca juga : Renungan Harian Wanita
Cerita Simson yang sudah kita baca kiranya dapat jadi renungan bagi diri kita bahwa tidak tetap orang yang sudah dipilih Allah tidak laksanakan kesalahan dan terlebih dapat terjerat di dalam dosa terkecuali ia hidup di luar hasrat Allah. Pada waktu ini, marilah kita datang ke hadiratNya untuk berseru dan memohon penyertaanNya agar kiranya kasihNya tidak meninggalkan diri kita. Marilah kita menghendaki bimbingan kepadaNya agar Ia tetap membimbing masing-masing langkah kehidupan kita.
Janganlah kita terbuai dapat perasaan kita agar menyebabkan kita terjerat di dalam perasaan itu. Harta, kedudukan dan pasangan yang mempunyai paras yang rupawan hanya waktu dikarenakan waktu kita kembali kepadaNya itu semua tidak dapat kita bawa. Yang kita bawa merupakan pertanggung jawaban kita atas masing-masing kelakuan kita entah itu kelakuan yang baik atau jahat. Apa yang kita pertanggungjawabkan kelak merupakan hal yang jauh lebih kudu dibandingkan tunduk dapat perasaan yang kita miliki. Kiranya kasih Allah tetap membimbing dan menyertai kita di mana pun kita berada. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Terjerat Hingga Jatuh ke dalam Dosa


Perpuluhan atau persepuluhan merupakan berkat yang perlu kami kembalikan ulang kepada Tuhan sebesar 10% berasal berasal berasal dari apa yang kami dapatkan. Pada awalnya perpuluhan diajarkan kepada bangsa Israel. Konsep perpuluhan sendiri terkandung di didalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa perpuluhan merupakan ketetapan Hukum Taurat dimana tiap tiap orang Israel diwajibkan untuk memberikan 10% berasal berasal berasal dari apa yang mereka peroleh untuk Tebernakel atau Bait Suci. Ayar berkenaan perpuluhan ini dijelaskan didalam Imamat 27:30; Bilangan 18:26; Ulangan 14:24 serta 2 Tawarikh 31:5.
Perpuluhan
via medium.com
Pada kala itu, banyak di pada orang Israel yang berpikiran bahwa perpuluhan yang diterapkan didalam Perjanjian Lama dikatakan sebagai pajak untuk mencukupi keperluan para imam dan orang-orang Lewi didalam sistim korban persembahan yang diberikan untuk Allah. Berbeda halnya bersama dengan rencana perpuluhan yang diterapkan didalam Perjanjian Baru.
Dalam Perjanjian Baru, tidak tersedia perintah yang ditujukan kepada orang Kristen untuk tunduk pada sistem perpuluhan sebesar 10% layaknya yang tercantum didalam Perjanjian Lama. Ajaran Paulus berkenaan perpuluhan hanya membuktikan bahwa orang-orang yakin mestinya menyisihkan lebih berasal dari satu berasal berasal berasal dari pendapatan mereka yang digunakan untuk menopang aktivitas gereja. Ini tercantum didalam 1 Korintus 16:1-2.
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, Perjanjian Baru tidak menentukan takaran pendapatan yang perlu disisihkan namun disana hanya tercantum untuk beri tambahan sesuai bersama dengan apa yang kami peroleh yang tentu saja perlu diberikan bersama dengan kerelaan hati sehingga berkatNya yang melimpah bisa tercurah ke atas kita.
Pada kala ini, Gereja Kristen menerapkan perpuluhan yang diterapkan didalam Perjanjian Lama yakni didalam takaran 10% dan menerapkannya sebagai saran minimum yang perlu diberikan kala persembahan. Meski demikian, kami tidak perlu jadi diwajibkan untuk memberikan perpuluhan. Sebaiknya orang Kristen memberikan perpuluhan itu sesuai bersama dengan apa yang dirasa bisa dan perlu memberikannya bersama dengan kesungguhan hati dan penuh puas cita.
Dalam 2 Korintus 9:7 telah amat paham disebutkan bahwa kami perlu beri tambahan perpuluhan atau persembahan ke hadirat Tuhan menurut kerelaan hati dan jangan bersama dengan sedih hati atau karena paksaan karena Ia mengasihi orang yang memberikannya bersama dengan sukacita.
Penggunaan Uang Perpuluhan Oleh Gereja
Perpuluhan biasanya diserahkan atau diberikan tiap tiap sebulan sekali kepada Gereja. Besarnya perpuluhan yang diberikan berkenaan berasal berasal berasal dari apa yang diperoleh. Biasanya perpuluhan yang diberikan kepada Gereja sebesar 10% berasal berasal berasal dari total pendapatan. Perpuluhan yang kami serahkan kepada gereja tentu saja dipakai gereja untuk banyak tujuan. Beberapa tujuan seterusnya pada lain:
Membangun, merenovasi serta melindungi bait suci, gedung ibadah atau pun bangunan lainnya yang tersedia di didalam gereja. Uang perpuluhan itu juga bisa digunakan untuk meningkatkan sarana yang bisa menopang aktivitas gereja.
Menyediakan dana untuk laksanakan program aktivitas gereja layaknya program untuk mengabarkan Injil dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan unit yang tersedia didalam gereja.
Menyediakan dana pengoperasian untuk menopang wilayah atau[un lingkungan yang tersedia di sekitar gereja.
Membantu program misionaris atau pelayan Tuhan yang sedang bertugas untuk mewartakan Injil atau sedang menempuh pendidikan.
Mendidik kaum muda yang tersedia di Gereja layaknya program pelatihan musik dan sebagainya.
Mencetak dan mendistribusikan bahan ajarGereja kepada jemaat.
Membantu keluarga yang membutuhkan.
Membantu pekerjaan bait suci.Prinsip dan Pentingnya Perpuluhan
Dengan beri tambahan perpuluhan berarti kami mengembalikan berkat yang kami peroleh kepada Tuhan. Hal yang perlu diingat dan dipahami di sini bahwa mengembalikan tidaklah sama bersama dengan memberikan. Jika kami perlu mengembalikan apa yang kami peroleh kami juga perlu paham bahwa seluruh berkat yang kami terima merupakan permberian berasal berasal berasal dari Allah..
Sangat perlu bagi kami untuk beri tambahan perpuluhan itu karena melalui perpuluhan yang kami beri, kami bisa menopang pembangunan gereja Tuhan dan bisa jadi berkat untuk tiap tiap sarana yang ditunaikan oleh gereja
Jika pada kala ini di didalam benakmu terlihat pertanyaan “apakah Tuhan perlu uang kita?” bagaimana kamu bisa melacak jawaban atas pertanyaan itu? Sebenarnya Tuhan tidak perlu uang kami karena Ia adalah Allah yang kaya sehingga untuk apa uang yang kami miliki Ia pakai kalau Ia adalah Allah yang kaya? Tuhan hanya menginginkan lihat bagaimana kerelaan hati kami untuk mengembalikan berkat yang telah Ia memberikan untuk memperluas kerajaan Tuhan di bumi.
Masih banyak di pada kami yang senantiasa bermegah diri dan menyombongkan diri karena perpuluhan yang kami memberikan besar jumlahnya. Kita perlu ingat bahwa Tuhan tidak dulu kekurangan, kalau kami tidak beri tambahan perpuluhan pun gerejaNya tidak bisa mati. Oleh karena itu janganlah kami jadi teristimewa yang sombong. Namun senantiasa rendah hatilah kala kami beri tambahan perpuluhan karena Ia bisa memberkati umatNya yang beri tambahan perpuluhan itu bersama dengan kerelaan dan ketulusan hati.
Pada kala ini komitmen perpuluhan yakni beri tambahan 10% yang kami peroleh kepadaNya sehingga Ia melindungi 90% yang kami miliki. Ketika kami memberika perpuluhan bersama dengan ketulusan hati, bukanlah suatu hal yang tidak bisa saja bagiNya untuk memberkati kami melebihi 90% yang kami terima. Namun, janganlah kami hitung-hitungan bersama dengan Tuhan. Jangan hingga kala kami telah beri tambahan perpuluhan justru kami langsung menuntut Tuhan sehingga Ia memberkati dan mengembalikan apa yang telah diberi.
Pada kala ini banyak yang mengeluhkan berkenaan komitmen perpuluhan ini. Salah satu berkenaan yang kerap dikeluhkan yakni kalau gaji yang dimilikinya kecil. Saat disuruh untuk beri tambahan perpuluhan justru terlihat pertanyaan layaknya ini “gaji aku kan kecil, masa perlu senantiasa beri tambahan perpuluhan? Nanti bagaimana aku bisa makan?” Tidak hanya hingga disana, orang yang miliki gaji besar pun kadang kala mengeluhkan komitmen perpuluhan ini khususnya kalau perpuluhan yang ia hars memberikan tidaklah sedikit.
Hal yang perlu ditanamkan didalam hati teristimewa kami tiap-tiap yakni seberapa pun besar berkat yang telah Tuhan memberikan kepada kita, tetaplah tiap tiap didalam beri tambahan persepuluhan dan buuktikanlah bagaimana Tuhan mencurahkan berkatNya kala kami setia beri tambahan perpuluhan kepadaNya. Baik besar bahkan kecil perpuluhan yang kami memberikan kepadaNya itu tidaklah jadi kasus kala apa yang kami memberikan puas di hadapanNya.
Berkat Dari Perpuluhan
Saat kami beri tambahan perpuluhan, Tuhan berjanji bisa memberkati kami sewaktu kami setia membayar perpuluhan tersebut. Dalam Maleakhi 3:10 Tuhan berfirman bahwa kami perlu mempunyai seluruh persembahan perpuluhan itu ke didalam baitNya untuk memperluas pekerjaanNya. Saat kami beri tambahan perpuluhan itu bersama dengan segala kerelaan hati, maka Tuhan bisa mencurahkan berkat yang melimpah ke atas kita.
Berbicara berkenaan berkat yang Tuhan memberikan tentu tidak tersedia habisnya karena Tuhan bisa meberikan suatu hal yang tidak ternilai harganya. Berkat yang kami terima tentu saja tidak secara materi saja namun juga secara rohani. Jika kami memberinya bersama dengan sukarela tentu Bapa di Sorga bisa menopang dan sedia kan segala apa yang kami perlukan jadi berasal berasal berasal dari makanan, busana bahkan daerah untuk berlindung.
Perpuluhan amat perlu untuk kami laksanakan karena bersama dengan beri tambahan perpuluhan kami paham bahwa berkat yang kami miliki berasal berasal berasal berasal dari Allah dan perlu dikembalikan ulang kepadaNya.Perpuluhan yang kami memberikan kepadaNya haruslah diberikan bersama dengan kerelaan dan ketulusan hati karena Ia bisa mencurahkan berkat yang melimpah kepada orang-orang yang memberikan bersama dengan kerelaan hati. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan beri tambahan informasi bagi kami semua.

Pengertian dan Makna Perpuluhan Dalam Kristen


Janji Allah merupakan sebuah janji yang diberikan olehNya kepada kami semua. Namun seringkali sebagai manusia kami justru meragukan janji Allah. Padahal kami mengetahui sendiri bahwa Ia adalah Allah yang tetap menepati janjianya. Ia dapat ingat bersama bersama janji yang pernah Ia ucapakan bagi manusia. Beda halnya kami sebagai manusia. Seringkali kami lupa bahkan mengingkari janji yang udah kami bikin sendiri. Agar kami lebih percaya kepadaNya, sesudah itu ini merupakan janji yang Allah dapat nyatakan di dalam kehidupan kita.
Janji Allah
via findshepherd.com
1. Janji Allah dapat pengampunan
Janji dapat pengampunan ini disebutkan di dalam 1 Yohanes 1:9. Disana tercantum bahwa Allah dapat beri tambahan pengampunan bagi mereka yang mengakui segala kesalahan dan dosa yang udah diperbuat.
2. Janji Allah dapat keselamatan
Janji Allah dapat keselamatan ini disebutkan di dalam Yesaya 49:25. Dalam ayat sesudah itu bersama bersama mengetahui dikatakan bahwa Ia dapat memperlihatkan keselamatan bagi umatNya saat kami di dalam situasi bahaya yang dapat jauhi kami berasal berasal berasal dari padaNya.
3. Janji Allah dapat kehidupan kekal
Kehidupan kekal yang Allah janjikan tercantum di dalam Yohanes 3:16. Dalam Injil Yohanes sesudah itu bersama bersama tegas dikatakan bahwa Ia dapat beri tambahan kehidupan kekal kepada orang yang beriman. Orang yang beriman di sini berarti orang yang punya kepercayaan kepadaNya.
4. Janji Allah dapat hikmat di dalam kebijaksanaan
Dalam Yakobus 1:5 tercantum bahwa Allah menjanjikan hikmat kebijaksaan kepada kita. Oleh karena itu, Ia dapat beri tambahan kami hikmat saat kami memohon padaNya.
5. Janji Allah dapat kesembuhan dan kesehatan
Yeremia 30:17 dikatakan bahwa Tuhan dapat mendatangkan kesembuhan kepada kami yang pas ini sedang sakit. Ia dapat membuat sembuh segala penyakit yang kami rasakan.
6. Janji Allah untuk tetap pelihara umatNya
Dalam Mazmur 34:8 tercantum kecuali Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang yang kuatir dapat Dia untuk pelihara dan pelihara kita. Sama halnya bersama bersama bangsa Israel pas perjalan di padang gurun untuk hingga ke tanah yang dijanjikan Tuhan. Bangsa Israel dijanjiakan tiang api dan tiang awan untuk pelihara mereka saat malam amupun saat siang.
Begitu pun bersama bersama kita. Sebagai umat yang percaya kepadaNya kami harus percaya dan percaya bahwa kami tidak dapat berlangsung sendiri di dunia ini karena Allah udah berjanji dapat tetap menyertai kami dan pelihara kami dimana pun kami berada.
7. Allah berjanji untuk mendukung kami di dalam kesesakan
Dalam Mazmur 46:2 dikatakan bahwa Allah merupakan area bantuan dan Ia punya kekuatan untuk mendukung kami di dalam kesesakan. Oleh karena itu, seberat apa pun masalahmu pas ini, Ia dapat mendukung dan memulihkanmu. Ia dapat melepaskanmu berasal berasal berasal dari kesesakan yang kamu rasakan.
8. Allah berjanji untuk memenuhi segala keperluan kita
Filipi 4:19 menyatakan bahwa Tuhan berjanji untuk tetap memenuhi keperluan kami menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Oleh karena itu, kami harus percaya dan percaya kepadaNya bahwa Ia dapat mencukupkan segala apa yang kamu perlukan. Burung di hawa saja Tuhan pelihara khususnya kamu umat yang dikasihiNya.
9. Allah berjanji untuk beri tambahan masa depan yang indah
Masa depan merupakan mengenai yang kerap kali ditakutkan oleh banyak orang. Masa depan jadi suatu hal mengenai yang menakutkan karena tidak tersedia seorang pun yang mengetahui dapat seperti apa masa depannya. Pada pas ini, kami tidak harus kuatir kembali dapat masa depan yang dapat kami hadapi nanti karena di dalam Yeremia 29:11 dikatakan bahwa Tuhan udah punya rancangan-rancangan yang indah bagi kami semua.
Demikianlah janji Allah kepada kami sekalian. Janji Allah adalah janji yang tentu karena Ia tidak dapat pernah lupa dan mengingkari janjiNya. Tetaplah percaya dan menanti janji Tuhan itu hingga janjiNya tergenapi di dalam hidup dan kehidupanmu. Semoga artikel ini dapat berguna bagi kami semua.

9 Janji Allah Kepada Umat Kristen Lengkap