Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Harian. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH I
Renungan harian 1
Forgive to Forget
Bacaan: Matius 18:21-35
“Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan hingga tujuh kali, melainkan hingga tujuh puluh kali tujuh kali.”
Matius 18:22
Salah satu perihal yang paling tersedia problem untuk dilaksanakan yakni menambahkan pengampunan kepada orang yang telah lakukan kesalahan kepada kita. Pada saat ini banyak orang tersedia problem untuk mengampuni kesalahan orang lain dikarenakan kesalahan yang telah dilaksanakan oleh orang selanjutnya diakui telah melalui batas supaya dia tidak berhak capai kata maaf dari kita. Pasti di pada kami dulu mengalami perihal serupa bukan? Misalkan saja saat tersedia seseorang yang menyakiti kami bersama menyebarkan perihal tidak benar, atau saat orang yang kami percayai mengkhianati kami atau terutama saat orang yang kami kasihi pergi meninggalkan kami apakah kami tetap mampu untuk memaafkan orang tersebut? Ketika kami tidak mampu untuk memaafkan kesalahan orang lain justru hanya kekecewaan dan sakit hati yang mampu kami rasakan. Kitapun juga mampu jadi spesifik yang tidak bebas dikarenakan terkekang oleh kekecewaan dan rasa sakit hati itu.
Mengampuni bukan hanya hanya memaafkan kesalahan. Mengampuni berarti juga bersedia melepaskan kesalahan orang yang bersalah kepada kami dan mengakses lembaran baru ulang bersama orang tersebut. Kita juga mesti mengetahui bahwa manusia bukanlah makhluk prima supaya tidak mampu lakukan kesalahan. Ketika kami tidak senang mengampuni kesalahan orang lain berarti kami juga tidak senang mengetahui bahwa kami juga dulu lakukan kesalahan yang mampu saja memicu orang lain jadi terluka. Sebagai manusia kami condong mencari kesalahan orang lain tanpa mengetahui kesalahan yang ia perbuat. Bahkan didalam Matius 7:3 Yesus berkata demikianlah “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, tapi balok di didalam matamu tidak engkau ketahui?”
 Dalam ayat tersebut, Yesus mengajarkan kami untuk mengintropeksi diri kami sendiri.
Mengampuni. Sebuah kata simpel yang berarti benar-benar dalam. Selain mesti memaafkan kesalahan orang lain, mengampuni berarti mengasihi sesama kami dikarenakan Yesus telah mengasihi kami terutama dahulu. Lalu apa yang mampu kami dapatkan saat kami telah mengampuni orang lain?
1. Berkat pengampunan dari Allah
“Dan jika anda berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu jika tersedia barang suatu perihal didalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Matius 11:25). Hal pertama yang mampu kami dapatkan saat kami senang mengampuni kesalahan orang lain yakni berkat pengampunan dari Allah. Dalam Matius 11:25 disebutkan bahwa Bapa yang tersedia di sorga mampu mengampuni kesalahan kami jika kami juga senang mengampuni sesamakita. Ketika kami belum mampu mengampuni, rasa marah, sakit hati terutama kebencian mampu menguasai hati kami supaya interaksi kami denganNya jadi terhalang. Oleh dikarenakan itu, marilah kami mengampuni kesalahan sesama kami supaya Bapa di sorga juga senang mengampuni kesalahan yang kami perbuat.
2. Menjadi spesifik yang bebas
Setelah kami senang mengampuni kesalahan orang lain dan melepaskan kesalahan orang tersebut, kami mampu jadi spesifik yang bebas. Segala rasa marah, kecewa dan sakit hati yang menguasai hati kami mampu bebas dan memicu hati kami jadi riang. Jika selama kami anda tetap terkekang dan terbelenggu oleh kesalahan orang lain, marilah mengampuni. Kelihatan tersedia problem memamg. Tapi saat kami menyerahkan dan mengandalkan Allah, tidak tersedia yang tidak mampu saja baginya.
3. Dapat merasakan kasih Allah didalam kehidupan
Setelah jadi spesifik yang bebas, kami mampu merasakan betapa besar kasih Allah didalam kehdupan kita. Ia jadi bekerja didalam hidup kami untuk mendatangkan kebaikan. Bahkan Ia juga mampu memakai kami jadi alatNya.
4. Menjadi manusia baru
Setelah merasakan kasih Allah, kami diubahkan jadi manusia yang baru. Bukan tanpa alasan. Tuhan mengubahkan kami untuk jadi spesifik yang lebih baik lagi. Dimana kami mampu capai buahNya yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan juga penguasaan diri (Galatia 5:22-23).
Oleh dikarenakan itu, marilah kami jadi mengampuni sesama kita. Ingatlah, bahwa tiap tiap manusia tentu dulu lakukan kesalahan juga diri kita. Diri kami sendiri tidak mampu saja tidak dulu lakukan kesalahan. Sikap kami baik didalam perkataan maupun tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja tentu dulu menyakiti hati dan perasaan orang lain. Sekarang perihal terhadap diri kita. Apakah kami menginginkan jadi spesifik yang bebas yang capai berkat pengampunan atau justru menginginkan jadi spesifik yang terkekang? Mintalah penyertaan dan bimbingan Tuhan. Kiranya Tuhan tetap menyertai kami semua. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian 2
Tuhan Mendengar
Bacaan: Ratapan 3:1-26
“Ya TUHAN. Aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan terian tolongku! Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”
Ratapan 3:55-57
Tuhan tidak mampu dulu melepaskan umatNya sendirian. Ia tetap tersedia untuk kami disetiap detik kehidupan kita. Namun, kami seringkali jadi Tuhan meninggalkan kami dikarenakan Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit dari pada kami dulu jadi kecewa dan menghindar dari dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kebolehan kami sendiri jika dirasa Tuhan tidak mampu menjawab doa kita. Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia condong melepaskan Allah dan menyalahkan Allah sebagai bentuk kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu berjalan dikarenakan Tuhan menginginkan edukatif kami jadi spesifik yang kuat dan bertumbuh didalam iman dikarenakan sesungguhnya didalam kelemahanlah kuasa Allah jadi nyata. Karena masalah yang kami alami seringkali kami lupa mampu kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk bersama kesimpulan egois kami yang tidak beralasan. Kita terus-menerus mengeluh tapi kami tidak senang menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal saat kami berdoa kepadaNya Tuhan tentu mampu mendengar dan menjawab doa kita.
Mungkin bukan saat ini Tuhan menjawabnya, tapi Tuhan tentu mampu menjawab doa kita. TanganNya tidak tidak lumayan panjang untuk mendukung kita. Dalam Matius 11:28 pun disebutkan demikianlah “Marilah kepada-Ku, semua yang lelah lesu dan berbeban berat, Aku mampu berikan kelegaan kepadamu.” Saat kami mengetahui bahwa kami tetap memerlukan Tuhan, datanglah padaNya maka Dia mampu langsung mengulurkan tanganNya untuk mendukung kita. Berbagai cara mampu Tuhan memakai untuk mendukung kita. Ia mengetahui apa yang kami butuhkan sebeluh kami menghendaki kepadaNya. Pada Hakim-hakim 3:7-11 diceritakan bahwa orang Israel lakukan kejahatan terutama hingga melepaskan Tuhan. Lalu Allah jadi murka dan menjajakan mereka kepada Kusyan-Risyataim delapan th. lamanya. Namun, saat orang Israel berseru kepadaNya, Allah menjawab doa mereka bersama menghidupkan seorang penyelamatyang bernama Otniel. Melalui Otniel orang Israel jadi bebas. Melalui cerita ini kami diajarkan untuk terus-menerus berdoa dan berserah kepadaNya. Ia mampu memakai siapa saja untuk mendukung kami semua.
Tuhan tidaklah tuli. Ia tentu mampu mendengarkan seruan umatNya.
Ketika kami mengalami masalah hidup, kami hanya tetap berkata “Mengapa Tuhan?” tanpa kami merenungkannya terutama dahulu. Seharusnya terutama dahulu kami renungkan apa yang sesungguhnya Tuhan menginginkan melalui banyak ragam masalah yang kami alami. Tidak jarang kami jadi tidak tersedia jalur muncul dari masalah yang tengah kami hadapi. Ketika itu terjadi, yang mampu kami lakukan yakni berkunjung menghampiri Dia dan berdoa. Melalui doa, kami mampu berkata denganNya dan juga meluapkan segala perasaan yang tersedia didalam hati dan kesimpulan kita. Kadangkala kami tidak mengetahui jalur Tuhan. Namun, perihal yang mesti kami imani adalah Tuhan tidak dulu meninggalkan kita. Artinya, didalam kegelapan terutama badai sekalipun, Tuhan menguatkan dan menyertai kami supaya kami mampu bertahan. Jika hingga hari ini doa kami belum dijawab olehNya bukan berarti Tuhan tidak acuhkan dan tidak mendengarkan doa kita. Kita hanya mesti mengetahui bahwa tangan Tuhan kuat memegang kita. Ketika kami jatuh, Tuhan tidak melepaskan kami hingga tergeletak.
Ketika kami berseru kepada Tuhan, berarti kami yakin bahwa Tuhan tetap senang mendengarkan seruan kita. Kita juga mengetahui bahwasesungguhnya Allah menyimak apa yang berjalan didalam kehidupan kita. Ketika kami berdoa, berarti kami juga melihat tetap tersedia harapan saat kami berserah kepadaNya dan tetap tersedia suara Tuhan yang menghiburdan menjawab tiap tiap kata dari seruan kita. Sampai kapanpun kami tidak mampu melepaskan Tuhan. Ketika kami berserah kepadaNya, berarti kami siap dan sabar untuk menantikan apa yang menginginkan Tuhan perbuat kepada kita. Kita mesti sabar dikarenakan saat dan caraNyalah yang paling baik untuk kita. Mari kami berkata dan berseru kepadaNya supaya kami capai ketenangan. Tuhan Yesus memberkati.Renungan harian 3
Be Your Self
Bacaan: 1 Korintus 12:12-31
“Andaikata sepenuhnya adalah satu anggota, di manakah tubuh?”
1 Korintus 12:19
Terkadang kami malu untuk jadi diri kami sendiri apa adanya. Ada beberapa faktor yang memicu kami seperti itu tidak benar satunya yakni kuatir tidak di menerima didalam lingkungan tempatnya berada. Kita mengusahakan mempengaruhi segala suatu perihal yang tersedia terhadap kita, terutama kami mengusahakan untuk jadi orang lain demi muncul sempurna. Hal ini memicu seseorang lupa mampu keberadaan dirinya sendiri padahal Tuhan telah menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya.
Tuhan menciptakan kami berbeda pada satu bersama yang lain dikarenakan tersedia alasan spesifik yakni supaya kami mampu saling melengkapi kelemahan orang lain. Jika kami semua berlomba-lomba untuk mempengaruhi diri jadi prima setelah itu siapakah yang mampu menutupi kelemahan tersebut? Jika kami tetap  mengusahakan untuk jadi orang lain berarti area kami berada bukanlah merupakan area yang tepat. Ketika kami telah berada di area yang tepat, kami tentu tidak mampu mengusahakan untuk jadi orang lain. Ketika kami berada di area yang tepat, kami juga tentu mampu mencintai diri kami apa adanya. Ketika anda telah jadi dirimu sendiri tapi tempatmu berada tidak menerimamu, janganlah khawatir. Tetaplah untuk jadi dirimu sendiri dikarenakan itu merupakan perihal utama yang mesti dilakukan.Ketika kami telah jadi diri kami sendiri, hidup kami mampu lebih bahagia, nyaman dan juga mampu menghormati diri sendiri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga. Kita mampu membawa banyak teman yang senang menerima kami apa tersedia tanpa kepura-puraan. Ketika kami jadi diri kami sendiri, kami juga mampu jadi spesifik yang kuat dan mampu memicu kami memperoleh potensi yang tersedia di didalam diri kita. Ketika kami jadi diri sendiri, kami mampu lakukan apa pun yang kami sukai dikarenakan didepan orang lain kami tidak coba jadi orang lain. Kita juga mampu lebih menghormati apa yang kami membawa saat ini dikarenakan kami mengetahui Tuhan menciptakan kami baik adanya. Dengan jadi diri kami sendiri berarti kami telah mencintai Allah yang merupakan pencipta kita. Janganlah kami mengusahakan jadi orang lain, dikarenakan apa yang menurut manusia prima belum tentu prima untuk Allah. Oleh dikarenakan itu hargailah tiap tiap apa yang telah Tuhan menambahkan kepada kita.
Cara Untuk Menjadi Diri Sendiri
1. Menerima diri kami apa adanya
Hal pertama yang mesti kami lakukan untuk jadi diri sendiri yakni menerima diri kami apa adanya.Jika kami belum menerima diri kami sendiri apa adanya, bagaimana mampu kami hidup sebagai diri kita. Kita merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ia menambahkan hati, kesimpulan dan akal budi. Bahkan Ia menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya. Melihat betapa besarnya karya Tuhan didalam kita, setelah itu apakah kami tetap menampik diri kami sendiri sebagaimana adanya? Jika alasan fisik seperti tidak cantik, tidak tinggi, tidak putih atau lain sebagaimana yang jadi alasan kami untuk tidak menerima diri kami sendiri apa adanya, berhentilah lakukan itu. Ingatlah bahwa kesempurnaan hanya milih Allah. Janganlah minder bersama diri kami sendiri. Terimalah dan hargailah diri kita.
2. Mengenali diri
Penting bagi kami untuk mengetahui diri kami sendiri. Mengenali apa benar-benar berlebih dan kekurangan kita, mengetahui apa kebolehan dan kelemahan kami dan juga mengetahui apa yang kami sukai dan tidak kami sukai. Ketika kami mampu mengetahui apa yang tersedia diri kita, kami tentu mampu jadi diri kami sendiri tanpa malu menunjukkannya kepada oang lain.
3. Tidak mempedulikan kata orang lain
Pada saat ini entah mengapa perkataan orang lain dampak berdampak besar bagi kehidupan kita. Setelah mendengan perkataan orang lain yang tidak baik perihal diri kita, kami mengusahakan untuk merubahnya dan tidak memperlihatkan faktor tidak baik itu lagi. Kita mati-matian beralih setelah mendengar perkataan orang lain. Perlu diingat, dirimu adalah milikmu. Jangan hirauan perkataan orang lain yang berkata perihal diri kita. Yang mengetahui diri kami hanya kami sendiri bukan orang lain. Orang lain hanya menilai diri kami dari luarnya saja. Hidupmu adalah punya Tuhan. Janganlah beralih hanya dikarenakan perkataan orang lain dikarenakan hidupmu bukanlah punya manusia.
4. Tidak membandingkan diri kami bersama orang lain
Salah satu cara yang dilaksanakan untuk jadi diri sendiri yakni tidak membandingkan diri kami bersama orang lain. Setiap orang membawa benar-benar berlebih dan kekurangannya masing-masing. Jika anda jadi orang lain lebih baik darimu, berarti anda belum memperoleh apa yang baik didalam dirimu. Janganlah berkecil hati saat melihat orang lain. Jalanilah hidupmu sebagai dirimu sendiri.
5. Bersyukur
Cara yang paling utama dan penting untuk jadi diri sendiri yakni bersyukur. Ketika kami bersyukur kepada Tuhan atas segala apa yang telah Ia menambahkan kepada kita, kami tentu mampu mencintai diri kami apa danya. Bersyukur memicu kami mampu menerima diri kita. Oleh dikarenakan itu, bersyukurlah tetap kepada Tuhan.
Menjadi diri sendiri itu penting. Menjadi diri sendiri memicu kami jadi spesifik yang bertumbuh dan dewasa. Menjadi diri kami sendiri memicu kami mampu memperoleh potensi yang tersedia didalam diri kita. Tuhan menciptakan kami berbeda pada satu bersama yang lain untuk saling melengkapi. Mulai saat ini berhentilah membandingkan dirimu bersama yang lain. Dirimu prima di mataNya. Ynag mesti dilaksanakan saat ini hanya jadi diri sendiri dimanapun kami berada. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH II
Kumpulan renungan harian kristen 2018
Renungan 1
Refresh
Bacaan: Kolose 3:5-10
Jangan ulang anda saling mendustai, dikarenakan anda telah menanggalkan manusia lama dan juga kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk capai ilmu yang benar menurut gambar Khaliknya;
Kolose 3:9-10
Setiap manusia tentu dulu lakukan kesalahan baik didalam pikiran, perkataan maupun perbuatannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa mengetahui kami seringkali menyakiti hati sesama kami terutama menyakiti hati Tuhan. Perbuatan-perbuatan itulah yang mampu hindari kasih Tuhan didalam hidup kita. Ketika kami melihat ke belakang, cobalah menyimak berapa banyak orang yang telah kami sakiti dan lukai hatinya. Ingatlah berapa banyak kami menyakiti hati Tuhan dikarenakan kami hidup bersama tidak benar dan meninggalkan jalur kebenaran. Marilah kami me-refresh hidup kami supaya hidup kami mampu lebih baik dari sebelumnya.
Sama halnya bersama Paulus. Paulus terhadap pada akhirnya dipakai Tuhan untuk mengerjakan perbuatan tanganNya yang ajaib. Ia senang meninggalkan kehidupan lamanya dan jadi manusia baru. Ia me-refresh kehidupannya supaya Ia jadi spesifik yang baik. Sekarang maukah kami seperti Paulus yang mampu meninggalkan kehidupan lama jadi manusia baru? Marilah kami minta bimbingan dan penyertaan Tuhan supaya kami dimampukan untuk jadi manusia yang lahir baru di didalam Dia. Ketika kami telah lahir baru, kami tentu mampu segan untuk meninggalkan jalanNya yang benar dan kuatir untuk berbuat dosa. Kita juga mampu jadi spesifik yang membawa hikmat daripadaNya saat kami jadi manusia baru. Menjadi manusia baru bukan berarti kami berhenti sejenak setelah itu berjalan ulang di jalur yang sama. Menjadi manusia baru berarti berhenti setelah itu berbalik menuju kemuliaaNya yang ajaib. Oleh dikarenakan itu, marilah kami menghimpit tombol refresh didalam hidup kami supaya kami jadi spesifik baru yang lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 2
Meresponi Panggilan Tuhan bersama Kesetiaan
Bacaan: Efesus 1:15-23
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, supaya anda mengetahui pengharapan apakah yang terdapat didalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kami yang percaya, cocok bersama kebolehan kuasa-Nya,
Efesus 1:18-19
Dalam Matius 22:14 dikatakan bahwa banyak yang dipanggil, tapi sedikit yang dipilih. Apa maksudnya? Tuhan telah memanggil banyak orang untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah, tapi dikarenakan keterbatasan yang manusia miliki, hanya sedikit di pada kami yang dipilih olehNya untuk membawa tanggung jawab itu.
Jika terhadap saat ini kami dipercayakan Tuhan untuk melayaniNya baik di gereja atau disebuah persekutan, bersyukurlah dikarenakan tidak semua orang membawa kesempatan itu. Ketika Tuhan telah memanggil kami untuk melayaniNya, kami mampu melihat betapa besar kebolehan kuasaNya bagi kami orang yang yakin kepadaNya. Tuhan mampu pilih siapa saja tanpa melihat orang selanjutnya berasal dari mana dan bagaimana keadaanya. Tuhan pilih seseorang supaya kuasaNya nyata dan mampu dipermuliakan melalui orang tersebut. Terkadang, saat kami telah dipilih Tuhan untuk melayaniNya, banyak yag meresponi panggilan itu bersama ketidaksetiaan. Kita hanya bersemangat untuk melayani Tuhan di awal saja, tapi bersamaan berjalannya saat kami jadi malas dan kehilangan semangat untuk melayani Tuhan.
Ketika kami berbuat seperti itu, sadarkah kami bahwa kami telah menyakiti hati Tuhan? Tuhan hanya menginginkan kami meresponi panggilanNya denga prinsip hingga akhir. Yang mesti diingat adalah, saat kami dipanggil olehNya kami membawa tanggung jawab kepada Dia bukan kepada manusia. Ketika kami lakukan suatu layanan semangat kami sering kadang tidak benar yakni supaya layanan kami dilihat oleh orang lain supaya orang lain berasumsi kami hebat dikarenakan kami mampu melayaniNya. Jika kami melayani Tuhan hanya dikarenakan semangat itu, bagaimana kami mampu setia kepada panggilanNya? Oleh dikarenakan itu, marilah kami meresponi panggilan Tuhan bersama kesetiaan. Jika semangat kami terhadap saat ini tetap untuk manusia, ubahlah kesimpulan itu. Jadikanlah layanan yang anda lakukan saat ini jadi sebuah tanggung jawab kepada Tuhan. Apapun layanan yang anda kerjakan, lakukanlah itu bersama segenap hatimu. Kerjakanlah panggilan layanan selanjutnya hingga akhir. Tunjukkanlah prinsip kami kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Remind
Mazur 119:25-34
Buatlah aku mengetahui petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Mazmur 119:27
Orang bilang kami tidak boleh mengingat masa setelah itu dikarenakan jika kami terus-menerus mengingat masa setelah itu memicu kami jadi spesifik yang tidak berkembang. Ada juga yang bilang bahwa kami tidak boleh melihat kesalahan di masa setelah itu dikarenakan itu telah berlalu. Namun apakah benar demikian? Tentu saja salah. Jika kami tidak mengingat apa yang telah terjadi, justru kami mampu jatuh ke didalam kesalahan yang sama. Jika kami tidak mengingat kesalahan yang dulu kami lakuka, bagaimana mampu kami memperbaiki kesalahan itu. Tuhan menambahkan kami akal budi dan juga hati nurani supaya kami mampu mengingat ulang apa yang berjalan terhadap diri kita. Jika aku Petrus dulu mengingat apa yang dikatakan Yesus kepadanya tentu ia tidak mampu menyangkal Yesus.
Jika Petrus tidak ingat perkataan Yesus setelah ia menyangkalNya tentu Petrus tidak mampu menyesali perbuatannya. Mengingat ulang suatu perihal bukanlah perihal tidak baik yang tidak benar untuk dilakukan. Mengingat ulang suatu kesalahan memicu kami mampu memperbaiki kesalahan itu dan tidak ulang jatuh ke didalam kesalahan yang sama. Ketika kami mengingat ulang betapa besar kuasaNya didalam hidup kita, kami tentu mampu jadi spesifik yang bersyukur.
Remind atau mengingat kemabali merupakan suatu kata yang penuh arti bagi kami sebagai manusia. Sekarang, marilah kami ingat betapa besar kasih yang Ia curahkan kepada kami tiap tiap detik kehidupan kita. Sungguh besar bukan? Marilah saat ini kami ingat ulang kesalahan apa yang dulu kami lakukan dulu supaya kami tidak ulang ulangilah kesalahan yang sama. Marilah juga ingat ulang apa yang jadi janji dan prinsip kita. Janganlah dari tiap tiap kami melepaskan itu semua. Jika kami membawa prinsip untuk melayani kepada Tuhan, ingatlah prinsip itu dan marilah kami layani Tuhan bersama kesungguhan hati. Ketika kami mengingat ulang segala esuatu perihal yang berjalan didalam hidup kita, tentu kami jadi takjub mampu kuasa dan penyertaan Tuhan.
Terkadang saat kami mengingat ulang suatu perihal kami sering berkata seperti ini “Wah ternyata aku mampu melalui ujian itu” “Tuhan Yesus ternyata sungguh baik hingga aku tetap mampu merasakan kasihNya hingga sekarang”. Mengingat masa setelah itu itu tidak tidak baik bukan? Mengingat suatu perihal mampu memicu kami lebih bersyukur mampu suatu perihal yang telah Tuhan berikan. Ketika kami mengingat perihal buru, tentu kami juga ingat ulang rasa sakitnya. Rasa sakit dikecewakan, rasa sakit ditinggalkan ataupun rasa sakit dikarenakan kehilangan suatu perihal yang berharga. tapi ingatlah dari sudut positifnya. jika kami tidak mengalami itu semua, apakah kami mampu jadi spesifik yang kuat seperti sekarang? Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH III
Renungan harian kristen hari ini air hidup
Mengucap Syukur
Bacaan: Mazmur 118:1-9
Bersyukurlah kepada Tuhan, dikarenakan Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118:1
Helen Adams Keller atau biasa disapa Helen Keller merupakan seorang penulis dan aktivis politik Amerika. Selain itu ia juga menulis artikel dan juga buku-buku kondang tidak benar satunya The Story of My Life. Helen terlahir normal. Namun, saat usianya 19 bulan, ia terserang penyakit yang menyebabkannya buta dan tuli hingga terhadap pada akhirnya ia juga jadi bisu.
Saat tetap kecil Helen jadi spesifik yang kasar dan pemberontak terutama ia jadi spesifik yang pemarah. Namun, bersamaan pertambahan usia, Helen jadi spesifik yang melampaui batasannya dan ia tidak menyerah terhadap hidupnya. Kita tentu dulu mengalami masa-masa tersedia problem yang memicu kami marah dan menyalahkan keadaan. Kita larut didalam rasa sedih hingga kami lupa untuk mengucap syukur kepada Allah. Ketika kami tidak mampu bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan menambahkan tentu tersedia kesalahan di dalamnya. Bisa jadi dikarenakan kami benar-benar fokus terhadap masalah kami tanpa melihat kebaikan yang Tuhan menambahkan kepada kita. Ingatlah, apa yang kami alami hari ini telah Tuhan atur. Cobaan yang kami alami tidak mampu melebihi kebolehan kita. Ketika mengucap syukur kepada Tuhan, kami tentu mampu merasakan betapa baiknya Tuhan didalam hidup kita.
Seringkali kami sebagai manusia hanya senang mengucap syukur kepada Tuhan hanya terhadap saat bahagia. Namun, didalam kondisi sedih manusia condong tidak bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan harusnya seperti nafas kehidupan yang tidak mampu dulu berhenti kami ucapkan saat kami tetap diberi nafas kehidupan. Bersyukur kepada Tuhan juga tidak memerlukan sebuah alasan spesifik dikarenakan itu mampu dilaksanakan kapan saja dan dimana saja. Yang jadi ukuran manusia terhadap saat ini untuk bersyukur adalah saat capai nilai baik, capai promosi jabatan, capai pekerjaan yang sesuai, capai pasangan yang kami ingini dan perihal membahagiakan lainnya menurut ukuran manusia.
Jika kami hanya terus-menerus mengingini kebahagiaan, kapan Tuhan mampu memperlihatkan kuasaNya didalam kehidupan kita? Perlu diingat dan direnungkan bahwa apa yang berjalan didalam kehidupan kami bukanlah suatu kebetulan semata, tapi itu merupakan anugerah yang Tuhan menambahkan kepada kami sebagai manusia. Anugerah Tuhan bukan saja hal-hal baik seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, anugerah Tuhan juga mampu berupa rasa sedih yang Tuhan ijinkan berjalan didalam kehidupan kita. Mengapa rasa sedih yang kami alami mesti disyukuri? Ini berarti Tuhan sayang kepada kami dan tengah edukatif kami supaya kami jadi spesifik yang dewasa bukan hanya secara fisik tapi juga didalam iman. Tuhan edukatif kami serupa seperti bapa di dunia edukatif kita. Ia edukatif kami bersama tegas supaya kami jadi spesifik yang tahan banting didalam menghadapi cobaan. Selain itu, saat rasa sedih menimpa kita, kuasa Tuhan justru mampu nyata didalam kelemahan kita.
Segala suatu perihal yang berjalan didalam kehidupan kami baik senang maupun duka, baik didalam kehidupan yang penuh canda tawa maupun tetesan air mata itu telah Tuhan ijinkan terjadi. Tuhan menginginkan kami mengucap syukur kepadaNya didalam segala perihal dikarenakan penyertaan Tuhan tetap tersedia terhadap spesifik tiap tiap kita. Dalam Roma 8:28 disebutkan bahwa Allah turut bekerja didalam segala suatu perihal untuk mendatangkan kebaikan. Oleh dikarenakan itu, kami mesti yakin kepadaNya bahwa apa yang berjalan didalam kehidupan ini telah Tuhan atur. Jangan lupa untuk mengucap syukur, Tuhan Yesus memberkati.

Renungan harian kristen pemuda
Kerjakan Tanggung Jawabmu
Bacaan: Yunus 1:1-17
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, dikarenakan kejahatannya telah hingga kepada-Ku.”
Yunus 1:2
Ketika Tuhan menambahkan tanggung jawab besar kepada Yunus untuk pergi ke Niniwe apa yang dilaksanakan oleh Yunus? Awalnya Yunus lari dari tanggung jawab itu bersama pergi ke Tarsis namun, saat perjalanan menuju Tarsis Yunus ditegur Tuhan. Tuhan mendatangkan badai yang besar hingga terhadap pada akhirnya Yunus mesti berada didalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya. Pernahkah anda seperti Yunus yang coba lari dari tanggung jawab yang telah dipercayakan padamu? Sebagai seorang manusia, adakalanya kami ragu dan kuatir untuk mengerjakan suatu tanggung jawab, terutama jika itu merupakan tanggung jawab yang lumayan besar. Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban dan tugas yang mesti kami merampungkan hingga akhir. Jika anda jadi tidak mampu mengerjakan banyak tanggung jawab hingga akhir, mintalah Tuhan untuk memberikanmu hikmat. Janganlah anda melalaikan suatu tanggung jawab kecil hanya dikarenakan anda membawa tanggung jawab lain yang lebih besar.
Faktor-faktor penyebab lari dari tanggung jawab
Setiap orang membawa tanggung jawabnya masing-masing. Baik muda ataupun tua tentu membawa suatu tanggung jawab entah itu kecil maupun besar. Semakin kami beranjak dewasa, tanggung jawab yang dipercayakan kepada kitapun jadi besar dan berat. Namun, dikarenakan tidak mengandalkan dan tidak menghendaki penyertaan Tuhan didalam merampungkan masalah itu, tersedia banyak orang yang melepaskan dan lari dari tanggung jawab yang ia miliki. Padahal didalam Roma 14:12 disebutkan demikianlah “Demikian tiap tiap orang di pada kami mampu berikan pertanggungan jawab perihal dirinya sendiri kepada Allah”. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mampu memicu seseorang lari dari tanggung jawabnya.
Rasa takut
Hal yang memicu seseorang mampu lari dari tanggung jawab yakni dikarenakan tersedia rasa takut. Sama halnya seperti Yunus yang coba lari dari tanggung jawab yang Tuhan menambahkan kepadanya dikarenakan rasa takut. Yunus mengetahui bahwa Niniwe adalah kota yang besar dimana jika ia mesti pergi kesana dan memberitahukan penduduknya mampu kejahatan yang dilaksanakan ia tentu tidak di terima terutama dihakimi. Namun, saat Yunus minta penyertaan Tuhan dan terhadap pada akhirnya ia mampu lakukan tanggung jawab itu. Yuk saat ini menghilangkan rasa takutmu dan minta penyertaan Tuhan.
Memiliki tanggung jawab yang lebih besar
Faktor lain yang memicu seseorang lari dari tanggung jawab yakni dikarenakan ia membawa tanggung jawab yang lebih besar supaya ia berasumsi remeh tanggung jawab kecil yang dimiliki. Baik besar maupun kecil, tanggung jawab tetaplah kewajiban yang mesti diselesaikan hingga akhir. Ketika anda mampu mengerjakan tanggung jawab kecil tentu anda juga mampu untuk mengerjakan suatu tanggung jawab yang lebih besar.
Tidak menghendaki hikmat dan penyertaan Tuhan
Faktor utama yang memicu seseorang lari dan melepaskan tanggung jawabnya adalah dikarenakan tidak menghendaki hikmat dan penyertaan dari Tuhan. Ketika anda hanya mengandalkan kebolehan diri sendiri, temtu anda mampu jadi tidak mampu untuk mengerjakan suatu tanggung jawab. Oleh dikarenakan itu berdoalah dan minta hikmat dan juga penyertaan Tuhan.
Oleh dikarenakan itu, janganlah anda lari dari tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadamu. Jangan jadikan tanggung jawab hanya hanya tuntutan yang mesti anda selesaikan. Namun, jadikanlah tanggung jawab itu sebagai suatu kewajiban yang mesti diselesaikan hingga akhir bersama baik (finishing well). Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH IV
Renungan singkat firman Tuhan
Waktu Teduh
Bacaan: Efesus 6:10-20
Berdoalah tiap tiap saat di didalam Roh dan berjaga-jagalah di didalam doamu itu bersama keinginan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Efesus 6:18
Doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Dengan berdoa, interaksi kami bersama Allah dipulihkan supaya kami mampu mengetahui dan mengetahui apa kemauan Tuhan didalam hidup kita. Waktu teduh atau saat teduh merupakan saat spesifik yang di menyediakan bagi Tuhan dan mesti kami lakukan tiap tiap hari. Sebaiknya saat teduh dilaksanakan tiap tiap pagi sebelum saat akan kami mengawali kesibukan kami supaya kami mampu memohon penyertaan Tuhan terhadap hari yang mampu kami lewati. Waktu teduh adalah tanggapan kami terhadap kerinduan Tuhan untuk bersekutu bersama kami anak-anakNya. Disaat kami lakukan saat teduh, berarti kami bersekutu bersama Tuhan. Sepeti yang telah kami ketahui, doa merupakan bentuk komonukasi kami kepada Allah. Dengan berdoa, kami memakai hak istimewa yang Tuhan menambahkan untuk berkata denganNya. Sudahkah kami bikin persiapan saat teduh tiap tiap harinya untuk Tuhan?
Waktu teduh benar-benar penting untuk kami lakukan. Alasan kami untuk lakukan saat teduh yaitu:
Teladan Yesus
Tuhan Yesus mengajarkan kami untuk membawa persekutuan bersama Bapa di Sorga. Di tengah kesibukannya, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa baik itu didalam kondisi senang maupun didalam kondisi sedih. Sebelum Yesus disalibkan, Ia juga berdoa kepada Bapa untuk diberikan kekuatan. Kita juga sebagai manusia mesti membawa interaksi spesifik bersama Bapa di sorga. Waktu teduh yang kami sedia kan dan kami bangun memicu interaksi kami bersama Bapa di sorga jadi dekat. Berdoa bukan hanya dilaksanakan sebagai formalitas semata, tapi sebagai suatu perihal yang sesungguhnya kami mesti lakukan dikarenakan kami mengetahui bahwa di dunia ini kami tidak mampu hidup sendiri tanpa penyertaan Tuhan.
Kerinduan Tuhan untuk bersekutu bersama umatNya
Tuhan rindu dan menginginkan supaya umatNya membawa persekutuan dan interaksi yang dekat denganNya. Dalam Hosea 6:6 disebutkan bahwa Tuhan lebih mengahargai persekutuan bersama umatNya dibandingkan bersama apa yang kami lakukan bagiNya.
Agar bertumbuh didalam iman
Ketika kami membawa saat teduh bersama Tuhan, iman kami juga mampu bertumbuh. Iman kami mampu bertumbuh melalui penghayatan mampu firmanNya. Iman seseorang tidak mampu tumbuh bersama instan supaya mesti pemeliharaan bersama mengetahui firmanNya. Pada saat ini seringkali kami melepaskan saat teduh itu bersama alasan kesibukan. Tuhan tetap menyertai kami selama 24 jam, setelah itu mengapa kami tidak mampu menambahkan saat kami kepada Tuhan? Orang yang membawa interaksi spesifik bersama Tuhan tentu mampu lebih yakin untuk bertekun kehiduan ini.
Bagaimana cara kami untuk berdoa? Yang mesti kami lakukan yakni bikin persiapan saat kita, mencari area tenang, menenangkan hati dan menghendaki kehadiran Tuhan, membaca Alkitab, memperlihatkan tanggapan kami bersama berdoa, merenungkan firman yang telah dibaca. Bagi kami sering kadang tersedia problem untuk bikin persiapan saat kami bagi Tuhan. Kita benar-benar sibuk bersama urusan spesifik kami dan seringkali melepaskan Tuhan. Kita lakukan perihal itu seakan kami mampu hidup tanpa bimbingan Tuhan. Kita hanya berdoa saat kami senang saja. Jika kami seperti itu, bagaimana kami mampu bertumbuh didalam iman dan mampu mengetahui maksud Tuhan didalam kehidupan kita? Marilah kami studi untuk membangun interaksi yang dekat denganNya. Mulailah untuk membawa saat teduh tiap tiap harinya. Tuhan Yesus memberkati.

Contoh renungan singkat
Kerjakan bersama hati
Bacaan: Kolose 3:23-25
Apa pun juga yang anda perbuat, perbuatlah bersama segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:23
Ketika kami mengerjakan apa yang kami sukai, tentu kami mampu mengerjakannya bersama sepenuh hati dan apa yang kami lakukan tentu hasilnya baik. Namun, apa yang berjalan jika kami mesti mengerjakan suatu perihal yang tidak kami sukai? Pasti kami mampu mengerjakannya bersama perasaan tertekan dan hasilnya tidak baik. Dalam Kolose 3:23 mengetahui disebutkan bahwa kami mesti mengerjakan apa pun itu bersama segenap hati kami seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Terdengar berat dan tersedia problem bukan? Namun, itulah yang sesungguhnya mesti dilakukan. Kita mesti berani untuk muncul dari zona nyaman kita. Awalnya terhadap tersedia rasa kuatir dan cemas, tapi jika kami senang coba untuk menyukainya tentu tidak tersedia yang tidak mungkin.
Ketika Elisa dipanggil Tuhan melalui nabi Elia, tentu Elisa mesti muncul dari zona nyamannya dan meninggalkan pekerjaan yang ia cintai. Bukan tanpa alasan, Elisa mengetahui bahwa ia capai suatu perihal yang lebih besar bersama nabi Elia. Ia juga mengetahui bahwa perjalan barunya tidak mudah dan menakutkan terutama ia juga mengetahui bahwa apa yang ia lakukan anti belum tentu merupakan kesukaannya. Tapia pa yang terjadi? Elisa mampu melalui itu semua didalam penyertaan Tuhan.
Sering halnya kami tidak mengerjakan apa yang telah jadi tanggung jawab kami bersama sepenuh hati. Entah itu dikarenakan apa yang ia lakukan bukan passionnya atau mampu saja juga dikarenakan ia dipaksa untuk mengerjakan pekerjaan itu. Namun, bagaimanapun keadaannya, kami mesti tetap mengerjakannya bersama hati. Jika jadi tidak mampu dan tidak sanggup, berdoalah kepada Tuhan dan minta bimbingan dan juga penyertaan Tuhan.
Hal yang mesti dijalankan
Lalu,, perihal apa saja yang mesti dilaksanakan supaya kami mampu mengerjakan segala suatu perihal bersama hati? Berikut hal-hal yang mesti dilakukan.
Cintai apa yang dikerjakan
Penting bagi kami untuk terutama dahulu mencintai apa yang kami kerjakan. Cobalah untuk mengetahui dan mengetahui maksud Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang kami kerjakan. Ketika kami mencintai apa yang kami kerjakan, tentu hasilnya mampu baik dan kitapun tidak mampu tertekan untuk mengerjakannya.
Keluar dari zona nyaman
Keluar dari zona nyaman juga benar-benar penting untuk dilakukan. Keluar dari zona nyaman memperlihatkan bahwa kami berani untuk mengambil alih alih dampak walaupun kami tidak mengetahui apakah ketentuan yang dilaksanakan itu benar. Keluar dari zona nyaman berarti siap untuk menerima perubahan dan yakin bahwa suatu perihal perihal besar mampu terjadi. Ketika seseorang berani muncul dari zona nyaman dan berhenti dari suatu pekerjaan yang disukai, ia tentu mampu bersama mudah mencintai pekerjaan yang diberikan nantinya.
Minta penyertaan Tuhan
Hal paling penting yang mesti dilaksanakan yakni minta penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan itu baik adanya. Ia mampu membimbing kami dan memampukan kami untuk mengerjakan sesuatu. Meskipun apa yang dilaksanakan berat dan penuh rintangan, saat kami minta penyertaan Tuhan tentu kami mampu lalui itu semua.
Sangat penting bagi kami untuk lakukan segala pekerjaan yang kami milii bersama hati. Segala suatu perihal yang dilaksanakan bersama hati tentu hasilnya mampu baik. Apapun yang anda lakukan terhadap saat ini baik itu didalam pekerjaan maupun pelayanan, kerjakanlah bersama sebaik-baiknya. Jika anda jadi perihal itu tidak mungkin, mintalah penyertaan Tuhan supaya Tuhan mampukan. Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan santapan harian
Tahu Kehendak Allah
Bacaan: Yohanes 6:35-40
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk lakukan kehendak-Ku, tapi untuk lakukan kemauan Dia yang telah mengutus Aku.
Yohanes 6:38
Pernahkan kami jadi apa yang kami kehendaki didalam hidup ini tidak cocok bersama harapam kita? Ketika kami telah mengusahakan sekuat tenaga, justru apa yang kami dapatkan tidak berjalan seperti apa yang kami kehendaki. Pertanyaan selanjutnya, apakah kami dulu menanyakan kepada Tuhan apa sesungguhnya kemauan Tuhan didalam hidup kita? Jika kami melihat apa yang berjalan di awalnya didalam kehidupan kita, pernahkah kami mengetahui bahwa apa yang kami alami didalam hidup ini merupakan kehendakNya? Sebelum Yesus ditangkap, Yesus berdoa di taman Getsemani. Ia berdoa kepada BapaNya di sorga dan  Ia berkata demikianlah “tetapi bukanlah kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Yang mampu kami teladani di sini yaitu, Yesus saja menyerahkan apa yang berjalan didalam hidupNya kepada Bapa di sorga, megapa kami juga tidak lakukan perihal demikian? Manusia merupakan makhluk lemah yang tidak mampu hidup tanpa penyertaan Tuhan.
Namun dikarenakan kesombongan dan keangkuhan manusia, seringkali manusia jadi lupa diri dan lebih mengandalkan kekuatannya sendiri dan justru malah memaksa Tuhan untuk lakukan perihal yang dikehendakinya. Ketika apa yang berjalan didalam hidupnya tidak cocok keinginan dan kehendaknya, manusia justru malah kecewa dan menyalahkan Tuhan. Namun,yang mesti diingat adalah tiap tiap apa yang kami alami entah tempo hari atau terhadap saat ini itu merupakan kemauan Allah. Mungkin terhadap saat ini kami tidak mampu mengetahui maksud Tuhan didalam hidup ini. Namun satu perihal yang mesti ditanamkan di hati saudara dan aku bahwa semua yang Tuhan beri adalah yang paling baik untuk kami dikarenakan tangan Tuhan tengah merenda suatu karya yang agung mulia didalam kehidupan kita.
Kehendak Allah
Kehendak Allah tidaklah lama seperti kemauan manusia. Manusia berkendak supaya suatu perihal yang baik saja berjalan didalam hidupnya. Namun Tuhan juga menghendaki suatu perihal yang tidak baik berjalan supaya manusia mampu jadi bertumbuh di didalam iman dan pengharapan. Lalu apa saja kemauan Allah didalam hidup kita? Kehendak Allah didalam hidup kami yaitu:
Menjadi garam dan terang bagi sesama
Tuhan menghendaki kami supaya kami jadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Ia menghendaki kami untuk jadi teladan bagi sesama dimanapun kami berada. Sebagai anak-anakNya kami mesti jadi berkat bagi sesama melalui perbuatan dan tindakan kita.
Mewartakan keselamatan dan kabar kerajaan Allah
Dalam Lukas 9:2 Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kerajaan Allah kepada orang banyak. Demikian juga bersama kita. Tiba saatnya bagi kami untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah kepada mereka yang belum yakin kepada Yesus dikarenakan itulah yang dikehendakiNya.
Menjadi pelaku firmanNya
Hal yang juga di inginkan Allah yakni jadi pelaku firmanNya. Menjadi pelaku firman di sini mampu dilihat dari tiap tiap perbuatan dan tindakan kami yang senang di hadapan Allah supaya jadi saksi yang hidup bagi sesama.
Oleh dikarenakan itu, kami mesti mengetahui apa kemauan Tuhan didalam hidup kami dikarenakan kehendakNya itu baik adanya. Kita tidak boleh memaksakan kemauan kami kepada Tuhan dikarenakan kemauan kami belum tentu baik untuk kita. Hiduplah seturut kehendakNya supaya kami mampu menggembirakan hati Tuhan dan mampu jadi berkat dan juga saksi yang hidup bagi kurang lebih kita. Tuhan Yesus memberkati.Renungan harian online
Kekuatan Iman
Bacaan: Ibrani 11:1-3
Iman adalah dasar dari segala suatu perihal yang kami menginginkan dan bukti dari segala suatu perihal yang tidak kami lihat.
Ibrani 11:1
Pada saat ini, seringkali kami mendengar pemberitaan perihal orang yakin yang tidak berpegang teguh kepada iman percayanya supaya pilih untuk mundur dan tidak yakin lagi. Kedudukan, harta terutama pasangan hidup seringkali jadi alasan bagi seseorang untuk meninggalkan iman percayanya. Yang lebih parahnya ulang dikarenakan rasa kecewa atau sakit hati bersama teman seiman jadi alasan untuk meninggalkan iman kepercayaan. Lalu sesungguhnya apa iman itu? Seperti yang dikatakan didalam Ibrani 11:1  "Iman adalah dasar dari suatu perihal yang kami menginginkan dan bukti dari segala suatu perihal yang tidak kami lihat".
Kekuatan Iman
Iman berarti yakin sepenuhnya kepada apa yang walaupun belum dilihat. Hal inilah yang setelah itu disebut sebagai kebolehan iman Lalu sesungguhnya apa yang mampu kami dapatkan saat kami membawa kebolehan iman?
Dapat melihat keajaiban Allah didalam hidup kita
Ketika kami membawa kebolehan iman, perihal yang pertama kali mampu kami melihat yakni keajaiban Allah didalam hidup kita. Ketika kami tetap membawa iman yang kuat walaupun kami berada didalam pergumulan yang berat, paati Tuhan mampu memperlihatkan kuasaNya didalam hidup kita. Ia tentu mampu memulihkan kondisi dan hidup kita.
Memperoleh hidup yang kekal
Hidup yang kekal mampu kami dapatkan hanya dari Allah dikarenakan tidak mampu tersedia seorangpun yang mampu menambahkan kekekalan kepada sesamanya. Ketika kami membawa kebolehan iman, perihal yang mampu kami dapatkan yakni hidup kekal bersama Bapa di surga kelak.
Dapat melangkah bersama tentu serupa sekali tidak tersedia jaminan
Ketika kehidupan kami seakan tidak tersedia harapan dikarenakan apa yang kami ingini tetap tersedia diluar jangkauan kita, apa yang harusnya kami lakukan sebagai seseorang yang membawa iman? Ketika kami membawa iman yang teguh kepadaNya kami mampu tetap melangkah walaupun kondisi tidak mendukung kami dikarenakan kami yakin bahwa mampu tersedia jaminan dan keselamatan di didalam Dia.
Menerima janji Tuhan serupa sekali kelihatannya tidak mungkin
Sara dan Abraham telah lanjut umurnya tapi tetap belum membawa anak. Sebagai seorang manusia mampu saja kami tidak mampu yakin jika Sara mampu mengandung. Namun, Sara dan Abraham tetap yakin mampu janji Tuhan kepada mereka. Ketika mereka percaya, Tuhanpun menjawab doa mereka dan terhadap pada akhirnya mereka membawa anak di usia mereka yang telah lanjut. Cerita Abraham dan Sara mampu jadi pelajaran bagi kita. Ketika kami berdoa dan berserah penuh kepadaNya, apa yang kelihatannya tidak mampu saja bagi manusia mampu mampu saja bagi Allah.
Menang menghadapi cobaan
Orang yang membawa kebolehan iman tentu mampu tetap bertahan walaupun didalam kondisi sulit. Ia mampu tetap berdiri teguh walaupun kondisi tidak beruntung baginya. Ia mampu tetap yakin bahwa apa pun yang berjalan didalam kehidupannya telah Tuhan atur hingga terhadap pada akhirnya orang selanjutnya mampu melalui tiap tiap cobaan dan muncul sebagai seorang pemenang dan capai kemuliaan dari Bapa di sorga.
Iman itu memerlukan proses. Sama halnya seperti pohon yang terus-menerus bertumbuh jika dirawat dan dipelihara bersama baik. Begitupun bersama iman kita, jika menginginkan iman kami bertumbuh, maka peliharalah iman itu supaya kami mampu tetap berdiri teguh walaupun tersedia di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan harian wanita
Be a Strong Woman
Bacaan: Rut 1:1-13
Naomi adalah isteri dari seorang bernama Elimelekh. Ia dikaruniai dua orang anak bernama Mahlon dan Kilyon. Saat berjalan kelaparan di tanah Israel, ia beserta suami dan anak-anaknya pergi ke area Moab sebagai orang asing. Saat tinggal di Moab, Naomi mesti kehilangan suaminya dan sepuluh th. setelah itu ia juga mesti kehilangan ke dua anaknya. Saat ke dua anaknya telah meninggal, Naomipun mengambil alih ketentuan untuk ulang ke tanah Yehuda dan menyuruh ke dua orang menantunya pulang ke area tinggal ibunya. Tentu Naomi mengetahui apa akibatnya jika ia menyuruh ke dua menantunya pulang. Ia mampu hidup seorang diri di masa tuanya tanpa tersedia yang menemani. Namun, dikarenakan kasihnya Naomi menginginkan ke dua menantunya hidup bahagia.
Sebagai seorang wanita seringkali kami dikatakan makhluk lemah dikarenakan tidak mampu lakukan suatu pekerjaan berat seorang diri. Wanita serupa juga bersama perasaan halusnya dan lakukan tindakan memakai hati dibandingkan logika. Namun, sebagai seorang wanita kami bukanlah makhluk yang lemah. Ketika seorang wanita melahirkan, ia mesti menghindar rasa sakit yang teramat sangat. Ketika ia berkeluarga dan bekerja, ia mesti mampu membagi saat untuk keluarga dan pekerjaan. Bahkan, saat dihadapkan suatu pergumulan yang berat, justru wanita jauh lebih kuat dibandingkan bersama laki-laki.
Dari cerita Naomi, kami mampu studi untuk jadi seorang wanita yang tangguh dan kuat didalam menghadapi cobaan. Naomi terus-menerus mengalami rasa sedih tapi Naomi tidak menyerah begitu saja. Naomi pun tidak menyalahkan Tuhan mampu apa yang berjalan didalam hidupnya. Sebagai seorang wania, kami juga mesti seperti itu. Wanita yang kuat tidak dilihat dari bentuk fisiknya yang kekar seperti laki-laki. Bukan juga dilihat dari kuatnya ia mengangkat benda yang berat. Namun, wanita yang kuat dilihat dari bagaimana ia meresponi suatu permasalahn yang dihadapi. Ketika kami menghadapi sebuah masalah bersama tetap bersyukur dan tidak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi, mampu dipastikan bahwa kami adalah wanita yang kuat. Wanita yang kuat juga mampu berdiri teguh didalam kondisi apapun. Ia tidak mampu kehilangan arah dan obyek hidupnya walaupun sering dikecewakan.
Ciri wanita kuat
Adapun ciri wanita yang kuat yaitu:
Selalu mengandalkan Tuhan
Wanita yang kuat adalah wanita yang tetap mengandalkan Tuhan didalam kehidupannya. Baik senang maupun duka Tuhan jadi prioritas utama didalam hidupnya. Wanita yang kuat tidak bersama mudah  meninggalkan Tuhan hanya dikarenakan masalah kecil yang dihadapi.
Tidak mudah mengeluh dan menyerah
Wanita yang kuat juga merupakan wanita yang tidak mudah mengeluh dan menyerah saat diberikan tanggung jawab ataupun didalam menghadapi masalah. Wanita yang kuat mampu tetap menghadapi tantangan demi tantangan tanpa rasa kuatir dikarenakan yakin bahwa Tuhan mampu tetap menyertai tiap tiap cara hidupnya.
Selalu menatap ke depan
Ciri wanita kuat yang paling akhir yakni tetap menatap ke depan tanpa menengok ulang ke belakang. Wanita kuat tidak mampu ulang menyesali apa yang dulu berjalan didalam kehidupannya. Ia mampu memicu rancangan yang luar biasa untuk masa depannya dan telah tentu tetap mengandalkan Tuhan mampu tiap tiap yang ia rencanakan.
Oleh dikarenakan itu, jadilah wanita kuat yang mampu menghadapi tiap tiap masalah hidup. Buktikanlah bahwa kami bukanlah makhluk lemah seperti yang orang lain katakan. Andalkanlah Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan perihal kesabaran
Semua Ada Waktunya
Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15
Ia memicu segala suatu perihal indah terhadap waktunya, terutama Ia menambahkan kekekalan didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak mampu menyelami pekerjaan yang dilaksanakan Allah dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 3:11
Dina adalah seorang mahasiswi disalah satu kampus yang lumayan kondang di Indonesia. Sebagai seorang mahasiswi yang lumayan dikenal dikarenakan aktif didalam kesibukan organisasi kampus dan aktif didalam layanan di gereja, ternyata Dina membawa pergumulan yang ia simpan didalam hatinya dan ia tutup rapat supaya orang lain tidak mengetahui kondisi dirinya yang sebenarnya. Sejak kecil Dina tidak mampu merasakan kasih sayang dari orang tua dan tidak mengetahui apa itu kehangatan dan arti dari sebuah keluarga. Orang tuanya tetap bertengkar dan ia hanya mampu menangis dan juga berdoa kepada Tuhan. Suatu hari Dina pun berada didalam fase dimana ia marah dan menyalahkan Tuhan atas apa yang berjalan didalam hidupnya. Ia kehilangan arah dan obyek didalam hidupnya hingga jatuh ke didalam dosa dikarenakan muncul kepahitan didalam hatinya. Seiring berjalannya waktu, Tuhan pun melembutkan hati Dina dan terhadap pada akhirnya ia ulang menyerahkan segala pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Ia jadi sabar menanti jawaban Tuhan hingga terhadap pada akhirnya Tuhan melepaskan kepahitan didalam hatinya dan memulihkan keluarga Dina.
Pernahkan kami berada didalam posisi Dina dimana kami jadi pergumulan yang kami menghadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kami mengalami suatu pergumulan seringkali kami menanyakan “Tuhan mengapa perihal ini mesti berjalan padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?”. Bahkan tidak jarang kami hingga kepada fase dimana kami menyalahkan Tuhan mampu kenyataan hidup ini. Kita memberontak terutama kehilangan kendali atas diri kami sendiri dikarenakan kami tidak sabar untuk menanti jawaban dari Tuhan. Kita menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang dikarenakan kami jadi Tuhan tidak senang menjawab tiap tiap doa yang kami naikkan. Kita lupa bahwa saat Tuhan bukanlah saat manusia. Dalam Roma 12:12 kami diajarkan untuk membawa pengharapan, kesabaran dan tetap berdoa kepadaNya baik didalam kondisi senang maupun didalam kondisi duka.
Tuhan mengijinkan tiap tiap masalah berjalan didalam kehidupan kami supaya Ia mampu memperlihatkan betapa besar kuasaNya dikarenakan Ia mampu memulihkan kondisi kami asalkan kami senang berserah dan bersabar menanti janji Tuhan tergenapi. Memang bukan perihal yang mudah bagi kami seorang manusia menerima apa yang berjalan didalam kehidupan ini, tapi saat kami senang berserah dan berdoa kepadaNya maka tidak tersedia satupun yang kemungkinannya benar-benar kecil bagi Tuhan. Sama halnya bersama Abraham dan Sara. Di usia mereka yang jadi tua, mereka terus-menerus berdoa dan yakin mampu janji Tuhan bahwa mereka mampu membawa anak. Selama 25 th. mereka terus-menerus berdoa dan sabar menanti janji Tuhan yang belum tergenapi. Penantian mereka tidak sia-sia, terhadap pada akhirnya Sarapun mempunyai persentase dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ishak.
Hari ini Firman Tuhan berkata bahwa pekerjaan Tuhan mesti dinyatakan melalui masalah yang kami alami dan segala suatu perihal tentu tersedia waktunya. Tuhan menginginkan melihat bagaimana iman kami kepadaNya. Yang mesti kami ingat dan renungkan yakni saat Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala masalah yang kami alami. Ia menambahkan kebolehan dan kelegaan kepada kita. Oleh dikarenakan itu, sabarlah menanti jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya dikarenakan Ia mampu menambahkan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.

Update Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020


KHOTBAH KRISTEN
Khotbah Kristen





Ketakutan

Bacaan: Mazmur 118:5-9



“Jangan cemas pada apa yang perlu engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan lebih berasal dari satu orang berasal berasal dari antaramu ke di didalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan mendapatkan ada gangguan sepanjang sepuluh hari. Hendaklah engkau setia hingga mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

Wahyu 2:10



Takut merupakan suatu respon pada suatu semangat khusus layaknya rasa sakit atau ancaman bahaya. Rasa cemas merupakan tidak benar satu emosi dasar tak cuma rasa marah, sedih dan bahagia. Dapat diambil alih alih asumsi bahwa kekuatiran adalah suatu respon emosi seseorang pada suatu ancaman. Saya yakin kita seluruh sebagai manusia tentu dulu mengalami kekuatiran atau rasa takut.



Rasa cemas yang dialami masing-masing orang berbeda-beda tentang berasal berasal dari responnya pada suatu suasana tertentu. Ketika rasa cemas menguasai seseorang, umumnya orang itu tidak dapat berpikir bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan logis.



Ketika kekuatiran muncul, adakalanya seseorang dapat mengambil alih alih alih cara yang tidak cocok bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan Firman Tuhan.



Misalnya saja selagi seseorang cemas oleh binatang dan ada binatang yang tidak disukainya mengejar, orang sesudah itu akan mengeluarkan umpatan atau kata kasar lainnya. Ketika seseorang cemas akan hari esok gara-gara perlu membayar hutang orang sesudah itu akan mencari cara untuk mendapatkan duit jikalau saja bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan mencuri.



Sayapun dulu mengalami rasa cemas dan selagi rasa cemas itu makin lama membesar akhirnya saya perlu berbohong untuk menutupi kekuatiran yang saya rasakan.



Lalu sebenarnya mengapa seseorang dapat menjadi takut?



Seseorang dapat menjadi cemas gara-gara menjadi sedang berhadapan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan suatu berkenaan lebih-lebih seseorang yang jauh lebih kuat, jauh lebih besar dan jauh lebih besar dibandingkan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan dirinya. Orang sesudah itu menjadi dirinya lemah, kecil, tidak berdaya dan tidak memiliki apa-apa itu menandingi atau mengalahkan suatu berkenaan yang membuatnya ketakutan. Bisa saya suatu berkenaan atau seseorang itu melaksanakan ancaman atau serangan pada diri kita supaya kita menjadi di didalam bahaya dan sekuat tenaga mengusahakan untuk menjaga diri berasal berasal dari ancaman tersebut. Misalnya saja selagi seseorang divonis oleh dokter bahwa ia memiliki penyakit beresiko dan usianya tinggal dua bulan lagi.



Apa yang akan dijalankan oleh orang itu?



Pasti orang itu akan kekuatiran dan mengusahakan semaksimal bisa saja lebih-lebih berkenan mengeluarkan banyak duit supaya penyakitnya dapat pulih dan ia dapat hidup lebih lama lagi. Beda halnya jikalau orang sesudah itu cuma mengalami demam atau flu.



Orang sesudah itu tentu tidak akan menjadi cemas dan tetap tenang di didalam menghadapinya.



Mengapa dapat begitu?



Ini gara-gara apa yang dialami dan dirasakan bukanlah suatu berkenaan yang besar dan mengancam diri kita. Dalam Lukas 12:4-5 dikatakan demikian “Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu cemas pada mereka yang dapat membunuh tubuh dan sesudah itu tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang perlu kamu takuti. Takutilah Dia, yang sesudah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke di didalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!” Dalam ayat sesudah itu udah paham disebutkan bahwa kita tidak perlu cemas akan apapun. Yang perlu kita takuti adalah Tuhan Allah kita yang berkuasa atas hidup dan kehidupan kita.



Macam-macam Ketakutan


Setiap manusia tentu saja akan mengalami rasa takut. Rasa cemas itu lumrah dan sebenarnya diperlukan untuk memberitahu kita akan ada suatu bahaya supaya bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan ada rasa cemas kita menjadi waspada akan suatu hal. Namun, selagi kekuatiran itu udah terlampau menguasai kita, kita perlu coba menghilangkannya gara-gara kekuatiran dapat membahayakan kesehatan kita jikalau rasa cemas itu udah tidak wajar. Berikut ini merupakan macam-macam kekuatiran yang sebaiknya kita buang.



1. Takut gagal


Manusia tentu cemas untuk gagal. Ketika coba suatu berkenaan yang baru berkenaan yang tentu muncul di didalam asumsi manusia yaitu kegagalan. Jika kita berkesinambungan menjadi cemas gagal sebelum akan selagi akan mencobanya sesudah itu kapan kita akan berkembang? Jika kita terlampau cemas untuk gagal maka kamu akan kecewa bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan hasil yang akan didapatkan nantinya. Sama halnya bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan Musa. Ketika Tuhan mengutus Musa untuk membiarkan bangsa Israel, Musa sangsi dan menjadi takut. Bahkan Musa berkata “Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus. (Keluaran 4:13)” Ketika Musa berkata demikian, Tuhan pun marah dan menyuruh pergi bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kakaknya Harun. Pasti tidak benar satu kita termasuk ada yang layaknya Musa menjadi cemas sebelum akan selagi akan mencoba. Namun, berkenaan yang perlu kita percayai adalah Tuhan senantiasa menyertai kita dan segala pekerjaan yang kita lakukan.



Oleh gara-gara itu, janganlah kita cemas gagal cuma gara-gara kita menjadi diri kita lemah dan tidak memiliki potensi.



2. Takut untuk berubah


Perubahan adalah suatu berkenaan yang perlu akan kita alami. Ketika seseorang cemas untuk berubah, artinya orang sesudah itu cemas untuk berkembang. lukan Perubahan bukanlah suatu berkenaan yang perlu ditakutkan. Justru pergantian kita perlukan untuk bertumbuh dab berkembang. Berubah yang kita jalani haruslah pergantian ke arah yang positif. Dalam berkenaan ini beralih perlu menjadikan kita teristimewa yang lebih baik ulang dibandingkan sebelumnya. Kita perlu belajar berasal berasal dari Paulus. Paulus saja berani mempengaruhi hidupnya selagi Tuhan memanggil dia untuk melayaniNya, sesudah itu apakah kita senantiasa cemas untuk berubah?



3. Takut akan jaman lalu


Tidak sedikit tidak benar satu kita cemas akan jaman lalu. Masa sesudah itu seolah menjadi kenangan tidak baik dan momok menakutkan yang menghantui kehidupan kita. Terkadang jaman sesudah itu itulah yang mengakibatkan kita tidak berkembang gara-gara berkesinambungan menyalahkan diri sendiri atas jaman sesudah itu yang terjadi. Lukas 19:1-10 bercerita berkenaan Zakheus. Ia merupakan kepala pemungut cukai dan banyak orang memanggil Zakheus sebagai orang berdosa.



Namun, apa yang dijalankan Zakheus?



Zakheus senantiasa melangkah maju dan mengusahakan untuk menyaksikan Yesus. Ia mengusahakan untuk senantiasa melangah lebih-lebih selagi orang lain menganggapnya sebagai manusia berdosa. Masa sesudah itu bukanlah penghalang bagi Zakheus untuk yakin kepada Allah. Kitapun termasuk mestinya layaknya itu. Jangan jadikan jaman sesudah itu sebagai alasan untuk tidak maju dan berkembang. Bukankah jaman depan jauh lebih perlu berasal berasal dari jaman lalu?



4.Takut diremehkan orang lain 


Perasaan cemas ini akan mengakibatkan seseorang menjadi tidak lumayan yakin diri. Orang sesudah itu akan minder dan tidak berani untuk melangkah. Mari kita ingat ulang berkenaan kisah Daud yang melawan Goliat. Saat Daud berkata kepada Saul untuk melawan Goliat apa respon Saul?



Saul malah remehkan Daud “Tidak bisa saja engkau dapat hadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, gara-gara engkau tetap muda, sedang dia sejak berasal berasal dari jaman mudanya udah menjadi prajurit. (1 Samuel 17:33)” Jika kita ada diposisi Daud pada selagi itu apakah yang akan kita lakukan? Mungkin kita kan menjadi minder sesudah itu berkata “Ah iya benar katamu, jikalau begitu lebih baik saya diam saja.” Beda halnya bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan Daud. Ia senantiasa yakin pada dirinya sendiri lebih-lebih senantiasa maju untuk melawan Goliat. Karena penyertaan Tuhan pula Daun menang dan dapat mengalahkan Goliat. Kitapun termasuk perlu layaknya itu.



Jangan cemas selagi orang lain remehkan kita. Buktikanlah jikalau kita dapat melaksanakan apa yang tidak bisa saja bagi mereka.



5. Takut akan penolakan

Setiap orang baik saya maupun kamu tentu cemas akan namanya penolakan. Entah itu cemas tidak diterima oleh pekerjaan yang diinginkan, cemas tidak diterima di didalam suatu komunitas ataupun cemas tidak diterima oleh orang yang dikasihi. Perasaan cemas ini kerap kadang mengakibatkan seseorang mengusahakan untuk tidak menunjukkan kekurangannya lebih-lebih ada pula yang mengusahakan untuk menjadi orang lain. Yesuspun dulu tidak diterima selagi berada di Nazaret.



Namun apa yang dilakukanNya?



Ia tidak cemas lebih-lebih tidak gentar sedikitpun. Apapun yang terjadi serahkanlah sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika seluruh orang menolakmu lebih-lebih duniapun menolakmu, ingatlah bahwa Tuhan akan senantiasa menerimamu bagaimanapun keadaanmu.



6. Takut untuk memilih


Setiap orang tentu akan senantiasa dihadapkan oleh suatu pilihan. Dari selagi membuka matanya, manusia akan dihadapkan oleh dua lebih-lebih lebih pilihan yang perlu dipilih. Namun, kita kerap kadang tetap cemas untuk memilih. Kita cemas pilihan yang kita ambil justru itu bukanlah pilihan yang baik. Jika kita menjadi cemas untuk memilih, marilah kita minta hikmat Tuhan supaya kita dapat menentukan yang baik seturut bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kehendakNya.



7. Takut memiliki mimpi


Setiap orang tentu memiliki mimpi. Sejak kecil bisa saja tidak benar satu kita banyak yang memiliki mimpi. Namun, tak sedikit termasuk tidak benar satu kita cemas untuk bermimpi. Bermimpi akan suatu berkenaan bukanlah berkenaan yang salah. Bahkan ada pepatah yang berkata demikian ”Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh tidak benar satu bintang-bintang.” Yakub bermimpi untuk dapat menikahi Rahel hingga ia bersedia bekerja pada Laban tujuh tahun lamanya. Setelah tujuh tahun apa yang terjadi? Laban malah memberikan Lea anaknya yang lain. Namun gara-gara cintanyakepada Rahel iapun bekerja ulang sepanjang tujun tahun lamanya. Karena pengharapan dan sikap yang tidak ringan menyerah yang dimiliki oleh Yakub akhirnya Yakub dapat menikahi Rahel. Jika kita sebenarnya memiliki mimpi, jangan cemas dan kejarlah mimpi itu hingga mendapatkannya. Karena menyerah kepada mimpi yang kita memiliki bukanlah suatu keputusan yang tepat.



8. Takut akan jaman depan


“Karena jaman depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang. (Amsal 23:18)” Disini paham tertera bahwa jaman depan sungguh ada gara-gara Tuhan udah menanggung jaman depan kita. Sebagai manusia kerap kadang kita cemas akan jaman depan yang menanti kita. Kita cemas akan apa yang akan terjadi dikemudian hari gara-gara pada hari ini kita menjadi tidak sangguh dan lemah.



Terkadang kita menjadi tidak memiliki jaman depan supaya kita menentukan untuk tidak melaksanakan apa-apa. Namun di didalam ayat sesudah itu paham dikatakan bahwa jaman depan sungguh ada bagi kita seluruh yang yakin kepadaNya. Bangsa Israel selagi ada di padang gurun termasuk dulu menjadi demikian. Ketika mereka di padang gurun, di belakang mereka terdapat pasukan Mesir yang siap untuk membunuh mereka.



Namun, di depan mereka ada laut Teberau yang tidak bisa saja dapat mereka lewati.



Karena diperhadapkan di sedang suasana yang tidak terlampau bisa saja ini, bangsa Israel menjadi takut. Yang ada di asumsi mereka adalah kematian yang mengerikan dan mereka tidak memiliki harapan ulang untuk jaman depan mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan senantiasa menyertai mereka di padang gurun. Pada siang hari Tuhan menyertai mereka bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan tiang awan dan pada malam hari Tuhan menyertai mereka bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan tiang api. Ketika kita menyerahkan jaman depan kita kepada Tuhan sepenuhnya, kita tidak perlu cemas akan jaman depan itu gara-gara Tuhan tentu akan sedia kan jaman depan yang indah bagi anak-anakNya.



Cara Untuk Mengatasi Rasa Takut

Ketakutan yang dimiliki oleh manusia tentu saja perlu diatasi. Lalu bagaimana cara kita untuk mengatasinya?



1. Memiliki Iman di di didalam Yesus


Dalam Matius 8:26 Yesus menanyakan kepada murid-muridNya “Mengapa kamu takut, kamu yang tidak lumayan percaya?” Sekarang mari balikkan pertanyaan itu kepada kita. Jika Tuhan menanyakan layaknya itu apa yang akan kita jawab? Ketika kita memiliki iman kepada Yesus, kita tentu tidak akan cemas untuk merintis hidup ini. Kita akan yakin bahwa Tuhan akan memelihara dan menyertai kita kapanpun dan dimanapun kita berada.



2. Memiliki prinsip hingga akhir kepada Yesus


Dalam Wahyu 2:10 Yesus menyuruh kita untuk setia hingga mati kepadaNya. Ketakutan yang kita rasakan merupakan rancangan Iblis untuk hindari kita berasal berasal dari Allah. Ketika manusia merasakan rasa takut, manusia akan melaksanakan tindakan yang tidak berkenan dan seturut firmanNya. Oleh gara-gara itu, marilah kita menunjukkan prinsip kita kepada Allah hingga akhir hidup kita. Jangan biarkan iblis sukses menangani kita berasal berasal dari kasih Allah cuma rasa cemas yang kita miliki.





Memang benar jikalau kekuatiran merupakan berkenaan yang tidak dapat dipisahkan di didalam diri manusia. Rasa cemas itu lebih-lebih dapat saja muncul masing-masing hari di didalam kehidupan manusia. Baik sebenarnya memiliki rasa cemas gara-gara rasa cemas merupakan respon kita pada suatu suasana yang dapat membahayakan bagi kita. Namun, jikalau kita berkesinambungan membiarkan kekuatiran itu menguasai diri kita justru kekuatiran itu akan mengakibatkan kita tidak dapat melangkah maju ke depan.



Ketakutan itu akan menghindar kita untuk dapat merasakan kasih dan kuasa Allah. Jika kita cemas akan hari esok atau akan jaman depan yang akan kita hadapi kelak, ingatlah bahwa Tuhan udah menanggung jaman depan kita. Bahkan di didalam Matius 6:34 disebutkan demikian “Sebab itu janganlah kamu cemas akan hari besok, gara-gara hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”



Hari esok yang kita jalani udah Tuhan atur. Satu berkenaan yang perlu diingat bahwa di didalam segala suasana lebih-lebih di didalam suasana terburuk sekalipun Tuhan senantiasa menyertai kita. Jangan menjadi kita sendirian dan tidak memiliki siapa-siapa. Tuhan senantiasa beserta kita disetiap detik kehidupan kita, lebih-lebih sehelai rambut yang kita memiliki Tuhan paham jumlahnya.



Jangan biarkan kekuatiran yang kita memiliki justru menghindar kita untuk merasakan kasih Bapa. Agar kita tidak menjadi takut, senantiasalah dekat denganNya gara-gara ketenangan akan kita dapatkan jikalau kita senantiasa dekat denganNya.



Ketika kekuatiran berkesinambungan ada, kekuatiran cuma mengakibatkan kita lemah dan kalah sebelum akan selagi akan coba lebih-lebih kita bosa menjadi lupa akan kehadiran penyertaan Tuhan. Mari kita melenyapkan rasa cemas itu. Kita gantikan kekuatiran yang kita memiliki bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan keberanian berasal berasal dari Allah. Daripada kita cemas akan hari esok atau akan apa yang akan terjadi bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan diri kita lebih baik kita gantikan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan rasa cemas kita kepada Tuhan. Ketika kita memiliki rasa cemas kepada Tuhan, kita akan mengusahakan untuk menggembirakan hatiNya dan berlaku seturut denganNya. Bukankan cemas akan Tuhan yang sebenarnya di idamkan olehNya? Tuhan Yesus memberkati.
  

Kumpulan Khotbah Kristen Terbaru dan Terbaik


Bahan Ajar Sekolah Minggu Kelas Kecil
Tema: “Goliat dan Daud”
Bahan Cerita diambil alih alih di didalam 1 Samuel 17:1-58
Tujuan:
Agar anak-anak mampu mengerti betapa besar penyertaan Tuhan di didalam kehidupan kita
Ketika kita mengadalkan Tuhan suatu berkenaan yang tidak mampu saja menurut manusia akan mampu saja di di didalam Tuhan
Ketika kita percaya sepenuhnya kepada Allah maka Ia akan memampukan dan memberkati kita
Bahan Mengajar Sekolah Minggu
Pokok Renungan
Goliat merupakan tentara orang Filistin yang berasa berasal dari Gat. Badannya besar. Disebutkan di didalam Alkitab bahwa tingginya enam hasta sejengkal. Goliat kenakan perlengkapan perang lengkap. Ketopong tembaga ada di kepalanya, baju zirah yang bersisi dan beratnya capai lima ribu syikal tembaga, penutup kaki berasal dari temabaga, bahunya memanggul lembing tembaga. Ia terhitung membawa tombak yang besar dan berat. Goliat merupakan orang yang gagah dan terlatih untuk berperang. Ketika orang Israel memandang Goliat, mereka terlalu ketakutan. Apalagi Goliat menghendaki orang Israel untuk memberikannya seseorang untuk melawannya. Jika Israel menang melawan Goliat makan Filistin akan jadi hamba mereka. Begitu terhitung sebaliknya. Jika Israel menang maka Filistin akan jadi hamba mereka. Ketika selesai bicara demikian, bangsa Israel terlalu kecemasan dan khawatir sebab Goliat merupakan tidak benar satu kebanggan Filistin yang tentunya akan jauh lebih hebat dan lebih kuat dibandingkan semua tentara Israel.
Daud adalah orang Efrata yang merupakan anak Isai. Daud merupakan penggembala domba. Daud merupakan anak bungsu dan tiga orang kakak Daud merupakan tentara orang Israel. Pada suatu hari, Isah menyuruh Daud untuk berikan tambahan makanan kepada tiga orang kakaknya dan untuk meliga apakah tiga orang kakak Daud ini senantiasa selamat atau tidak terutama pada tepat itu Israel sedang berperang melawan Filistin.
Daudpun berangkat pagi-pagi sekali ke perkemahan untuk menemui kakak-kakaknya. Setibanya disana, tentara Israel sedang berbaris dang mengangkat sorak perang. Makanan yang dibawanya sehabis itu dititipkan kepada penjaga dan Daud berlari menuju arah barisan untuk bertanya apakah kaknya senantiasa selamat atau tidak. Ketika tiba di barisan, keluarlah Goliat pendekar perang orang Filistin itu dan bicara seperti sebelumnya agar ada seorang berasal dari bangsa Israel yang maju dan berperang melawannya. Tentara Israel terlalu ketakutan. Mereka lari sehabis memandang Goliat mencemooh dan mengejek mereka. Daud terlalu penasaran mengapa Goliat mencemooh tentara Israel. Daud pun bertanya apa yang akan dijalankan Filistin kalau Israel mampu melawannya. Tidak ada seorang pun menjawab. Bahkan tidak benar seorang kakak Daud memarahi Daud. Hal ini terdengar samapai kepada Saul sampai Saul pun memanggil Daud untuk bersua dengannya. Daud pun bicara kepada Saul agar ia diijinkan untuk melawan Goliat. Awalnya Saul melarang, namun sebab kepercayaan Daud, Saulpun mengijinkannya untuk pergi melawan orang Filistin itu. Daud udah kenakan peralatan perang lengkap jadi berasal dari kepala sampai kaki. Ia terhitung diberikan pedang oleh Saul. Namun, Daud malah menanggalkannya sebab Daud tidak mampu menggunakan peralatan perang lengkap yang berat tersebut. Sebelum memnghampiri Goliat, Daud mengambil alih alih tongkatnya dan mengambil alih alih lima buah batu yang licin yang sehabis itu ditaruhnya ke di didalam kantung gembalanya.
Ketika Goliat memandang Daud, bangkitlah amarah Goliat sebab ia jadi sedang diremehkan oleh orang Israel. Jika dibandingkan dengan dengan Goliat sungguh Daud tidak ada apa-apanya. Tubuhnya tidak sebesar Goliat dan ia bukanlah seorang tentara terlatih seperti Goliat. Ia hanya seorang penggembala kambing domba. Bahkan tepat menemui Goliat, Daud tidak mengenakan jubah perang. Ia hanya menggunakan tongkat yang dibawanya saja. Meliat Daud, Goliat terhitung mengejeknya dan percaya bahwa pasti ia akan menang melawan Daud terutama Goliat bicara kepada Daud bahwa dagingnya akan diberikan kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang di padang. Tetapi mendengar perkataan Goliat, Daud tidak gentar sedikitpun. Ia tidak khawatir terutama senantiasa percaya bahwa Tuhan pasti akan melindunginya dan ia pasti mampu mengalahkan Goliat orang Filistin itu. Ketika Goliat bergerak maju, Daud berlari menuju Goliat. Ia mengambil alih alih sebuah batu yang udah ia siapkan berasal dari di didalam kantungnya. Ia meleparkan batu selanjutnya agar batu selanjutnya tepat berkenaan dahi Goliat sampai ia jatuh. Daud sehabis itu mengambil alih alih pedang Goliat dan menghabisi Goliat dengan dengan pedan itu. Dengan matinya Goliat, Daud pun menang. Ia membunuh Goliat tanpa pedang yang mesti ia bawa sebagai tidak benar satu perlengkapan dan tanpa menggunakan jubah perang lengkap. Bangsa Israelpun bersorak dan menuji Daud dan terhitung Allah.
Apa yang dijalankan oleh Daud ini berikan tambahan pelajaran yang punyai nilai kepada kita sebagai pengajar maupun kepada anak-anak. Seringkali kita sebagai manusia akan khawatir kalau mengahadapi seseorang yang jauh keluar lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan dengan kita. Selain itu, disaat kita hadapi masalah yang lumayan berat, kita lupa akan Allah yang senantiasa menyertai kita dimana pun kita berada. Sebagai orang percaya, kita mesti mengerti dan mesti mengerti bahwa kita membawa Allah yang besar dan Allah yang hebat yang mampu kenakan kita untuk jadi saksiNya yang hidup. Ketika kita menyerahkan semua hidup kita, apa yang tidak mampu saja bagi manusia akan mampu saja bagi Allah. Sama berkenaan nya seperti Daud. Jika kita sebagai manusia memandang Daud akan melawan Goliat apa yang ada di didalam analisis kita? Pasti kita terutama dahulu mencemooh Daud dan bicara kepada Daud bahwa Daud pasti akan kalah melawan Goliat. Memang manusia nyatanya seperti itu sebab kalau memandang perbandingan pada Daud dan Goliat pasti kita akan berpikir bahwa Goliat lah yang menang sebab Goliat merupakan pendekar perang yang dibanggakan oleh Filistin dan Goliat pasti udah studi berperang sejak kecil Ia terhitung kenakan baju perang lengkap. Beda seperti Daud. Ia tidak kenakan baju perang dan hanya tongkat yang ia bawa. Tubuhnya kecil dan tentunya ia tidak pernah berperang seperti Goliat. Namun, Daud tidak gentar dan tidak khawatir sedikitpun. Ketika orang lain mencemoohnya dan tidak percaya kepadanya, ia senantiasa maju sebab ia percaya bahwa Allah akan menyertainya dimana pun ia berada dan pasti Allah berikan tambahan kemenangan kepada bangsa Israel.
Ingatkan kepada anak-anak bahwa mereka terhitung mesti seperti Daud yang senantiasa mengandalkan Tuhan di didalam hidupnya. Ketika hadapi ketakutan, ingatkanlah bahwa Tuhan senantiasa menyertai dimanapun kita berada. Ketika kita takut,kita mesti melawan rasa khawatir itu dengan dengan berdoa kepada Allah. Jangan rendah diri kalau orang lain merendahkan kita terutama bicara bahwa kita tidak akan mampu saja bisa. Kita mesti buktikan bahwa kita mampu meskipun kita senantiasa kecil sebab Allah dengan dengan dengan dengan kita. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyerah sebelum akan pas pas mencoba. Tuhan pasti akan berikan tambahan kita kemampuan sebab Tuhan udah kenakan kita anak-anakNya untu bersaksi bagi Dia.
Rangkaian cerita yang dialami oleh Daud mengajarkan kepada kita bahwa suatu berkenaan yang berasal berasal dari Allah pasti akan baik. Ketika kita berserah kepadaNya suatu berkenaan yang tidak mampu saja jadi mungkin. Oleh sebab itu janganlah takut. Lawanlah kecemasan itu sebab Tuhan ada dengan dengan dengan dengan kita.
Ayat Hafalan
Yesaya 41:13
“Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan bicara kepadamu: ”Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Kumpulan Bahan Mengajar Anak Sekolah Miinggu


RENUNGAN HARIAN
Renungan 1
Be the True Light
Bacaan: Yohanes 1:1-18
“ia berkunjung sebagai saksi untuk berikan kesaksian berkenaan terang itu, agar oleh dia seluruh orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia kudu berikan kesaksian berkenaan terang itu. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi tiap tiap orang, tengah berkunjung ke dalam dunia.”
Yohanes 1:7-9
3 Renungan Harian yang Penuh makna Saat TeduhJadilah terang yang sesungguhnya. Apa yang tersedia di benak kami pas mendengar sepenggal kata-kata tersebut? Apakah sebuah matahari yang bersinar bersama terang pada siang hari, sebuah lampu dalam ruangan yang tengah dinyalakan atau sebuah lilin yang dinyalan pas tengah gelap? Mari kami melihat ilustrasi setelah itu ini. Ketika kami menyalakan sebuah lilin dalam suasana terang, apakah lilin itu memiliki fungsi bagi kita?
Tentu saja tidak, sebab tersedia cahaya yang jauh lebih terang dibandingkan bersama nyala lilin yang kami nyalakan. Beda halnya pas kami menyalakan sebuah lilin di daerah yang gelap. Ketika di daerah gelap, lilin itu tentu memiliki fungsi bagi kami yakni untuk menerangi kami di tengah kegelapan. Lalu apakah jalinan ilustrasi setelah itu bersama kita? Pada pas ini kami orang yang percaya kepadaNya misalnya sebuh lilin yang berada di tengah kegelapan yang kudu menyinari lebih tidak memadai kami dan memberi tambahan saran kepada orang-orang yang berada di dalam kegelapan tersebut. Dalam Efesus 5:8-10 dikatakan demikian “Memang dahulu anda adalah kegelapan, tetapi pas ini anda adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, sebab terang cuma berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang mau kepada Tuhan.” Karena kami merupakan anak-anak Allah yang pada pas ini hidup di dalamNya maka kami dikatakan sebagai anak-anak terang. Anak-anak terang merupakan anak-anak Allah yang hidup seturut bersama kehendakNya dan sanggup menjadi sebuah kesaksian hidup bagi sesama kita. Kita misalnya domba yang berada di tengah kawanan serigala yang kudu tetap mengabarkan kabar berkenaan kebaikan dan keselamatan yang daripadaNya.
Pada pas ini seringkali kami mendengar pemberitaan di sarana sosial maupun sarana elektronik berkenaan orang percaya yang hidup tidak seturut bersama kehendakNya bersama lakukan penipuan lebih-lebih pembunuhan. Bahkan tak banyak terhitung di lebih tidak memadai kami para pemuda maupun pemudi yang hidupnya berada dalam kegelapan dan tidak menjadi saksi Kristus. Para pemuda atau pemudi ini rajin melayani Tuhan di dalam Gereja atau sebuah persekutuan, tetapi hidupnya tetap tersedia dalam kegelapan bersama mabuk-mabukan atau lebih-lebih pakai obat terlarang dan terhitung pacaran tidak kudus di hadapannya. Apakah ini yang disebut sebagai anak-anak terang? Dalam 1 Yohanes 1:6 terhitung dikatakan layaknya ini ”Jika kami katakan, bahwa kami mencapai persekutuan bersama Dia, tetapi kami hidup di dalam kegelapan, kami berdusta dan kami tidak lakukan kebenaran.” Ketika tersedia yang bertanya kepada kami layaknya ini, anda anak Allah, orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, apakah anda adalah anak terang? Jika kami berbicara “Iya saya adalah anak terang” tetapi kami sendiri tidak melihat bagaimana langkah hidup kami yang tetap belum benar di hadapanNya serupa saja kami udah berdusta kepadaNya. Kita udah dikatakan sebagai anak terang jikalau memang hidup kami sendiri udah hidup menurut kehendakNya bersama tidak lakukan tingkah laku yang tidak benar.
Hidup sebagai anak terang
Saat kami mengahadiri ibadah tentu seringkali kami mendengar khotbah berkenaan “Jadilah terang dan garam dunia.” Seringkali pas kami mendengar khotbah rasanya mudah sekali untuk menjadi terang, tetapi dalam prakteknya menjadi terang itu sangatlah sulit. Lalu bagaimana caranya agar kami hidup sebagai anak terang? Berikut dapat dijelaskan langkah hidup anak-anak terang.
1. Mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
Hal pertama yang kudu dilakukan sebagai anak terang yakni bersama mengenal Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat terlebih dahulu. Ketika kami udah mengenalnya, kami tentu dapat segan untuk lakukan apa yang tidak dikehendakinya. Agar kami sanggup mengenalnya yakni bersama membentuk jalinan yang baik denganNya. Setiap hari kami sanggup pas teduh dan membaca Firmannya. Firman Tuhan merupakan pedoman hidup bagi orang percaya. Semakin sering kami membaca Firmnannya, kami dapat makin lama lama mengetahui apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Mana yang baik dan mana yang tidak baik bagi kita.
2. Hidup seturut bersama tekad Allah
Hidup seturut bersama tekad Allah merupakan ciri hidup anak-anak terang. Dengan hidup seturut bersama kehendaknya artinya kami udah tidak hidup di dalam kegelapan lagi. Kita tidak malu untuk beri salam orang yang lakukan kesalahan, kami mau mengasihi dan mengampuni orang yang udah menyakiti hati kami lebih-lebih kami tidak dapat merendahkan orang lain.
3. Menjadi saksi yang hidup di tengah-tengah sesama
Menjadi saksi yang hidup di tengah-tengah sesama artinya kehidupan kami dan tiap tiap tingkah laku kami harusnya menjadi berkat. Ketika orang lain melihat tingkah laku kami yang baik, tentunya orang lain dapat melihat hidup kami layaknya terang yang berada di tengah kegelapan. Bahkan pas melihat kehidupan kita, orang lain dapat beralih menjadi lebih baik.
Menjadi terang di tengah kegelapan memang sulit, tetapi lebih sulit lagi jikalau kami hidup di dalam kegelapan dan tidak menjadi berkat bagi orang lain. Jika kami memang belum menjadi terang, marilah kami tinggalkan kegelapan itu dan menjadi hidup seturut bersama kehendakNya. Ketika kami menjadi hidup dalam terang tentu banyak godaan dan kemungkinan banyak teman-teman kami yang tidak bahagia lebih-lebih menjauhi dirinya berasal dari kita. Namun, itu lebih baik bukan daripada kami kudu kehilangan kasihNya dan terus-menerus menerus hidup dalam kegelapan. Ibrani 10:32-33 berbicara demikian “Ingatlah dapat era lalu. Sesudah anda menerima terang, anda banyak menderita oleh sebab anda bertahan dalam perjuangan yang berat, baik pas anda dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun pas anda mengambil alih alih anggota dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.” Jika kami udah hidup di dalam terang, seringkalai banyak ujian yang kudu kami lalui. Namun, kami kudu tetap menjadi saksi bagiNya dan terus-menerus menjadi terang di tengah sesama kami lewat langkah hidup dan tingkah laku kita. Kita kudu menjadi terang yang sejati yang sanggup menyinari langkah hidup orang-orang yang belum percaya dan mengenalNya. Janganlah risau untuk hidup di dalam terang, tetapi takutlah jikalau kami kudu hidup di dalam gelap. Sebab, hidup di dalam gelap dapat sebabkan kami tidak mencapai kasih dan kemuliaanNya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 2
Give plus Take
Bacaan: Kisah Para Rasul 20:28-36
“Dalam segala suatu perihal udah kuberikan misal kepada kamu, bahwa bersama bekerja demikian kami kudu menunjang orang-orang yang lemah dan kudu mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri udah mengatakan: Adalah lebih bahagia berikan berasal dari pada menerima.”
Kisah Para Rasul 20:35
Jika pada pas ini kami diberi dua pertanyaan layaknya ini, mana yang lebih anda menentukan “memberi” atau “menerima”? Pasti banyak salah satu kami yang berbicara bahwa kami lebih bahagia berikan daripada menerima. Namun dalam kenyataannya, kami justru lebih sulit berikan daripada menerima. Ketika kami mau berikan kadang pas rasanya sulit. Banyak alasan yang justru terkesan dibuat-buat jikalau kudu memberi. Menerima suatu perihal berasal dari orang lain memang menyenangkan hati kita, tetapi pas sanggup berikan kepada orang yang kudu rasa bahagia yang kami rasakan dalam hati kami justru dapat berlipat ganda. Tuhan saja bilang kepada kami bahwa lebih bahagia berikan daripada menerima, kemudian mengapa kami tetap sulit untuk memberi?
Masih ingatkan kami bencana alam yang baru berlangsung lebih dari satu pas ini. Bencana alam yang mengejutkan kami seluruh dan kemungkinan tetap teringat di benak kita. Ya, bencana tsunami yang menimpa Palu, Donggala dan sekitarnya. Puluhan ribu manusia dinyatakan meninggal dunia. Banyak orang yang kudu kehilangan keluarga, daerah tinggal dan terhitung mata pencaharian. Namun apa yang kami lakukan pas kami mendengar berita tersebut? Sudahkah kami berikan berkat kepada mereka yang terkena bencana alam tersebut? Saat saya terhubung sosial sarana berkenaan tulisan bencana alam ini, banyak sekali komentar penduduk menjadi berasal dari pemberian lebih-lebih kata-kata yang tidak pantas. Beberapa netizen mengkritik jikalau penduduk yang terkena musibah ini tidak berperilaku baik sebab mencuri. Apakah kalian mengetahui mengapa mereka lakukan itu? Mereka lakukan itu untuk bertahan hidup demi sesuap nasi maupun seteguk air. Bantuan tidak sanggup mereka menerima sebab akses jalan terputus. Mereka kedinginan, kelaparan dan kehausan. Mereka kecemasan dan terus-menerus dilanda perasaan sedih sebab mereka terhitung kudu kehilangan orang-orang yang mereka kasihi. Apakah kami udah memberi tambahan pemberian kepada mereka meskipun sedikit?
Terkadang manusia sanggup lupa dapat dirinya dan keberadaannya. Terkadang manusia lupa bahwa segala apa yang mereka memiliki adalah pemberian Tuhan yang pas kami meninggalkan dunia ini kami tidak dapat membawa apa-apa. Yang kami bawa cuma pertanggung jawaban berasal dari apa yang kami lakukan semaa hidup kami yakni berbentuk tingkah laku baik maupun tingkah laku jahat. Jika kami tetap sulit untuk memberi, ingatlah bahwa apa yang kami memiliki merupakan memiliki Tuhan. Tuhan saja mau memberi tambahan berkat kepada kita, era kami yang udah menerima berkatnya tidak mau ikut memberi tambahan berkat kepada sesama yang kudu bantuan? Ketika kami menghendaki memberi, mulailah berasal dari berkenaan kecil. Seperti menunjang teman kami yang kudu pemberian atau memberi tambahan sedikit berkat kami kepada penegemis. Janganlah terhitung kami memberi tambahan apa yang kami memiliki kepada Tuhan bersama 1/2 hati dan bersama rasa paksaan. Sebab Tuhan tidak dapat mau menerima apa yang kami berikan kepadaNya.
Memberi dan menerima adalah dua tingkah laku yang berbeda. Ketika kami menerima pemberian orang lain rasa bahagia dapat keluar dalam hati kita, tetapi berkenaan yang lebih membahagiakan lagi adalah sanggup berikan kepada sesama yang kudu pemberian bersama hati yang tulus dan ikhlas. Ketika kami mau berikan artinya kami udah mengetahui bahwa apa yang kami memiliki adalah memiliki Allah. Selain itu kami terhitung mengetahui bahwa segala apa yang kami memiliki adalah pemberian dariNya bagi kami anak-anakNya. Oleh sebab itu, marilah kami menjadi berikan jangan teru mau menerima pemberian saja. Ingatlah Tuhan dapat tetap memberi tambahan berkat bagi kami yang tidak ternilai harganya. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Sebuah Tanggung Jawab
Bacaan: Yunus 1:1-17
“Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian: “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah pada mereka, sebab kejahatannya udah sampai kepada-Ku.” Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh berasal dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang dapat berangkat ke Tarsis. Ia membayar ongkos perjalanannya, sehabis itu naik kapal itu untuk berlayar bersama bersama mereka ke Tarsis, jauh berasal dari hadapan TUHAN. Tetapi TUHAN turunkan angin ribut ke laut, sehabis itu terjadilah badai besar, agar kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.”
Yunus 1:1-4
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab. Baik anak-anak maupun orang dewasa tentu memiliki dan lebih-lebih diberikan tanggung jawab. Semakin kami dewasa, tanggung jawab yang kami memiliki dapat makin lama lama besar dan lebih sulit dibandingkan anak kecil. Mungkin tanggung jawab seorang anak adalah belajar bersama sebaik-baiknya agar mencapai nilai yang baik. Namun pas dewasa tanggung jawab itu menjadi lebih besar sanggup berbentuk tanggung jawab dalam pekerjaan maupun tanggung jawab dalam keluarga. Apakah kami udah mengerjakan tanggung jawab yang kami memiliki bersama baik?
Sejak kami kecil kecil kemungkinan kami sering mendengar cerita Yunus. Yunus adalah orang yang dipilih Tuhan untuk mewartakan kabar keselamatanNya kepada Niniwe.Namun, Yunus coba lari berasal dari tanggung jawab itu. Ia tambah pergi dan bersembunyi ke Tarsis. Apakah Tuhan mau bersama sikap Yunus? Tentu saja tidak. Tuhan beri salam Yunus bersama mendatangkan angin ribut dan sampai sehabis itu Yunus berada di dalam perut ikan 3 hari 3 malam lamanya.
Mungkin diatara kami dulu mengalami berkenaan yang serupa layaknya Yunus. Ketika kami memiliki tanggung jawab atau dipercayakan sebuah tanggung jawab, kami kadang pas berupaya lari berasal dari tanggung jawab itu dan menyuruh orang lain untuk menyelesaikannya. Perlu diingat, tiap tiap orang memiliki tanggung jawabnya masing-masing dan itu kudu diselesaikan sampai akhir. Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab dan pas menjadi tanggung jawab yang kami lakukan itu sulit, mintalah bimbingan dan hikmat Tuhan agar kami sanggup selesaikan tanggung jawab itu bersama baik sebab apa pun yang kami lakukan di dalam namaNya tidak tersedia yang tidak mungkin.
Ketika kami memiliki sebuah tanggung jawab atau komitmen baik dalam sekolah, perkuliahan, pekerjaan maupun pelayanan, selesaikanlah tanggung jawab itu. Janganlah layaknya Yunus yang coba lari berasal dari tanggung jawab yang diberikan. Kita memang sebagai manusia seringkali berpikir bahwa tanggung jawab yang kami memiliki amat berat dan kami tidak sanggung untuk menyelesaikannya. Terkadang kami menyesal mengapa kami kudu mengambil alih alih tanggung jawab itu. Ketika kami memiliki tanggung jawab dalam pelayanan, kadang pas kami lalai dan menomorduakan sarana yang harusnya kami lakukan. Apakah Tuhan bahagia jikalau kami bersikap layaknya itu? Tentu saja Tuhan tidak senang. Semua tanggung jawab itu serupa tidak tersedia yang lebih besar dan tidak tersedia yang lebih kecil. Ketika kami menjadi lelah dan meninggalkan tanggung jawab yang kami memiliki mintalah hikmat dan penyertaan Tuhan. Tuhan tentu dapat memampukan dan menguatkan kita. Ketika kami menjadi lalai, Tuhan tentu dapat beri salam kami bersama caraNya sebab Dia menghendaki kami menyelesaikannya sampai akhir.
Ingatlah bahwa kami seluruh memiliki sebuah tanggung jawab yang berbeda-beda yang kudu kami selesaikan.Mintalah hikmat dan bimbingan Tuhan agar kami dimampukan untuk selesaikan tanggung jawab itu bersama baik. Tuhan Yesus memberkati.

3 Renungan Harian yang Penuh makna Saat Teduh