Tampilkan postingan dengan label Saat Teduh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saat Teduh. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH I
Renungan harian 1
Forgive to Forget
Bacaan: Matius 18:21-35
“Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan hingga tujuh kali, melainkan hingga tujuh puluh kali tujuh kali.”
Matius 18:22
Salah satu perihal yang paling tersedia problem untuk dilaksanakan yakni menambahkan pengampunan kepada orang yang telah lakukan kesalahan kepada kita. Pada saat ini banyak orang tersedia problem untuk mengampuni kesalahan orang lain dikarenakan kesalahan yang telah dilaksanakan oleh orang selanjutnya diakui telah melalui batas supaya dia tidak berhak capai kata maaf dari kita. Pasti di pada kami dulu mengalami perihal serupa bukan? Misalkan saja saat tersedia seseorang yang menyakiti kami bersama menyebarkan perihal tidak benar, atau saat orang yang kami percayai mengkhianati kami atau terutama saat orang yang kami kasihi pergi meninggalkan kami apakah kami tetap mampu untuk memaafkan orang tersebut? Ketika kami tidak mampu untuk memaafkan kesalahan orang lain justru hanya kekecewaan dan sakit hati yang mampu kami rasakan. Kitapun juga mampu jadi spesifik yang tidak bebas dikarenakan terkekang oleh kekecewaan dan rasa sakit hati itu.
Mengampuni bukan hanya hanya memaafkan kesalahan. Mengampuni berarti juga bersedia melepaskan kesalahan orang yang bersalah kepada kami dan mengakses lembaran baru ulang bersama orang tersebut. Kita juga mesti mengetahui bahwa manusia bukanlah makhluk prima supaya tidak mampu lakukan kesalahan. Ketika kami tidak senang mengampuni kesalahan orang lain berarti kami juga tidak senang mengetahui bahwa kami juga dulu lakukan kesalahan yang mampu saja memicu orang lain jadi terluka. Sebagai manusia kami condong mencari kesalahan orang lain tanpa mengetahui kesalahan yang ia perbuat. Bahkan didalam Matius 7:3 Yesus berkata demikianlah “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, tapi balok di didalam matamu tidak engkau ketahui?”
 Dalam ayat tersebut, Yesus mengajarkan kami untuk mengintropeksi diri kami sendiri.
Mengampuni. Sebuah kata simpel yang berarti benar-benar dalam. Selain mesti memaafkan kesalahan orang lain, mengampuni berarti mengasihi sesama kami dikarenakan Yesus telah mengasihi kami terutama dahulu. Lalu apa yang mampu kami dapatkan saat kami telah mengampuni orang lain?
1. Berkat pengampunan dari Allah
“Dan jika anda berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu jika tersedia barang suatu perihal didalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Matius 11:25). Hal pertama yang mampu kami dapatkan saat kami senang mengampuni kesalahan orang lain yakni berkat pengampunan dari Allah. Dalam Matius 11:25 disebutkan bahwa Bapa yang tersedia di sorga mampu mengampuni kesalahan kami jika kami juga senang mengampuni sesamakita. Ketika kami belum mampu mengampuni, rasa marah, sakit hati terutama kebencian mampu menguasai hati kami supaya interaksi kami denganNya jadi terhalang. Oleh dikarenakan itu, marilah kami mengampuni kesalahan sesama kami supaya Bapa di sorga juga senang mengampuni kesalahan yang kami perbuat.
2. Menjadi spesifik yang bebas
Setelah kami senang mengampuni kesalahan orang lain dan melepaskan kesalahan orang tersebut, kami mampu jadi spesifik yang bebas. Segala rasa marah, kecewa dan sakit hati yang menguasai hati kami mampu bebas dan memicu hati kami jadi riang. Jika selama kami anda tetap terkekang dan terbelenggu oleh kesalahan orang lain, marilah mengampuni. Kelihatan tersedia problem memamg. Tapi saat kami menyerahkan dan mengandalkan Allah, tidak tersedia yang tidak mampu saja baginya.
3. Dapat merasakan kasih Allah didalam kehidupan
Setelah jadi spesifik yang bebas, kami mampu merasakan betapa besar kasih Allah didalam kehdupan kita. Ia jadi bekerja didalam hidup kami untuk mendatangkan kebaikan. Bahkan Ia juga mampu memakai kami jadi alatNya.
4. Menjadi manusia baru
Setelah merasakan kasih Allah, kami diubahkan jadi manusia yang baru. Bukan tanpa alasan. Tuhan mengubahkan kami untuk jadi spesifik yang lebih baik lagi. Dimana kami mampu capai buahNya yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan juga penguasaan diri (Galatia 5:22-23).
Oleh dikarenakan itu, marilah kami jadi mengampuni sesama kita. Ingatlah, bahwa tiap tiap manusia tentu dulu lakukan kesalahan juga diri kita. Diri kami sendiri tidak mampu saja tidak dulu lakukan kesalahan. Sikap kami baik didalam perkataan maupun tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja tentu dulu menyakiti hati dan perasaan orang lain. Sekarang perihal terhadap diri kita. Apakah kami menginginkan jadi spesifik yang bebas yang capai berkat pengampunan atau justru menginginkan jadi spesifik yang terkekang? Mintalah penyertaan dan bimbingan Tuhan. Kiranya Tuhan tetap menyertai kami semua. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian 2
Tuhan Mendengar
Bacaan: Ratapan 3:1-26
“Ya TUHAN. Aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan terian tolongku! Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”
Ratapan 3:55-57
Tuhan tidak mampu dulu melepaskan umatNya sendirian. Ia tetap tersedia untuk kami disetiap detik kehidupan kita. Namun, kami seringkali jadi Tuhan meninggalkan kami dikarenakan Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit dari pada kami dulu jadi kecewa dan menghindar dari dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kebolehan kami sendiri jika dirasa Tuhan tidak mampu menjawab doa kita. Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia condong melepaskan Allah dan menyalahkan Allah sebagai bentuk kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu berjalan dikarenakan Tuhan menginginkan edukatif kami jadi spesifik yang kuat dan bertumbuh didalam iman dikarenakan sesungguhnya didalam kelemahanlah kuasa Allah jadi nyata. Karena masalah yang kami alami seringkali kami lupa mampu kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk bersama kesimpulan egois kami yang tidak beralasan. Kita terus-menerus mengeluh tapi kami tidak senang menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal saat kami berdoa kepadaNya Tuhan tentu mampu mendengar dan menjawab doa kita.
Mungkin bukan saat ini Tuhan menjawabnya, tapi Tuhan tentu mampu menjawab doa kita. TanganNya tidak tidak lumayan panjang untuk mendukung kita. Dalam Matius 11:28 pun disebutkan demikianlah “Marilah kepada-Ku, semua yang lelah lesu dan berbeban berat, Aku mampu berikan kelegaan kepadamu.” Saat kami mengetahui bahwa kami tetap memerlukan Tuhan, datanglah padaNya maka Dia mampu langsung mengulurkan tanganNya untuk mendukung kita. Berbagai cara mampu Tuhan memakai untuk mendukung kita. Ia mengetahui apa yang kami butuhkan sebeluh kami menghendaki kepadaNya. Pada Hakim-hakim 3:7-11 diceritakan bahwa orang Israel lakukan kejahatan terutama hingga melepaskan Tuhan. Lalu Allah jadi murka dan menjajakan mereka kepada Kusyan-Risyataim delapan th. lamanya. Namun, saat orang Israel berseru kepadaNya, Allah menjawab doa mereka bersama menghidupkan seorang penyelamatyang bernama Otniel. Melalui Otniel orang Israel jadi bebas. Melalui cerita ini kami diajarkan untuk terus-menerus berdoa dan berserah kepadaNya. Ia mampu memakai siapa saja untuk mendukung kami semua.
Tuhan tidaklah tuli. Ia tentu mampu mendengarkan seruan umatNya.
Ketika kami mengalami masalah hidup, kami hanya tetap berkata “Mengapa Tuhan?” tanpa kami merenungkannya terutama dahulu. Seharusnya terutama dahulu kami renungkan apa yang sesungguhnya Tuhan menginginkan melalui banyak ragam masalah yang kami alami. Tidak jarang kami jadi tidak tersedia jalur muncul dari masalah yang tengah kami hadapi. Ketika itu terjadi, yang mampu kami lakukan yakni berkunjung menghampiri Dia dan berdoa. Melalui doa, kami mampu berkata denganNya dan juga meluapkan segala perasaan yang tersedia didalam hati dan kesimpulan kita. Kadangkala kami tidak mengetahui jalur Tuhan. Namun, perihal yang mesti kami imani adalah Tuhan tidak dulu meninggalkan kita. Artinya, didalam kegelapan terutama badai sekalipun, Tuhan menguatkan dan menyertai kami supaya kami mampu bertahan. Jika hingga hari ini doa kami belum dijawab olehNya bukan berarti Tuhan tidak acuhkan dan tidak mendengarkan doa kita. Kita hanya mesti mengetahui bahwa tangan Tuhan kuat memegang kita. Ketika kami jatuh, Tuhan tidak melepaskan kami hingga tergeletak.
Ketika kami berseru kepada Tuhan, berarti kami yakin bahwa Tuhan tetap senang mendengarkan seruan kita. Kita juga mengetahui bahwasesungguhnya Allah menyimak apa yang berjalan didalam kehidupan kita. Ketika kami berdoa, berarti kami juga melihat tetap tersedia harapan saat kami berserah kepadaNya dan tetap tersedia suara Tuhan yang menghiburdan menjawab tiap tiap kata dari seruan kita. Sampai kapanpun kami tidak mampu melepaskan Tuhan. Ketika kami berserah kepadaNya, berarti kami siap dan sabar untuk menantikan apa yang menginginkan Tuhan perbuat kepada kita. Kita mesti sabar dikarenakan saat dan caraNyalah yang paling baik untuk kita. Mari kami berkata dan berseru kepadaNya supaya kami capai ketenangan. Tuhan Yesus memberkati.Renungan harian 3
Be Your Self
Bacaan: 1 Korintus 12:12-31
“Andaikata sepenuhnya adalah satu anggota, di manakah tubuh?”
1 Korintus 12:19
Terkadang kami malu untuk jadi diri kami sendiri apa adanya. Ada beberapa faktor yang memicu kami seperti itu tidak benar satunya yakni kuatir tidak di menerima didalam lingkungan tempatnya berada. Kita mengusahakan mempengaruhi segala suatu perihal yang tersedia terhadap kita, terutama kami mengusahakan untuk jadi orang lain demi muncul sempurna. Hal ini memicu seseorang lupa mampu keberadaan dirinya sendiri padahal Tuhan telah menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya.
Tuhan menciptakan kami berbeda pada satu bersama yang lain dikarenakan tersedia alasan spesifik yakni supaya kami mampu saling melengkapi kelemahan orang lain. Jika kami semua berlomba-lomba untuk mempengaruhi diri jadi prima setelah itu siapakah yang mampu menutupi kelemahan tersebut? Jika kami tetap  mengusahakan untuk jadi orang lain berarti area kami berada bukanlah merupakan area yang tepat. Ketika kami telah berada di area yang tepat, kami tentu tidak mampu mengusahakan untuk jadi orang lain. Ketika kami berada di area yang tepat, kami juga tentu mampu mencintai diri kami apa adanya. Ketika anda telah jadi dirimu sendiri tapi tempatmu berada tidak menerimamu, janganlah khawatir. Tetaplah untuk jadi dirimu sendiri dikarenakan itu merupakan perihal utama yang mesti dilakukan.Ketika kami telah jadi diri kami sendiri, hidup kami mampu lebih bahagia, nyaman dan juga mampu menghormati diri sendiri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga. Kita mampu membawa banyak teman yang senang menerima kami apa tersedia tanpa kepura-puraan. Ketika kami jadi diri kami sendiri, kami juga mampu jadi spesifik yang kuat dan mampu memicu kami memperoleh potensi yang tersedia di didalam diri kita. Ketika kami jadi diri sendiri, kami mampu lakukan apa pun yang kami sukai dikarenakan didepan orang lain kami tidak coba jadi orang lain. Kita juga mampu lebih menghormati apa yang kami membawa saat ini dikarenakan kami mengetahui Tuhan menciptakan kami baik adanya. Dengan jadi diri kami sendiri berarti kami telah mencintai Allah yang merupakan pencipta kita. Janganlah kami mengusahakan jadi orang lain, dikarenakan apa yang menurut manusia prima belum tentu prima untuk Allah. Oleh dikarenakan itu hargailah tiap tiap apa yang telah Tuhan menambahkan kepada kita.
Cara Untuk Menjadi Diri Sendiri
1. Menerima diri kami apa adanya
Hal pertama yang mesti kami lakukan untuk jadi diri sendiri yakni menerima diri kami apa adanya.Jika kami belum menerima diri kami sendiri apa adanya, bagaimana mampu kami hidup sebagai diri kita. Kita merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ia menambahkan hati, kesimpulan dan akal budi. Bahkan Ia menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya. Melihat betapa besarnya karya Tuhan didalam kita, setelah itu apakah kami tetap menampik diri kami sendiri sebagaimana adanya? Jika alasan fisik seperti tidak cantik, tidak tinggi, tidak putih atau lain sebagaimana yang jadi alasan kami untuk tidak menerima diri kami sendiri apa adanya, berhentilah lakukan itu. Ingatlah bahwa kesempurnaan hanya milih Allah. Janganlah minder bersama diri kami sendiri. Terimalah dan hargailah diri kita.
2. Mengenali diri
Penting bagi kami untuk mengetahui diri kami sendiri. Mengenali apa benar-benar berlebih dan kekurangan kita, mengetahui apa kebolehan dan kelemahan kami dan juga mengetahui apa yang kami sukai dan tidak kami sukai. Ketika kami mampu mengetahui apa yang tersedia diri kita, kami tentu mampu jadi diri kami sendiri tanpa malu menunjukkannya kepada oang lain.
3. Tidak mempedulikan kata orang lain
Pada saat ini entah mengapa perkataan orang lain dampak berdampak besar bagi kehidupan kita. Setelah mendengan perkataan orang lain yang tidak baik perihal diri kita, kami mengusahakan untuk merubahnya dan tidak memperlihatkan faktor tidak baik itu lagi. Kita mati-matian beralih setelah mendengar perkataan orang lain. Perlu diingat, dirimu adalah milikmu. Jangan hirauan perkataan orang lain yang berkata perihal diri kita. Yang mengetahui diri kami hanya kami sendiri bukan orang lain. Orang lain hanya menilai diri kami dari luarnya saja. Hidupmu adalah punya Tuhan. Janganlah beralih hanya dikarenakan perkataan orang lain dikarenakan hidupmu bukanlah punya manusia.
4. Tidak membandingkan diri kami bersama orang lain
Salah satu cara yang dilaksanakan untuk jadi diri sendiri yakni tidak membandingkan diri kami bersama orang lain. Setiap orang membawa benar-benar berlebih dan kekurangannya masing-masing. Jika anda jadi orang lain lebih baik darimu, berarti anda belum memperoleh apa yang baik didalam dirimu. Janganlah berkecil hati saat melihat orang lain. Jalanilah hidupmu sebagai dirimu sendiri.
5. Bersyukur
Cara yang paling utama dan penting untuk jadi diri sendiri yakni bersyukur. Ketika kami bersyukur kepada Tuhan atas segala apa yang telah Ia menambahkan kepada kita, kami tentu mampu mencintai diri kami apa danya. Bersyukur memicu kami mampu menerima diri kita. Oleh dikarenakan itu, bersyukurlah tetap kepada Tuhan.
Menjadi diri sendiri itu penting. Menjadi diri sendiri memicu kami jadi spesifik yang bertumbuh dan dewasa. Menjadi diri kami sendiri memicu kami mampu memperoleh potensi yang tersedia didalam diri kita. Tuhan menciptakan kami berbeda pada satu bersama yang lain untuk saling melengkapi. Mulai saat ini berhentilah membandingkan dirimu bersama yang lain. Dirimu prima di mataNya. Ynag mesti dilaksanakan saat ini hanya jadi diri sendiri dimanapun kami berada. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH II
Kumpulan renungan harian kristen 2018
Renungan 1
Refresh
Bacaan: Kolose 3:5-10
Jangan ulang anda saling mendustai, dikarenakan anda telah menanggalkan manusia lama dan juga kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk capai ilmu yang benar menurut gambar Khaliknya;
Kolose 3:9-10
Setiap manusia tentu dulu lakukan kesalahan baik didalam pikiran, perkataan maupun perbuatannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa mengetahui kami seringkali menyakiti hati sesama kami terutama menyakiti hati Tuhan. Perbuatan-perbuatan itulah yang mampu hindari kasih Tuhan didalam hidup kita. Ketika kami melihat ke belakang, cobalah menyimak berapa banyak orang yang telah kami sakiti dan lukai hatinya. Ingatlah berapa banyak kami menyakiti hati Tuhan dikarenakan kami hidup bersama tidak benar dan meninggalkan jalur kebenaran. Marilah kami me-refresh hidup kami supaya hidup kami mampu lebih baik dari sebelumnya.
Sama halnya bersama Paulus. Paulus terhadap pada akhirnya dipakai Tuhan untuk mengerjakan perbuatan tanganNya yang ajaib. Ia senang meninggalkan kehidupan lamanya dan jadi manusia baru. Ia me-refresh kehidupannya supaya Ia jadi spesifik yang baik. Sekarang maukah kami seperti Paulus yang mampu meninggalkan kehidupan lama jadi manusia baru? Marilah kami minta bimbingan dan penyertaan Tuhan supaya kami dimampukan untuk jadi manusia yang lahir baru di didalam Dia. Ketika kami telah lahir baru, kami tentu mampu segan untuk meninggalkan jalanNya yang benar dan kuatir untuk berbuat dosa. Kita juga mampu jadi spesifik yang membawa hikmat daripadaNya saat kami jadi manusia baru. Menjadi manusia baru bukan berarti kami berhenti sejenak setelah itu berjalan ulang di jalur yang sama. Menjadi manusia baru berarti berhenti setelah itu berbalik menuju kemuliaaNya yang ajaib. Oleh dikarenakan itu, marilah kami menghimpit tombol refresh didalam hidup kami supaya kami jadi spesifik baru yang lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 2
Meresponi Panggilan Tuhan bersama Kesetiaan
Bacaan: Efesus 1:15-23
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, supaya anda mengetahui pengharapan apakah yang terdapat didalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kami yang percaya, cocok bersama kebolehan kuasa-Nya,
Efesus 1:18-19
Dalam Matius 22:14 dikatakan bahwa banyak yang dipanggil, tapi sedikit yang dipilih. Apa maksudnya? Tuhan telah memanggil banyak orang untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah, tapi dikarenakan keterbatasan yang manusia miliki, hanya sedikit di pada kami yang dipilih olehNya untuk membawa tanggung jawab itu.
Jika terhadap saat ini kami dipercayakan Tuhan untuk melayaniNya baik di gereja atau disebuah persekutan, bersyukurlah dikarenakan tidak semua orang membawa kesempatan itu. Ketika Tuhan telah memanggil kami untuk melayaniNya, kami mampu melihat betapa besar kebolehan kuasaNya bagi kami orang yang yakin kepadaNya. Tuhan mampu pilih siapa saja tanpa melihat orang selanjutnya berasal dari mana dan bagaimana keadaanya. Tuhan pilih seseorang supaya kuasaNya nyata dan mampu dipermuliakan melalui orang tersebut. Terkadang, saat kami telah dipilih Tuhan untuk melayaniNya, banyak yag meresponi panggilan itu bersama ketidaksetiaan. Kita hanya bersemangat untuk melayani Tuhan di awal saja, tapi bersamaan berjalannya saat kami jadi malas dan kehilangan semangat untuk melayani Tuhan.
Ketika kami berbuat seperti itu, sadarkah kami bahwa kami telah menyakiti hati Tuhan? Tuhan hanya menginginkan kami meresponi panggilanNya denga prinsip hingga akhir. Yang mesti diingat adalah, saat kami dipanggil olehNya kami membawa tanggung jawab kepada Dia bukan kepada manusia. Ketika kami lakukan suatu layanan semangat kami sering kadang tidak benar yakni supaya layanan kami dilihat oleh orang lain supaya orang lain berasumsi kami hebat dikarenakan kami mampu melayaniNya. Jika kami melayani Tuhan hanya dikarenakan semangat itu, bagaimana kami mampu setia kepada panggilanNya? Oleh dikarenakan itu, marilah kami meresponi panggilan Tuhan bersama kesetiaan. Jika semangat kami terhadap saat ini tetap untuk manusia, ubahlah kesimpulan itu. Jadikanlah layanan yang anda lakukan saat ini jadi sebuah tanggung jawab kepada Tuhan. Apapun layanan yang anda kerjakan, lakukanlah itu bersama segenap hatimu. Kerjakanlah panggilan layanan selanjutnya hingga akhir. Tunjukkanlah prinsip kami kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Remind
Mazur 119:25-34
Buatlah aku mengetahui petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Mazmur 119:27
Orang bilang kami tidak boleh mengingat masa setelah itu dikarenakan jika kami terus-menerus mengingat masa setelah itu memicu kami jadi spesifik yang tidak berkembang. Ada juga yang bilang bahwa kami tidak boleh melihat kesalahan di masa setelah itu dikarenakan itu telah berlalu. Namun apakah benar demikian? Tentu saja salah. Jika kami tidak mengingat apa yang telah terjadi, justru kami mampu jatuh ke didalam kesalahan yang sama. Jika kami tidak mengingat kesalahan yang dulu kami lakuka, bagaimana mampu kami memperbaiki kesalahan itu. Tuhan menambahkan kami akal budi dan juga hati nurani supaya kami mampu mengingat ulang apa yang berjalan terhadap diri kita. Jika aku Petrus dulu mengingat apa yang dikatakan Yesus kepadanya tentu ia tidak mampu menyangkal Yesus.
Jika Petrus tidak ingat perkataan Yesus setelah ia menyangkalNya tentu Petrus tidak mampu menyesali perbuatannya. Mengingat ulang suatu perihal bukanlah perihal tidak baik yang tidak benar untuk dilakukan. Mengingat ulang suatu kesalahan memicu kami mampu memperbaiki kesalahan itu dan tidak ulang jatuh ke didalam kesalahan yang sama. Ketika kami mengingat ulang betapa besar kuasaNya didalam hidup kita, kami tentu mampu jadi spesifik yang bersyukur.
Remind atau mengingat kemabali merupakan suatu kata yang penuh arti bagi kami sebagai manusia. Sekarang, marilah kami ingat betapa besar kasih yang Ia curahkan kepada kami tiap tiap detik kehidupan kita. Sungguh besar bukan? Marilah saat ini kami ingat ulang kesalahan apa yang dulu kami lakukan dulu supaya kami tidak ulang ulangilah kesalahan yang sama. Marilah juga ingat ulang apa yang jadi janji dan prinsip kita. Janganlah dari tiap tiap kami melepaskan itu semua. Jika kami membawa prinsip untuk melayani kepada Tuhan, ingatlah prinsip itu dan marilah kami layani Tuhan bersama kesungguhan hati. Ketika kami mengingat ulang segala esuatu perihal yang berjalan didalam hidup kita, tentu kami jadi takjub mampu kuasa dan penyertaan Tuhan.
Terkadang saat kami mengingat ulang suatu perihal kami sering berkata seperti ini “Wah ternyata aku mampu melalui ujian itu” “Tuhan Yesus ternyata sungguh baik hingga aku tetap mampu merasakan kasihNya hingga sekarang”. Mengingat masa setelah itu itu tidak tidak baik bukan? Mengingat suatu perihal mampu memicu kami lebih bersyukur mampu suatu perihal yang telah Tuhan berikan. Ketika kami mengingat perihal buru, tentu kami juga ingat ulang rasa sakitnya. Rasa sakit dikecewakan, rasa sakit ditinggalkan ataupun rasa sakit dikarenakan kehilangan suatu perihal yang berharga. tapi ingatlah dari sudut positifnya. jika kami tidak mengalami itu semua, apakah kami mampu jadi spesifik yang kuat seperti sekarang? Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH III
Renungan harian kristen hari ini air hidup
Mengucap Syukur
Bacaan: Mazmur 118:1-9
Bersyukurlah kepada Tuhan, dikarenakan Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118:1
Helen Adams Keller atau biasa disapa Helen Keller merupakan seorang penulis dan aktivis politik Amerika. Selain itu ia juga menulis artikel dan juga buku-buku kondang tidak benar satunya The Story of My Life. Helen terlahir normal. Namun, saat usianya 19 bulan, ia terserang penyakit yang menyebabkannya buta dan tuli hingga terhadap pada akhirnya ia juga jadi bisu.
Saat tetap kecil Helen jadi spesifik yang kasar dan pemberontak terutama ia jadi spesifik yang pemarah. Namun, bersamaan pertambahan usia, Helen jadi spesifik yang melampaui batasannya dan ia tidak menyerah terhadap hidupnya. Kita tentu dulu mengalami masa-masa tersedia problem yang memicu kami marah dan menyalahkan keadaan. Kita larut didalam rasa sedih hingga kami lupa untuk mengucap syukur kepada Allah. Ketika kami tidak mampu bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan menambahkan tentu tersedia kesalahan di dalamnya. Bisa jadi dikarenakan kami benar-benar fokus terhadap masalah kami tanpa melihat kebaikan yang Tuhan menambahkan kepada kita. Ingatlah, apa yang kami alami hari ini telah Tuhan atur. Cobaan yang kami alami tidak mampu melebihi kebolehan kita. Ketika mengucap syukur kepada Tuhan, kami tentu mampu merasakan betapa baiknya Tuhan didalam hidup kita.
Seringkali kami sebagai manusia hanya senang mengucap syukur kepada Tuhan hanya terhadap saat bahagia. Namun, didalam kondisi sedih manusia condong tidak bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan harusnya seperti nafas kehidupan yang tidak mampu dulu berhenti kami ucapkan saat kami tetap diberi nafas kehidupan. Bersyukur kepada Tuhan juga tidak memerlukan sebuah alasan spesifik dikarenakan itu mampu dilaksanakan kapan saja dan dimana saja. Yang jadi ukuran manusia terhadap saat ini untuk bersyukur adalah saat capai nilai baik, capai promosi jabatan, capai pekerjaan yang sesuai, capai pasangan yang kami ingini dan perihal membahagiakan lainnya menurut ukuran manusia.
Jika kami hanya terus-menerus mengingini kebahagiaan, kapan Tuhan mampu memperlihatkan kuasaNya didalam kehidupan kita? Perlu diingat dan direnungkan bahwa apa yang berjalan didalam kehidupan kami bukanlah suatu kebetulan semata, tapi itu merupakan anugerah yang Tuhan menambahkan kepada kami sebagai manusia. Anugerah Tuhan bukan saja hal-hal baik seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, anugerah Tuhan juga mampu berupa rasa sedih yang Tuhan ijinkan berjalan didalam kehidupan kita. Mengapa rasa sedih yang kami alami mesti disyukuri? Ini berarti Tuhan sayang kepada kami dan tengah edukatif kami supaya kami jadi spesifik yang dewasa bukan hanya secara fisik tapi juga didalam iman. Tuhan edukatif kami serupa seperti bapa di dunia edukatif kita. Ia edukatif kami bersama tegas supaya kami jadi spesifik yang tahan banting didalam menghadapi cobaan. Selain itu, saat rasa sedih menimpa kita, kuasa Tuhan justru mampu nyata didalam kelemahan kita.
Segala suatu perihal yang berjalan didalam kehidupan kami baik senang maupun duka, baik didalam kehidupan yang penuh canda tawa maupun tetesan air mata itu telah Tuhan ijinkan terjadi. Tuhan menginginkan kami mengucap syukur kepadaNya didalam segala perihal dikarenakan penyertaan Tuhan tetap tersedia terhadap spesifik tiap tiap kita. Dalam Roma 8:28 disebutkan bahwa Allah turut bekerja didalam segala suatu perihal untuk mendatangkan kebaikan. Oleh dikarenakan itu, kami mesti yakin kepadaNya bahwa apa yang berjalan didalam kehidupan ini telah Tuhan atur. Jangan lupa untuk mengucap syukur, Tuhan Yesus memberkati.

Renungan harian kristen pemuda
Kerjakan Tanggung Jawabmu
Bacaan: Yunus 1:1-17
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, dikarenakan kejahatannya telah hingga kepada-Ku.”
Yunus 1:2
Ketika Tuhan menambahkan tanggung jawab besar kepada Yunus untuk pergi ke Niniwe apa yang dilaksanakan oleh Yunus? Awalnya Yunus lari dari tanggung jawab itu bersama pergi ke Tarsis namun, saat perjalanan menuju Tarsis Yunus ditegur Tuhan. Tuhan mendatangkan badai yang besar hingga terhadap pada akhirnya Yunus mesti berada didalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya. Pernahkah anda seperti Yunus yang coba lari dari tanggung jawab yang telah dipercayakan padamu? Sebagai seorang manusia, adakalanya kami ragu dan kuatir untuk mengerjakan suatu tanggung jawab, terutama jika itu merupakan tanggung jawab yang lumayan besar. Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban dan tugas yang mesti kami merampungkan hingga akhir. Jika anda jadi tidak mampu mengerjakan banyak tanggung jawab hingga akhir, mintalah Tuhan untuk memberikanmu hikmat. Janganlah anda melalaikan suatu tanggung jawab kecil hanya dikarenakan anda membawa tanggung jawab lain yang lebih besar.
Faktor-faktor penyebab lari dari tanggung jawab
Setiap orang membawa tanggung jawabnya masing-masing. Baik muda ataupun tua tentu membawa suatu tanggung jawab entah itu kecil maupun besar. Semakin kami beranjak dewasa, tanggung jawab yang dipercayakan kepada kitapun jadi besar dan berat. Namun, dikarenakan tidak mengandalkan dan tidak menghendaki penyertaan Tuhan didalam merampungkan masalah itu, tersedia banyak orang yang melepaskan dan lari dari tanggung jawab yang ia miliki. Padahal didalam Roma 14:12 disebutkan demikianlah “Demikian tiap tiap orang di pada kami mampu berikan pertanggungan jawab perihal dirinya sendiri kepada Allah”. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mampu memicu seseorang lari dari tanggung jawabnya.
Rasa takut
Hal yang memicu seseorang mampu lari dari tanggung jawab yakni dikarenakan tersedia rasa takut. Sama halnya seperti Yunus yang coba lari dari tanggung jawab yang Tuhan menambahkan kepadanya dikarenakan rasa takut. Yunus mengetahui bahwa Niniwe adalah kota yang besar dimana jika ia mesti pergi kesana dan memberitahukan penduduknya mampu kejahatan yang dilaksanakan ia tentu tidak di terima terutama dihakimi. Namun, saat Yunus minta penyertaan Tuhan dan terhadap pada akhirnya ia mampu lakukan tanggung jawab itu. Yuk saat ini menghilangkan rasa takutmu dan minta penyertaan Tuhan.
Memiliki tanggung jawab yang lebih besar
Faktor lain yang memicu seseorang lari dari tanggung jawab yakni dikarenakan ia membawa tanggung jawab yang lebih besar supaya ia berasumsi remeh tanggung jawab kecil yang dimiliki. Baik besar maupun kecil, tanggung jawab tetaplah kewajiban yang mesti diselesaikan hingga akhir. Ketika anda mampu mengerjakan tanggung jawab kecil tentu anda juga mampu untuk mengerjakan suatu tanggung jawab yang lebih besar.
Tidak menghendaki hikmat dan penyertaan Tuhan
Faktor utama yang memicu seseorang lari dan melepaskan tanggung jawabnya adalah dikarenakan tidak menghendaki hikmat dan penyertaan dari Tuhan. Ketika anda hanya mengandalkan kebolehan diri sendiri, temtu anda mampu jadi tidak mampu untuk mengerjakan suatu tanggung jawab. Oleh dikarenakan itu berdoalah dan minta hikmat dan juga penyertaan Tuhan.
Oleh dikarenakan itu, janganlah anda lari dari tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadamu. Jangan jadikan tanggung jawab hanya hanya tuntutan yang mesti anda selesaikan. Namun, jadikanlah tanggung jawab itu sebagai suatu kewajiban yang mesti diselesaikan hingga akhir bersama baik (finishing well). Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH IV
Renungan singkat firman Tuhan
Waktu Teduh
Bacaan: Efesus 6:10-20
Berdoalah tiap tiap saat di didalam Roh dan berjaga-jagalah di didalam doamu itu bersama keinginan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Efesus 6:18
Doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Dengan berdoa, interaksi kami bersama Allah dipulihkan supaya kami mampu mengetahui dan mengetahui apa kemauan Tuhan didalam hidup kita. Waktu teduh atau saat teduh merupakan saat spesifik yang di menyediakan bagi Tuhan dan mesti kami lakukan tiap tiap hari. Sebaiknya saat teduh dilaksanakan tiap tiap pagi sebelum saat akan kami mengawali kesibukan kami supaya kami mampu memohon penyertaan Tuhan terhadap hari yang mampu kami lewati. Waktu teduh adalah tanggapan kami terhadap kerinduan Tuhan untuk bersekutu bersama kami anak-anakNya. Disaat kami lakukan saat teduh, berarti kami bersekutu bersama Tuhan. Sepeti yang telah kami ketahui, doa merupakan bentuk komonukasi kami kepada Allah. Dengan berdoa, kami memakai hak istimewa yang Tuhan menambahkan untuk berkata denganNya. Sudahkah kami bikin persiapan saat teduh tiap tiap harinya untuk Tuhan?
Waktu teduh benar-benar penting untuk kami lakukan. Alasan kami untuk lakukan saat teduh yaitu:
Teladan Yesus
Tuhan Yesus mengajarkan kami untuk membawa persekutuan bersama Bapa di Sorga. Di tengah kesibukannya, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa baik itu didalam kondisi senang maupun didalam kondisi sedih. Sebelum Yesus disalibkan, Ia juga berdoa kepada Bapa untuk diberikan kekuatan. Kita juga sebagai manusia mesti membawa interaksi spesifik bersama Bapa di sorga. Waktu teduh yang kami sedia kan dan kami bangun memicu interaksi kami bersama Bapa di sorga jadi dekat. Berdoa bukan hanya dilaksanakan sebagai formalitas semata, tapi sebagai suatu perihal yang sesungguhnya kami mesti lakukan dikarenakan kami mengetahui bahwa di dunia ini kami tidak mampu hidup sendiri tanpa penyertaan Tuhan.
Kerinduan Tuhan untuk bersekutu bersama umatNya
Tuhan rindu dan menginginkan supaya umatNya membawa persekutuan dan interaksi yang dekat denganNya. Dalam Hosea 6:6 disebutkan bahwa Tuhan lebih mengahargai persekutuan bersama umatNya dibandingkan bersama apa yang kami lakukan bagiNya.
Agar bertumbuh didalam iman
Ketika kami membawa saat teduh bersama Tuhan, iman kami juga mampu bertumbuh. Iman kami mampu bertumbuh melalui penghayatan mampu firmanNya. Iman seseorang tidak mampu tumbuh bersama instan supaya mesti pemeliharaan bersama mengetahui firmanNya. Pada saat ini seringkali kami melepaskan saat teduh itu bersama alasan kesibukan. Tuhan tetap menyertai kami selama 24 jam, setelah itu mengapa kami tidak mampu menambahkan saat kami kepada Tuhan? Orang yang membawa interaksi spesifik bersama Tuhan tentu mampu lebih yakin untuk bertekun kehiduan ini.
Bagaimana cara kami untuk berdoa? Yang mesti kami lakukan yakni bikin persiapan saat kita, mencari area tenang, menenangkan hati dan menghendaki kehadiran Tuhan, membaca Alkitab, memperlihatkan tanggapan kami bersama berdoa, merenungkan firman yang telah dibaca. Bagi kami sering kadang tersedia problem untuk bikin persiapan saat kami bagi Tuhan. Kita benar-benar sibuk bersama urusan spesifik kami dan seringkali melepaskan Tuhan. Kita lakukan perihal itu seakan kami mampu hidup tanpa bimbingan Tuhan. Kita hanya berdoa saat kami senang saja. Jika kami seperti itu, bagaimana kami mampu bertumbuh didalam iman dan mampu mengetahui maksud Tuhan didalam kehidupan kita? Marilah kami studi untuk membangun interaksi yang dekat denganNya. Mulailah untuk membawa saat teduh tiap tiap harinya. Tuhan Yesus memberkati.

Contoh renungan singkat
Kerjakan bersama hati
Bacaan: Kolose 3:23-25
Apa pun juga yang anda perbuat, perbuatlah bersama segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:23
Ketika kami mengerjakan apa yang kami sukai, tentu kami mampu mengerjakannya bersama sepenuh hati dan apa yang kami lakukan tentu hasilnya baik. Namun, apa yang berjalan jika kami mesti mengerjakan suatu perihal yang tidak kami sukai? Pasti kami mampu mengerjakannya bersama perasaan tertekan dan hasilnya tidak baik. Dalam Kolose 3:23 mengetahui disebutkan bahwa kami mesti mengerjakan apa pun itu bersama segenap hati kami seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Terdengar berat dan tersedia problem bukan? Namun, itulah yang sesungguhnya mesti dilakukan. Kita mesti berani untuk muncul dari zona nyaman kita. Awalnya terhadap tersedia rasa kuatir dan cemas, tapi jika kami senang coba untuk menyukainya tentu tidak tersedia yang tidak mungkin.
Ketika Elisa dipanggil Tuhan melalui nabi Elia, tentu Elisa mesti muncul dari zona nyamannya dan meninggalkan pekerjaan yang ia cintai. Bukan tanpa alasan, Elisa mengetahui bahwa ia capai suatu perihal yang lebih besar bersama nabi Elia. Ia juga mengetahui bahwa perjalan barunya tidak mudah dan menakutkan terutama ia juga mengetahui bahwa apa yang ia lakukan anti belum tentu merupakan kesukaannya. Tapia pa yang terjadi? Elisa mampu melalui itu semua didalam penyertaan Tuhan.
Sering halnya kami tidak mengerjakan apa yang telah jadi tanggung jawab kami bersama sepenuh hati. Entah itu dikarenakan apa yang ia lakukan bukan passionnya atau mampu saja juga dikarenakan ia dipaksa untuk mengerjakan pekerjaan itu. Namun, bagaimanapun keadaannya, kami mesti tetap mengerjakannya bersama hati. Jika jadi tidak mampu dan tidak sanggup, berdoalah kepada Tuhan dan minta bimbingan dan juga penyertaan Tuhan.
Hal yang mesti dijalankan
Lalu,, perihal apa saja yang mesti dilaksanakan supaya kami mampu mengerjakan segala suatu perihal bersama hati? Berikut hal-hal yang mesti dilakukan.
Cintai apa yang dikerjakan
Penting bagi kami untuk terutama dahulu mencintai apa yang kami kerjakan. Cobalah untuk mengetahui dan mengetahui maksud Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang kami kerjakan. Ketika kami mencintai apa yang kami kerjakan, tentu hasilnya mampu baik dan kitapun tidak mampu tertekan untuk mengerjakannya.
Keluar dari zona nyaman
Keluar dari zona nyaman juga benar-benar penting untuk dilakukan. Keluar dari zona nyaman memperlihatkan bahwa kami berani untuk mengambil alih alih dampak walaupun kami tidak mengetahui apakah ketentuan yang dilaksanakan itu benar. Keluar dari zona nyaman berarti siap untuk menerima perubahan dan yakin bahwa suatu perihal perihal besar mampu terjadi. Ketika seseorang berani muncul dari zona nyaman dan berhenti dari suatu pekerjaan yang disukai, ia tentu mampu bersama mudah mencintai pekerjaan yang diberikan nantinya.
Minta penyertaan Tuhan
Hal paling penting yang mesti dilaksanakan yakni minta penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan itu baik adanya. Ia mampu membimbing kami dan memampukan kami untuk mengerjakan sesuatu. Meskipun apa yang dilaksanakan berat dan penuh rintangan, saat kami minta penyertaan Tuhan tentu kami mampu lalui itu semua.
Sangat penting bagi kami untuk lakukan segala pekerjaan yang kami milii bersama hati. Segala suatu perihal yang dilaksanakan bersama hati tentu hasilnya mampu baik. Apapun yang anda lakukan terhadap saat ini baik itu didalam pekerjaan maupun pelayanan, kerjakanlah bersama sebaik-baiknya. Jika anda jadi perihal itu tidak mungkin, mintalah penyertaan Tuhan supaya Tuhan mampukan. Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan santapan harian
Tahu Kehendak Allah
Bacaan: Yohanes 6:35-40
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk lakukan kehendak-Ku, tapi untuk lakukan kemauan Dia yang telah mengutus Aku.
Yohanes 6:38
Pernahkan kami jadi apa yang kami kehendaki didalam hidup ini tidak cocok bersama harapam kita? Ketika kami telah mengusahakan sekuat tenaga, justru apa yang kami dapatkan tidak berjalan seperti apa yang kami kehendaki. Pertanyaan selanjutnya, apakah kami dulu menanyakan kepada Tuhan apa sesungguhnya kemauan Tuhan didalam hidup kita? Jika kami melihat apa yang berjalan di awalnya didalam kehidupan kita, pernahkah kami mengetahui bahwa apa yang kami alami didalam hidup ini merupakan kehendakNya? Sebelum Yesus ditangkap, Yesus berdoa di taman Getsemani. Ia berdoa kepada BapaNya di sorga dan  Ia berkata demikianlah “tetapi bukanlah kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Yang mampu kami teladani di sini yaitu, Yesus saja menyerahkan apa yang berjalan didalam hidupNya kepada Bapa di sorga, megapa kami juga tidak lakukan perihal demikian? Manusia merupakan makhluk lemah yang tidak mampu hidup tanpa penyertaan Tuhan.
Namun dikarenakan kesombongan dan keangkuhan manusia, seringkali manusia jadi lupa diri dan lebih mengandalkan kekuatannya sendiri dan justru malah memaksa Tuhan untuk lakukan perihal yang dikehendakinya. Ketika apa yang berjalan didalam hidupnya tidak cocok keinginan dan kehendaknya, manusia justru malah kecewa dan menyalahkan Tuhan. Namun,yang mesti diingat adalah tiap tiap apa yang kami alami entah tempo hari atau terhadap saat ini itu merupakan kemauan Allah. Mungkin terhadap saat ini kami tidak mampu mengetahui maksud Tuhan didalam hidup ini. Namun satu perihal yang mesti ditanamkan di hati saudara dan aku bahwa semua yang Tuhan beri adalah yang paling baik untuk kami dikarenakan tangan Tuhan tengah merenda suatu karya yang agung mulia didalam kehidupan kita.
Kehendak Allah
Kehendak Allah tidaklah lama seperti kemauan manusia. Manusia berkendak supaya suatu perihal yang baik saja berjalan didalam hidupnya. Namun Tuhan juga menghendaki suatu perihal yang tidak baik berjalan supaya manusia mampu jadi bertumbuh di didalam iman dan pengharapan. Lalu apa saja kemauan Allah didalam hidup kita? Kehendak Allah didalam hidup kami yaitu:
Menjadi garam dan terang bagi sesama
Tuhan menghendaki kami supaya kami jadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Ia menghendaki kami untuk jadi teladan bagi sesama dimanapun kami berada. Sebagai anak-anakNya kami mesti jadi berkat bagi sesama melalui perbuatan dan tindakan kita.
Mewartakan keselamatan dan kabar kerajaan Allah
Dalam Lukas 9:2 Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kerajaan Allah kepada orang banyak. Demikian juga bersama kita. Tiba saatnya bagi kami untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah kepada mereka yang belum yakin kepada Yesus dikarenakan itulah yang dikehendakiNya.
Menjadi pelaku firmanNya
Hal yang juga di inginkan Allah yakni jadi pelaku firmanNya. Menjadi pelaku firman di sini mampu dilihat dari tiap tiap perbuatan dan tindakan kami yang senang di hadapan Allah supaya jadi saksi yang hidup bagi sesama.
Oleh dikarenakan itu, kami mesti mengetahui apa kemauan Tuhan didalam hidup kami dikarenakan kehendakNya itu baik adanya. Kita tidak boleh memaksakan kemauan kami kepada Tuhan dikarenakan kemauan kami belum tentu baik untuk kita. Hiduplah seturut kehendakNya supaya kami mampu menggembirakan hati Tuhan dan mampu jadi berkat dan juga saksi yang hidup bagi kurang lebih kita. Tuhan Yesus memberkati.Renungan harian online
Kekuatan Iman
Bacaan: Ibrani 11:1-3
Iman adalah dasar dari segala suatu perihal yang kami menginginkan dan bukti dari segala suatu perihal yang tidak kami lihat.
Ibrani 11:1
Pada saat ini, seringkali kami mendengar pemberitaan perihal orang yakin yang tidak berpegang teguh kepada iman percayanya supaya pilih untuk mundur dan tidak yakin lagi. Kedudukan, harta terutama pasangan hidup seringkali jadi alasan bagi seseorang untuk meninggalkan iman percayanya. Yang lebih parahnya ulang dikarenakan rasa kecewa atau sakit hati bersama teman seiman jadi alasan untuk meninggalkan iman kepercayaan. Lalu sesungguhnya apa iman itu? Seperti yang dikatakan didalam Ibrani 11:1  "Iman adalah dasar dari suatu perihal yang kami menginginkan dan bukti dari segala suatu perihal yang tidak kami lihat".
Kekuatan Iman
Iman berarti yakin sepenuhnya kepada apa yang walaupun belum dilihat. Hal inilah yang setelah itu disebut sebagai kebolehan iman Lalu sesungguhnya apa yang mampu kami dapatkan saat kami membawa kebolehan iman?
Dapat melihat keajaiban Allah didalam hidup kita
Ketika kami membawa kebolehan iman, perihal yang pertama kali mampu kami melihat yakni keajaiban Allah didalam hidup kita. Ketika kami tetap membawa iman yang kuat walaupun kami berada didalam pergumulan yang berat, paati Tuhan mampu memperlihatkan kuasaNya didalam hidup kita. Ia tentu mampu memulihkan kondisi dan hidup kita.
Memperoleh hidup yang kekal
Hidup yang kekal mampu kami dapatkan hanya dari Allah dikarenakan tidak mampu tersedia seorangpun yang mampu menambahkan kekekalan kepada sesamanya. Ketika kami membawa kebolehan iman, perihal yang mampu kami dapatkan yakni hidup kekal bersama Bapa di surga kelak.
Dapat melangkah bersama tentu serupa sekali tidak tersedia jaminan
Ketika kehidupan kami seakan tidak tersedia harapan dikarenakan apa yang kami ingini tetap tersedia diluar jangkauan kita, apa yang harusnya kami lakukan sebagai seseorang yang membawa iman? Ketika kami membawa iman yang teguh kepadaNya kami mampu tetap melangkah walaupun kondisi tidak mendukung kami dikarenakan kami yakin bahwa mampu tersedia jaminan dan keselamatan di didalam Dia.
Menerima janji Tuhan serupa sekali kelihatannya tidak mungkin
Sara dan Abraham telah lanjut umurnya tapi tetap belum membawa anak. Sebagai seorang manusia mampu saja kami tidak mampu yakin jika Sara mampu mengandung. Namun, Sara dan Abraham tetap yakin mampu janji Tuhan kepada mereka. Ketika mereka percaya, Tuhanpun menjawab doa mereka dan terhadap pada akhirnya mereka membawa anak di usia mereka yang telah lanjut. Cerita Abraham dan Sara mampu jadi pelajaran bagi kita. Ketika kami berdoa dan berserah penuh kepadaNya, apa yang kelihatannya tidak mampu saja bagi manusia mampu mampu saja bagi Allah.
Menang menghadapi cobaan
Orang yang membawa kebolehan iman tentu mampu tetap bertahan walaupun didalam kondisi sulit. Ia mampu tetap berdiri teguh walaupun kondisi tidak beruntung baginya. Ia mampu tetap yakin bahwa apa pun yang berjalan didalam kehidupannya telah Tuhan atur hingga terhadap pada akhirnya orang selanjutnya mampu melalui tiap tiap cobaan dan muncul sebagai seorang pemenang dan capai kemuliaan dari Bapa di sorga.
Iman itu memerlukan proses. Sama halnya seperti pohon yang terus-menerus bertumbuh jika dirawat dan dipelihara bersama baik. Begitupun bersama iman kita, jika menginginkan iman kami bertumbuh, maka peliharalah iman itu supaya kami mampu tetap berdiri teguh walaupun tersedia di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan harian wanita
Be a Strong Woman
Bacaan: Rut 1:1-13
Naomi adalah isteri dari seorang bernama Elimelekh. Ia dikaruniai dua orang anak bernama Mahlon dan Kilyon. Saat berjalan kelaparan di tanah Israel, ia beserta suami dan anak-anaknya pergi ke area Moab sebagai orang asing. Saat tinggal di Moab, Naomi mesti kehilangan suaminya dan sepuluh th. setelah itu ia juga mesti kehilangan ke dua anaknya. Saat ke dua anaknya telah meninggal, Naomipun mengambil alih ketentuan untuk ulang ke tanah Yehuda dan menyuruh ke dua orang menantunya pulang ke area tinggal ibunya. Tentu Naomi mengetahui apa akibatnya jika ia menyuruh ke dua menantunya pulang. Ia mampu hidup seorang diri di masa tuanya tanpa tersedia yang menemani. Namun, dikarenakan kasihnya Naomi menginginkan ke dua menantunya hidup bahagia.
Sebagai seorang wanita seringkali kami dikatakan makhluk lemah dikarenakan tidak mampu lakukan suatu pekerjaan berat seorang diri. Wanita serupa juga bersama perasaan halusnya dan lakukan tindakan memakai hati dibandingkan logika. Namun, sebagai seorang wanita kami bukanlah makhluk yang lemah. Ketika seorang wanita melahirkan, ia mesti menghindar rasa sakit yang teramat sangat. Ketika ia berkeluarga dan bekerja, ia mesti mampu membagi saat untuk keluarga dan pekerjaan. Bahkan, saat dihadapkan suatu pergumulan yang berat, justru wanita jauh lebih kuat dibandingkan bersama laki-laki.
Dari cerita Naomi, kami mampu studi untuk jadi seorang wanita yang tangguh dan kuat didalam menghadapi cobaan. Naomi terus-menerus mengalami rasa sedih tapi Naomi tidak menyerah begitu saja. Naomi pun tidak menyalahkan Tuhan mampu apa yang berjalan didalam hidupnya. Sebagai seorang wania, kami juga mesti seperti itu. Wanita yang kuat tidak dilihat dari bentuk fisiknya yang kekar seperti laki-laki. Bukan juga dilihat dari kuatnya ia mengangkat benda yang berat. Namun, wanita yang kuat dilihat dari bagaimana ia meresponi suatu permasalahn yang dihadapi. Ketika kami menghadapi sebuah masalah bersama tetap bersyukur dan tidak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi, mampu dipastikan bahwa kami adalah wanita yang kuat. Wanita yang kuat juga mampu berdiri teguh didalam kondisi apapun. Ia tidak mampu kehilangan arah dan obyek hidupnya walaupun sering dikecewakan.
Ciri wanita kuat
Adapun ciri wanita yang kuat yaitu:
Selalu mengandalkan Tuhan
Wanita yang kuat adalah wanita yang tetap mengandalkan Tuhan didalam kehidupannya. Baik senang maupun duka Tuhan jadi prioritas utama didalam hidupnya. Wanita yang kuat tidak bersama mudah  meninggalkan Tuhan hanya dikarenakan masalah kecil yang dihadapi.
Tidak mudah mengeluh dan menyerah
Wanita yang kuat juga merupakan wanita yang tidak mudah mengeluh dan menyerah saat diberikan tanggung jawab ataupun didalam menghadapi masalah. Wanita yang kuat mampu tetap menghadapi tantangan demi tantangan tanpa rasa kuatir dikarenakan yakin bahwa Tuhan mampu tetap menyertai tiap tiap cara hidupnya.
Selalu menatap ke depan
Ciri wanita kuat yang paling akhir yakni tetap menatap ke depan tanpa menengok ulang ke belakang. Wanita kuat tidak mampu ulang menyesali apa yang dulu berjalan didalam kehidupannya. Ia mampu memicu rancangan yang luar biasa untuk masa depannya dan telah tentu tetap mengandalkan Tuhan mampu tiap tiap yang ia rencanakan.
Oleh dikarenakan itu, jadilah wanita kuat yang mampu menghadapi tiap tiap masalah hidup. Buktikanlah bahwa kami bukanlah makhluk lemah seperti yang orang lain katakan. Andalkanlah Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan perihal kesabaran
Semua Ada Waktunya
Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15
Ia memicu segala suatu perihal indah terhadap waktunya, terutama Ia menambahkan kekekalan didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak mampu menyelami pekerjaan yang dilaksanakan Allah dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 3:11
Dina adalah seorang mahasiswi disalah satu kampus yang lumayan kondang di Indonesia. Sebagai seorang mahasiswi yang lumayan dikenal dikarenakan aktif didalam kesibukan organisasi kampus dan aktif didalam layanan di gereja, ternyata Dina membawa pergumulan yang ia simpan didalam hatinya dan ia tutup rapat supaya orang lain tidak mengetahui kondisi dirinya yang sebenarnya. Sejak kecil Dina tidak mampu merasakan kasih sayang dari orang tua dan tidak mengetahui apa itu kehangatan dan arti dari sebuah keluarga. Orang tuanya tetap bertengkar dan ia hanya mampu menangis dan juga berdoa kepada Tuhan. Suatu hari Dina pun berada didalam fase dimana ia marah dan menyalahkan Tuhan atas apa yang berjalan didalam hidupnya. Ia kehilangan arah dan obyek didalam hidupnya hingga jatuh ke didalam dosa dikarenakan muncul kepahitan didalam hatinya. Seiring berjalannya waktu, Tuhan pun melembutkan hati Dina dan terhadap pada akhirnya ia ulang menyerahkan segala pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Ia jadi sabar menanti jawaban Tuhan hingga terhadap pada akhirnya Tuhan melepaskan kepahitan didalam hatinya dan memulihkan keluarga Dina.
Pernahkan kami berada didalam posisi Dina dimana kami jadi pergumulan yang kami menghadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kami mengalami suatu pergumulan seringkali kami menanyakan “Tuhan mengapa perihal ini mesti berjalan padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?”. Bahkan tidak jarang kami hingga kepada fase dimana kami menyalahkan Tuhan mampu kenyataan hidup ini. Kita memberontak terutama kehilangan kendali atas diri kami sendiri dikarenakan kami tidak sabar untuk menanti jawaban dari Tuhan. Kita menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang dikarenakan kami jadi Tuhan tidak senang menjawab tiap tiap doa yang kami naikkan. Kita lupa bahwa saat Tuhan bukanlah saat manusia. Dalam Roma 12:12 kami diajarkan untuk membawa pengharapan, kesabaran dan tetap berdoa kepadaNya baik didalam kondisi senang maupun didalam kondisi duka.
Tuhan mengijinkan tiap tiap masalah berjalan didalam kehidupan kami supaya Ia mampu memperlihatkan betapa besar kuasaNya dikarenakan Ia mampu memulihkan kondisi kami asalkan kami senang berserah dan bersabar menanti janji Tuhan tergenapi. Memang bukan perihal yang mudah bagi kami seorang manusia menerima apa yang berjalan didalam kehidupan ini, tapi saat kami senang berserah dan berdoa kepadaNya maka tidak tersedia satupun yang kemungkinannya benar-benar kecil bagi Tuhan. Sama halnya bersama Abraham dan Sara. Di usia mereka yang jadi tua, mereka terus-menerus berdoa dan yakin mampu janji Tuhan bahwa mereka mampu membawa anak. Selama 25 th. mereka terus-menerus berdoa dan sabar menanti janji Tuhan yang belum tergenapi. Penantian mereka tidak sia-sia, terhadap pada akhirnya Sarapun mempunyai persentase dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ishak.
Hari ini Firman Tuhan berkata bahwa pekerjaan Tuhan mesti dinyatakan melalui masalah yang kami alami dan segala suatu perihal tentu tersedia waktunya. Tuhan menginginkan melihat bagaimana iman kami kepadaNya. Yang mesti kami ingat dan renungkan yakni saat Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala masalah yang kami alami. Ia menambahkan kebolehan dan kelegaan kepada kita. Oleh dikarenakan itu, sabarlah menanti jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya dikarenakan Ia mampu menambahkan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.

Update Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020


CONTOH SUSUNAN ACARA NATAL
We wish you a Merry Christmas, We wish you a Merry Christmas, We wish you a Merry Christmas plus Happy New Year.
CONTOH SUSUNAN ACARA NATALTidak terasa Natal sudah jadi dekat. Diantara kami tentu sudah terasa sibuk untuk merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus ini. Mulai berasal dari persiapan acara sampai penatalayan yang bertugas untuk mengisi pujian di hari Natal. Kita jadi sangat bersemangat untuk turut dan terhitung di di di dalam perayaan Natal ini baik di Gereja maupun di di di dalam Komunitas Kristen.
Hari Natal yang jadi dekat ini harunya menyadarkan kami semua bahwa seorang Juruselamat sanggup lahir ke di di di dalam dunia untuk menebus dosa kami supaya manusia yang berdoa tidak binasa tetapi diselamatkan berasal dari maut dan meraih keselamatan. Marilah kami renungkan sejenak makna Natal di di di dalam kehidupan kita? Apakah Natal cuma hanya untuk merayakan hari kelahiran Tuhan Yesus atau justru Natal kami pandang sebagai suatu hal yang sangat kudus di mana lewat moment kelahirannya kami sanggup diselamatkan berasal dari maut.
Pada hari Natal, sudah lahir seorang bayi mungil di Betlehem. Ia lahir di kandang domba yang simpel dan jauh berasal dari kemewahan. Seharusnya terhadap saat ini kami pun merayakan kelahirannya bersama dengan bersama dengan simpel supaya kami tahu makna perlu berasal dari Natal ini. Pada saat ini banyak gereja yang berlomba-lomba untuk merayakan Natal bersama dengan bersama dengan sangat mewah. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan sebaik mungkin. Worship Leader, Penatalayan/singer, penerima tamu, undangan, pembicara terkenal, dan terhitung dekorasi gereja terhitung pohon Natal yang sangat mewah dan besar yang turut jadi penghias gedung Gereja.
Seharusnya di di di dalam moment kelahirannya ini kami dajarkan untuk sharing bersama dengan bersama dengan sesama yang sesungguhnya. Berkumpul bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan saudara seiman kami gara-gara kebersamaan merupakan sumber kebolehan yang berasal berasal dari padaNya. Dalam sebuat acara ibadah maupun Perayaan Natal, diperlukan susunan acara supaya acara yang terjadi cocok bersama dengan bersama dengan apa yang sudah ditetapkan. Susunan acara ini sanggup menjadikan patokan acara di di di dalam beribadah. Karena pentingnya susunan acara di di di dalam ibadah, peluang kali ini sanggup diberikan contoh susunan langkah Natal. Kiranya susunan acara ini sanggup jadi contoh bagi kami semua. Semoga bermanfaat.Susunan Perayaan Ibadah Natal 25 Desember
Tema: Kebersamaan Natal Sumber Kekuatan (1 Petrus 1:22-23)
I. IBADAH
1. Saat Teduh
2. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat No.3 Bait 1,4 “Kami Puji bersama dengan bersama dengan Riang” (Jemaat duduk)
1. Kami puji bersama dengan bersama dengan riang Dikau, Allah yang besar; Bagai bunga t’rima siang, hati kami pun mekar. Kabut dosa dan derita, kebimbangan tlah lenyap. Sumber bahagia yang abadi, b’ri sinarMu menyerap.
4.Mari kami pun memuji bersama dengan bersama dengan nada menggegap, menyanyikan kuasa kasih yang teguh dan terhitung tetap. Kita maju dan bernyanyi, jaya kendati diserang, Ikut gunakan kasih di di di dalam lagu pemenang.
3. Votum dan Salam (Jemaat berdiri)
Pemimpin :
Ibadah perayaan Natal ini demi kemuliaan Allah yang mampir menjelma di di di dalam Yesus Kristus, yang menuntun manusia kepada keselamatan dan terhitung terangNya yang ajaib dan yang sanggup memerintah tetap sebagai Raja. Kiranya kasih dan penyertaannya turun ke atas kami semua.
Jemaat   :
Sebab seorang Anak sudah lahir untuk kami ke di di di dalam dunia ini, seorang Putera sudah diberikanNya untuk kita, simbol pemerintahan tersedia di atas bahuNya dan namaNya disebutkan orang : Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.
Pemimpin :
Terpujilah Tuhan yang membawa keselamatan bagi kita, damaiNya tersedia di hati tiap-tiap orang yang beriman kepada Tuhan di di di di dalam nama Yesus Kristus. Kiranya berkat Natal tercurah atas saudara sekalian.
Jemaat  :
Dan tercurah atas saudara juga
Pemimpin :
Dengarlah nats pembimbing kami terhadap hari ini yang terambil berasal dari Yohanes 3:16-17 demikian Firman Tuhan “Karena begitu besar kasih Allah sanggup dunia ini, supaya Ia sudah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya tiap-tiap orang yang yakin kepada-Nya tidak binasa, melainkan meraih hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke di di di dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.”
Semua : Tuhan adalah Terangku dan keselamatanku, Dialah Bapa  dan Rajaku, Haleluya, Amin
4. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat No.101 Bait 1-4 “ Alam Raya Berkumandang” (Jemaat duduk)
Alam raya berkumandang oleh pujian mulia; berasal dari gunung, berasal dari padang kidung malaikat bergema; Gloria in exelsis Deo! Gloria in exelsis Deo!
Hai gembala, kar’na apa sambutan ini menggegar? Bagi Maharaja siapa sorak sorgawi terdengar? Gloria in exelsis Deo! Gloria in exelsis Deo!
Sudah lahir Jurus’lamat itu berita lagunya. Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan padaNya. Gloria in exelsis Deo! Gloria in exelsis Deo!
Ikutilah, hai gembala, nyanyian sorga yang merdu; mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu! Gloria in exelsis Deo! Gloria in exelsis Deo!5. Pembacaan Mazmur secara bersahut-sahutan (Jemaat berdiri)
Mazmur 28:1-9 “TUHAN, perisaiku
6. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat No.92 Bait 1-3 “Malam Kudus” (Jemaat berdiri)
S’lamat, s’lamat datang, Yesus, Tuhanku! Jauh berasal dari sorga tinggi kunjunganMu. S’lamat datang, Tuhanku ke di di di dalam dunia; Damai yang Kaubawa tidak tersedia taranya. Salam, salam!
“Kyrie eleison”: Tuhan, tolonglah! Semoga kidung kami tak bercela. BundaMu Maria diberi karunia. Melahirkan Dikau kudus dan mulia. Salam, salam!
Nyanyian malaikat nyaring bergema; gembala mendengarnya di Efrata: “Kristus sudah lahir, hai yakin kabarku! Dalam kandang domba kau sanggup bertemu.” Salam, salam!
Datang orang Majus turut bintangNya, membawa perlindungan dan menyembah. Yang dipersembahkan: kemenyan, emas dan mur; Pada Jurus’lamat mereka bersyukur. Salam, salam!7. Penyalaan Lilin: diiringi oleh organ berasal dari Kidung Jemaat No.109 “ Hai Mari Berhimpun” (Jemaat duduk)
Ketua Panitia Natal
Pendeta
Kepala Desa setempat atau yang mewakili
Perwakilan undangan
Perwakilan undangan
Perwakilan undangan
Perwakilan undanganSetelah semua lilin dinyalakan, Jemaat berdiri dan menyanyi berasal dari Kidung Jemaat No.92 Bait 1-3 “Malam Kudus”
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap. Hanya dua berjaga tetap papa bunda mesra dan kudus; Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.
Malam Kudus sunyi senyap. Kabar baik menggegap; bala sorga menyayikannya, kaum gembala menyaksikannya: “Lahir Raja Syalo, lahir Raja Syalom!”
Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat tercermin bagi kami tetap di wajahMu, ya Anak kudus, cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.8. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat No. 109 Bait 1-3“ Hai Mari Berhimpun” (Jemaat berdiri)
1. Hai mari, berhimpun dan bersukaria! Hai mari semua ke Betlehem! Lihat yang lahir, Raja Balasorga!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan Puji Dia, Tuhanmu!
2. Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t’lah turun jadi manusia. Allah sendiri di di di dalam rupa insan!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan Puji Dia, Tuhanmu!
3. Gembala dipanggil berasal dari padang raya menuju palunganNya yang rendah. Kita pun turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia, sembah dan Puji Dia, Tuhanmu!
9. Khotbah (Jemaat duduk)
a. Jemaat bernyanyi berasal dari Pelengkap Kidung Jemaat No.15  “ Kusiapkan Hatiku, Tuhan”
Kusiapkan hatiku, Tuhan, menyambut firmanMu, saat ini. Aku sujud menyembah Engkau di di di dalam hadiratMu, saat ini. Curahkanlah pengurapanMu kepada umatMu, saat ini. Kusiapkan hatiku, Tuhan, mendengar firmanMu. FirmanMu, Tuhan, tidak tersedia berubah, sejak semulanya dan s’lama-lamaya tidak tersedia berubah. FirmanMu, Tuha, penolong hidupku, Kusiapkan hatiku, Tuhan, menyambut firmanMu.
b. Firman (1 Petrus 1:22-23)
c. Respon Firman. Jemaat bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat No.48  “ Kemuliaan Bagi Bapa”
Kemuliaan bagi Bpa, Putra dan Roh Kudus, layaknya semula, kini dan tetap dan kekal selama-lamanya. Amin.
d. Khotbah “Kebersamaan Natal Sumber Kekuatan”
e. Pemberian kenang-kenangan
10. Persembahan Pujian berasal dari Vocal kelompok Gereja undangan
11. Bernyanyi berasal dari Pelengkap Kidung Jemaat No.14 “Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan” (Jemaat berdiri)
Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya. Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, kunyanyikan s’lamanya. Kututurkan tak jenuh kasih setiaMu, Tuhan; kututurkan tak jenuh kasih setiaMu turun temurun. Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, selamanya. Kunyanyikan kasih setia Tuhan selamanya, kunyanyikan s’lamanya.
12. Liturgi 1 (Sekolah Minggu) (Jemaat duduk)
Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat  No.120  Bait 1-3 “Hai, Siarkan di Gunung” (Jemaat berdiri)
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua, hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
1. Di saat kaum gembala memelihara dombanya, terpancar berasal dari langit chaya mulia.
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua, hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
2. Gembala sangat cemas saat mendengar nyanyian bala surga gempita menggegar.
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua, hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
3.Terbaring di palungan yang hina dan rendah, Sang Bayi beri tambahan selamat dunia.
Hai, siarkan di gunung di bukit dan di mana jua, hai, siarkan di gunung lahirnya Almasih!
13. Persembahan Pujian Persembahan berasal dari Gereja undangan (Jemaat duduk)
14. Liturgi 2 (Pemuda Remaja)
15. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat  No.64  Bait 1-3 “Bila Kulihat Bintang Gemerlapan” (Jemaat duduk)
Bila kulihat bintang gmerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar, ya Tuhanku, tak putus saya heran memandang ciptaanMu yang besar.
Maka jiwaku pun memujiMu; “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memujiMu; “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu di di di dalam Penebus, ‘ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh putraMu darahNya kudus.
Maka jiwaku pun memujiMu; “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memujiMu; “Sungguh besar Kau, Allahku!”
Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacitaku amatlah besar.kar’na terkabullah yang kurindukan: memandang Dikau, Tuhanku akbar.
Maka jiwaku pun memujiMu; “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memujiMu; “Sungguh besar Kau, Allahku!”
16. Liturgi 3 (Kaum Ibu dan kaum Bapak)
17. Persembahan Pujian tarian Gereja undangan
18. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat  No.110  Bait 1-3 “Di Betlehem T’lah Lahir Seorang Putera” (Jemaat duduk)
Di Betlehem t’lah lahir seorang Putera. Semoga ‘ku jadi abadi milikNya, Sungguh, sungguh, abadi milikNya.
Hatiku kubenamkan di di di di dalam kasihNya; padaNya kuserahkan diriku s’lamanya, sungguh, sungguh, diriku s’lamanya.
Ya Yesus, Kau kucinta sepanjang hidupku; bagiku jadi indah sinar kasihMu, sungguh, sungguh, sinar kasihMu.19. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat  No.94  Bait 1-4 “Hai Kota Mungil Betlehem” (Jemaat berdiri)
Hai kota mungil Betlehem, betapa kau senyap; bintang di langit cemerlang memandang kau lelap. Namun di lorong g’lapmu bercahaya T’rang baka: Harapanmu dan doamu kini terkabullah.
Sebab bagimu lahir Mesias, Tuhanmu: malaikatlah penjagaNya di malam yang teduh. Hai bintang-bintang fajar, b’ritakan Kabar Baik: Sejahtera di dunia! Segala puji naik!
Terang di malam sunyi t’rang sorga berseri; demikian karunia bagimu diberi. DatangNya diam-diam di dunia bercela; Hati terbuka dan lembut ‘kan dimasukiNya.
Ya Yesus, Anak Betlehem, kunjungi kami pun; sucikanlah, masukilah yang senang menyambutMu. Telah kami dengarkan Berita mulia; Kau beserta manusia kekal selamanya.20. Renungan Natal
21. Persembahan (Jemaat duduk)
MJ :
Tiba saatnya bagi kami untuk beri tambahan persembahan. Sebelum kantung persembahan diedarkan dengarkanlah nasihat persembahan yang diambil alih berasal dari 2 Korintus 9:7-8 “Hendaklah tiap-tiap beri tambahan menurut bersama dengan bersama dengan kerelaan hatinya, jangan bersama dengan bersama dengan sedih hati atau gara-gara paksaan, gara-gara Allah mengasihi orang yang memberikan bersama dengan bersama dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya anda tetap berkecukupan di di di di dalam segala suatu hal dan jadi berkelebihan di di di di dalam pelbagai kebajikan.”
Sambil kantung persembahan diedarkan, jemaat bernyanyi berasal dari Pelengkap Kidung Jemaat No.146 dan sesudah itu “Bawa Persembahanmu Dalam Rumah Tuhan”
1. Bawa persembahanmu di di di dalam tempat tinggal Tuhan bersama dengan bersama dengan senang hatimu, janganlah jemu. Bawa persembahanmu, bawa bersama dengan bersama dengan suka.
Bawa persembahanmu, isyarat sukacitamu, bawa persembahanmu, ucaplah syukur.
2. Rahmat Tuhan padamu tidak tertandingi oleh apa saja pun di di di dalam dunia. Kasih dan karunia sudah kau terima.
Bawa persembahanmu, isyarat sukacitamu, bawa persembahanmu, ucaplah syukur.
3. Persembahkan dirimu untuk Tuhan gunakan supaya kerajaanNya jadi nyatalah. Damai dan sejahtera diberikan Tuhan.
Bawa persembahanmu, isyarat sukacitamu, bawa persembahanmu, ucaplah syukur.
22. Doa Syafaat
23. Bernyanyi berasal dari Kidung Jemaat  No.99  Bait 1- 3 “Gita Sorga Bergema” (Jemaat berdiri)
Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia! Damai dan sejahtera turun di di di dalam dunia.” Bangsa-bangsa bangkitlah dan bersoraklah serta, Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib! Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”
Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka, lahir di di di dalam dunia dan Maria bundaNya. Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal; di di di dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel! Gita sorga bergema, “Lahir Raja Mulia!”
Raja Damai yang besar, Surya Hidup yang benar, membawa dampak sembuh dunia di naungan sayapNya, tak memandang diriNya, lebih-lebih maut ditrimaNya, lahir untuk memberikan hidup baru abadi! Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”24. Berkat + Saat teduh
Pemimpin :
Kini pulanglah dan terimalah berkat yang berasal dari padaNya “Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera berasal dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai saudara kini dan selamanya.” Amin.
Jemaat:
Amin.. Amin.. Amin..
PERAYAAN NATAL
II. KATA-KATA SAMBUTAN
Ketua Panitia Natal
Perwakilan undangan
Kepala Desa setempat atau yang mewakiliIII. HIBURAN
Persembahan Pujian dan tarian Anak Sekolah Minggu
Persembahan Pujian Kaum Ibu
Drama Pemuda Remaja
Persembahan Pujian Kaum Bapak
Persembahan Pujian Majelis JemaatIV. FOTO BERSAMASelesai.

Contoh Susunan Acara Natal dan Tahun Baru


RENUNGAN HARIAN
Renungan 1
Be the True Light
Bacaan: Yohanes 1:1-18
“ia berkunjung sebagai saksi untuk berikan kesaksian berkenaan terang itu, agar oleh dia seluruh orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia kudu berikan kesaksian berkenaan terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi tiap tiap orang, tengah berkunjung ke dalam dunia.”
Yohanes 1:7-9
3 Renungan Harian yang Penuh makna Saat TeduhJadilah terang yang sesungguhnya. Apa yang tersedia di benak kami pas mendengar sepenggal kata-kata tersebut? Apakah sebuah matahari yang bersinar bersama terang pada siang hari, sebuah lampu dalam ruangan yang tengah dinyalakan atau sebuah lilin yang dinyalan pas tengah gelap? Mari kami melihat ilustrasi setelah itu ini. Ketika kami menyalakan sebuah lilin dalam suasana terang, apakah lilin itu memiliki fungsi bagi kita?
Tentu saja tidak, sebab tersedia cahaya yang jauh lebih terang dibandingkan bersama nyala lilin yang kami nyalakan. Beda halnya pas kami menyalakan sebuah lilin di daerah yang gelap. Ketika di daerah gelap, lilin itu tentu memiliki fungsi bagi kami yakni untuk menerangi kami di tengah kegelapan. Lalu apakah jalinan ilustrasi setelah itu bersama kita? Pada pas ini kami orang yang percaya kepadaNya misalnya sebuh lilin yang berada di tengah kegelapan yang kudu menyinari lebih tidak memadai kami dan memberi tambahan saran kepada orang-orang yang berada di dalam kegelapan tersebut. Dalam Efesus 5:8-10 dikatakan demikian “Memang dahulu anda adalah kegelapan, tetapi pas ini anda adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, sebab terang cuma berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang mau kepada Tuhan.” Karena kami merupakan anak-anak Allah yang pada pas ini hidup di dalamNya maka kami dikatakan sebagai anak-anak terang. Anak-anak terang merupakan anak-anak Allah yang hidup seturut bersama kehendakNya dan sanggup menjadi sebuah kesaksian hidup bagi sesama kita. Kita misalnya domba yang berada di tengah kawanan serigala yang kudu tetap mengabarkan kabar berkenaan kebaikan dan keselamatan yang daripadaNya.
Pada pas ini seringkali kami mendengar pemberitaan di sarana sosial maupun sarana elektronik berkenaan orang percaya yang hidup tidak seturut bersama kehendakNya bersama lakukan penipuan lebih-lebih pembunuhan. Bahkan tak banyak terhitung di lebih tidak memadai kami para pemuda maupun pemudi yang hidupnya berada dalam kegelapan dan tidak menjadi saksi Kristus. Para pemuda atau pemudi ini rajin melayani Tuhan di dalam Gereja atau sebuah persekutuan, tetapi hidupnya tetap tersedia dalam kegelapan bersama mabuk-mabukan atau lebih-lebih pakai obat terlarang dan terhitung pacaran tidak kudus di hadapannya. Apakah ini yang disebut sebagai anak-anak terang? Dalam 1 Yohanes 1:6 terhitung dikatakan layaknya ini ”Jika kami katakan, bahwa kami mencapai persekutuan bersama Dia, tetapi kami hidup di dalam kegelapan, kami berdusta dan kami tidak lakukan kebenaran.” Ketika tersedia yang bertanya kepada kami layaknya ini, anda anak Allah, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, apakah anda adalah anak terang? Jika kami berbicara “Iya saya adalah anak terang” tetapi kami sendiri tidak melihat bagaimana langkah hidup kami yang tetap belum benar di hadapanNya serupa saja kami udah berdusta kepadaNya. Kita udah dikatakan sebagai anak terang jikalau memang hidup kami sendiri udah hidup menurut kehendakNya bersama tidak lakukan tingkah laku yang tidak benar.
Hidup sebagai anak terang
Saat kami mengahadiri ibadah tentu seringkali kami mendengar khotbah berkenaan “Jadilah terang dan garam dunia.” Seringkali pas kami mendengar khotbah rasanya mudah sekali untuk menjadi terang, tetapi dalam prakteknya menjadi terang itu sangatlah sulit. Lalu bagaimana caranya agar kami hidup sebagai anak terang? Berikut dapat dijelaskan langkah hidup anak-anak terang.
1. Mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
Hal pertama yang kudu dilakukan sebagai anak terang yakni bersama mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat terlebih dahulu. Ketika kami udah mengenalnya, kami tentu dapat segan untuk lakukan apa yang tidak dikehendakinya. Agar kami sanggup mengenalnya yakni bersama membentuk jalinan yang baik denganNya. Setiap hari kami sanggup pas teduh dan membaca Firmannya. Firman Tuhan merupakan pedoman hidup bagi orang percaya. Semakin sering kami membaca Firmnannya, kami dapat makin lama lama mengetahui apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi kita.
2. Hidup seturut bersama tekad Allah
Hidup seturut bersama tekad Allah merupakan ciri hidup anak-anak terang. Dengan hidup seturut bersama kehendaknya artinya kami udah tidak hidup di dalam kegelapan lagi. Kita tidak malu untuk beri salam orang yang lakukan kesalahan, kami mau mengasihi dan mengampuni orang yang udah menyakiti hati kami lebih-lebih kami tidak dapat merendahkan orang lain.
3. Menjadi saksi yang hidup di tengah-tengah sesama
Menjadi saksi yang hidup di tengah-tengah sesama artinya kehidupan kami dan tiap tiap tingkah laku kami harusnya menjadi berkat. Ketika orang lain melihat tingkah laku kami yang baik, tentunya orang lain dapat melihat hidup kami layaknya terang yang berada di tengah kegelapan. Bahkan pas melihat kehidupan kita, orang lain dapat beralih menjadi lebih baik.
Menjadi terang di tengah kegelapan memang sulit, tetapi lebih sulit lagi jikalau kami hidup di dalam kegelapan dan tidak menjadi berkat bagi orang lain. Jika kami memang belum menjadi terang, marilah kami tinggalkan kegelapan itu dan menjadi hidup seturut bersama kehendakNya. Ketika kami menjadi hidup dalam terang tentu banyak godaan dan kemungkinan banyak teman-teman kami yang tidak bahagia lebih-lebih menjauhi dirinya berasal dari kita. Namun, itu lebih baik bukan daripada kami kudu kehilangan kasihNya dan terus-menerus menerus hidup dalam kegelapan. Ibrani 10:32-33 berbicara demikian “Ingatlah dapat era lalu. Sesudah anda menerima terang, anda banyak menderita oleh sebab anda bertahan dalam perjuangan yang berat, baik pas anda dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun pas anda mengambil alih alih anggota dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.” Jika kami udah hidup di dalam terang, seringkalai banyak ujian yang kudu kami lalui. Namun, kami kudu tetap menjadi saksi bagiNya dan terus-menerus menjadi terang di tengah sesama kami lewat langkah hidup dan tingkah laku kita. Kita kudu menjadi terang yang sejati yang sanggup menyinari langkah hidup orang-orang yang belum percaya dan mengenalNya. Janganlah risau untuk hidup di dalam terang, tetapi takutlah jikalau kami kudu hidup di dalam gelap. Sebab, hidup di dalam gelap dapat sebabkan kami tidak mencapai kasih dan kemuliaanNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Give plus Take
Bacaan: Kisah Para Rasul 20:28-36
“Dalam segala suatu perihal udah kuberikan misal kepada kamu, bahwa bersama bekerja demikian kami kudu menunjang orang-orang yang lemah dan kudu mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri udah mengatakan: Adalah lebih bahagia berikan berasal dari pada menerima.”
Kisah Para Rasul 20:35
Jika pada pas ini kami diberi dua pertanyaan layaknya ini, mana yang lebih anda menentukan “memberi” atau “menerima”? Pasti banyak salah satu kami yang berbicara bahwa kami lebih bahagia berikan daripada menerima. Namun dalam kenyataannya, kami justru lebih sulit berikan daripada menerima. Ketika kami mau berikan kadang pas rasanya sulit. Banyak alasan yang justru terkesan dibuat-buat jikalau kudu memberi. Menerima suatu perihal berasal dari orang lain memang menyenangkan hati kita, tetapi pas sanggup berikan kepada orang yang kudu rasa bahagia yang kami rasakan dalam hati kami justru dapat berlipat ganda. Tuhan saja bilang kepada kami bahwa lebih bahagia berikan daripada menerima, kemudian mengapa kami tetap sulit untuk memberi?
Masih ingatkan kami bencana alam yang baru berlangsung lebih dari satu pas ini. Bencana alam yang mengejutkan kami seluruh dan kemungkinan tetap teringat di benak kita. Ya, bencana tsunami yang menimpa Palu, Donggala dan sekitarnya. Puluhan ribu manusia dinyatakan meninggal dunia. Banyak orang yang kudu kehilangan keluarga, daerah tinggal dan terhitung mata pencaharian. Namun apa yang kami lakukan pas kami mendengar berita tersebut? Sudahkah kami berikan berkat kepada mereka yang terkena bencana alam tersebut? Saat saya terhubung sosial sarana berkenaan tulisan bencana alam ini, banyak sekali komentar penduduk menjadi berasal dari pemberian lebih-lebih kata-kata yang tidak pantas. Beberapa netizen mengkritik jikalau penduduk yang terkena musibah ini tidak berperilaku baik sebab mencuri. Apakah kalian mengetahui mengapa mereka lakukan itu? Mereka lakukan itu untuk bertahan hidup demi sesuap nasi maupun seteguk air. Bantuan tidak sanggup mereka menerima sebab akses jalan terputus. Mereka kedinginan, kelaparan dan kehausan. Mereka kecemasan dan terus-menerus dilanda perasaan sedih sebab mereka terhitung kudu kehilangan orang-orang yang mereka kasihi. Apakah kami udah memberi tambahan pemberian kepada mereka meskipun sedikit?
Terkadang manusia sanggup lupa dapat dirinya dan keberadaannya. Terkadang manusia lupa bahwa segala apa yang mereka memiliki adalah pemberian Tuhan yang pas kami meninggalkan dunia ini kami tidak dapat membawa apa-apa. Yang kami bawa cuma pertanggung jawaban berasal dari apa yang kami lakukan semaa hidup kami yakni berbentuk tingkah laku baik maupun tingkah laku jahat. Jika kami tetap sulit untuk memberi, ingatlah bahwa apa yang kami memiliki merupakan memiliki Tuhan. Tuhan saja mau memberi tambahan berkat kepada kita, era kami yang udah menerima berkatnya tidak mau ikut memberi tambahan berkat kepada sesama yang kudu bantuan? Ketika kami menghendaki memberi, mulailah berasal dari berkenaan kecil. Seperti menunjang teman kami yang kudu pemberian atau memberi tambahan sedikit berkat kami kepada penegemis. Janganlah terhitung kami memberi tambahan apa yang kami memiliki kepada Tuhan bersama 1/2 hati dan bersama rasa paksaan. Sebab Tuhan tidak dapat mau menerima apa yang kami berikan kepadaNya.
Memberi dan menerima adalah dua tingkah laku yang berbeda. Ketika kami menerima pemberian orang lain rasa bahagia dapat keluar dalam hati kita, tetapi berkenaan yang lebih membahagiakan lagi adalah sanggup berikan kepada sesama yang kudu pemberian bersama hati yang tulus dan ikhlas. Ketika kami mau berikan artinya kami udah mengetahui bahwa apa yang kami memiliki adalah memiliki Allah. Selain itu kami terhitung mengetahui bahwa segala apa yang kami memiliki adalah pemberian dariNya bagi kami anak-anakNya. Oleh sebab itu, marilah kami menjadi berikan jangan teru mau menerima pemberian saja. Ingatlah Tuhan dapat tetap memberi tambahan berkat bagi kami yang tidak ternilai harganya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Sebuah Tanggung Jawab
Bacaan: Yunus 1:1-17
“Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah pada mereka, sebab kejahatannya udah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh berasal dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang dapat berangkat ke Tarsis. Ia membayar ongkos perjalanannya, sehabis itu naik kapal itu untuk berlayar bersama bersama mereka ke Tarsis, jauh berasal dari hadapan TUHAN. Tetapi TUHAN turunkan angin ribut ke laut, sehabis itu terjadilah badai besar, agar kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.”
Yunus 1:1-4
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab. Baik anak-anak maupun orang dewasa tentu memiliki dan lebih-lebih diberikan tanggung jawab. Semakin kami dewasa, tanggung jawab yang kami memiliki dapat makin lama lama besar dan lebih sulit dibandingkan anak kecil. Mungkin tanggung jawab seorang anak adalah belajar bersama sebaik-baiknya agar mencapai nilai yang baik. Namun pas dewasa tanggung jawab itu menjadi lebih besar sanggup berbentuk tanggung jawab dalam pekerjaan maupun tanggung jawab dalam keluarga. Apakah kami udah mengerjakan tanggung jawab yang kami memiliki bersama baik?
Sejak kami kecil kecil kemungkinan kami sering mendengar cerita Yunus. Yunus adalah orang yang dipilih Tuhan untuk mewartakan kabar keselamatanNya kepada Niniwe.Namun, Yunus coba lari berasal dari tanggung jawab itu. Ia tambah pergi dan bersembunyi ke Tarsis. Apakah Tuhan mau bersama sikap Yunus? Tentu saja tidak. Tuhan beri salam Yunus bersama mendatangkan angin ribut dan sampai sehabis itu Yunus berada di dalam perut ikan 3 hari 3 malam lamanya.
Mungkin diatara kami dulu mengalami berkenaan yang serupa layaknya Yunus. Ketika kami memiliki tanggung jawab atau dipercayakan sebuah tanggung jawab, kami kadang pas berupaya lari berasal dari tanggung jawab itu dan menyuruh orang lain untuk menyelesaikannya. Perlu diingat, tiap tiap orang memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan itu kudu diselesaikan sampai akhir. Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab dan pas menjadi tanggung jawab yang kami lakukan itu sulit, mintalah bimbingan dan hikmat Tuhan agar kami sanggup selesaikan tanggung jawab itu bersama baik sebab apa pun yang kami lakukan di dalam namaNya tidak tersedia yang tidak mungkin.
Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab atau komitmen baik dalam sekolah, perkuliahan, pekerjaan maupun pelayanan, selesaikanlah tanggung jawab itu. Janganlah layaknya Yunus yang coba lari berasal dari tanggung jawab yang diberikan. Kita memang sebagai manusia seringkali berpikir bahwa tanggung jawab yang kami memiliki amat berat dan kami tidak sanggung untuk menyelesaikannya. Terkadang kami menyesal mengapa kami kudu mengambil alih alih tanggung jawab itu. Ketika kami memiliki tanggung jawab dalam pelayanan, kadang pas kami lalai dan menomorduakan sarana yang harusnya kami lakukan. Apakah Tuhan bahagia jikalau kami bersikap layaknya itu? Tentu saja Tuhan tidak senang. Semua tanggung jawab itu serupa tidak tersedia yang lebih besar dan tidak tersedia yang lebih kecil. Ketika kami menjadi lelah dan meninggalkan tanggung jawab yang kami memiliki mintalah hikmat dan penyertaan Tuhan. Tuhan tentu dapat memampukan dan menguatkan kita. Ketika kami menjadi lalai, Tuhan tentu dapat beri salam kami bersama caraNya sebab Dia menghendaki kami menyelesaikannya sampai akhir.
Ingatlah bahwa kami seluruh memiliki sebuah tanggung jawab yang berbeda-beda yang kudu kami selesaikan.Mintalah hikmat dan bimbingan Tuhan agar kami dimampukan untuk selesaikan tanggung jawab itu bersama baik. Tuhan Yesus memberkati.

3 Renungan Harian yang Penuh makna Saat Teduh


RENUNGAN HARIAN
Management Waktu
Bacaan: Efesus 5:15-17
“Karena itu, perhatikanlah bersama dengan bersama dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah layaknya orang bebal, tetapi layaknya orang arif, dan pergunakanlah selagi yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu, janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah sehingga kamu mengetahui hasrat Tuhan.”
Efesus 5:15-17
RENUNGAN HARIAN Tantang Waktu yang tidak dapat terulangWakt u adalah suatu hal yang terjadi begitu cepat. Tanpa kemungkinan kami sadari, selagi kadang-kadang mendahului kami dan dapat mempunyai pergi semua kenangan dan apa yang kami miliki. Tidak ada seorangpun berasal dari terhadap kami yang dapat menghentikan berjalannya waktu. Kita tidak dapat mencegahnya atau memutar balikkan selagi yang sudah kami lewati.Kita tidak dapat ulang ke jaman lalu apalagi ke jaman depan. Ibaratnya selagi adalah suatu hal yang benar-benar mempunyai nilai dan tidak boleh sedetikpun kami menyia-nyiakan selagi yang kami punya. Bahkan ada slogan yang mengatakan bahwa selagi adalah uang. Ketika kami menyia-nyiakan waktu, itu serupa saja kami menyiakan-nyiakan rejeki yang bakal kami peroleh. Namun, tidak sedikit di terhadap kami yang masih ada masalah untuk sesuaikan selagi dan prioritas yang dimilikinya. Sebelum itu, mari kami ketahui khususnya dahulu apa itu logika mengenai waktu.
1. Tidak dapat diperbaharui
Waktu adalah suatu hal yang tidak dapat diperbaharui karena selagi itu sudah tetap. Dalam 1 menit ada 60 detik. Dalam 1 jam ada 60 menit. Dalam 1 hari ada 24 jam.Semua itu tidak dapat kami perbaharui sehingga selagi yang sudah terpecahkan bakal terpecahkan begitu saja.
2. Selalu dipakai terhadap tiap tiap kegiatan
Ya, selagi adalah suatu hal yang selamanya kami memanfaatkan di dalam tiap tiap kegiatan. Tidak ada aktivitas yang kami jalani tidak memanfaatkan waktu. Ketika kami tidur, kami pun memanfaatkan waktu. Ketika kami bermalas-malasan kami pun memanfaatkan waktu. Waktu terjadi begitu cepat dan tidak bakal berhenti kendati kami menyuruhnya untuk berhenti.
3. Tidak dapat dimiliki oleh satu orang
Siapa yang dapat mempunyai waktu? Tidak ada seorangpun berasal dari terhadap kami yang dapat mempunyai waktu. Waktu itu bebas apalagi orang tertinggi di Indonesia pun tidak dapat mempunyai waktu. Jangankan pemimpin Indonesia, orang terkaya di dunia pun tidak dapat membeli selagi sehingga selagi itu adalah suatu hal yang tidak ternilai bersama dengan bersama dengan uang.
4. Dimiliki semua orang tanpa terkecuali
Ya selagi itu dimiliki semua orang. Semua orang yang ada di dunia ini mempunyai waktunya sendiri-sendiri. Waktu yang dimiliki manusia tidak serupa tergantung apa yang dia kerjakan. Tidak ada seorang pun yang dapat terbebas berasal dari waktu.
5. Tidak dapat ditabung, hanya dapat digunakan
Waktu yang kami mempunyai tidak dapat kami tabung layaknya uang. Jika kami bermalas-malasan lalu berpikir untuk menabungnya di sehabis itu hari itu salah besar. Sebab selagi hanya dapat kami memanfaatkan sekali saja. Tidak ada pengulangan selagi apalagi tidak ada menambahkan atau penguran waktu.
Terbatas
6. Waktu yang dimiliki manusia benar-benar terbatas.
Pada selagi ini, manusia di bumi hanya dapat hidup hingga 50 tahun.Lebih berasal dari itu bermakna bonus yang Allah berikan. Karena selagi yang terbatas, sebaiknya apa yang mesti kami lakukan? Yang mesti kami lakukan adalah memanfaatkan selagi itu bersama dengan bersama dengan sebaik-baiknya sehingga kelak tidak ada penyesalan yang menghantui kita.
Berbicara mengenai selagi sebetulnya tidak bakal ada habisnya karena selagi benar-benar menarik sekali untuk kami bahas. Karena selagi ini pula, sering terjadi kekeliruan mengenai selagi itu sendiri. Kekeliran inilah yang kadang-kadang mengakibatkan manusia jadi tidak mengahargai selagi yang dimilikinya. Namun sebetulnya kekeliruan apa saja yang sering kali manusia pikirkan mengenai waktu? Berikut memrupakan kekeliruan mengenai waktu.
1. Tidak lumayan waktu
Banyak di terhadap kami pasti yang sering berpikir bahwa selagi yang ia mempunyai tidak lumayan sehingga karena alasan ini pula manusia lalai bakal tiap tiap tugas dan tanggung jawab yang ia miliki. Dalam 1 hari Tuhan beri tambahan kami selagi 24 jam. Masakah di dalam selagi selam aitu kami masih bilang tidak lumayan waktu?
2. Waktu dibiarkan berlalu tanpa prioritas
Ini merupakan penyebab orang beranggapan bahwa ia tidak mempunyai lumayan waktu. Jika saja manusia mempunyai prioritas di dalam apa yang ia kerjakan, pasti selagi yang ia mempunyai cukup. Hal ini karena masih banyak di terhadap kami yang melepas selagi itu berlalu tanpa terdapatnya sebuah prioritas. Prioritas merupakan suatu hal yang mesti kami mempunyai karena tanpa prioritas seseorang tidak dapat sesuaikan waktunya bersama dengan bersama dengan baik.
3. Tidak mengetahui kapan mesti terasa dan terasa berasal dari mana
Saking banyaknya yang mesti ditunaikan kadang-kadang kami juga jadi bingung dan tidak mengetahui kapan kami mesti memulainya dan berasal dari mana kami mesti memulainya.Namun karena ini jugalah, manusia sering kali cerobah dan melepas apa yang selayaknya ditunaikan bersama dengan bersama dengan alasanga “gak mengetahui nih mesti terasa berasal dari mana. Jadi males mengakibatkan ngerjainnya.” Sikap layaknya ini justru salah dan jika dibiarkan selamanya menerus bakal mengakibatkan pekerjaan kami jadi banyak dan bertumpuk.
4. Hari esok kan ada, kenapa buru-buru?
Contoh lain kekeliruan manusia terhadap selagi yaitu bersama dengan bersama dengan tidak mengerjakan tugas yang diberikan secepatnya. Seringkali kami berpikir karena tugas yang diberikan dikumpul minggu depan atau apalagi bulan depan kami jadi mengerjakannya nanti. Hal ini jugalah yang mengakibatkan manusia jadi tidak dapat memanagement waktunya bersama dengan bersama dengan baik.
Efesus merupakan surat yang ditulis Paulus untuk jemaat di Efesus. Dalam Efesus 5:15-17 dijelaskan mengenai apa itu waktu. Mari kami menyimak satu per satu ayatnya.
Ayat 15
Perhatikanlah bersama dengan bersama dengan seksama bagaimana kamu HIDUP, janganlah layaknya orang BEBAL, tetapi layaknya orang ARIF
Dalam ayat 15 kami disuruh untuk menyimak bagaimana kami hidup. Apakah terhadap selagi ini kami hidup sebagai orang bebal atau justru sebagai orang arif? Orang bebal adalah orang yang ada masalah untuk mengerti, tidak cepat untuk menanggapi suatu hal dan ada masalah untuk diberi tahu. Berbeda bersama dengan bersama dengan orang arif. Orang arif merupakan sikap hidup seseorang yang bijaksana, cerdik dan pandai. Orang arif juga merupakan anggota hidup berasal dari anak-anak terang. Orang bebal bakal ada masalah untuk memanfaatkan selagi yang dimilikinya bersama dengan bersama dengan sebaik-baiknya. Namun orang arif bakal pintar memanfaatkan waktunya dan tidak bakal menyia-nyiakan selagi yang dia miliki. Lalu, terhadap selagi ini apakah kami hidup sebagai orang arif ataukah justru sebagai orang bebal yang tidak dapat mempergunakan waktunya bersama dengan bersama dengan baik?
Ayat 16
Dan pergunakanlah WAKTU yang ada, karena hari-hari ini adalah JAHAT
Hari-hari yang kami lalui adalah jahat. Hari yang sudah kami lalui tidak dapat kami ulang. Ketika kami sudah lakukan suatu kekeliruan mengenai yang dapat kami lakukan hanya menyesalinya. Oleh karena itu kami mesti mempergunakan selagi yang ada bersama dengan bersama dengan sebaik-baiknya sehingga kelak tidak ada penyesalan di dalam diri kita. Ketika kami dapat mempergunakan selagi bersama dengan bersama dengan baik, kami dapat jadi berkat dan misal bagi orang lain. Misalnya saja, selagi orang lain selamanya memandang kami berkunjung terlambat atau tidak tepat di dalam menyatukan suatu tugas. Apa yang bakal orang lain pikirkan? Tentu saja orang lain bakal beranggapan buruk. Oleh karena itu, marilah kami pergunakan selagi yang kami mempunyai bersama dengan bersama dengan sebaik-baiknya sehingga kami dapat jadi misal dan berkat bagi sesama. Mempergunakan selagi bersama dengan bersama dengan sebaik-baiknya dlaam kehidupan sehari-hari sangatlah sulit. Oleh karena itu, kami juga mesti sesuaikan tiap tiap aktivitas yang kami punya. Atur berdasarkan prioritasnya. Jangan hingga kami meninggalkan suatu tanggung jawab yang mesti hanya karena kami tidak dapat sesuaikan waktu.
Ayat 17
Sebab itu janganlah kamu BODOH, tetapi usahakanlah sehingga kamu MENGERTI KEHENDAK TUHAN.
Orang yang bodoh adalah orang yang sudah mengetahui apa tugas dan tanggung jawabnya dan sudah mengetahui apa prioritas di dalam hidupnya tetapi selamanya lalai dan tidak bertanggung jawab atas apa yang mesti dikerjakan. Salah satu mengenai yang mesti kami pahami di dalam kehidupan kami adalah mengetahui hasrat Tuhan. Dalam tiap tiap hidup kita, Tuhan sudah mempunyai kehendak. Jika terhadap selagi ini kami belum mengetahui apa maksuda dan hasrat Tuhan di dalam hidup dan kehidupan kami marilah kami renungkan dan langkah sederhana yang dapat kami lakukan adalah bersama dengan bersama dengan sesuaikan selagi yang kami miliki. Jangan biarkan selagi itu terjadi bersama dengan bersama dengan cepat melewati kami sehingga kami tidak mengetahui apa yang sudah terjadi terhadap hari ini di dalam hidup kita.
Ada lebih dari satu kalimat Stephen Tong mengenai selagi "Waktu tidak pernah terulang layaknya lingkaran, tetapi selamanya terjadi secara linear", "Waktu adalah mempunyai Allah yang diberikan kepada manusia bersama dengan bersama dengan jangka selagi tertentu", "Waktu adalah catatan, yaitu catatan segala suatu hal di di dalam teristimewa kami masing-masing. Segala suatu hal dicatat di di dalam selagi dan akan-harus kami pertanggungjawabkan di hadapan Pencipta". Apa yang sudah beliau katakan mengenai selagi adalah benar adanya. Waktu yang kami jalani tidak bakal pernah terulang ulang layaknya lingkaran, tetapi bakal selamanya terjadi lurus tanpa dapat kami hentikan atau kami cegah. Jika terhadap selagi ini kami masih berharap dapat ulangilah selagi maka harapan yang kami mempunyai itu percuma karena selagi bakal selamanya berjalan. Jika terhadap selagi ini saudara terasa menyesal bakal suatu hal mengenai dimasa lalu yang mesti saudara perbaiki dan dambakan rasanya ulang ke jaman lalu, bermakna saudara tidak dapat melakukannya. Yang dapat saudara lakukan adalah memperbaikinya terhadap selagi ini dan tidak mengulanginya kembali. Kemudian selagi adalah mempunyai Allah. Ya benar, selagi adalah mempunyai Allah dan tidak ada seorang pun berasal dari terhadap kami yang dapat memilikinya. Waktu yang Allah beri tambahan bagi kami sangatlah terbatas karena manusia mempunyai waktunya sendiri-sendiri. Yang dapat ditunaikan kami sebagai manusia adalah bersama dengan bersama dengan menekuni selagi yang ada sebaik kemungkinan sehingga kami tidak melepas satu mengenai pun yang mempunyai nilai di dalam hidup kita. Yang paling akhir adalah selagi merupakan sebuah catatan yang sudah kami perbuat yang kelak mesti kami pertanggung jawabkan kepada Allah.Memang benar, selagi adalah sebuah catatan. Apapun yang sudah kami lakukan dan kami perbuat entah itu baik maupun jahat sudah Tuhan ketahui. Kelak tiap tiap apa yang sudah kami perbuat mesti kami pertanggung jawabkan kehadapanNya dan kami tidak dapat lari berasal dari tanggung jawab itu.
Oleh karena itu, kami mesti mempunyai komitmen di dalam mengelola selagi yang kami miliki. Prinsip itu yaitu efektif dan efisien. Efektif bermakna dipergunakan sebaik mungkin. Sedangkan efektif bermakna dipergunakan sesingkat mungkin.Ketika kami mengerjakan sebuah tugas bukan bermakna kami mesti mengerjakan selagi itu di dalam selagi singkat tetapi justru hasil yang kami peroleh tidak maksimal. Namun, selagi mengerjakan sebuah tugas, lakukan tugas itu bersama dengan bersama dengan efektif dan efisien. Jangan selamanya menunda tugas yang dapat kami lakukan terhadap selagi ini. Dalam pilih prioritas selagi dapat kami memanfaatkan empat kuadran selagi yang diutarakan oleh Stephen R. Covey. Empat kuadran selagi itu dibagi jadi penting, tidak penting, mendesak dan tidak mendesak.
Penting tetapi mendesak
Penting tetapi tidak mendesak
Tidak mesti dan tidak mendesak
Penting dan tidak mendesak
Ketika kami dambakan membagi selagi kita, kami mesti mengetahui prioritas kami khususnya dahulu karena ada suatu hal yang sebetulnya tidak mesti dan tidak mendesak yang sebetulnya tidak mesti kami lakukan.Bermain game atau memandang drama Korea merupakan salah satu aktivitas yang tidak mesti tetapi tidak mendesak. Namun, kebanyakan orang jadi lebih mementingkan game atau apalagi drama Korea yang mesti ditontonnya daripada tugas yang ia miliki. Oleh karena itu tradisi selagi yang kami mempunyai merupakan habit akibat berasal dari aktivitas yang selamanya ditunaikan secara berulang-ulang. Jangan karena tradisi kami yang tidak baik justru kami mengakibatkan kepentingan orang lain jadi terbengkalai dan menghambat. Oleh karena itu, apa pun yang mesti kami lakukan mesti ditunaikan bersama dengan bersama dengan tepat waktu. Jangan biasakan budaya terlambat dan menunda selagi jadi tradisi kita. Kita mesti mengerjakan segala sesuatunya bersama dengan bersama dengan on time sehingga kami tidak bakal pengaruhi selagi dan tidak bakal ada orang lain yang terasa sudah dirugikan.
Adapun tahapan Management selagi yang dapat kami lakukan yaitu:
1. Menganalisis pola pemanfaatan waktu
Hal pertama yang mesti kami lakukan adalah menganalisis pola pemanfaatan selagi yang sudah kami lakukan terhadap selagi ini apakah sudah efektif atau belum. Jika dirasa belum efektif, mengenai yang dapat kami lakukan adalah mengganti pola pemanfaatan selagi selanjutnya sehingga llebih efektif dan efisien.
2. Evaluasi pemanfaatan waktu
Setelah menganalisis pola pemanfaatan waktu, mengenai yang dapat kami lakukan sehabis itu yaitu mengevaluasi pemanfaatan waktgu yang sudah kami lakukan apakah selagi yang ada sudah kami memanfaatkan bersama dengan bersama dengan baik. Jika belum, kami dapat menghapus aktivitas yang tidak bermanfaat, menaikkan kendali di dalam selagi serta meninjau sikap kita. Janganlah karena mengenai yang tidak berguna justru mengakibatkan kami jadi tidak menghargai selagi yang kami miliki. Kita mesti ingat selagi yang  ada sangatlah terbatas dan tanpa disadari ia terjadi begitu cepat tanpa dapat kami hentikan dan kami cegah sebagaimanapun kepintaran, kekayaan apalagi kekuasaan yang kami miliki.
3. Membuat rencana pemanfaatan waktu
Setelah lakukan evaluasi terhadap pemanfaatan selagi kita, mengenai yang mesti kami lakukan sehabis itu adalah mengakibatkan rencana pemanfaatan selagi sehingga kami dapat mengetahui hal-hal apa saja yang mesti ditunaikan dan diselesaikan terhadap selagi itu. Membuat rencana selagi terhadap dasarnya enteng untuk dilakukan. Namun, mengenai yang ada masalah adalah menerapkankan cocok bersama dengan bersama dengan rencana yang kami buat.
Waktu yang kami mempunyai sangatlah terbatas karena tidak selamanya kami mempunyai peluang yang serupa untuk mengerjakan suatu mengenai apalagi untuk hidup di dunia ini pun ada batasnya. Waktu tidak dapat kami cegah apalagi tidak dapat kami hentikan. Kita juga tidak dapat memutar ulang selagi dan kami tidak dapat memilikinya untuk kepentingan dan permintaan kita. Waktu adalah mempunyai Allah yang Ia beri tambahan kepada kita. Namun, selagi yang kami mempunyai sangatlah terbatas. Oleh karena itu, kami tidak boleh menyia-nyiakan selagi yang kami miliki. Janganlah ulang kami ada masalah untuk sesuaikan selagi kita. Ketika kami dapat sesuaikan selagi kami bersama dengan bersama dengan baik, maka kami dapat jadi misal dan berkat bagi orang lain. Pergunakan selagi yang ada bersama dengan bersama dengan sebaik-baiknya karena apa yang kamu lakukan terhadap selagi ini tidak dapat kamu ulang dan mesti dipertanggung jawabkan kelak selagi kami ulang ke rumah Bapa di Sorga. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN tentang Waktu yang tidak bisa diulang