Tampilkan postingan dengan label Renungan Malam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Malam. Tampilkan semua postingan

RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Hidup Beriman kepada Allah
Bacaan: Ibrani 11:1-40
"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta udah dijadikan oleh firman Allah, supaya apa yang kita memandang udah terjadi berasal dari apa yang tidak dapat kita lihat."
Ibrani 11:3
Salah satu perihal yang diharapkan Allah di di dalam kehidupan kita sebagai manusia yakni meliki iman kepadaNya. Iman adalah dasar hidup bagi orang percaya. Ketika seseorang mempunyai Iman yang teguh kepada Tuhan, ia pasti dapat lewat segala persoalan hidup yang dialami. Karena Iman seseorang tidak dapat cemas untuk konsisten melangkah maju karena yakin bahwa Tuhan dapat selalu menyertai.
RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Apa gunanya bagi kita orang yang yakin kepada Tuhan tapi tidak mempunyai iman? Hidup orang yakin yang tidak beriman dan hidup orang yakin yang beriman sungguh muncul terlampau mengetahui bedanya. Ketika orang yakin yang tidak beriman menghadapi suatu persoalan hidup, umumnya dia dapat menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan di di dalam kehidupannya. Ketika persoalan yang tersedia konsisten berkunjung dan menjadi tidak tersedia jalur muncul umumnya dia dapat kecewa kepada Tuhan dan dapat meninggalkan Tuhan. Berbeda bersama bersama orang yakin yang beriman. Ketika suatu persoalan hidup konsisten berkunjung menghadang layaknya ga ada habisnya, dia dapat selalu berdiri teguh dan selalu yakin atas seluruh janji Tuhan di di dalam hidupnya. Bahkan di di dalam Ibrani 11:1 dikatakan demikian "Iman adalah dasar berasal dari segala suatu perihal yang kita meminta dan bukti berasal dari segala suatu perihal yang tidak kita lihat." Pada waktu ini apakah kita sebagai orang yakin udah mempunyai iman yakin kepadaNya?
Hidup manusia adalah sebuah misteri dan sering kadang kehidupan ini justru layaknya potongan puzzle. Kita perlu melacak potongan-potongan yang hilang itu supaya menjadi potongan puzzle yang lengkap. Kehidupan manusia tidak tersedia yang mengetahui terkecuali Allah sendiri. Apa yang terjadi di di dalam kehidupan kita waktu ini, Ia ijinkan tersedia supaya kuasaNya menjadi nyata di di dalam kehidupan kita.
Namun, seringkali manusia menjadi cemas dan gentar ketika perlu diperhadapkan bersama bersama sebuah masalah. Bahkan tak sedikit diantar kita yang berpikir bahwa persoalan hidup yang dialami tidak dulu berhenti. Ketika satu persoalan selesai, persoalan baru kembali datang. Oleh karena itu, Tuhan meminta supaya kita mempunyai Iman yang teguh kepadaNya supaya kita selalu kuat di di dalam mengahadapi badai hidup ini.
Ketika badai hidup berkunjung menyerang kita tidak dapat cemas dan yakin Tuhan selalu menyertai kita kapan pun dan di mana pun karena Iman yang kita miliki. Namun, apakah tersedia alasan bagi kita untuk mempunyai Iman kepadaNya? Sebenarnya mempunyai Iman kepada Tuhan tidak perlu alasan karena Iman itu dapat muncul ketika kita dapat merasakan kasih Tuhan di di dalam kehidupan kita.
Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat kita peroleh ketika kita mempunyai Iman.
1. Karena Iman, segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin
Iman membuat segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin. Sebab karena Iman kita dapat konsisten yakin kepadaNya bahwa Ia dapat mengubahkan krhidupan kita lebih-lebih Ia dapat merampungkan masing-masing persoalan yang dialami.
Sama perihal nya layaknya Sara dan Abraham yang belum dikaruniai anak di di dalam era tuanya. Namun, karena Iman yang mereka miliki, mereka selalu yakin dan menunggu janji Tuhan tergenapi di di dalam kehidupan mereka. Karena iman itulah pada pada selanjutnya Sara miliki takaran dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Bagi manusia, apa yang dialami Sara adalah tidak kemungkinan terjadi karena Sara udah tua dan udah tidak dapat miliki takaran lagi. Namun, apa yang bagi manusia tidak kemungkinan terjadi bagi Allah seluruh itu tidak tersedia yang tidak mungkin. Jika pada waktu ini kita menjadi apa yang kita menghadapi atau kita meminta tidak kemungkinan terjadi, milikilah Iman kepadaNya karena Ia dapat menjadikan yang tidak kemungkinan menjadi mungkin.
2. Karena Iman, kita dapat memberi tambahan yang terbaik bagi Allah
Iman memampukan kita untuk memberi tambahan yang terbaik bagi Allah tanpa cemas kekurangan karena yakin bahwa Allah dapat mencukupkan. Ketika kita diperhadapkan bersama bersama kata memberikan apakah yang tersedia di di dalam analisis kita? Memberi sering kadang menjadi perihal yang susah ditunaikan terkecuali kita hanya terpaku pada kondisi diri sendiri saja. Seringkali ketika dapat memberi tambahan suatu perihal kepada orang lain lebih-lebih kepada Allah sendiri saja kita perlu berpikir lebih-lebih dahulu apakah terkecuali bersama bersama memberikan apa yang dibutuhkan tetap dapat tercukupi atau tidak.
Dalam cerita Kain dan Habel yang memberi tambahan persembahan untuk Tuhan, kita mengetahui bahwa persembahan Habel Tuhan menerima tapi persrmbahan Kain Tuhan tolak supaya muncul rasa iri di di dalam diri Kain. Habel dapat memberi tambahan persembahan yang terbaik bagi Tuhan karena ia mempunyai Iman yakin kepada Tuhan. Apa yang ia memberikan kepada Tuhan terhitung sebagai bentuk ucapan syukur atas kebaikan Tuhan di di dalam hidupnya dan di di dalam hidup keluarganya.
Jika pada waktu ini kuta tetap susah memberi tambahan yang terbaik bagi Allah, maka milikilah Iman kepadaNya. Sebab ketika kita memberi tambahan apa yang terbaik bagi Tuhan bersama bersama penuh bahagia cita, Tuhan dapat melimpahkan bekatNya yang baru dan melimpah.
3. Karena Iman, kita bahagia di hadapan Allah
"Tetapi tanpa iman tidak kemungkinan orang bahagia kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia perlu yakin bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberikan upah kepada orang yang serius melacak Dia." Ibrani 11:6. Iman yang kita mempunyai dapat membuat kita terlampau yakin dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan supaya kita menjadi bahagia di hadapanNya. Berkenan di hadapan Tuhan tidak perlu selalu berbuat baik dan rajin berdoa dan terhitung membaca firman-Nya, karena hidup bahagia di hadapan Allah perlu mempunyai Iman kepadaNya.
4. Karena Iman, kita dapat melangkah lewat ketidak pastian
Ketika hidup kita menjadi tidak pasti, terkecuali kita mempunyai Iman pasti kita dapat dapat lewat ketidak pastian itu. Ketika Musa memimpin bangsa Israel di padan gurun menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, pasti ia menjadi jalur yang dilaluinya tidak pasti. Namun, karena imannya kepada Allah Musa selalu nelangkah maju memimpin bangsa Israel. Kita pun perlu demikian, Iman yang kita mempunyai dapat membuat kita konsisten maju ketika kehidupan yang kita jalani menjadi tidak pasti.
5. Karena Iman, kita menjadi spesifik yang hidup seturut bersama bersama keinginan Allah
Iman yang kita mempunyai terhitung dapat membuat kita hidup seturut kehendakNya. Ingatkah kita cerita perihal Abraham yang Tuhan suruh untuk mempersembahkan Ishak anak yang dikasihinya. Apa yang Abraham lakukan? Abraham lansung menuruti apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Bisa saja Abraham menolak keinginan Tuhan, karena Ishak merupakan anak yang udah ia menunggu di era tuanya. Namun karena Iman yang dimilikinya, ia yakin bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya adalah baik adanya. Kita terhitung perlu mempunyai Iman yangvtaat supaya kita dapat menjadi spesifik yang hidup seturut bersama bersama keinginan Tuhan.
6. Karena Iman, kita dapat menjadi kesaksian hidup bagi orang lain
Hal lain yang dapat kita dapatkan ketika mempunyai iman yakni kita menjadi kesaksian yang hidup kepada orang lain. Iman dapat membuat orang lain memandang kehidupan kita menjadi teladannya supaya membuat orang lain yakin dapat kuasa, kasih dan penyertaan Tuhan.
Oleh karena itu. milikilah Iman yang benar di hadapanNya. Janganlah kita menyerah dapat kehidupan ini di di dalam menjadi menjual Iman kepercayan kita untuk suatu perihal yang sesaat. Ketika Iman kita diuji, selalu berdirilah teguh karena Ia terhitung yang dapat selalu menyertai kita. Sulit sebetulnya bagi kita untuk selalu berdiri ketika persoalan hidup berkunjung menghadang. Namun, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan Ia todak dulu meninggalkan kita sendirian. Berdoalah konsisten dan berserahlah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Singkat Tentang Firman Tuhan


TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Saat Teduh dan Membaca Renungan Setiap Hari
Pada pas ini, sering kita dengar arti SaTe atau Saat Teduh. Saat Teduh merupakan pas yang kita sedia kan untuk Tuhan agar kita bisa sadar kehendakNya lewat Firman dan renungan yang kita baca tiap-tiap harinya. Kita sering laksanakan pas teduh tetapi tidak membaca FirmanNya dengan alasan sibuk atau telah telah dan menganggap bahwa cuma dengan berdoa itu telah cukup. Lalu, apakah benar demikian? Manusia hidup berasal dari Firman Allah. Ketika kita rajin membaca Firman dan merenungkannya dan termasuk mengaplikasikannya dalam hidup kita maka kita bisa hidup seturut dengan kehendakNya dan sadar maksud Tuhan dalam hidup kita. Jika kita telah rajin bersaat teduh dan berdoa tetapi kita tidak membaca FirmanNya, itu sama saja tidak ada bermakna bagi kita dikarenakan Firman yang kita baca merupakan pedoman hidup bagi orang percaya.
5 TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Berdoa pas teduh pixabay.com
Renungan harian lebih berasal dari sekadar pas berdoa. Renungan yang kita baca pas teduh baik itu renungan pagi, renungan malam ataupun renungan harian bisa memulihkan hubungan kita dengan Allah agar kita termasuk bisa sadar maksud Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus datang untuk memulihkan hubungan itu dan menambahkan kita perumpamaan bagaimana hidup sebagai anak-anak-Nya lewat renungan dan Firman yang kita baca tiap-tiap harinya. Sewaktu Roh Kudus menimbulkan kita tiap-tiap untuk kembali ke keluarga Allah, kita kudu menyebabkan ketetapan berkenaan bagaimana kita bisa memprioritaskan pas kita bersama-Nya. Kita kudu punyai pas spesifik yang kita sedia kan bagiNya untuk sadar dan sadar kehendakNya lewat apa yang kita baca dan kita rasakan sewaktu pas teduh.
Jika terhadap pas ini kita menjadi belum bisa pas teduh dengan membaca renungan baik pagi ataupun malam, atau terlebih kita menjadi tidak bisa membaca renungan tiap-tiap hari, kita kudu ingan bahwa Firman yang kita baca merupakan pedoman dan sumber kehidupan kita. Doa memang merupakan nafas hidup orang percaya, tetapi manusia tidak bisa hidup berasal dari cuma semata-mata berdoa tetapi termasuk kudu membaca dan sadar kehendakNya yang menghendaki Ia sampaikan kepada anak-anakNya.
Setiap orang kudu punyai pas renungan harian. Namun, cuma orang yang menghendaki punyai hubungan yang bisa mengubahkan hidup dan kehidupan dan termasuk yang menghendaki menyenangkan hati Tuhan yang pasti bisa sedia kan waktunya untuk membaca renungan dan firmanNya tiap-tiap hari. Orang berikut bisa sadar bahwa ia tidak bisa hidup sendirian agar ia kudu suatu hal yang menguatkan dan menjadi pedoman sebagai dasar hidupnya. Orang berikut termasuk siap untuk diubahkan di dalam Kristus. Ketika kita telah jadi biasa bersaat teduh lantas membaca sedikit berasal dari FirmanNya pasti saat ia menghendaki berbuat dosa, Tuhan mengingatkan dan perasaannya sepanjang hari bisa tenang dan penuh puas cita. Ketika orang itu lupa pas teduh dan membaca Firman, ia bisa menjadi kegalauan dan tidak tenang sepanjang hari dikarenakan ada Roh Kudus yang mengingatkan.
Dalam Amsal 8:33 dengan sadar dikatakan demikianlah “Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang tiap-tiap hari tunggu terhadap pintuku, yang memelihara tiang pintu gerbangku.” Firman Tuhan menimbulkan kita untuk datang kepada-Nya tiap-tiap hari untuk studi bisa Dia lewat FirmanNya, untuk menerima kasih karunia-Nya agar hidup kita sebagai anak-anak-Nya tetap menerima berkat-berkat yang Dia rindu curahkan ke dalam hidup kita. Renungan yang dibuat bagi kita bisa digunakan oleh kita sebagai pengingat bisa Firman Tuhan.
Ketika kita telah punyai pas untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya, kita telah menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kita memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita. Sejak kecil kita telah diajarkan untuk mengenal Tuhan dengan membaca Kitab Suci, tetapi menjadi kita beranjak dewasa, kadang saat prioritas kita tergantikan oleh hal-hal duniawi. Kita lebih mementingkan keperluan duniawi dibandingkan mementingkan Allah. Bukankah Allah tetap beserta denga kita? Mengapa kita kudu meninggalkan suatu hal yang pasti dan memilih suatu hal yang sesaat. Dalam Perjanjian Lama, kita bisa memandang orang tua mengajarkan anak-anaknya pengajaran Hukum Taurat. Apa yang diajarkan kepada anak-anaknya diulang tiap-tiap harinya. Bahkan saat duduk dengan orang tua bisa mengajarkan anak-anaknya pengenalan bisa Tuhan.
Bagaimana dengan kita terhadap pas ini?
Apakah kita sudi menerima pengajaranNya tiap-tiap hari baik pagi maupun malam?
Sama halnya seperti doa yang merupakan nafas kehidupan orang percaya, renungan dan Firman Tuhan merupakan pedoman dan dasar kehidupan kita agar kita sadar mana yang baik dan tidak dan termasuk mana yang boleh dijalankan dan tidak boleh dilakukan. Renungan harian yang kita baca tiap-tiap hari bisa memengaruhi hidup kita; dan menyebabkan kita bertumbuh, bertobat, berserah, dan mencintai dan termasuk mengenal Yesus lebih dalam lagi. Hal yang kudu dimengerti terhadap pas ini yaitu tiap-tiap kita membaca renungan harian dan Firman Tuhan tidak bermakna kita punyai seluruh jawaban dan termasuk bisa laksanakan apa pun yang kita inginkan. Membaca renungan tiap-tiap hari menyebabkan kita percaya dan bisa berdiri teguh di tengah persoalan. Membuat kita tetap setia untuk tunggu janji Tuhan tergenapi dalam kehidupan kita agar kelak kita bisa mencapai jawaban dan kemenangan atas tiap-tiap masalah hidup. Dalam Yeremia 29:11-13 dikatakan demikianlah “Sebab Aku ini sadar rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku berkenaan kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk beri tambahan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan sekiranya kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku bisa mendengarkan kamu; sekiranya kamu melacak Aku, kamu bisa beroleh Aku; sekiranya kamu bertanya Aku dengan segenap hati.”
Saat teduh adalah berkenaan positif yang bisa membangun hubungan dengan Tuhan, dengan ada pas teduh kita bisa menjadi diperbaharui untuk siap menghadapi masalah atau pergumulan yang kita hadapi. Apakah saudara pernah mendengar kalimat bahwa pas teduh paling baik dijalankan terhadap pukul 00.00 atau terhadap pukul 04.00 dikarenakan terhadap pas itu situasi tenang dan hening agar kita bisa mendengarkan suara Tuhan. Padahal kenyataannya, kapan pun kita bersaat teduh haruslah hati dan kesimpulan kita tenang. Sebab dalam situasi tenang, kita bisa mendengar suara Tuhan. Kapanpun itu, kita kudu beri tambahan pas kita kepada Tuhan.
Banyak sekali cara pas teduh yang bisa kita laksanakan menjadi berasal dari menyanyikan lagu pujian dan penyembahan, membaca Alkitab, membaca renungan, evaluasi diri sendiri dan tetap banyak berkenaan yang bisa kita laksanakan untuk membangun pas teduh dengan Tuhan. Jika terhadap pas ini terlihat pertanyaan seperti ini, kita tiap-tiap hari telah sering berdoa terlebih pergi ke gereja, lantas apakah kudu bagi kita untuk bersaat teduh dan membaca renungan dan termasuk Firman Tuhan?
Tentu itu kudu bagi kita dan memang kudu kita lakukan.
Manfaat pas teduh dan membaca renungan tiap-tiap hari bagi kita yaitu:
1. Membangun hubungan spesifik dengan Allah
Komunikasi dengan Tuhan sangatlah penting, dikarenakan di mana kita menjalan hari-hari kita beserta dan seturut jalanNya. Jangan hingga kita kehilangan arah terlebih tidak pernah perihal dengan Tuhan. Ketika kita tidak membangun hubungan denganNya, kita bisa menjadi tertekan dan kehilangan puas cita saat kudu diperhadapkan oleh sebuah masasalh. Hubungan spesifik yang dibangun dengan Tuhan menyebabkan kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan dalam tiap-tiap kehidupan kita. Tuhan tidak mengajari kita untuk tinggal dalam zona nyaman saja agar Ia memaksa kita terlihat berasal dari zona nyaman itu dengan caraNya sendiri, agar kita kudu lewat sistem yang bisa membangun kita secara iman.
2. Mampu mengucap syukur dalam segala hal
Mengucap syukur sangatlah kudu untuk kita laksanakan dikarenakan Tuhan tetap beri tambahan kasih dan berkatNya kepada kita tiap-tiap hari. Meskipun kita punyai masalah, kita bisa tetap bisa mengucap syukur kepadaNya dikarenakan banyak berkenaan dalam hidup ini yang patut kita syukuri.
3. Dimampukan untuk menghadapi masalah dengan kapabilitas Tuhan
Ketika diperhadapkan dalam suatu masalah, seringkali manusia lenih mengandalkan kapabilitas dirinya sendiri dibandingkan dengan kapabilitas Tuhan. Bahkan manusia bisa cenderung lebih mengandalkan manusia lain dibandingkan mengandalkan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab tiap-tiap doa dan keinginan kita, kita menjadi risau dan risau bisa kehidupan yang kita alami. Padahal di dalam Firman Tuhan telah dikatakan demikianlah “Janganlah hendaknya kamu risau berkenaan apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala berkenaan keinginanmu kepada Allah dalam doa dan keinginan dengan ucapan syukur.” Filipi 4 : 6. Kekuatiran yang kita alami tidak bisa menyelimuti hati kita kecuali kita menyebabkan hubungan yang dekat denganNya. Kita bisa mempercayakan hidup dan kehidupan kita agar saat masalah datang, kita bisa menghadapinya dengan kekuatan. Matius 7:7 “Mintalah, maka bisa diberikan kepadamu; carilah, maka kamu bisa mendapat; ketoklah, maka pintu bisa dibukakan bagimu.”
4. Akan diperbaharui tiap-tiap harinya
Ketika kita merenungkan FirmanNya dalam kehidupan kita, kita bisa terus menerus diperbaharui tiap-tiap harinya. Ia bisa memperbaharui diri kita menjadi lebih baik berasal dari terhadap sebelumnya. Ia termasuk bisa beri tambahan kita hal-hal baru yang tidak terduga dalam kehidupan kita.
Ketika kita telah sadar kegunaan berasal dari bersaat teduh dan membaca renungan kita termasuk kudu sadar bagaimana caranya kita bisa bersaat teduh dam membaca renungan dengan baik.
Berikut ini tips laksanakan pas teduh dan membaca renungan tiap-tiap harinya.
1. Menentukan tempat untuk bersaat teduh dan membaca renungan
Matius 6:6 “Tetapi kecuali engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang memandang yang tersembunyi bisa membalasnya kepadamu.”
Ketika kita hendak bersaat teduh dan merenungkan FirmanNya berkenaan yang kudu kita laksanakan yaitu melacak tempat yang pas dan jangan di tempat yang banyak orang.
Lebih baik kita berdoa di dalam kamar agar kita menjadi lebih fokus dalam membentuk hubungan denganNya.
2. Mengatur waktu
Mengatur pas amat kudu untuk kita laksanakan dikarenakan seringkali aktivitas maupun tugas mengganggu pas kita untuk bersaat teduh. Sebenarnya tidak ada batasan bagi kita seberapa lama kita laksanakan pas teduh. Namun sebaiknya kita sedia kan pas kita untukNya meskipun cuma sebentar. Jika saudara menjadi sibuk terhadap pagi hari, pas teduhlah sebelum akan bakal saudara tidur atau terhadap pas subuh sebelum akan bakal saudara laksanakan aktivitas. Oleh dikarenakan itu, kita kudu studi untuk sesuaikan waktu. Dari 24 jam yang Tuhan beri tambahan untuk kita, maa tidak ada pas untuk datang kepadaNya? Padahal tiap-tiap hari kita punyai pas untuk bermain gadget aau pergi dengan dengan teman.
Sebelum memulai pas teduh saja, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa kepada Bapa-Nya di sorga padahal Ia amat sibuk laksanakan aktivitasnya. Tuhan Yesus memulai doa terhadap pas subuh dan mengakhiri doa terhadap pas malam hari. Kita pun bisa Mengenakan pas subuh dan malam hari untuk kamu memulai pas teduh dan mengakhirinya.
3. Memulai pas teduh dan membaca renungan dengan menyanyikan lagu pujian dan penyembahan
Menyanyikan lagu pujian dan penyembahan memang besar kuasanya. Lagu pujian dan penyembahan sering kali menyebabkan situasi pas teduh menjadi menjadi dan perasaan kita bisa amat fokus. Lagu pujian dan penyembahan kita naikkan kepadaNya sebagai bukti hormat dan ucapan syukur kepadaNya.
4. Membuat kita menjadi bertumbuh di dalam Tuhan
Hal yang bisa kita laksanakan pas bersaat teduh adalah dengan membaca Firman Tuhan. Karena Firman Tuhan yang disampaikan seringkali menyebabkan kita kudu sadar apa maksud yang menghendaki disampaikan di dalamnya. Jika kita kesusahan untuk sadar Firman Tuhan dikarenakan bahasanya yang kesusahan kita pahami dan membutuhkan pemahaman yang memadai dalam, kita bisa Mengenakan renungan harian sebagai buku pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kita baca cocok dengan konteks yang disampaikan renungan harian bagi kita. Renungan yang kita baca tidak cuma menyebabkan kita lebih sadar dan sadar maksud Firman Tuhan, tetapi renungan harian bisa menyebabkan kita menjadi bertumbuh.
Setelah kita membaca Firman Tuhan dan renungan, berkenaan yang bisa kita laksanakan adalah mengevaluasi diri kita sendiri apakah apa yang telah disampaikan dalam renungan yang dibaca telah kita terapkan dalam kehidupan kita. Atau kemungkinan renungan dan Firman Tuhan yang dibaca memuat jawaban atas tiap-tiap pergumulan yang tengah kita doakan.
Setelah laksanakan evaluasi diri, kita kudu menutup doa kita dengan doa syafaat. Kita bisa mengungkap tiap-tiap isikan hati kita kepadaNya. Selain itu kita kudu termasuk mengucap syukur padaNya.
5. Disiplin dan Komitmen
Jika kita menghendaki mebaca renungan dan FirmanNya tiap-tiap hari baik itu renungan pagi maupun renungan malam, berkenaan yang kita perlukan yaitu sikap tekun dan komitmen yang ada dalam diri kita. Ketika kita punyai komitmen dan membiasakan diri kita untuk mendisiplinkan diri, kita tidak bisa lupa terlebih malas untuk membaca renunganNya. Oleh dikarenakan itu, marilah kita menjadi mendisiplinkan diri. Kita bisa memulai ketekunan bersaat teduh dan membaca renunganNya sepanjang 15 menit tiap-tiap hari. Jika telah terbiasa, kita kebanyakan bisa bisa melakukannya lebih berasal dari 15 menit. Buanglah rasa “yang ada dalm diri kita dikarenakan itu merupakan cobaan yang kudu kita menghadapi kecuali kita menghendaki datang bersekutu kepadaNya.
Sama halnya seperti doa, Firman Tuhan merupakan pedoman dan dasar kehidupan bagi orang percaya. Oleh dikarenakan itu, kita kudu membiasakan diri kita untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya. Kita bisa Mengenakan buku renungan sebagai referensi pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kita baca cocok dengan konteks yang disampaikan renungan harian tiap-tiap harinya. Oleh dikarenakan itu, kita kudu punyai komitmen dan sudi mendisiplinkan diri kita agar kita sudi membangun hubungan yang lebih dekat denganNya dikarenakan kita hidup berasal dari FirmanNya. Tuhan Yesus memberkati.

Tips Renungan Pagi, Malam, dan Harian Kristen


Daftar Isi :
Renungan Malam 1 : Belajar berasal berasal dari Samuel
Renungan Malam 2: Untuk Apa Menyimpan Dendam didalam Hatimu?
Renungan Malam 3 : Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?Renungan Malam 1
Belajar berasal berasal dari Samuel
Bacaan: 1 Samuel 3:1-21
”Dan Samuel jadi lama besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun berasal berasal dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah semua Israel berasal berasal dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.”
1 Samuel 3:1-21
Samuel merupakan anak berasal berasal dari Hana dan Elkana. Hana merupakan seorang perempuan yang pas taat kepada Tuhan. Ketika usianya jadi lama lanjut Hana belum dikaruniai seorang anak pun. Hati Hana jadi sedih dan sakit terlebih setaip pergi ke area tinggal TUHAN, Penina istri Elkana yang lain menyakiti Hana. Setiap hari, baik pagi maupun malam, Hana berdoa kepada Tuhan agar ia dapat punya seorang anak, terlebih Hana bernazar kepada Tuhan, jikalau Tuhan mengaruniakannya seorang anak laki-laki, ia dapat mempersembahkan anak itu jadi hamba Tuhan seumur hidupnya. Tuhan pun mendengar doa Hana dan Hana dapat punya takaran dan melahirkan seorang anak laki-laki yang dinamainya Samuel yang berarti “Aku telah memintanya berasal berasal dari pada TUHAN.”
Setelah Hana menyapih Samuel, dia menitipkan anaknya itu kepada imam Eli agar iman Eli dapat mendidik Samuel jadi seorang hamba dan pelayan yang setia kepada Tuhan. Iman Eli memili dua orang anak yang bernama Hofni dan Pinehas. Namun, ke dua anak imam Eli punya sikap yang jelek agar mereka tidak senang di hadapan Tuhan. Mereka tidak mengacuhkan tiap tiap korban bakaran yang dibawa untuk Tuhan agar jadi lama besarlah dosa mereka. Berbeda bersama Samuel. Di bawah asuhan imam Eli, Samuel tumbuh jadi seorang pelayan Tuhan. Pada pas itu, firman tentang Tuhan jarang disaksikan dan didengarkan dan terhitung penglihatan-penglihatan jarang terjadi. Imam Eli pun jadi lama tua dan penglihatannya jadi kabur. Saat Samuel tidur di didalam bait Suci Tuhan, Tuhan memanggil Samuel. Namun, karena Samuel belum tahu bahwa yang memanggilnya adalah Tuhan ia jadi singgah ke imam Eli sampai Tuhan memanggil Samuel sebanyak tiga kali. Karena konsisten menerus didatangi oleh Samuel, imam Eli jadi tahu bahwa Samuel telah dipanggil oleh Tuhan agar ia menyuruh Samuel menjawab “Berbicaralah, TUHAN, karena hamba-Mu ini mendengar,” (1 Samuel 3:9). Lalu, Tuhan singgah kembali menghampiri dan memanggil Samuel dan Samuel menjawab layaknya apa yang telah imam Eli katakan. Tuhan terhitung berfirman kepada Samuel bahwa Tuhan dapat menghukum Israel dan keluarga imam Eli karena dosa yang telah dikerjakan oleh anak-anaknya dan ia tidak memaharahi mereka (1 Samuel 3:11-14).
Ketika pagi hari Samuel bangun, Samuel enggan untuk memberitahukan apa yang Tuhan katakan kepada imam Eli. Namun karena perkataan imam Eli kepadanya, pada selanjutnya Samuel memberitahukan apa yang dikatakan Tuhan kepadanya dan tidak menyembunyikan apa pun kepada imam Eli. Setelah bicara demikian, imam Eli tidak memarahi Samuel justru ia menyembah Tuhan dapat apa yang dikatakan Samuel kepadanya. Karena itu juga, Samuel jadi lama besar dan Tuhan menyertai Samuel dan menemati janji-Nya (1 Samuel 3:19).
Dari cerita tentang hidup Samuel, kami dapat memandang bahwa Samuel adalah seorang anak muda yang taat kepada perintah Tuhan. Ia selalu senang belajar dan taat bersama apa yang imam Eli katakan. Disini, imam Eli dapat kitalihat peranannya sebagai papa angkat berasal berasal dari Samuel. Meskipun bukan orang tua kandungnya sendiri, Samuel selalu mengasihi dan taat bersama apa yang dikatakan oleh imam Eli. Kita terhitung dapat memandang bahwa Samuel dapat menempatkan dirinya dan dapat tahu apa yang jadi prioritas hidupnya. Sebagai anak muda, kami pasti tahu bahwa tentang yang paling di mengidamkan adalah kesenangan duniawi serupa layaknya yang Hofni dan Pinehas lakukan. Namun karena permintaan duniawi mereka inilah, mereka hidup bersama tidak senang di hadapan Allah dan terlebih jadi percakapan banyak orang karena sikap jelek yang mereka tunjukkan. Ini menyatakan bahwa baik tua maupun muda perlu punya prioritas didalam hidupnya. Manusia mana sih yang tidak senang hidup didalam kesenangan? Namun, semua itu ada batasannya tersendiri. Tujuan hidup kami adalah untuk mengasyikkan hati Tuhan. Kita boleh saja melacak kesenangan dunia ini, tetapi jangan sampai kami jadi jalankan tentang yang tidak senang di hadapan-Nya dan justru jadi merugikan orang lain karena sikap kami yang tidak baik. Tuhan memandang tiap tiap apa yang kami lakukan. Bahkan Tuhan pun tahu asumsi kita. Ia telah tahu terlebih dahulu mengisi hati kami dan apa yang dapat kami perbuat selanjutnya. Ia mengidamkan agar kami hidup jadi anak yang taat dan cemas pada-Nya bersama tidak selalu mendahulukan permintaan duniawi ini. Pada pas ini kami dapat belajar sikap yang dimiliki oleh Samuel.
Sikap-sikap yang dapat kami pelajari yaitu:
1. Menghormati orang tua
Sikap Samuel pertama yang dapat kami pelajari adalah menghargai orang tua atau menghargai orang yang umurnya jauh lebih tua dibandingkan kami kendati kami belum mengenalnya. Seperti yang kami ketahui, imam Eli merupakan papa angkat berasal berasal dari Samuel, tetapi Samuel selalu menghargai imam Eli sebagaimana mestinya. Ini terbukti pas Tuhan memanggil Samuel, tetapi Samuel mengira yang memanggilnya adalah imam Eli, Samuel bersama cepat menghampiri imam Eli yang tengah terbaring terlebih Samuel sampai berlari. Samuel pun bersama sigap bertanya “Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?” Ini tidak terjadi sekali tetapi sampai tiga kali. Meskipun imam Eli menyebutkan bahwa ia tidak memanggil Samuel, tetapi pas namanya dipanggil Samuel langsung berlari menghampirinya. Ini menyatakan bahwa Samuel menghargai imam Eli.Apakah kami pada pas ini telah jalankan tindakan layaknya apa yang telah Samuel lakukan. Mungkin tidak semua dianta kami jarang untuk menghargai orang tua. Ketika orang tua kami memanggil, apakah kami langsung singgah menghampiri panggilan itu? Yang ada kadang pas kami marah dan kesal terlebih dahulu. Mari pada pas ini kami belajardari Samuel. Ia menghargai dan taat kepada orang tuanya kendati itu bukanlah orang tua kandungnya. Bahkan didalam Keluaran 20:12 dikatakan demikian “Hormatilah ayahmu dan ibumu, agar lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.”
2. Menentukan prioritas
Hal setelah itu yang dapat kami pelajari berasal berasal dari Samuel yaitu, Samuel dapat mengetahu prioritas mana yang lebih mutlak didalam hidupnya. Sebagai manusia kadang pas kami lupa apa sebetulnya prioritas utama didalam hidup kita. Sebagai seorang pelajar kadang pas kami lupa bahwa prioritas kami adalah belajar agar jadi mengfungsikan pas yang dimiliki untuk bermain. Sebagai seorang pekerja, kadang pas kami lupa priorita kami didalam pekerjaan agar tidak bekerja secara maksimal. Dalam hidup, tentang yang perlu kami punya yakni sebuah prioritas. Prioritas benar-benar mutlak didalam kehidupan kami karena tanpa ada prioritas manusia dapat hidupseenaknya. Hal ini terhitung serupa layaknya Hofni dan Pinehas yang tidak tahu apa prioritas utama didalam hidup mereka. Karena inilah mereka hidup seenaknya dan jadi berbuat dosa agar hidupnya tidak kembali senang di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, marilah jadi pas ini kami tahu apa sebetulnya prioritas utama didalam hidup kami agar kami dapat mengatur kehidupan yang kami miliki.
3. jalankan tanggung jawab yang dimiliki bersama sepenuh hati
Setiap orang pasti punya tanggung jawab didalam hidupnya. Tanggung jawab yang dimiliki tiap tiap orang berbeda-beda bergantung berasal berasal dari apa yang ia kerjakan. Namun, tidak semua orang dapat menyelesaikan tanggung jawab yang dimilikinya sampai selesai bersama baik. Pada pas ini kami dapat belajar berasal berasal dari Samuel yang mengerjakan tanggung jawab yang ia punya bersama sepenuh hati. Samuel merupakan pelayan Tuhan yang disebutkan bahwa Samuel tidur di didalam bait suci Tuhan atau di didalam area tinggal Tuhan. Dalam ayat 15 disebutkan bahwa Samuel tidur sampai pagi dan setelah itu dibukakannya pintu area tinggal Tuhan. Pada malam itu kami tahu bahwa Samuel tidak dapat tidur karena ia konsisten menerus dipanggil oleh Tuhan, dapat saja Samuel bangun sampai siang karena ia tidak dapat tidur bersama nyenyak. Namun, Samuel tidak jalankan itu. Ia tahu apa yang telah jadi tanggung jawabnya dan apa yang perlu dilakukannya. Ia selalu bangun pagi dan membkakan pintu area tinggal Tuhan. Apakah kami dapat layaknya itu? Ketika kami punya sebuah tanggung jawab, maka kerjakanlah tanggung jawab itu bersama sepenuh hati. Janganlah justru karena alasan letih atau selalu mengantuk kami jadi meninggalkan tanggung jawab yang dimiliki.
4. Berbicara apa adanya
Hal yang paling sering ditakuti oleh seseorang adalah bicara apa ada kepada orang lain terlebih jikalau perkataan sesudah itu diakui dapat menyakiti hati orang yang bersangkutan. Seseorang terhitung dapat cemas bicara apa ada tentang dirinya karena cemas orang lain menanggap dirinya rendah atau dapat meremehkannya. Namun, pernahkan kami berpikir dapat dampak yang dapat ditimbulkan ke depannya pada seseorang jikalau kami tidak senang bicara apa ada atau bicara jujur? Misalnya pas orang sesudah itu jalankan kesalahan dan kami tidak senang bicara tentang kesalahannya tersebut. Orang itu pasti dapat konsisten menerus ulangi kesalahan yang serupa jadi dapat lebih kritis berasal berasal dari sebelumnya. Oleh karena itu, janganlah kami cemas bicara apa adanya. Selagi itu sebetulnya benar dan dapat jalankan perbaikan dan terhitung beri salam seseorang, lakukanlah itu.
Pada hari ini kami diajarkan untuk lebih benar-benar mengerjakan tugas yang kami miliki. Kita perlu tahu sebetulnya apa prioritas utama didalam hidup kita. Kita tidak boleh selalu mengejar kesenangan duniawi karena itu adalah tindakan yang tidak dikehendaki oleh Allah. Selain itu kami diajar untuk memberikan suatu perihal apa adanya. Jika sebetulnya pesan atau perkataan yang kami sampaikan dapat menyaiti hati atau merupakaan perkataan yang tidak menyenangkan, kami selalu perlu memberikan pesan itu karena itu merupakan suatu kebenaran yang perlu disampaikan apa ada agar tidak boleh kami tambahi atau terlebih kurangi. Janganlah justru kami cemas untuk memberikan kebenaran. Selain itu, kami terhitung perlu hidup dan dengar-dengarnya dapat panggilanNya. Untuk tahu arti panggilanNya didalam hidup kita, kami perlu membangun sebuah jalinan yang dekat dengannya. Salah satu cara untuk dapat membangun jalinan yang dekat bersama Tuhan yakni bersama berdoa dan membaca firman. Kiranya hidup kami terbekati oleh renungan ini. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam
Renungan Malam

Renungan Malam 2
Untuk Apa Menyimpan Dendam didalam Hatimu?
Bacaan: Kejadian 45:1-15
”Lalu dipeluknyalah leher Benyamin, adiknya itu, dan menangislah ia, dan menagis pulalah Benyamin pada bahu Yusuf. Yusuf mencium semua saudaranya itu bersama mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka. Sesudah itu barulah saudara-saudaranya bercakap-cakap bersama dia.”
Kejadian 45:14-15
Pernahkah saudara jadi disakiti oleh seseorang terlebih oleh orang yang kamu kasihi atau terlebih oleh keluarga kamu sendiri? Jika pernah, sudahkan malam ini saudara mengampuni mereka yang telah menyakiti saudara? Jika belum, apa alasan kamu untuk tidak mengampuni orang yang telah menyakiti saudara? Jika jawaban saudara adalah karena orang sesudah itu telah jalankan kesalahan yang serupa secara berulang dan selalu mengecewakan anada pas kamu telah memaafkannya agar pada pas ini kamu tidak dapat memaafkannya, bukankah kamu justru jadi orang yang pas perhitungan pada pas ini? Memang manusia punya batas kesabaran tiap-tiap tetapi bukankah didalam firman Tuhan telah dikatakan bagi kami untuk selalu memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Dalam Matius 18:21-22 dikatakan demikian “Kemudian datanglah Petrus dan bicara kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali saya perlu mengampuni saudaraku jikalau ia berbuat dosa pada aku? Sampai tujuh kali? Yesus bicara kepadanya: “Bukan! Aku bicara kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Dalam Injil Matius ini telah tahu dikatakan bagi kami bahwa kami perlu selalu mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Dalam praktiknya, memaafkan adalah suatu perihal yang benar-benar susah dilakukan. Memaafkan orang yang benar-benar dekat bersama kami justru lebih susah lagi. Ketika orang paling dekat kami menyakiti kita, jalinan kami dengannya justru jadi rusak dan tidak sedekat dulu. Mungkin saja telah saling memaafkan, tetapi pas berdekatan jadi canggung untuk beri salam dan dekat lagi. Perlu kami sadari, manusia merupakan makhluk yang sering kali berbuat dosa dan kesalahan. Tanpa kami tahu dapat saja sikap tingkah laku atau perkataan kami menyinggung orang lain dan orang lain membenci kita. Bukankah ini merupakan tentang yang semestinya kami tahu juga? Bukan cuma orang lain, dapat saja saja sikap dan tingkah laku kami terhitung menyinggung perasaan Tuhan. Namun, apakah pas kami jalankan kesalahan Tuhan marah pada kami dan Ia meninggalkan kami begitu saja? Tidak. Tuhan tidak marah kepada kita, justru Ia menanti kami untuk singgah kepadaNya dan memohon ampun atas segala kesalahan yang telah kami perbuat. Ia adalah Allah yang panjang sabar dan Allah yang selalu mengampuni dosa umat-Nya pas kami singgah bersama benar-benar ke hadapannya.
Pada pas ini kami dapat belajar berasal berasal dari kisah Yusuf. Kita pasti telah sering mendengar kisah tentang Yusuf, jadi berasal berasal dari Sekolah Minggu sampai pas Ibadah Minggu di Gereja. Namun, pada pas ini kami dapat belajar kembali tentang kisah Yusuf. Yusuf merupakan anak berasal berasal dari Yakub dan isteri yang dikasihinya Rahel. Yakub sangatlah menyayangi Yusuf agar semua saudara-saudaranya membenci Yusuf. Kebencian saudara-saudaranya jadi malah pas Yusuf menceritakan mimpinya. Ketika saudara-saudara Yusuf menggembalakan kambing domba, Yakub menyuruh Yusuf untuk mengantarkan makanan kepada saudara-saudaranya. Namun, permintaan baik Yusuf dibalas bersama kejahatan oleh saudara-saudara Yusuf. Mereka bermufakat untuk melacak cara bagaimana membunuh Yusuf. Ketika Yusuf datang, mereka langsung menanggalkan jubah Yusuf dan membuangnya ke didalam sumur kosong yang tidak berair. Yusuf setelah itu dijual oleh saudara-saudaranya agar Yusuf bekerja kepada Potifar sebagai kepala pengawal raja. Penderitaan Yusuf tidak sampai disana saja. Ketika Yusuf bekerja kepada Potifar, isterinya menjebak Yusuf agar Yusuf perlu di penjara. Di didalam penjara Yusuf bersua bersama juru minuman dan juru roti. Karena hikmat Tuhan, Yusuf pun dapat menafsirkan mimpi ke dua orang itu bersama balasan Yusuf terhitung dapat dibebaskan berasal berasal dari didalam penjara. Setelah juru minum bebas, ia justru pandang remeh Yusuf. Tak berapa lama, Firaun bermimpi dan tidak ada seorang pun yang dapat menafsirkan mimpi Firaun jikalau Yusuf. Karena hikmat yang telah Tuhan berikan kepada Yusuf, ia dapat menafsirkan mimpi Firaun dan pada selanjutnya Firaun melantik Yusuf jadi penguasa atas semua Mesir. Ketika terjadi kelaparan di semua negeri, saudara-saudara Yusuf pergi ke Mesir untuk belanja gandum kepada Yusuf. Saudara-saudaranya tidak tahu bahwa Yusuf telah jadi penguasa. Di Mesir dan pada pas ini mereka tengah bicara kepada Yusuf. Saat bersua bersama saudara-saudaranya kembali apa yang dikerjakan oleh Yusuf? Apakah Yusuf membenci dan menghukum saudara-saudaranya? Tentu tidak. Yusuf justru mengampuni saudara-saudaranya terlebih Yusuf menangis bersama keras pas memandang saudara-saudaranya. Ini telah menyatakan bahwa Yusuf selalu mengasihi saudara-saudaranya kendati mereka telah menyakiti Yusuf.
Kita pada pas ini belajar mengampuni berasal berasal dari Yusuf. Ketiaka saudara-saudaranya menyakiti dia, membencinya, membuangnya terlebih menjualnya, Yusuf serupa sekali tidak membenci saudar-saudaranya. Ia selalu mengasihi saudara-saudaranya dan konsisten menerus merindukan mereka. Apa yang dialami Yusuf benar-benar berat terlebih jauh lebih berat daripada yang kami alami pas ini. Namun apakah cara dapat layaknya Yusuf yang senang mengampuni saudara-saudara yang telah menyakitinya? Kita sering kali terpaku pada perasaan kami saja. Kita sering lupa dapat apa yang semestinya kami perbuat pas ada orang yang menyakiti kita. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, kami justru menyimpan dendam terhadapnya dan tidak senang mengampuni kesalahannya. Meskipun kami bicara telah memaafkan, tetapi kami tidak senang dekat bersama orang itu lagi.
Adapun hal-hal yang dapat kami pelajari berasal berasal dari Yusuf yaitu;
1. Mengasihi orang yang membencinya
Hal yang paling susah dikerjakan adalah mengasihi orang yang tengah membenci kita. Jika ada orang yang membenci kami justru kami jadi ikut-ikutan membencinya. Pada pas ini kami diajari oleh Yusuf bahwa kami perlu selalu mengasihi sesama kami kendati orang itu membenci kita. Dari awal Yusuf telah pasti tahu jikalau saudara-saudaranya membenci dirinya. Ia pasi tahu jikalau sikap saudara-saudaranya tidak baik terhadapnya. Namun, itu tidak membawa dampak Yusuf membenci saudara-saudaranya, terlebih Yusuf selalu mengasihi mereka bersama sepenuh hati. Apakah kami dapat layaknya Yusuf? Jika belum bisa, yang perlu kami jalankan adalah singgah kepadaNya dan berdoa dan terhitung memohon penyertaanNya didalam hidup kita.
2. Memaafkan orang yang bersalah
Yang benar-benar susah dikerjakan adalah memaafkan orang yang bersalah kepada kita. Jika telah disakiti hati kami pasti seakan tertutup untuk orang tersebut. Ketika orang sesudah itu mengalami kesusahan, kami tidak dapat membantunya karena rasa acuhkan kami telah hilang. Saat berpapasan dengannya seolah-olah kami memandang suatu perihal yang perlu kami menyingkirkan berasal berasal dari hadapan kita. Bukankah jikalau kami layaknya itu sikap kami menyatakan bahwa kami bukanlah anak-anak Allah. Apa yang kami alami pas ini tidaklah layaknya Yusuf di mana ia sampai dijual oleh saudara-saudaranya. Namun apakah kami dapat layaknya Yusuf yang selalu mengampuni saudara-saudaranya? Renungkanlah didalam diri dan hati saudara masing-masing. Sudahkan kami membukakan pintu maaf kepada orang-orang yang menyakiti hati anda?
3. Berdoa dan menghendaki penyertaan Tuhan selalu
Berdoa dan menghendaki penyertaan Tuhan adalah cara yang dapat kamu jalankan agar kamu dapat mengampuni orang yang telah menyakiti hati anda. Ketika kami menyerahkan semua hidup dan kehidupan ke didalam penyertaan Tuhan, Tuhan pasti dapat melembutkan hati kami dan memakai hidup kami seturut bersama kehendaknya. Mengampuni tidaklah susah untuk dikerjakan jikalau kami senang menghendaki penyertaan berasal berasal dari Tuhan. Tidak ada hati yang benar-benar kuat untuk Tuhan lembutkan. Tidak ada hidup yang benar-benar susah untuk Ia ubahkan. Semua itu kembali kembali kepada diri kami tiap-tiap apakah kami senang diubahkan olehNya atau tidak.
Mengampuni bukan cuma cuma mengucapkan saya memaafkan segala kesalahan yang telah kamu jalankan kepadaku. Mengampuni berarti senang pandang remeh kesalahan itu dan senang mengawali suatu jalinan yang baru berasal berasal dari awal. Jika pada pas ini kami belum bia memaafkan seseorang, tentang yang perlu kami jalankan adalah berdoa dan menghendaki hikmatNya. Kita perlu berdoa kepada Tuhan agar Tuhan senang melembutkan hati kami dan hati orang yang menyakiti kita. Tuhan melembutkan hati kami agar kami dimampukan untuk memaafkan kesalahn orang yang menyakiti kita. Kita berdoa kepada Tuhan untuk melembutkan hati orang yang menyakiti kami agar ia tahu kesalahan apa yang telah ia perbuat agar ia tidak dapat ulangi kesalahannya kembali dan senang berubah dan terhitung menghendaki maaf kepada orang-orang yang disakitinya. Meminta hikmat Tuhan berarti kami minta tuntunan Tuhan agar tidak ada amarah didalam diri kami agar kami dapat mengintropeksi diri. Berkata demikian sebetulnya ringan tetapi tentang yang paling susah adalah melakukannya. Jika pada pas ini kamu selalu jadi susah untuk mengampuni, ingatlah bahwa Tuha telah mengampuni kesalahan dan dosa saudara berapa kali pun keslahan yang kamu lakukan. Ia selalu mengasihi dan menyayangi saudara terlebih Ia tidak dulu meninggalkan saudara sendirian. Mengampuni bukanlah persoalan pas melainkan persoalan hati. Apakah hati kami telah siap untuk mengampuni atau belum. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam 3
Apa Nasib Hidup Kita Berbeda?
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka didalam segala suatu perihal yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh bersama kejahatan, dan kebebalan ada didalam hati mereka seumur hidup, dan setelah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang terhitung orang hidup membawa harapan, karena anjing yang hidup lebih baik berasal berasal dari pada singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup tahu bahwa mereka dapat mati, tetapi orang yang mati tak tahu apa-apa, tak ada upah kembali bagi mereka, terlebih kenangan kepada mereka telah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Apa yang paling kamu didalam hidup kamu pas ini?
Kekayaan? Kepintaran? Kepopularitasan?
Keluarga yang bahagia? Atau dapat saja jabatan yang tinggi?
 Karena tidak benar satu atau kesemuanya itu yang kamu miliki, pernahkan kamu jadi bangga setelah itu menyombongkan diri terhahap yang lain? Atau dapat saja pas ada orang di bawah anda, mengidamkan berteman bersama anda, kamu menolaknya dan bicara “kita tidak sama”. Ukuran persamaan Allah bersama manusia sangatlah jauh berbeda. Persamaan menurut manusia adalah pas seseorang punya kekayaan, kepintaran atau jabatan yang sama. Karena itulah, manusia sering kali memandang nasib orang berbeda-beda. Karena apa yang dimilikinya pada pas ini ia menganggap bahwa nasib baik yang telah Tuhan berikan. Ketika memandang orang lain punya suatu perihal di bawahnya kami justru menyebutkan nasib orang itu buruk.
Pada pas ini, manusia menakar segala suatu perihal yang terjadi pada dirinya atau apa yang ia punya telah diatur oleh nasib. Bahkan tak sedikit orang memandang peruntungan nasib berdasarkan Shio atau Zodiak. Jika didalam ramalan menyebutkan nasibnya dapat jelek pada hari ini, orang sesudah itu justru enggan untuk terlihat area tinggal dan bekerja. Bahkan selalu jadi cemas jikalau ada suatu perihal yang tidak di mengidamkan terjadi. Lain halnya jikalau didalam ramalan dikatakan bahwa orang sesudah itu dapat mengalami nasib yang baik pada hari ini jadi berasal berasal dari persoalan kesehatan, keuangan, pekerjaan terlebih asmara semuanya dikatakan baik. Orang sesudah itu dapat impuls didalam menjalani harinya karena yakin nasib baik dapat terjadi padanya hari ini. Karena ramalan-ramalan yang belum pasti benar ini membawa dampak seseorang jadi lebih yakin kepada apa yang dibacanya didalam ramalan dibandingkan yakin dan berserah kepada Tuha.
Namun, apakah benar semua yang terjadi didalam kehidupan kami bergantung berasal berasal dari nasib yang kami alami?
Saya dulu mendengar keluhan tentang seorang ibu yang punya suami penggangguran dan ia yang perlu membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya. Ia konsisten menerus mengeluh dan memperbandingkan kehidupannya bersama saya. Ada suara kecewa terlebih marah didalam suaranya. Diakhir percakapan terlebih ibu itu menangis tersedu-sedu sampai anak yang digendongnya ikut menangis. Namun, ada satu tentang yang tidak dapat saya lupakan berasal berasal dari perkataan ibu tersebut. Ibu sesudah itu bekata layaknya ini “Kenapa nasib saya jelek layaknya ini. Hidup saya berasal berasal dari dulu sampai pas ini kok kesulitan terus. Kasihan saya tiap pulang kerja perlu memandang anak-anak saya yang menanti saya untuk dibuatkan makanan. Saya kerja banting tulang demi anak-anak menghendaki nasib anak saya tidak layaknya orang tuanya.”  Setelah mendengar perkataan ibu tersebut, saya konsisten menerus berpikir apakah benar Tuhan menciptakan seseorang bersama nasib yang berbeda-beda. Kegalauan saya tidak berhenti sampai disana. Beberapa kali saya memandang terlebih mendengar seseorang bicara “ingin pengaruhi nasib”. Sebenarnya saya jadi perkataan Ibu sesudah itu atau orang-orang tentang mengidamkan pengaruhi nasibnya adalah tidak benar yang benar adalah mengidamkan pengaruhi kehidupan. Setelah saya membaca Pengkhotbah saya tahu bahwa nasib tiap tiap orang yang Tuhan ciptakan adalah serupa karena pada pada selanjutnya kelak dapat kembali kembali kepada sang Pencipta.
Nasib hidup seseorang adalah kematian.
Memang susah bagi kami untuk pengaruhi paradigma yang telah mengakar didalam masyarakat jikalau pemikiran orang sesudah itu terhitung tidak ikut diubah. Berbicara tentang nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu perihal yang baru yang dapat kami temui jikalau kami bicara tentang nasib. Pada pas ini kami pasti dapat memandang banyak orang  yang bangga dapat apa yang ia punya pada pas ini terlebih orang sesudah itu jadi bangga dapat nasib yang dimilikinya hinga bicara kepada banyak orang. Orang yang mendengarnya terlebih ada yang jadi nasibnya jelek agar jadi malas untuk bekerja karena jadi hidupnya serupa saja. Padahal tentang yang perlu kami jalankan pada pas ini adalah menikmati hidup yang telah Tuhan berikan bagi kami dan bekerja sebaik mungkin. Dalam Pengkhotbah 9:9-10 dikatakan demikian “Nikmatilah hidup bersama isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu didalam hidup dan didalam bisnis yang engkau jalankan bersama jerih payah di bawah matahari. Segala suatu perihal yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, ilmu dan hikmat didalam dunia orang mati, ke mana engkau dapat pergi.”
Nasib semua orang itu serupa tidak ada yang tidak serupa karena semua manusia dapat mati dan kembali kepada Bapa di Surga.
Dari pada konsisten menerus bicara tentang nasib yang tak ada habisnya, lebih baik kami pahami dan tahu terlebih dahulu apa sebetulnya kehidupan yang kami jalani itu.
1. Nasib semua orang sama
Seperti yang dikatakan sebelumnya, manusia pada pas ini konsisten menerus bicara tentang nasib hidup yang menimpanya. Nasib hidup semua orang itu sama. Yang membuatnya terlihat tidak serupa adalah manusia. Manusia memakai takaran nasib baik dan nasib jelek untuk menilai kehidupan seseorang. Padahal Tuhan telah memberi tambahan nasib yang baik bagi semua orang pas seseorang jadi nasibnya benar-benar jelek di dunia ini, berarti orang sesudah itu tidak senang berupaya dan bekerja untuk membawa dampak kehidupannya lebih baik. Seseorang seringkali terpaku pada ramalan ansib harian. Tidak sedikit orang jadi men-tuhankan ramalan karena lebih mempercayai ramalan dibandingkan bersama mempercayai Tuhan. Jika konsisten menerus berlanjut, kepercayaannya dapat ada Tuhan dapat jadi lama menyusut dan membawa dampak seseorang jadi lupa kenapa Tuhan ada dalm hidupnya. Sekali lagi, nasib akhir hidup kami adalah kematian. Jadi, janganlah kembali kami membanding-bandingkan nasib saya bersama dia atau terlebih nasih dia bersama saya. Sebab jikalau kami konsisten menerus membanding-bandingkannya bagaimana kami tahu bahwa hidup kami ini adalah anugerah?
2. Menikmati hidup
Ketika kami diberikan kesempatan hidup oleh Tuhan, janganlah kami jadi mengfungsikan hidup kami untuk membanding-bandingkan hidup kami bersama orang lain. “Wah sedap banget hidupnya gak kaya aku, nasib jelek aja konsisten menerus yang saya dapetin.” Jika konsisten menerus menganggap layaknya itu bagaimana kami dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang telah Tuhan berikan bagi kita. Yang Tuhan mengidamkan adalah kami mensyukuri segala tentang yang terjadi didalam hidup kami bersama tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Ia berikan. Ia terhitung mengidamkan agar tiap tiap apa yang kami kerjakan, kami jalankan bersama sepenuh hati dan sekuat tenaga jangan setengah-setengah. Ketika seseorang dapat menikmati dan mensyukuri kehidupan yang dimilikinya, orang sesudah itu pasti dapat tahu bahwa hidup yang telah diberikan Tuhan adalah indah ada kendati pada pas ini ia ada didalam keadaan susah sekalipun.
3. Kematian
Kematian merupakan fase akhir didalam kehidupan seorang manusia. Kematian yang pasti dapat terjadi merupakan nasib berasal berasal dari tiap tiap orang yang ada di bumi ini. Ketika seseorang telah mati, ia tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Rasa sakit, amarah, kesenangan dan kenangan telah dilupakannya. Ia tidak dapat merasakan kehangatan pas bersama bersama orang yang dikasihi. Ia terhitung tidak dapat bekerja layaknya pas semasa hidupnya. Kita tidak dapat dulu tahu sampai kapan pas yang diberikan Tuhan untuk dirinya. Kematian itu layaknya pencuri yang waktunya tidak dapat kami tentukan. Hanya Tuhanlah yang dapat menentukannya. Ketika seseorang dapat mengalami kematian, ia perlu mempertanggung jawabkan apa yang telah ia perbuat semasa hidupnya kepada Tuhan baik itu merupakan tingkah laku baik ataupun tingkah laku jahat.
Apapun yang terjadi didalam kehidupan kami pas ini, ingatlah bahwa bukan nasib yang menentukannya melaikan Tuhan yang pilih dan mengaturnya. Jangan menyalahkan nasib terlebih berupaya untuk merubahnya karena nasih yang kami punya tidak dapat kami pindah karena bagaimana caranya agar kami dapat pengaruhi kematian? Serahkanlah semua hidup dan kehidupan kamu kepada Allah agar kamu lebih dapat mensyukuri kehidupan yang telah Tuhan berikan. Jangan berhenti menghendaki dan berdoa kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.

3 Renungan Malam Hari Kristen yang Memotivasi Hidup


RENUNGAN HARIAN
Allah yang Berkuasa atas Hidup Manusia
Bacaan: Ayub 9:15-24
"Walaupun aku benar, aku tidak barangkali membantah Dia, jadi aku mesti memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak mampu percaya, bahwa Ia bahagia mendengarkan suaraku;"
Ayub 9:15-16
Hubungan manusia bersama Allah sungguh dekat, lebih-lebih kami mampu memanggilnya Bapa. Hubungan terhadap Bapa bersama anaknya pastilah sungguh dekat. Ketika kami menghendaki suatu perihal kepadaNya, Ia tentu mampu mendengarkan tiap tiap seruan hati kita. Layaknya seorang Ayah yang mengasihi anaknya, begitu juga bersama Bapa di Surga yang mengasihi kita. Namun, tanpa kami jelas seringkali kami menyakitiNya baik melalui pikiran, perkataan, tingkah laku lebih-lebih hati kita. Kita seringkali memaksakan hasrat kami kepadaNya dan hidup bersama tidak ikuti perintahNya padahal Dia yang berkuasa atas hidup kita.
RENUNGAN HARIAN Allah yang Berkuasa atas Hidup Manusia 2019
Renungan Harian image by pixabay.com
Seringkali kami tidak jelas didikan yang Ia memberikan bagi kita. Ya, Dia edukatif kami melalui tiap tiap kasus yang kami alami dalam kehidupan ini. Saat kami jadi apa yang kami alami ini tidak adil lupakah kami bahwa Allah itu adil kepada tiap tiap manusia? "Jika tentang kekuatan tenaga, Dialah yang mempunyai! Jika tentang keadilan, siapa mampu menggugat Dia? Sekalipun aku benar, mulutku sendiri mampu perlihatkan aku tidak benar; mirip sekali aku tidak bersalah, Ia mampu perlihatkan aku bersalah." Ayub 9:19-20.
Allah itu adalah Allah yang adil dan berkuasa atas seluruh kehidupan manusia. Apa yang telah Ia tetapkan dalam kehidupan manusia itulah yang mampu terjadi gara-gara tidak tersedia satupun manusia yang mampu mencegahNya. Ketika kasus datang dan kasus hidup yang kami alami jadi begitu berat, tidakkah kami datang kepadaNya berseru dan memohon kepadaNya? Ketika kami berseru kepadaNya Ia mampu mendengarkan tiap tiap doa kami dan tentu Ia mampu menjawabnya gara-gara Ia adalah Allah yang penuh kasih dan kuasaNya mampu mengubahkan keadaan kita.
Ia adil kepada tiap tiap manusia yang tersedia di bumi ini. Ia tidak membedakan kami gara-gara kami seluruh mirip di mataNya. Ketika kami berbuat salah, Ia tentu mampu menghukum kita. Tidak barangkali Allah menghukum orang yang hidup benar di hadapanNya. Sering kali manusia mengukur benar dan tidak benar manusia yang lain menurut pandangannya sendiri. Mungkin saja anda juga pernah berbuat demikian. Anda jadi apa yang anda melakukan itu benar dan yang orang lain melakukan itu tidak benar agar anda jadi bahwa tingkah laku yang anda melakukan tentu yang mampu Tuhan balas. Namun, yang berhak pilih benar dan tidak benar dalam hidup manusia itu adalah Allah sendiri. Ia mampu menghakimi segala tingkah laku kami di dunia ini bersama adil dan kami mesti mempertanggung jawabkannya kelak pas Ia memanggil kita. Yohanes 5:30 "Aku tidak mampu berbuat apa-apa berasal berasal dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi cocok bersama apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, gara-gara Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan hasrat Dia yang mengutus Aku."
Pastinya kami pernah jadi risau bersama orang tua kami dan mampu menuruti permintaan mereka bersama menjunjung dan mengasihi mereka. Jika kami saja jadi risau bersama orang tua kita, bagaimana bersama Allah yang berkuasa penuh atas hidup kita? Ia adalah Allah yang adil, penuh kasih dan berkuasa atas hidup kita. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kami telah Ia tetapkan dan tidak tersedia seorang pun mampu menghentikanNya gara-gara kami ini adalah kepunyaanNya. Takutlah mampu Dia dan kasihilah Dia bersama segenap hati kita. Ia mampu mengubahkan dan memulihkan kehidupan kami bersama kuasaNya. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Allah yang Berkuasa Atas Hidup


RENUNGAN HARIAN
Berubah = Berbuah
Bacaan: Roma 12:1-8
"Janganlah anda jadi mirip dengan dunia ini, tapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, agar anda dapat membedakan manakah kemauan Allah; apa yang baik, yang mau kepada Allah dan yang sempurna."
Roma 12:2
Dunia ini senantiasa berubah tanpa kami sadari. Awalnya dunia ini berubah secara perlahan tapi lama kelamaan berubah tambah cepat. Dahulu manusia mesti menunjang kehidupannya dengan peralatan simpel yang mereka buat sendiri dari batu maupun kayu. Jika dibandingkan dengan selagi ini sungguh jauh berbeda. Pada selagi ini manusia menunjang kehidupannya dengan peralatan canggih bahkan segala suatu perihal dapat di dapatkan dengan instan. Karena dunia ini berubah, manusia pun ikut berubah. Di masa millenial seperti selagi ini, jalinan antar manusia digantikan dengan handphone, bahkan selagi berkumpul bersama, tiap tiap kami pasti dapat sibuk dengan gadget yang dimiliki. Apakah pergantian dapat senantiasa mempunyai efek yang buruk?
RENUNGAN HARIAN Anda Berubah Anda Berbuah
Anda Berubah Anda Berbuah Image by pixabay.com
Pada selagi ini kami telah memandang bagaimana dunia ini berubah. Kita tidak dapat mencegah dari pergantian yang tersedia agar mau tak mau kami mesti hidup ikuti pergantian yang ada. Apakah pergantian itu senantiasa mengarah ke tentang negatif atau justru mengarah ke arah yang positif atau bahkan keduanya? Ya, pergantian dapat mengarah ke arah yang positif dan negatif bergantung bagaimana sikap kami didalam hadapi pergantian tersebut. Sebagai orang percaya, kami dituntut untuk mau berubah. Berubah di sini artinya jadi manusia baru yang meninggalkan cara hidup yang lama dan sehabis itu hidup seturut dengan kemauan Allah dan menghasilkan buah bagi sesama.
Berubah sesungguhnya tidak semudah membalikan telapak tangan. Ketika kami menghendaki berubah mesti sebuah proses yang lumayan lama dan panjang. Proses yang tersedia haruslah kami lewati agar kami jadi khusus yang baik. Terkadang disaat seseorang menghendaki berubah jadi khusus yang lebih baik, dapat tersedia bervariasi respon dari orang yang tersedia di sekitarnya. Akan tersedia yang menunjang bahkan tersedia yang tidak menunjang dan meremehkannya. Hal itulah yang justru sebabkan banyak satu tidak benar satu kami yang disaat cobalah untuk berubah cuma bertahan sebentar saja yakni lebih dari satu bulan atau dapat saja lebih dari satu hari saja. Ya, berubah merupakan suatu proses untuk sebabkan kami jadi lebih baik di mana dapat banyak ujian di dalamnya. Sama seperti sebuah telur ayam yang mesti selagi untuk menetas hingga selanjutnya jadi seekor ayam dewasa. Jika telur ayam selanjutnya tidak dierami oleh induknya dengan baik maka telur selanjutnya tidak dapat menetas.
Berubah sesungguhnya bukanlah tentang yang mudah, disaat seseorang menghendaki berubah ia mesti suatu proses dan tidak dapat ia dapatkan dengan instan. Berubah bukan artinya kami mesti membalikkan badan kami 360° derajat. Berubah artinya mengharuskan kami membalikkan badan kami 180°. Berubah yang kami lakukan haruslah seturut dengan kehendakNya dan menghasilkan buah berwujud kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23) yang dapat kami memandang kepada orang banyak.
Janganlah risau untuk berubah dan mengalami pergantian dikarenakan pergantian yang berjalan tidaklah senantiasa mengarah ke arah yang negatif. Perubahan yang berjalan pasti dapat mengarah ke arah yang positif bergantung bagaimana kami memandangnya. Oleh dikarenakan itu, disaat kami menghendaki berubah kami mesti mempunyai keinginan, kasih dan terhitung mau terima Dia untuk mengubahkan kehidupan kita. Sebab, tidak tersedia hidup manusia yang tidak dapat diubahkanNya terkecuali manusia itu mau dengan tulus hati berubah. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Anda Berubah Anda Berbuah


10 RENUNGAN MALAM PENDEK Menyentuh Hati
Renungan 1 : Menjadi Anak Bukan Hamba
Renungan 2 : Tuhan Itu Baik
Renungan 3 : Mendengar dan Melakukan
Renungan 4 : Mengampuni Karena Telah Dikasihi
Renungan 5 : Menasihati Karena Mengasihi
Renungan 6 : Menabur dan Menuai
Renungan 7 : Hal Mengikut Yesus
Renungan 8 : Kekuatan di di dalam Doa
Renungan 9 : Kecewa
Renungan 10 : Takut
Renungan Malam Kristen sebelum saat tidur 2019 doa & suara Injil jadi Pelindung
Renungan Malam Kristen sebelum saat tidur 2019
Renungan 1
Menjadi Anak Bukan Hamba
Bacaan: Galatia 4:4-11
"Jadi kamu bukan ulang hamba, melainkan anak; jika kamu anak, maka kamu termasuk adalah ahli-ahli waris, oleh Allah."
Galatia 4:7
Perbedaan hamba bersama bersama anak terdapat terhadap hak yang dimiliki. Seorang hamba tidak berhak memanggil tuannya bersama bersama sebutan Bapa dan ia tidak bakal terima warisan berasal berasal dari tuannya. Beda halnya bersama bersama anak. Anak punyai hak untuk memanggil Bapa dan ia bakal mendapatkan hak waris Bapanya.
Dahulu kami merupakan hamba dosa yang hidup di di di dalam dosa. Namun karena kehadiran Yesus ke di di dalam dunia ini sebabkan kami diangkat jadi anakNya. Perubahan standing berasal berasal dari hamba dosa jadi anak ini kudu kami syukuri karena kami sudah jadi pakar warisNya. Lalu dikala jadi seorang anak apa yang kudu kami lakukan?
Hal yang kudu kami melaksanakan adalah mendewasakan diri. Ketika kami sudah jadi anak yang dewasa khususnya secara iman, kami tidak bakal tunduk kepada roh-roh dunia melainkan bakal tunduk kepada perintahNya karena kami memahami mana yang puas dan tidak puas di hadapanNya.
Ketika kami jadi seorang anak, kami punyai hak istimewa untuk memanggil Allah bersama bersama sebutan Bapa. Ketika kami berseru memanggil namaNya dan memohon sesuatu kami mampu memanggilNya Bapa. Bukankah kasih seorang Bapa terhadap anakNya jauh lebih besar dibandingkan kasih seorang tuan kepada hambanya? Karena terhadap saat ini kami merupakan anakNya, marilah kami hidup seturut bersama bersama kehendakNya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 2
Tuhan Itu Baik
Bacaan: Nahum 1:5-8
"TUHAN itu baik; Ia adalah area pengungsian terhadap saat kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya"
Nahum 1:7
Tuhan itu baik karena kasih dan penyertaanNya tetap ada untuk kami masing-masing hari. Mulai berasal berasal dari kami bangun tidur sampai kami ulang tidur, kasihNya tetap baru untuk kita. Terkadang dikala kami mengalami kesusahan kami bicara jika Tuhan itu jahat kepada kita. Namun apakah benar jika Tuhan mengijinkan kesukaran berlangsung artinya Ia jahat kepada kita? Meskipun kami mengalami kesusahan, Ia tetap baik bagi kami semua. Bahkan terhadap ayat yang sudah kami baca disebutkan bahwa Ia adalah area pengungsian terhadap saat kesusahan. Tempat pengungsian artinya area berlindung dan tinggal dikala tidak ada area untuk berlindung lagi.
Dikatakan termasuk bahwa Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepadaNya. Ia mengenal kami khusus tiap pribadi. Ia lebih memahami dan memahami seperti apa kami dibandingkan bersama bersama orang yang paling dekat bersama bersama kita.
Ketika kami mengalami kesusahan Ia tetap beri tambahan jalan keluar dan kekuatan bagi kami yang berserah dan menghendaki kepadaNya. Ia baik di di dalam masing-masing suasana yang kami alami. Baik puas maupun duka Ia tetaplah Tuhan yang baik. Bukti kebaikanNya mampu kami memandang dikala Ia jadi area pengungsian bagi kami terhadap saat kesusahan. Kiranya kami mampu tetap memahami kebaikanNya di di dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 3
Mendengar dan Melakukan
Bacaan: Matius 7:24-27
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia serupa bersama bersama orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu."
Matius 7:24
Pada ayat yang sudah kami baca terhadap malam hari ini, kami diajarkan untuk mendengar perkataanNya dan melakukannya di di dalam kehidupan kami sehari-hari. Ketika kami mendengar Firman Tuhan bukankah bakal lebih baik jika kami melakukannya termasuk di di dalam kehidupan kita?
Orang yang mendengar dan melaksanakan jikalau seorang yang membangun area tinggal di atas batu. Sedangkan orang yang mendengar tapi tidak melakukannya jikalau orang yang mendirikan area tinggal di atas pasir. Ketika kami melaksanakan perkataanNya di di dalam kehidupan kita, kami sudah membangun suatu basic yang kokoh di di dalam hati kami supaya dikala kami diperhadapkan terhadap suatu kasus kami bakal tetap berdiri teguh denganNya.
Ada lebih berasal berasal dari satu alasan mengapa seseorang cuma mendengar perkataanNya tapi tidak melakukannya. Sa;ah satu alasan berikut yakni karena kami tidak punyai ketulusan dan kerelaan hati untuk menyrnangkan hati Tuhan. Agar kami mampu mendengar dan melaksanakan perkataanNya tentang yang mampu kami melaksanakan yakni melatih kepekaan hati, pikiran dan pendengaran terhadap suara Tuhan, tidak mencari kesenangan diri sendiri bersama bersama tidak berfokus terhadap keuntungan yang bakal diperolehserta punyai ketulusan dan kerelaan hati untuk menyenangkan hati Tuhan bukan menyenangkan diri sendir. Marilah kami mendengar perkataanNya dan melakukannya di di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati.
Dengarkan suara Injil
Renungan 4
Mengampuni Karena Telah Dikasihi
Bacaan: Matius 18:21-35
"Bukankah engkau pun kudu mengasihani kawanmu seperti aku sudah mengasihani engkau?"
Matius 18:33
Mengampuni merupakan tentang yang ringan untuk diucapkan tapi kesusahan untuk dilakukan. Mengampuni bukan cuma cuman kata "aku sudah memaafkanmu" tapi termasuk punyai persentase arti yang terlalu dalam. Dengan mengampuni kami mampu mendapatkan sukacita dan kedamaian.
Kita kudu mengampuni sesama kami karena Allah sudah khususnya dahulu mengasihi kita. Karena kasih yang Ia beri tambahan bagi kita, Ia mengampuni dosa dan pelanggaran kita. Bukankah karena Ia mengampuni dosa kita, kami termasuk kudu mampu mengampuni sesama kita? Pada malam hari ini kami diajarkan untuk punyai hati yang mengampuni.
Kita kudu puas mengampuni dan mengasihi sesama kami karena Ia termasuk sudah mengasihi kami khususnya dahulu. Ia puas mengampuni masing-masing dosa dan pelanggaran yang kami perbuat karena kasihnya kepada kita. Bahkan Ia mengidamkan kami tetap mengampuni sesama kita. Ketika kami belum mampu mengampuni sesama kita, ingatlah bahwa Ia sudah mengasihi kami khususnya dahulu. Matius 18:35 "Maka Bapa-Ku yang di sorga bakal berbuat demikianlah termasuk terhadap kamu, jikalau kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu bersama bersama segenap hatimu." Jika kami tidak mampu mengampuni sesama kami maka kami bakal kehilangan kasih yang sudah Ia curahkan kepada kita. Oleh karena itu, ampunilah sesamamu karena Kristus sudah khususnya dahulu mengampunimu. Tuhan Yesus memberkati.
Baca termasuk : Kumpulan Khotbah Kristen 2019
Renungan 5
Menasihati Karena Mengasihi
Bacaan: Matius 18:15-20
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau sudah mendapatnya kembali."
Matius 18:15
Terkadang kesusahan bagi kami untuk menasihati orang lain. Bukan cuma kepada orang yang tidak kami kenal, menasihati orang yang sudah kami kenal pun rasanya kesusahan untuk dilakukan. Akan banyak pertimbangan yang seringkali kami acuhkan jika kami kudu menasihati orang lain jadi kuatir dianggap paling benar, kuatir menyinggung perasaan khususnya kuatir dianggap cuma omong kosong semata.
Menasihati tidaklah tetap serupa termasuk bersama bersama sesuatu yang negatif, tapi menasihati merupakan tentang positif yang mampu membangun. Jika seseorang melaksanakan kesalahan apakah kami kudu membiarkannya berkesinambungan sampai terhadap seterusnya ia kehilangan tujuan di di dalam hidupnya? Menasihati orang lain bukan artinya kami menggurui orang berikut karena kami benar, manasihati merupakan bukti kami mengasihi sesama kita. Jika kami tidak menasihati orang yang melaksanakan kesalahan maka kami tidak bakal mendapatkannya ulang dan justru ia bakal terlepas bukan cuma berasal berasal dari kami melainkan termasuk berasal berasal dari Kasih Allah.
Jika kami mengasihi sesama kita, marilah kami menasihatinya jika ia sudah melaksanakan kesalahan supaya ia tetap nikmati kasih Allah bersama bersama bersama bersama kita. Menasihati orang lain haruslah kami melaksanakan bersama bersama kasih supaya ia puas menerimanya dan memahaminya. Oleh karena itu, kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mangasihi dirimu semdiri. Tuhan Yesus memberkati.
Doa Membawa KeindahanRenungan 6
Menabur dan Menuai
Bacaan: Matius 13:1-23
"Dan lebih berasal berasal dari satu jatuh di tanah yang baik sesudah itu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
Matius 13:8
Pasti kami semua dulu mendengar contoh tentang seorang penabur. Mari kami ingat sedikit pengenai contoh ini. Ada seorang penabur yang menaburkan benihnya. Benih berikut ada yang ditaburkan di pinggir jalan, ada yang ditaburkan di tanah yang berbatu, ada yang ditaburkan di tengah semak duri dan yang paling akhir ditaburkan di tanah yang baik. Setiap benih yang ditaburkan berikut ada yang tumbuh tapi ada pula yang tidak tumbuh mengenai dimana si penabur menaburkan benihnya.
Perumpamaan ini bicara tentang kami sebagai manusia. Jika kami menabur kebaikan maka kami bakal memetik kebaikan juga, tapi jika kami menabur kejahatan tentu tentang yang kami dapatkan bukanlah tentang yang baik melainkan apa yang sudah kami perbuat.
Apa yang kami tabur itulah yang kami tuai dan kudu kami pertanggung jawabkan. Sama seperti Firman Allah yang ditaburkan di di dalam hati dan hidup kita. Firman itu bakal sebabkan kami bertumbuh atau khususnya tidak mampu sebabkan kami bertumbuh mengenai kepada diri kami bagaimana menabur Firman berikut di di dalam hati kita. Kiranya benih yang kami taburkan jatuh di tanah yang subur supaya kami mampu memetik tentang yang baik. Tuhan Yesus memberkati.
Baca termasuk : Ayat Alkitab Tentang Cinta
Renungan 7
Hal Mengikut Yesus
Bacaan: Matius 10:34-42
"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku berkunjung untuk mempunyai damai di atas bumi; Aku berkunjung bukan untuk mempunyai damai, melainkan pedang."
Matius 10:34
Mengikut Kristus bukanlah sesuatu tentang yang ringan untuk dilakukan. Saat mengikut Kristus jalan yang di lewati pun tidak tetap indah karena tentu bakal banyak kendala di dalamnya. Salah satu syarat untuk mengikut Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib. Kita kudu menyangkal diri kami sendiri jika kami mengidamkan mengikut Dia. Menyangkal diri artinya kami berusaha untuk tidak hidup menurut duniawi tapi hidup menurut kehendakNya. Memikul salib artinya kami tetap teguh dan sabar di di dalam menghadapi ujian hidup. Setiap orang punyai salibnya sendiri-sendiri. Sehingga komitmen kepada Kristus bakal teruji melalui seberapa kuat kami memikul salib yang Ia beri tambahan bagi kita.
Pada saat ini mungkin kami sering memandang orang yakin yang meninggalkan Kristus cuma karena kasus hidup yang dialaminya jadi berat seakan tak ada ulang jalan keluar. Tetap bertahan untuk mengikut Kristus atau justru meninggalkanNya merupakan pilihan yang ada di tangan kita..
Mengikut Kristus merupakan anugerah yang Ia beri tambahan bagi kita. Ketika kami bersedia untuk mengikutNya artinya kami sudah siap untuk terima apapun yangvIa beri tambahan baik itu tentang menyenangkan atau menyedihkan. Oleh karena itu, teguhkanlah hatimu jika mengidamkan mengikutNya supaya kamu jadi pengikut Kristus yang sejati. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 8
Kekuatan di di dalam Doa
Bacaan: Yohanes 17:20-26
Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tapi termasuk untuk orang-orang, yang yakin kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
Yohanes 17:20
Setiap orang tentu dulu berdoa karena doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Doa yang dipanjatkan oleh masing-masing orang itu tidak serupa mengenai berasal berasal dari apa kebutuhannya. Entah itu berdoa untuk dirinya sendiri, berdoa untuk keluarganya, berdoa untuk sesamanya, berdoa untuk wilayahnya supaya safe dan Tuhan memelihara khususnya berdoa bagi gerejanya.
Lalu sesungguhnya apa itu doa? Doa adalah wujud persekutuan kami bersama bersama Tuhan, bercakap-cakap atau berkomunikasi bersama bersama Tuhan dan merupakan berkat dan hak istimewa yang Tuhan berikan. Ketika kami berkomunikasi bersama bersama Tuhan, komunikasi yang kami melaksanakan bukanlah merupakan komunikasi satu arah melainkan komunikasi dua arah. Mengapa disebut sebagai konunikasi dua arah? Hal ini karena dikala kami berdoa kepada Tuhan, Ia termasuk bakal menjawab masing-masing doa yang kami panjatkan.
Lalu pertanyaannya saat ini adalah, kapankah kami kudu berdoa? Tentunya kami kudu berdoa masing-masing saat. Doa mampu dijalankan kapan saja dan dimana saja. Jika kami tidak sempat mengambil alih alih saat teduh, kami mampu berdoa di di di dalam hati meskipun tidak di di dalam sikap berdoa. Jika terhadap saat ini kami tidak memadai telaten berdoa, marilah kami jadi belajar untuk mengambil alih alih saat teduh sejenak untuk mengucap syukur atas apa yang sudah Ia beri tambahan kepada kita. Tuhan Yesus memberkati.
Baca termasuk : Ayat Alkitab Tentang Sahabat
Renungan 9
Kecewa
Bacaan: Habakuk 3:17-19
Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, serupa sekali ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau berasal berasal dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi di di dalam kandang, tapi aku bakal bersorak-sorak di di di dalam Tuhan, beria-ria di di di dalam Allah yang menyelamatkan aku.
Habakuk 3:17-18
Dalam kehidupan, tentu masing-masing kami dulu mengalami yang namanya kecewa. Baik orang muda ataupun orang tua seringkali mengalami kekecewaan. Entah itu dikecewakan oleh pasangan, dikecewakan oleh kawan khususnya dikecewakan oleh keluarga.
Kekecewaan ini kadang saat sebabkan jalinan kami bersama bersama sesama jadi renggang karena hilangnya kepercayaan yang terhadap awalnya ada. Kecewa yang berkesinambungan menerus ada di di dalam diri kami berangsur-angsur bakal jadi kepahitan karena kami tetap menyimpan kekecewaan itu tanpa puas melepaskannya.
Kekecewaan merupakan wujud respon kami terhadap sebuah suasana yang tidak sesuai bersama bersama harapan. Sehingga kami mampu menentukan untuk kecewa atau tidak. Ketika kami terlalu menghendaki kepada orang lain, justru yang kami dapati cuman kekecewaan. Oleh karena itu, berharaplah kepada Tuhan yang tidak bakal dulu mengecewakan kita.
Jika doa kami belum dijawab olehNya dan jika apa yang berlangsung dan tengah kami alami terhadap saat ini tidak sesuai bersama bersama permohonan kita, janganlah kami jadi kecewa. Tuhan sudah mengijinkannyan berlangsung supaya kuasaNya jadi nyata di di dalam kelemahan kita. Tetaplah yakin dan menghendaki dan juga berserah kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 10
Takut
Bacaan: Mazmur 118:5-9
“Jangan kuatir terhadap apa yang kudu engkau derita! Sesungguhnya Iblis bakal melemparkan lebih berasal berasal dari satu orang berasal berasal dari antaramu ke di di dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu bakal mendapatkan kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku bakal mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
Wahyu 2:10
Takut merupakan suatu respon terhadap suatu stimulan tertentu seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa kuatir merupakan tidak benar satu emosi basic tak cuma rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat diambil kesimpulan bahwa ketakutan adalah suatu respon emosi seseorang terhadap suatu ancaman.
Memang benar jika ketakutan merupakan tentang yang tidak mampu dipisahkan di di dalam diri manusia. Rasa kuatir itu khususnya mampu saja keluar masing-masing hari di di dalam kehidupan manusia. Namun, jika kami berkesinambungan melepaskan ketakutan itu menguasai diri kami justru ketakutan itu bakal sebabkan kami tidak mampu melangkah maju ke depan. Ketakutan itu bakal menahan kami untuk mampu merasakan kasih dan kuasa Allah.
Mari kami mengikis rasa kuatir itu. Kita gantikan ketakutan yang kami punyai bersama bersama keberanian berasal berasal dari Allah. Daripada kami kuatir bakal hari esok atau bakal apa yang bakal berlangsung bersama bersama diri kami lebih baik kami gantikan bersama bersama rasa kuatir kami kepada Tuhan. Ketika kami punyai rasa kuatir kepada Tuhan, kami bakal berusaha untuk menyenangkan hatiNya dan berlaku seturut denganNya. Bukankan kuatir bakal Tuhan yang sesungguhnya di inginkan olehNya? Tuhan Yesus memberkati.
Renungan Malam Bagian 2

10+ Renungan Malam Kristen sebelum tidur


RENUNGAN HARIAN
Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji
Bacaan: Ayub 2:1-13
"Lalu mereka duduk berbarengan dia di tanah sepanjang tujuh hari tujuh malam. Seorang pun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, gara-gara mereka melihat, bahwa terlampau berat penderitaannya."
Ayub 2:13
Renungan harian
Gambar by mirifica.net
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia punyai kekayaan yang melimpah dan juga keluarga yang besar bersama bersama bersama bersama seorang istri dan tujuh anak laki-laki dan juga tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, risau sanggup Allah dan juga jauhi kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup berlangsung di di dalam kehidupan Ayub. Ia perlu kehilangan semua kekayaan miliknya khususnya ia perlu kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat namun ketika penderitaan itu datang menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang berlangsung di dalam kehidupannya. Ayub juatru senantiasa memuji dan memuliakan nama Tuhan bersama bersama bersama bersama mulutnya.
Bahkan di dalam Ayub 1:20-21 ia bersikap layaknya ini
"Maka berdirilah Ayub, sesudah itu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, lantas sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang saya muncul dari takaran ibuku, bersama bersama bersama bersama telanjang termasuk saya sanggup ulang ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
Jika kami baca lebih jauh lagi, penderitaan Ayub tidak cuma hingga disana. Allah menginjinkan penyakit kulit tersedia terhadap tubuh Ayub khususnya isterinya meninggalkan ia. Ketika tiga orang sahabatnya datang ke Ayub, mereka hingga tidak sanggup mengetahui Ayub gara-gara penyakit kulit yang dideritanya. Namun, Ayub senantiasa tidak berucap dosa lewat bibirnya. Ia yakin bahwa segala suatu perihal yang berlangsung di dalam kehidupannya telah diatur oleh Allah sehingga ia tidak perlu risau dan khawatir.
Mungkin bagi kami manusia, kami berpikir bahwa apa yang telah dialami Ayub telah melebihi batas kekuatannya. Jika kami tersedia di posisi Ayub sanggup saja saja kami sanggup terus menerus mempertanyakan mengapa itu semua sanggup berlangsung di dalam kehidupan kami khususnya sanggup saja saja kami kecewa kepada Allah.
Jika terhadap waktu ini kami menghadapi suatu pergumulan, apakah kami senantiasa sanggup berdiri teguh layaknya Ayub? Setiap orang pasti punyai kesusahannya sendiri dan tindakan yang sanggup diambil alih berkaitan dari bagaimana orang sesudah itu menyikapi masalah yang sedang dialami. Pergumulan yang kami alami Tuhan ijinkan berlangsung gara-gara Ia idamkan melihat seberapa besar iman dan prinsip kami kepadaNya.
Tidak sedikit di pada kami yang justru menyalahkan Tuhan khususnya kecewa terhadapNya ketika ia perlu menghadapi suatu pergumulan. Bahkan di pada kami pasti pernah bersungut-sungut ketika masalah yang dialami jadi berat dan mulai tidak tersedia jalur keluar. Pergumulan yang dihadapi justru sebabkan kami jadi jauh dari Tuhan gara-gara kami mulai Tuhan tidak mengasihi kita. Padahal kami sendiri pun menyadari bahwa Ia tidak sanggup memberi tambahan masalah yang melebihi kemampuan kita.
Baca termasuk : Renungan harian terjerat di dalam dosa
Ketika kami menghadapi suatu pergumulan tentang yang perlu kami lakukan adalah datang dan berseru kepadaNya sehingga Ia sanggup memulihkan keadaan kita. Mungkin tidak cuma kami yang sempat mulai putus asa sanggup kehidupan ini, Ayub termasuk pernah mengalami tentang serupa. Namun, Ayub terus menerus yakin dan berserah kepada Tuhan hingga sesudah itu keadaan Ayub dipulihkan oleh Tuhan. Ia mengganti kepunyaan Ayub dua kali lipat dan Tuhan memulihkan hidup Ayub.
Jika hidup kami idamkan dipulihkan olehNya, maka datanglah kepadaNya dan janganlah menyerah gara-gara pergumulan yang sedang dihadapi. Pergumulan yang kami menghadapi terhadap waktu ini merupakan ujian yang Tuhan ijinkan berlangsung untuk menguji iman dan prinsip kami kepadaNya. Tetaplah mengandalkan Dia dan hidup seturut kehendakNya hingga Ia memulihkan keadaanmu terhadap waktu ini. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Harian Kristen Ketika Iman dan Kesetiaan Diuji


Kumpulan Santapan Rohani Pendek
Renungan 1: Indah Pada WaktuNya
Renungan 2: Mengingat Penyertaan Tuhan
Renungan 3: Nasib Semua Orang Itu Sama
Renungan 4: Haruskah Kita Berharap?
Renungan 5: Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku
Renungan 6: Tuhan Mendengar
Renungan 7: Ujian Iman
Renungan 8: Tuhan Yang Menyelesaikan
Renungan 9: Minta Tolonglah KepadaNya
Renungan 10: Cara Tuhan Untuk Menolongmu
Renungan 1
Indah Pada WaktuNya
Bacaan: Pengkhotbah 3:11-15
Ia membawa dampak segala suatu perihal indah terhadap waktunya, lebih-lebih Ia beri tambahan kekekalan di didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak sanggup menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah berasal dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 3:11
Pernahkan kita berada di didalam posisi di mana kita jadi pergumulan yang kita hadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kita mengalami suatu persoalan seringkali kita bertanya “Tuhan mengapa mengenai ini mesti berjalan padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?” Bahkan tidak jarang kita hingga kepada fase di mana kita menyalahkan Tuhan dapat kenyataan hidup ini. Kita memberontak lebih-lebih kehilangan kendali atas diri kita sendiri gara-gara kita tidak sabar untuk tunggu jawaban berasal dari Tuhan.
Ketika persoalan itu ada di didalam kehidupan kita, kita justru lebih pilih untuk menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang gara-gara kita jadi Tuhan tidak senang menjawab masing-masing doa yang kita naikkan. Kita lupa bahwa pas Tuhan bukanlah pas manusia. Tuhan mengijinkan masing-masing persoalan berjalan di didalam kehidupan kita supaya Ia sanggup membuktikan betapa besar kuasaNya gara-gara Ia sanggup memulihkan kondisi kita asalkan kita senang berserah dan bersabar tunggu janji Tuhan tergenapi.
Via mormonchannel.org
Hari ini Firman Tuhan bicara bahwa pekerjaan Tuhan mesti dinyatakan lewat persoalan yang kita alami dan segala suatu perihal pasti ada waktunya. Tuhan berharap menyaksikan bagaimana iman kita kepadaNya. Yang mesti kita ingat dan renungkan yakni pas Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala persoalan yang kita alami. Ia beri tambahan kemampuan dan kelegaan kepada kita. Ia dapat membuat perubahan dukacita yang kita alami menjadi sukacita lebih-lebih Ia dapat sanggup memulihkan kehidupan kita.
Masalah yang dialami oleh masing-masing kita pasti saja tidak dapat memlebihi kemampuan kita. Masalah yang kita hadapi juga tidak dapat membawa dampak kita terjatuh gara-gara Ia dapat menopang dan memegang tangan kita. Ia dapat membeuat segala suatu perihal indah terhadap waktunya. Oleh gara-gara itu, sabarlah tunggu jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya gara-gara Ia dapat beri tambahan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Mengingat Penyertaan Tuhan
Bacaan: Ulangan 8:1-11
"Ingatlah kepada semua perjalanan yang kaulakukan atas niat TUHAN, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini bersama dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk menyadari apa yang ada di didalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang terhadap perintah-Nya atau tidak. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberikan engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membawa dampak engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan berasal dari roti saja, tapi manusia hidup berasal dari segala yang diucapkan TUHAN."
Ulangan 8:2-3
Kehidupan yang kita jalani di dunia ini berbeda-beda supaya terhadap yang satu bersama dengan yang lainnya punyai kehidupan yang berbeda. Dalam hidup ini, tidak senantiasa kebahagiaan yang kita dapatkan. Namun ada kalanya perasaan sedih juga Tuhan ijinkan untuk ada di didalam kehidupan kita. Tawa dan tangis, perasaan sedih dan kebahagiaan, senang dan duka, lebih-lebih kehilangan pun Tuhan ijinkan ada untuk mewarnai kehidupan kita.
Coba bayangkan jikalau semua orang di dunia ini senantiasa bahagia, bagaimana ia sanggup menyaksikan kuasa Tuhan di didalam hidupnya? Kita tidak dapat pernah menyadari apa yang dapat berjalan kepada hidup kita besok. Kita tidak dapat menyadari apa yang dapat berjalan terhadap kita 5 menit yang dapat datang, 30 menit yang dapat datang lebih-lebih 1 jam yang dapat datang.
Kita tidak menyadari apakah kebahagiaan atau perasaan sedih yang dapat kita rasakan. Namun, segala yang berjalan di didalam kehidupan kita adalah atas seiijinNya dan apa pun yang mesti kita lalui dan apa pun yang kita peroleh itu merupakan niat Tuhan.
Masalah yang kita alami pasti saja sanggup kita lewati gara-gara penyertaan Tuhan. Ia memampukan kita dan beri tambahan kita jalur nampak supaya kita sanggup lewat masing-masing persoalan yang terjadi. Jika terhadap pas ini hidupmu jadi berat seakan tidak ada jalur keluar, datanglah kepadaNya maka Ia dapat beri tambahan kepadamu kelegaan dan jalur nampak gara-gara penyertaanNya dapat dinyatakan di didalam hidupmu pas ini. Teruslah berharap kepadaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Nasib Semua Orang Itu Sama
Bacaan: Pengkhotbah 9:1-12
”Inilah yang celaka di didalam segala suatu perihal yang berjalan di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusia pun penuh bersama dengan kejahatan, dan kebebalan ada di didalam hati mereka seumur hidup, dan sesudah itu mereka menuju alam orang mati. Tetapi siapa yang juga orang hidup membawa harapan, gara-gara anjing yang hidup lebih baik berasal dari terhadap singa yang mati. Karena orang-orang yang hidup menyadari bahwa mereka dapat mati, tapi orang yang mati tak menyadari apa-apa, tak ada upah ulang bagi mereka, lebih-lebih kenangan kepada mereka udah lenyap.”
Pengkhotbah 9:3-5
Pada pas ini, manusia menakar segala suatu perihal yang berjalan terhadap dirinya atau apa yang ia punyai udah diatur oleh nasib. Namun apakah benar Tuhan menciptakan seseorang bersama dengan nasib yang berbeda-beda supaya manusia mesti menyaksikan apa yang berjalan di didalam dirinya sebagai nasib?
Mungkin kita sering menyaksikan lebih-lebih mendengar seseorang bicara “ingin mempengaruhi nasib”. Namun apakah benar yang mesti diubah hanya nasib? Pada ayat yang kita baca terhadap hari iini menyadari benar-benar berikan salam kita bahwa nasib semua orang itu sama.
Jika terhadap pas ini anda mengalami kesenangan dan besok anda mengalami kesedihan, bukan artinya nasib yang menyesuaikan hidupmu tapi sesungguhnya gara-gara Allah yang udah mengaturnya dan mengijinkan seluruhnya terjadi.
Memang susah bagi kita untuk mempengaruhi paradigma yang udah mengakar di didalam masyarakat jikalau asumsi orang sesudah itu juga tidak ikut diubah. Berbicara mengenai nasib tidak ada habisnya. Bahkan ada suatu perihal yang baru yang dapat kita temui jikalau kita bicara mengenai nasib.
Pada hari ini ulang ditegaskan bahwa nasib semua orang itu serupa tidak ada yang tidak serupa gara-gara semua manusia dapat mati dan ulang kepada Bapa di Surga. Jika anda terhadap hari ini mengalami persoalan tapi temanmu tidak, bukan artinya nasib kalian berbeda.
Tuhan mendidik anak-anakNya lewat persoalan yang dialami. Ia mendidik kita bersama dengan langkah yang tidak serupa supaya disaat hidup anda bersama dengan dia tidak serupa bukan artinya nasib kalian berbeda. Ingatlah bahwa Tuhan udah mengaturhidupmu sedemikian rupa. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 4
Haruskah Kita Berharap?
Bacaan: Roma 8:18-28
“Sebab kita diselamatkan di didalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; gara-gara bagaimana orang senantiasa menghendaki apa yang dilihatnya?”
Roma 8:24
Setiap kita pasti punyai harapan. Harapan yang dimiliki masing-masing orang berbeda-beda mengenai berasal dari keperluannya. Mengapa tidak serupa mengenai keperluannya? Ini gara-gara orang yang berharap pasti ada suatu perihal yang diperlukan atau suatu perihal yang hendah dicapai.
Baik anak muda hingga orang dewasa pasti punyai harapan. Semakin dewasa, harapan seseorang dapat suatu perihal mengenai tambah besar. Tanpa harapan seseorang pasti jadi hidupnya monoton tanpa ada obyek yang mesti diperjuangkan. Ketika seseorang mengalami masalah, ia pasti punyai harapan supaya Tuhan beri tambahan jalur nampak supaya ia sanggup hadapi dan lewat persoalan itu.
Allah berharap kita supaya kita berpegang teguh kepada pengharapan. Ketika kita jadi suatu pengharapan itu percuma dan tidak kemungkinan terjadi, Ia mengehendaki kita supaya senantiasa percaya kepadaNya dan menjadikan pengharapan yang kita berharap itu menjadi suatu perihal yang pasti. Alkitab menyatakan supaya kita menekuni di didalam pengharapan gara-gara tidak ada yang percuma jikalau kita berharap padaNya.
Dalam menekuni kehidupan ini, kita mesti punyai kepercayaan bahwa janji Tuhan pasti dapat digenapi di didalam hidup kita. Oleh gara-gara itu, jangalah kita curiga gara-gara Ia pasti dapat membawa dampak pengharapan kita menjadi kenyataan. Untuk tunggu sebuah pengharapan, kita mesti sabar tunggu dan tidak mengeluh.
Kita juga mesti punyai iman pengharapan yang teguh kepadaNya. Jangan biarkan iman kita melemah dan justru membawa dampak kita berhenti berharap. Tuhan dapat menjawab masing-masing apa yang kita berharap tepat terhadap waktuNya. Jika Tuhan bilang harapan kita bukanlah yang paling baik untuk kita, kita mesti percaya bahwa apa yang Tuhan nyatakan di didalam kehidupan kitalah yang terbaik.
Kita mesti berharap kepadaNya dan punyai pengharapan kepadaNya gara-gara dapat ada suatu mengenai yang berjalan disaat kita berharap padaNya. Berharap padaNya bukan artinya kita lemah. Berharap padaNya artinya kita percaya bahwa Ia dapat memulihkan kehidupan kita. Janganlah berhenti berharap padaNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 5
Tidak Takut Sebab Tuhan Dipihakku
Bacaan: Mazmur 118:5-9
“TUHAN dipihakku. Aku tidak dapat takut. Apakah yang sanggup dilakukan manusia terhadap aku?”
Mazmur 118:6
Takut merupakan suatu tanggapan terhadap suatu stimulan tertentu seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa risau merupakan keliru satu emosi basic tak hanya rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat disita asumsi bahwa kekuatiran adalah suatu tanggapan emosi seseorang terhadap suatu ancaman.
Semua orang yang senantiasa hidup di dunia ini pasti emiliki rasa takut. Rasa risau yang dialami masing-masing orang berbeda-beda mengenai berasal dari responnya terhadap suatu kondisi tertentu. Ketika rasa risau menguasai seseorang, kebanyakan orang itu tidak sanggup berpikir bersama dengan logis. Ketika kekuatiran muncul, adakalanya seseorang sanggup menyita alih langkah yang tidak cocok bersama dengan Firman Tuhan.
Seseorang sanggup jadi risau gara-gara jadi sedang berhadapan bersama dengan suatu perihal lebih-lebih seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan bersama dengan dirinya. Orang sesudah itu jadi dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak punyai apa-apa itu menandingi atau mengalahkan suatu perihal yang membuatnya ketakutan.
Memang benar jikalau kekuatiran merupakan mengenai yang tidak sanggup dipisahkan di didalam diri manusia. Rasa risau itu lebih-lebih sanggup saja nampak masing-masing hari di didalam kehidupan manusia. Baik sesungguhnya punyai rasa risau gara-gara rasa risau merupakan tanggapan kita terhadap suatu kondisi yang sanggup membahayakan bagi kita. Namun, jikalau kita berkelanjutan membiarkan kekuatiran itu menguasai diri kita justru kekuatiran itu dapat membawa dampak kita tidak sanggup melangkah maju ke depan. Ketakutan itu dapat menghambat kita untuk sanggup merasakan kasih dan kuasa Allah.
Satu mengenai yang mesti diingat bahwa di didalam segala kondisi lebih-lebih di didalam kondisi terburuk sekalipun Tuhan senantiasa menyertai kita. Jangan jadi risau gara-gara Allah ada dipihak kita. Ia dapat sedia kan apa yang kita butuhkan dan kita perlukan.Ia dapat memenangkan kita disaat kita sedang ada persoalan dan dapat mencukupi apa yang kita butuhkan. Buang kekuatiran itu dan jadilah berani gara-gara Allah ada di pihakmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 6
Tuhan Mendengar
Bacaan: Ratapan 3:21-33
“Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya. Karena tidak bersama dengan senang hati Ia menindas dan mengkhawatirkan anak-anak manusia.”
Ratapan 3:32-33
Tuhan tidak dapat pernah membiarkan umatNya sendirian. Ia senantiasa ada untuk kita disetiap detik kehidupan kita. Namun, kita seringkali jadi Tuhan meninggalkan kita gara-gara Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit berasal dari terhadap kita pernah jadi kecewa dan menghindari berasal dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kemampuan kita sendiri jikalau dirasa Tuhan tidak dapat menjawab doa kita.
Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia cenderung melupakan Allah dan menyalahkan Allah sebagai wujud kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu berjalan gara-gara Tuhan berharap mendidik kita menjadi tertentu yang kuat dan bertumbuh di didalam iman gara-gara sesungguhnya di didalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi nyata.
Permasalahan yang kita alami seringkali membawa dampak kita lupa dapat kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk bersama dengan asumsi egois kita yang tidak beralasan. Kita berkelanjutan mengeluh tapi kita tidak senang menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal pas kita berdoa kepadaNya Tuhan pasti dapat mendengar dan menjawab doa kita.
Saat kita menyadari bahwa kita senantiasa mesti Tuhan, datanglah padaNya maka Dia dapat langsung mengulurkan tanganNya untuk menopang kita. Berbagai langkah sanggup Tuhan memanfaatkan untuk menopang kita. Ia menyadari apa yang kita butuhkan sebeluh kita berharap kepadaNya.
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sesungguhnya Allah memperhatikan apa yang berjalan di didalam kehidupan kita. Ketika kita berdoa, artinya kita juga menyaksikan senantiasa ada harapan disaat kita berserah kepadaNya dan senantiasa ada suara Tuhan yang menghibur dan menjawab masing-masing kata berasal dari seruan kita. Sampai kapanpun kita tidak sanggup membiarkan Tuhan.
Dengan berdoa kita sanggup menyerahkan semua kekuatiran kita kepadaNya. Ia dapat senantiasa mendengar doa kita gara-gara Ia tidak dapat menutup mata dan telingaNya kepada umat yang berseru kepadaNya. Janganlah bosan untuk berdoa gara-gara Ia dapat mendengarkan segala apa yang anda minta. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 7
Ujian Iman
Bacaan: Ayub 2:1-13
"Tetapi jawab Ayb kepadanya: “Engkau bicara seperti perempuan gila! Apakah kita senang terima yang baik berasal dari Allah, tapi tidak senang terima yang buru?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa bersama dengan bibirnya."
Ayub 2:10
Ayub merupakan seorang yang hidupnya diberkati oleh Allah. Ia punyai kekayaan yang melimpah dan juga keluarga yang besar bersama dengan seorang istri dan tujuh anak laki-laki dan juga tiga anak perempuan. Ia merupakan seorang yang saleh dan jujur, risau dapat Allah dan juga menghindari kejahatan.
Suatu hari Allah mengijinkan sebuah ujian hidup berjalan di di didalam kehidupan Ayub. Ia mesti kehilangan semua kekayaan miliknya lebih-lebih ia mesti kehilangan semua anak-anaknya. Penderitaan yang Ayub alami sungguhlah berat tapi disaat penderitaan itu datang menimpa Ayub, ia tidak berbuat dosa dan tidak menyalahkan Allah atas apa yang berjalan di didalam kehidupannya.
Mungkin bagi kita manusia, kita berpikir bahwa apa yang udah dialami Ayub udah melebihi batas kekuatannya. Jika kita ada di posisi Ayub kemungkinan saja kita dapat berkelanjutan mempertanyakan mengapa itu semua sanggup berjalan di didalam kehidupan kita lebih-lebih kemungkinan saja kita kecewa kepada Allah.
Jika terhadap pas ini kita hadapi suatu masalah, apakah kita senantiasa sanggup berdiri teguh seperti Ayub? Setiap orang pasti punyai kesusahannya sendiri dan tindakan yang dapat disita alih mengenai berasal dari bagaimana orang sesudah itu menyikapi persoalan yang sedang dialami. Pergumulan yang kita alami Tuhan ijinkan berjalan gara-gara Ia berharap menyaksikan seberapa besar iman dan komitmen kita kepadaNya.
Iman yang kita punyai pasti saja dapat bertumbuh disaat kita mengalami ada masalah gara-gara di di didalam ada masalah itu Tuhan membentuk kita menjadi tertentu yang kuat. Saat persoalan datang menghampiri kita, Tuhan berharap menyaksikan hingga sejauh mana komitmen kita kepadaNya.
Masalah merupakan keliru satu wujud ujian iman kita. Sama mengenai nya bersama dengan Ayub yang di didalam persoalan imannya berkelanjutan bertumbuh hingga sesudah itu Allah mempengaruhi hidup Ayub. Jika terhadap pas ini anda sedang punyai persoalan jangan biarkan imanmu layu. Tuhan Yesusu memberkati.
Renungan 8
Tuhan Yang Menyelesaikan
Bacaan: Kejadian 2:1-7
“Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, gara-gara terhadap hari itulah Ia berhenti berasal dari segala pekerjaan penciptaan yang udah dibuat-Nya itu.”
Kejadian 2:3
Pasti tidak asing bagi kita mendengar kisah penciptaan yang dilakukan oleh Allah. Bumi dan seisinya diciptakan selama 6 hari dan terhadap hari ke 7 Tuhan memberkatinya.  Tuhan senantiasa merampungkan apa yang udah Ia memicu bersama dengan baik kemudia Ia dapat memberkatinya begitu pula bersama dengan kehidupan manusia.
Pada pas ini, tidak ada satu pun manusia yang luput berasal dari permasalahan. Respon masing-masing orang berbeda-beda di didalam hadapi masalah. Ada yang berkelanjutan berharap hingga persoalan itu selesai tapi tidak sedikit pula orang yang menyerah disaat hadapi persoalan itu.
Jika kita jadi tidak sanggup untuk merampungkan persoalan yang sedang kita alami apa yang mesti kita lakukan? Yang mesti kita lakukan adalah senantiasa berharap dan berpegang teguh padaNya. Ia adalah Allah yang sanggup merampungkan segala persoalan yang sedang anda alami.
Mari kita merenung sejenak. Seringkali di didalam hidup ini kita benar-benar fokus untuk mengejar apa yang kita berharap dan mengejar apa yang berharap kita selesaikan. Kita kadang pas menjadi lupa untuk melibatkan Tuhan di didalam masing-masing kesibukan yang sedang kita alami. Kita mesti melibatkan Tuhan di didalam masing-masing apa yang berjalan di didalam kehidupan kita gara-gara hanya Ia sajalah yang sanggup menuntun dan memberkati kita.
Pada pas ini kita juga diajak untuk studi berasal dari penciptaan bumi dan seisinya yang dilakukan Allah. Setelah Allah selesai menciptakannya Allah sesudah itu mengkuduskannya. Kita pun mesti demiakian. Dalam sehari Tuhan menciptakan 24 jam supaya kita sanggup beraktivitas. Namun, Tuhan berharap selama 24 jam itu kita sedia kan pas kita untuk datang ke hadapanNya dan berdoa padaNya.
Kita senantiasa sanggup menekuni kehidupan ini pasti gara-gara Allah. Oleh gara-gara itu, marilah kita sedia kan pas kita untuk berdoa kepada Tuhan. Ketika kita berdoa kepadaNya maka Ia dapat merampungkan pekerjaanNya di di didalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 9
Minta Tolonglah KepadaNya
Bacaan: Lukas 11:9-13
“Karena masing-masing orang yang meminta, terima dan masing-masing orang yang mencari, mendapat dan masing-masing orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Lukas 11:10
Pernahkah anda minta dibelikan suatu perihal kepada ayahmu? Jika pernah apa yang ayahmu lakukan? Apakah ayahmu memarahi dan memukulmu? Tentu saja tidak. Ia pasti dapat beri tambahan apa yang anda minta gara-gara ia mengasihimu sebagai anaknya.
Ayahmu saja dapat beri tambahan apa yang anda minta kepadanya, bagaimana bersama dengan Bapa di Sorga? Ia pasti dapat beri tambahan apa yang anda minta kepadaNya menurut pas dan kerelaan hatiNya. Disaat anda punyai masalah, Ia dapat datang langsung untuk menopang anak-anak yang berseru kepadaNya.
Seringkali disaat mengahadapi permasalahan, kita lupa bahwa ada Allah yang dapat menopang kita disaat kita berseru kepadaNya. Disaat persoalan itu ada, seringkali yang kita lakukan justru berharap pemberian manusia padahal belum pasti manusia sanggup merampungkan persoalan yang sedang dihadapinya.
Ingatkan disaat bangsa Israel berseru kepada Tuhan supaya Tuhan menopang mereka berasal dari kejaran bangsa Mesir. Apa yang Tuhan lakukan kemudian? Apakah Tuhan tidak mendengar seruan bangsa Israel? Tentu saja Tuhan mendengarseruan bangsa Israel dan kenakan Musa supaya Musa sanggup membelah laut Teberau dan bangsa Israel sanggup melewatinya. Setelah bangsa Israel lewat Laut Teberau, laut itu kemabali seperti terhadap awalnya dan mengahanyutkan banyak tentara Mesir.
Allah adalah Bapa yang baik kepada anak-anakNya. Ia tidak dapat pernah membiarkan anakNya berjalan sendiri. Ia senantiasa menopang dan memimpin anakNya. Ia tidak dapat beri tambahan mengenai yang jahat kepada kita, justru yang Ia berikan tambahan adalah suatu perihal yang baik.
Jika terhadap pas ini anda sedang hadapi persoalan dan seakan udah tidak ada jalur nampak lagi, maka minta tolonglah kepadaNya dan Ia pasti dapat langsung menolongmu. Tangan Tuhan tidak tidak cukup panjang untuk memegangmu. Bahkan pendengaraanya tidak tidak cukup tajam untuk mendengar masing-masing seruan doamu. Oleh gara-gara itu berdoalah kepadaNya dan Ia dapat langsung datang untuk menolongmu. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 10
Cara Tuhan Untuk Menolongmu
Bacaan: 1 Samuel 19:11-24
“Kemudian Saul mengirimkan orang-orang suruhan ke tempat tinggal Daud untuk mengamat-amatinya dan untuk membunuh dia terhadap pas pagi. Tetapi Mikhal, isteri Daud, memberitahukan kepadanya, demikian: “Jika engkau tidak sanggup meluputkan dirimu malam ini, maka besok engkau dapat dibunuh.”
1 Samuel 19:11
Banyak langkah yang dilakukan oleh Allah untuk menopang manusia. Cara yang dilakukan Allah kadang pas tidak sanggup dipahami oleh manusia. Ia sanggup kenakan siapa saja untuk menopang kita. Bahkan orang yang tidak kita duga pun sanggup dipakai oleh Allah untuk menopang kita.
Pada hari ini kita menyaksikan bagaimana pemberian Tuhan kepada Daud. Saul mencoba untuk membunuh Daud tapi gara-gara pemberian Allah, Daud sanggup selamat berasal dari tangan Saul. Tuhan kenakan orang-orang disekitar Daud untuk menyelamatkannya berasal dari kejaran Saul hingga Saul tidak sanggup membunuhnya.
Jika terhadap pas ini anda sedang hadapi suatu persoalan yang membuatmu jadi terhimpit dan kesakitan, percayalah bahwa Ia dapat menolongmu bersama dengan caraNya serupa seperti Daud yang udah ditolongnya untuk dpaat lari berasal dari kejaran Saul.
Mungkin sebagai manusia kita tidak sanggup menyadari bagaimana Tuhan sanggup menopang kita berasal dari masalah. Bisa saja Ia kenakan temanmu atau lebih-lebih orang yang membencimu untuk sanggup menolongmu berasal dari segala persoalan yang sedang anda alami.
Satu mengenai yang pasti,pertolongan Tuhan tidak dapat pernah terlambat kepada anak-anakNya. Pertolongan Tuhan senantiasa tepat terhadap waktuNya. PertolonganNya nyata dan kita pasti dapat merasakan pertolonganNya asalkan kita berkelanjutan percaya kepadaNya. Bukankah Ia berharap kita untuk berkelanjutan berharap padaNya?
Mungkin bukan hari ini Tuhan menolongmu. Mungkin saja besok Ia dapat menolongmu. Meskipun besok Ia menolongmu bukan artinya seluruhnya udah terlambat. Justru pemberian Tuhan senantiasa tepat terhadap waktunya. Yang Ia berharap hanya supaya kita tidak risau dan seluruhnya percaya kepadaNya bahwa Ia dapat datang menolongmu.
Pertolongan Tuhan dapat tercurah ke atasmu pas ini juga. Oleh gara-gara itu janganlah anda berhenti berharap padaNya gara-gara tidak ada harapan yang sia-sia. Tuhan Yesus memberkati.
Kesimpulan : Artikel ini dibikin untuk dijadikan sebagai bahan renungan harian disaat sedang hadapi masalah

10 Kumpulan Santapan Rohani Tentang Menghadapi Masalah