Tampilkan postingan dengan label Air Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Hidup. Tampilkan semua postingan

Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH I
Renungan harian 1
Forgive to Forget
Bacaan: Matius 18:21-35
“Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan hingga tujuh kali, melainkan hingga tujuh puluh kali tujuh kali.”
Matius 18:22
Salah satu perihal yang paling tersedia problem untuk dilaksanakan yakni menambahkan pengampunan kepada orang yang telah lakukan kesalahan kepada kita. Pada saat ini banyak orang tersedia problem untuk mengampuni kesalahan orang lain dikarenakan kesalahan yang telah dilaksanakan oleh orang selanjutnya diakui telah melalui batas supaya dia tidak berhak capai kata maaf dari kita. Pasti di pada kami dulu mengalami perihal serupa bukan? Misalkan saja saat tersedia seseorang yang menyakiti kami bersama menyebarkan perihal tidak benar, atau saat orang yang kami percayai mengkhianati kami atau terutama saat orang yang kami kasihi pergi meninggalkan kami apakah kami tetap mampu untuk memaafkan orang tersebut? Ketika kami tidak mampu untuk memaafkan kesalahan orang lain justru hanya kekecewaan dan sakit hati yang mampu kami rasakan. Kitapun juga mampu jadi spesifik yang tidak bebas dikarenakan terkekang oleh kekecewaan dan rasa sakit hati itu.
Mengampuni bukan hanya hanya memaafkan kesalahan. Mengampuni berarti juga bersedia melepaskan kesalahan orang yang bersalah kepada kami dan mengakses lembaran baru ulang bersama orang tersebut. Kita juga mesti mengetahui bahwa manusia bukanlah makhluk prima supaya tidak mampu lakukan kesalahan. Ketika kami tidak senang mengampuni kesalahan orang lain berarti kami juga tidak senang mengetahui bahwa kami juga dulu lakukan kesalahan yang mampu saja memicu orang lain jadi terluka. Sebagai manusia kami condong mencari kesalahan orang lain tanpa mengetahui kesalahan yang ia perbuat. Bahkan didalam Matius 7:3 Yesus berkata demikianlah “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, tapi balok di didalam matamu tidak engkau ketahui?”
 Dalam ayat tersebut, Yesus mengajarkan kami untuk mengintropeksi diri kami sendiri.
Mengampuni. Sebuah kata simpel yang berarti benar-benar dalam. Selain mesti memaafkan kesalahan orang lain, mengampuni berarti mengasihi sesama kami dikarenakan Yesus telah mengasihi kami terutama dahulu. Lalu apa yang mampu kami dapatkan saat kami telah mengampuni orang lain?
1. Berkat pengampunan dari Allah
“Dan jika anda berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu jika tersedia barang suatu perihal didalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (Matius 11:25). Hal pertama yang mampu kami dapatkan saat kami senang mengampuni kesalahan orang lain yakni berkat pengampunan dari Allah. Dalam Matius 11:25 disebutkan bahwa Bapa yang tersedia di sorga mampu mengampuni kesalahan kami jika kami juga senang mengampuni sesamakita. Ketika kami belum mampu mengampuni, rasa marah, sakit hati terutama kebencian mampu menguasai hati kami supaya interaksi kami denganNya jadi terhalang. Oleh dikarenakan itu, marilah kami mengampuni kesalahan sesama kami supaya Bapa di sorga juga senang mengampuni kesalahan yang kami perbuat.
2. Menjadi spesifik yang bebas
Setelah kami senang mengampuni kesalahan orang lain dan melepaskan kesalahan orang tersebut, kami mampu jadi spesifik yang bebas. Segala rasa marah, kecewa dan sakit hati yang menguasai hati kami mampu bebas dan memicu hati kami jadi riang. Jika selama kami anda tetap terkekang dan terbelenggu oleh kesalahan orang lain, marilah mengampuni. Kelihatan tersedia problem memamg. Tapi saat kami menyerahkan dan mengandalkan Allah, tidak tersedia yang tidak mampu saja baginya.
3. Dapat merasakan kasih Allah didalam kehidupan
Setelah jadi spesifik yang bebas, kami mampu merasakan betapa besar kasih Allah didalam kehdupan kita. Ia jadi bekerja didalam hidup kami untuk mendatangkan kebaikan. Bahkan Ia juga mampu memakai kami jadi alatNya.
4. Menjadi manusia baru
Setelah merasakan kasih Allah, kami diubahkan jadi manusia yang baru. Bukan tanpa alasan. Tuhan mengubahkan kami untuk jadi spesifik yang lebih baik lagi. Dimana kami mampu capai buahNya yakni kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan juga penguasaan diri (Galatia 5:22-23).
Oleh dikarenakan itu, marilah kami jadi mengampuni sesama kita. Ingatlah, bahwa tiap tiap manusia tentu dulu lakukan kesalahan juga diri kita. Diri kami sendiri tidak mampu saja tidak dulu lakukan kesalahan. Sikap kami baik didalam perkataan maupun tindakan yang disengaja maupun tidak disengaja tentu dulu menyakiti hati dan perasaan orang lain. Sekarang perihal terhadap diri kita. Apakah kami menginginkan jadi spesifik yang bebas yang capai berkat pengampunan atau justru menginginkan jadi spesifik yang terkekang? Mintalah penyertaan dan bimbingan Tuhan. Kiranya Tuhan tetap menyertai kami semua. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan harian 2
Tuhan Mendengar
Bacaan: Ratapan 3:1-26
“Ya TUHAN. Aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan terian tolongku! Engkau dekat tatkala aku memanggil-Mu, Engkau berfirman: Jangan takut!”
Ratapan 3:55-57
Tuhan tidak mampu dulu melepaskan umatNya sendirian. Ia tetap tersedia untuk kami disetiap detik kehidupan kita. Namun, kami seringkali jadi Tuhan meninggalkan kami dikarenakan Tuhan belum menjawab doa kita. Tidak sedikit dari pada kami dulu jadi kecewa dan menghindar dari dari Tuhan. Kita seringkali mengandalkan kebolehan kami sendiri jika dirasa Tuhan tidak mampu menjawab doa kita. Dalam kondisi menderita atau mengalami pergumulan berat manusia condong melepaskan Allah dan menyalahkan Allah sebagai bentuk kekecewaannya. Tuhan mengijinkan semua itu berjalan dikarenakan Tuhan menginginkan edukatif kami jadi spesifik yang kuat dan bertumbuh didalam iman dikarenakan sesungguhnya didalam kelemahanlah kuasa Allah jadi nyata. Karena masalah yang kami alami seringkali kami lupa mampu kebaikan dan berkat dan juga kasih yang Tuhan curahkan kepada kita. Kita hanya sibuk bersama kesimpulan egois kami yang tidak beralasan. Kita terus-menerus mengeluh tapi kami tidak senang menyerahkannya kepada Tuhan. Padahal saat kami berdoa kepadaNya Tuhan tentu mampu mendengar dan menjawab doa kita.
Mungkin bukan saat ini Tuhan menjawabnya, tapi Tuhan tentu mampu menjawab doa kita. TanganNya tidak tidak lumayan panjang untuk mendukung kita. Dalam Matius 11:28 pun disebutkan demikianlah “Marilah kepada-Ku, semua yang lelah lesu dan berbeban berat, Aku mampu berikan kelegaan kepadamu.” Saat kami mengetahui bahwa kami tetap memerlukan Tuhan, datanglah padaNya maka Dia mampu langsung mengulurkan tanganNya untuk mendukung kita. Berbagai cara mampu Tuhan memakai untuk mendukung kita. Ia mengetahui apa yang kami butuhkan sebeluh kami menghendaki kepadaNya. Pada Hakim-hakim 3:7-11 diceritakan bahwa orang Israel lakukan kejahatan terutama hingga melepaskan Tuhan. Lalu Allah jadi murka dan menjajakan mereka kepada Kusyan-Risyataim delapan th. lamanya. Namun, saat orang Israel berseru kepadaNya, Allah menjawab doa mereka bersama menghidupkan seorang penyelamatyang bernama Otniel. Melalui Otniel orang Israel jadi bebas. Melalui cerita ini kami diajarkan untuk terus-menerus berdoa dan berserah kepadaNya. Ia mampu memakai siapa saja untuk mendukung kami semua.
Tuhan tidaklah tuli. Ia tentu mampu mendengarkan seruan umatNya.
Ketika kami mengalami masalah hidup, kami hanya tetap berkata “Mengapa Tuhan?” tanpa kami merenungkannya terutama dahulu. Seharusnya terutama dahulu kami renungkan apa yang sesungguhnya Tuhan menginginkan melalui banyak ragam masalah yang kami alami. Tidak jarang kami jadi tidak tersedia jalur muncul dari masalah yang tengah kami hadapi. Ketika itu terjadi, yang mampu kami lakukan yakni berkunjung menghampiri Dia dan berdoa. Melalui doa, kami mampu berkata denganNya dan juga meluapkan segala perasaan yang tersedia didalam hati dan kesimpulan kita. Kadangkala kami tidak mengetahui jalur Tuhan. Namun, perihal yang mesti kami imani adalah Tuhan tidak dulu meninggalkan kita. Artinya, didalam kegelapan terutama badai sekalipun, Tuhan menguatkan dan menyertai kami supaya kami mampu bertahan. Jika hingga hari ini doa kami belum dijawab olehNya bukan berarti Tuhan tidak acuhkan dan tidak mendengarkan doa kita. Kita hanya mesti mengetahui bahwa tangan Tuhan kuat memegang kita. Ketika kami jatuh, Tuhan tidak melepaskan kami hingga tergeletak.
Ketika kami berseru kepada Tuhan, berarti kami yakin bahwa Tuhan tetap senang mendengarkan seruan kita. Kita juga mengetahui bahwasesungguhnya Allah menyimak apa yang berjalan didalam kehidupan kita. Ketika kami berdoa, berarti kami juga melihat tetap tersedia harapan saat kami berserah kepadaNya dan tetap tersedia suara Tuhan yang menghiburdan menjawab tiap tiap kata dari seruan kita. Sampai kapanpun kami tidak mampu melepaskan Tuhan. Ketika kami berserah kepadaNya, berarti kami siap dan sabar untuk menantikan apa yang menginginkan Tuhan perbuat kepada kita. Kita mesti sabar dikarenakan saat dan caraNyalah yang paling baik untuk kita. Mari kami berkata dan berseru kepadaNya supaya kami capai ketenangan. Tuhan Yesus memberkati.Renungan harian 3
Be Your Self
Bacaan: 1 Korintus 12:12-31
“Andaikata sepenuhnya adalah satu anggota, di manakah tubuh?”
1 Korintus 12:19
Terkadang kami malu untuk jadi diri kami sendiri apa adanya. Ada beberapa faktor yang memicu kami seperti itu tidak benar satunya yakni kuatir tidak di menerima didalam lingkungan tempatnya berada. Kita mengusahakan mempengaruhi segala suatu perihal yang tersedia terhadap kita, terutama kami mengusahakan untuk jadi orang lain demi muncul sempurna. Hal ini memicu seseorang lupa mampu keberadaan dirinya sendiri padahal Tuhan telah menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya.
Tuhan menciptakan kami berbeda pada satu bersama yang lain dikarenakan tersedia alasan spesifik yakni supaya kami mampu saling melengkapi kelemahan orang lain. Jika kami semua berlomba-lomba untuk mempengaruhi diri jadi prima setelah itu siapakah yang mampu menutupi kelemahan tersebut? Jika kami tetap  mengusahakan untuk jadi orang lain berarti area kami berada bukanlah merupakan area yang tepat. Ketika kami telah berada di area yang tepat, kami tentu tidak mampu mengusahakan untuk jadi orang lain. Ketika kami berada di area yang tepat, kami juga tentu mampu mencintai diri kami apa adanya. Ketika anda telah jadi dirimu sendiri tapi tempatmu berada tidak menerimamu, janganlah khawatir. Tetaplah untuk jadi dirimu sendiri dikarenakan itu merupakan perihal utama yang mesti dilakukan.Ketika kami telah jadi diri kami sendiri, hidup kami mampu lebih bahagia, nyaman dan juga mampu menghormati diri sendiri sebagai ciptaan Tuhan yang berharga. Kita mampu membawa banyak teman yang senang menerima kami apa tersedia tanpa kepura-puraan. Ketika kami jadi diri kami sendiri, kami juga mampu jadi spesifik yang kuat dan mampu memicu kami memperoleh potensi yang tersedia di didalam diri kita. Ketika kami jadi diri sendiri, kami mampu lakukan apa pun yang kami sukai dikarenakan didepan orang lain kami tidak coba jadi orang lain. Kita juga mampu lebih menghormati apa yang kami membawa saat ini dikarenakan kami mengetahui Tuhan menciptakan kami baik adanya. Dengan jadi diri kami sendiri berarti kami telah mencintai Allah yang merupakan pencipta kita. Janganlah kami mengusahakan jadi orang lain, dikarenakan apa yang menurut manusia prima belum tentu prima untuk Allah. Oleh dikarenakan itu hargailah tiap tiap apa yang telah Tuhan menambahkan kepada kita.
Cara Untuk Menjadi Diri Sendiri
1. Menerima diri kami apa adanya
Hal pertama yang mesti kami lakukan untuk jadi diri sendiri yakni menerima diri kami apa adanya.Jika kami belum menerima diri kami sendiri apa adanya, bagaimana mampu kami hidup sebagai diri kita. Kita merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Ia menambahkan hati, kesimpulan dan akal budi. Bahkan Ia menciptakan kami seturut rupa dan gambarNya. Melihat betapa besarnya karya Tuhan didalam kita, setelah itu apakah kami tetap menampik diri kami sendiri sebagaimana adanya? Jika alasan fisik seperti tidak cantik, tidak tinggi, tidak putih atau lain sebagaimana yang jadi alasan kami untuk tidak menerima diri kami sendiri apa adanya, berhentilah lakukan itu. Ingatlah bahwa kesempurnaan hanya milih Allah. Janganlah minder bersama diri kami sendiri. Terimalah dan hargailah diri kita.
2. Mengenali diri
Penting bagi kami untuk mengetahui diri kami sendiri. Mengenali apa benar-benar berlebih dan kekurangan kita, mengetahui apa kebolehan dan kelemahan kami dan juga mengetahui apa yang kami sukai dan tidak kami sukai. Ketika kami mampu mengetahui apa yang tersedia diri kita, kami tentu mampu jadi diri kami sendiri tanpa malu menunjukkannya kepada oang lain.
3. Tidak mempedulikan kata orang lain
Pada saat ini entah mengapa perkataan orang lain dampak berdampak besar bagi kehidupan kita. Setelah mendengan perkataan orang lain yang tidak baik perihal diri kita, kami mengusahakan untuk merubahnya dan tidak memperlihatkan faktor tidak baik itu lagi. Kita mati-matian beralih setelah mendengar perkataan orang lain. Perlu diingat, dirimu adalah milikmu. Jangan hirauan perkataan orang lain yang berkata perihal diri kita. Yang mengetahui diri kami hanya kami sendiri bukan orang lain. Orang lain hanya menilai diri kami dari luarnya saja. Hidupmu adalah punya Tuhan. Janganlah beralih hanya dikarenakan perkataan orang lain dikarenakan hidupmu bukanlah punya manusia.
4. Tidak membandingkan diri kami bersama orang lain
Salah satu cara yang dilaksanakan untuk jadi diri sendiri yakni tidak membandingkan diri kami bersama orang lain. Setiap orang membawa benar-benar berlebih dan kekurangannya masing-masing. Jika anda jadi orang lain lebih baik darimu, berarti anda belum memperoleh apa yang baik didalam dirimu. Janganlah berkecil hati saat melihat orang lain. Jalanilah hidupmu sebagai dirimu sendiri.
5. Bersyukur
Cara yang paling utama dan penting untuk jadi diri sendiri yakni bersyukur. Ketika kami bersyukur kepada Tuhan atas segala apa yang telah Ia menambahkan kepada kita, kami tentu mampu mencintai diri kami apa danya. Bersyukur memicu kami mampu menerima diri kita. Oleh dikarenakan itu, bersyukurlah tetap kepada Tuhan.
Menjadi diri sendiri itu penting. Menjadi diri sendiri memicu kami jadi spesifik yang bertumbuh dan dewasa. Menjadi diri kami sendiri memicu kami mampu memperoleh potensi yang tersedia didalam diri kita. Tuhan menciptakan kami berbeda pada satu bersama yang lain untuk saling melengkapi. Mulai saat ini berhentilah membandingkan dirimu bersama yang lain. Dirimu prima di mataNya. Ynag mesti dilaksanakan saat ini hanya jadi diri sendiri dimanapun kami berada. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH II
Kumpulan renungan harian kristen 2018
Renungan 1
Refresh
Bacaan: Kolose 3:5-10
Jangan ulang anda saling mendustai, dikarenakan anda telah menanggalkan manusia lama dan juga kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk capai ilmu yang benar menurut gambar Khaliknya;
Kolose 3:9-10
Setiap manusia tentu dulu lakukan kesalahan baik didalam pikiran, perkataan maupun perbuatannya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Tanpa mengetahui kami seringkali menyakiti hati sesama kami terutama menyakiti hati Tuhan. Perbuatan-perbuatan itulah yang mampu hindari kasih Tuhan didalam hidup kita. Ketika kami melihat ke belakang, cobalah menyimak berapa banyak orang yang telah kami sakiti dan lukai hatinya. Ingatlah berapa banyak kami menyakiti hati Tuhan dikarenakan kami hidup bersama tidak benar dan meninggalkan jalur kebenaran. Marilah kami me-refresh hidup kami supaya hidup kami mampu lebih baik dari sebelumnya.
Sama halnya bersama Paulus. Paulus terhadap pada akhirnya dipakai Tuhan untuk mengerjakan perbuatan tanganNya yang ajaib. Ia senang meninggalkan kehidupan lamanya dan jadi manusia baru. Ia me-refresh kehidupannya supaya Ia jadi spesifik yang baik. Sekarang maukah kami seperti Paulus yang mampu meninggalkan kehidupan lama jadi manusia baru? Marilah kami minta bimbingan dan penyertaan Tuhan supaya kami dimampukan untuk jadi manusia yang lahir baru di didalam Dia. Ketika kami telah lahir baru, kami tentu mampu segan untuk meninggalkan jalanNya yang benar dan kuatir untuk berbuat dosa. Kita juga mampu jadi spesifik yang membawa hikmat daripadaNya saat kami jadi manusia baru. Menjadi manusia baru bukan berarti kami berhenti sejenak setelah itu berjalan ulang di jalur yang sama. Menjadi manusia baru berarti berhenti setelah itu berbalik menuju kemuliaaNya yang ajaib. Oleh dikarenakan itu, marilah kami menghimpit tombol refresh didalam hidup kami supaya kami jadi spesifik baru yang lebih baik dari sebelumnya. Tuhan Yesus memberkati.Renungan 2
Meresponi Panggilan Tuhan bersama Kesetiaan
Bacaan: Efesus 1:15-23
Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, supaya anda mengetahui pengharapan apakah yang terdapat didalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kami yang percaya, cocok bersama kebolehan kuasa-Nya,
Efesus 1:18-19
Dalam Matius 22:14 dikatakan bahwa banyak yang dipanggil, tapi sedikit yang dipilih. Apa maksudnya? Tuhan telah memanggil banyak orang untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah, tapi dikarenakan keterbatasan yang manusia miliki, hanya sedikit di pada kami yang dipilih olehNya untuk membawa tanggung jawab itu.
Jika terhadap saat ini kami dipercayakan Tuhan untuk melayaniNya baik di gereja atau disebuah persekutan, bersyukurlah dikarenakan tidak semua orang membawa kesempatan itu. Ketika Tuhan telah memanggil kami untuk melayaniNya, kami mampu melihat betapa besar kebolehan kuasaNya bagi kami orang yang yakin kepadaNya. Tuhan mampu pilih siapa saja tanpa melihat orang selanjutnya berasal dari mana dan bagaimana keadaanya. Tuhan pilih seseorang supaya kuasaNya nyata dan mampu dipermuliakan melalui orang tersebut. Terkadang, saat kami telah dipilih Tuhan untuk melayaniNya, banyak yag meresponi panggilan itu bersama ketidaksetiaan. Kita hanya bersemangat untuk melayani Tuhan di awal saja, tapi bersamaan berjalannya saat kami jadi malas dan kehilangan semangat untuk melayani Tuhan.
Ketika kami berbuat seperti itu, sadarkah kami bahwa kami telah menyakiti hati Tuhan? Tuhan hanya menginginkan kami meresponi panggilanNya denga prinsip hingga akhir. Yang mesti diingat adalah, saat kami dipanggil olehNya kami membawa tanggung jawab kepada Dia bukan kepada manusia. Ketika kami lakukan suatu layanan semangat kami sering kadang tidak benar yakni supaya layanan kami dilihat oleh orang lain supaya orang lain berasumsi kami hebat dikarenakan kami mampu melayaniNya. Jika kami melayani Tuhan hanya dikarenakan semangat itu, bagaimana kami mampu setia kepada panggilanNya? Oleh dikarenakan itu, marilah kami meresponi panggilan Tuhan bersama kesetiaan. Jika semangat kami terhadap saat ini tetap untuk manusia, ubahlah kesimpulan itu. Jadikanlah layanan yang anda lakukan saat ini jadi sebuah tanggung jawab kepada Tuhan. Apapun layanan yang anda kerjakan, lakukanlah itu bersama segenap hatimu. Kerjakanlah panggilan layanan selanjutnya hingga akhir. Tunjukkanlah prinsip kami kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.
Renungan 3
Remind
Mazur 119:25-34
Buatlah aku mengetahui petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
Mazmur 119:27
Orang bilang kami tidak boleh mengingat masa setelah itu dikarenakan jika kami terus-menerus mengingat masa setelah itu memicu kami jadi spesifik yang tidak berkembang. Ada juga yang bilang bahwa kami tidak boleh melihat kesalahan di masa setelah itu dikarenakan itu telah berlalu. Namun apakah benar demikian? Tentu saja salah. Jika kami tidak mengingat apa yang telah terjadi, justru kami mampu jatuh ke didalam kesalahan yang sama. Jika kami tidak mengingat kesalahan yang dulu kami lakuka, bagaimana mampu kami memperbaiki kesalahan itu. Tuhan menambahkan kami akal budi dan juga hati nurani supaya kami mampu mengingat ulang apa yang berjalan terhadap diri kita. Jika aku Petrus dulu mengingat apa yang dikatakan Yesus kepadanya tentu ia tidak mampu menyangkal Yesus.
Jika Petrus tidak ingat perkataan Yesus setelah ia menyangkalNya tentu Petrus tidak mampu menyesali perbuatannya. Mengingat ulang suatu perihal bukanlah perihal tidak baik yang tidak benar untuk dilakukan. Mengingat ulang suatu kesalahan memicu kami mampu memperbaiki kesalahan itu dan tidak ulang jatuh ke didalam kesalahan yang sama. Ketika kami mengingat ulang betapa besar kuasaNya didalam hidup kita, kami tentu mampu jadi spesifik yang bersyukur.
Remind atau mengingat kemabali merupakan suatu kata yang penuh arti bagi kami sebagai manusia. Sekarang, marilah kami ingat betapa besar kasih yang Ia curahkan kepada kami tiap tiap detik kehidupan kita. Sungguh besar bukan? Marilah saat ini kami ingat ulang kesalahan apa yang dulu kami lakukan dulu supaya kami tidak ulang ulangilah kesalahan yang sama. Marilah juga ingat ulang apa yang jadi janji dan prinsip kita. Janganlah dari tiap tiap kami melepaskan itu semua. Jika kami membawa prinsip untuk melayani kepada Tuhan, ingatlah prinsip itu dan marilah kami layani Tuhan bersama kesungguhan hati. Ketika kami mengingat ulang segala esuatu perihal yang berjalan didalam hidup kita, tentu kami jadi takjub mampu kuasa dan penyertaan Tuhan.
Terkadang saat kami mengingat ulang suatu perihal kami sering berkata seperti ini “Wah ternyata aku mampu melalui ujian itu” “Tuhan Yesus ternyata sungguh baik hingga aku tetap mampu merasakan kasihNya hingga sekarang”. Mengingat masa setelah itu itu tidak tidak baik bukan? Mengingat suatu perihal mampu memicu kami lebih bersyukur mampu suatu perihal yang telah Tuhan berikan. Ketika kami mengingat perihal buru, tentu kami juga ingat ulang rasa sakitnya. Rasa sakit dikecewakan, rasa sakit ditinggalkan ataupun rasa sakit dikarenakan kehilangan suatu perihal yang berharga. tapi ingatlah dari sudut positifnya. jika kami tidak mengalami itu semua, apakah kami mampu jadi spesifik yang kuat seperti sekarang? Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH III
Renungan harian kristen hari ini air hidup
Mengucap Syukur
Bacaan: Mazmur 118:1-9
Bersyukurlah kepada Tuhan, dikarenakan Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Mazmur 118:1
Helen Adams Keller atau biasa disapa Helen Keller merupakan seorang penulis dan aktivis politik Amerika. Selain itu ia juga menulis artikel dan juga buku-buku kondang tidak benar satunya The Story of My Life. Helen terlahir normal. Namun, saat usianya 19 bulan, ia terserang penyakit yang menyebabkannya buta dan tuli hingga terhadap pada akhirnya ia juga jadi bisu.
Saat tetap kecil Helen jadi spesifik yang kasar dan pemberontak terutama ia jadi spesifik yang pemarah. Namun, bersamaan pertambahan usia, Helen jadi spesifik yang melampaui batasannya dan ia tidak menyerah terhadap hidupnya. Kita tentu dulu mengalami masa-masa tersedia problem yang memicu kami marah dan menyalahkan keadaan. Kita larut didalam rasa sedih hingga kami lupa untuk mengucap syukur kepada Allah. Ketika kami tidak mampu bersyukur atas kehidupan yang telah Tuhan menambahkan tentu tersedia kesalahan di dalamnya. Bisa jadi dikarenakan kami benar-benar fokus terhadap masalah kami tanpa melihat kebaikan yang Tuhan menambahkan kepada kita. Ingatlah, apa yang kami alami hari ini telah Tuhan atur. Cobaan yang kami alami tidak mampu melebihi kebolehan kita. Ketika mengucap syukur kepada Tuhan, kami tentu mampu merasakan betapa baiknya Tuhan didalam hidup kita.
Seringkali kami sebagai manusia hanya senang mengucap syukur kepada Tuhan hanya terhadap saat bahagia. Namun, didalam kondisi sedih manusia condong tidak bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur kepada Tuhan harusnya seperti nafas kehidupan yang tidak mampu dulu berhenti kami ucapkan saat kami tetap diberi nafas kehidupan. Bersyukur kepada Tuhan juga tidak memerlukan sebuah alasan spesifik dikarenakan itu mampu dilaksanakan kapan saja dan dimana saja. Yang jadi ukuran manusia terhadap saat ini untuk bersyukur adalah saat capai nilai baik, capai promosi jabatan, capai pekerjaan yang sesuai, capai pasangan yang kami ingini dan perihal membahagiakan lainnya menurut ukuran manusia.
Jika kami hanya terus-menerus mengingini kebahagiaan, kapan Tuhan mampu memperlihatkan kuasaNya didalam kehidupan kita? Perlu diingat dan direnungkan bahwa apa yang berjalan didalam kehidupan kami bukanlah suatu kebetulan semata, tapi itu merupakan anugerah yang Tuhan menambahkan kepada kami sebagai manusia. Anugerah Tuhan bukan saja hal-hal baik seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Namun, anugerah Tuhan juga mampu berupa rasa sedih yang Tuhan ijinkan berjalan didalam kehidupan kita. Mengapa rasa sedih yang kami alami mesti disyukuri? Ini berarti Tuhan sayang kepada kami dan tengah edukatif kami supaya kami jadi spesifik yang dewasa bukan hanya secara fisik tapi juga didalam iman. Tuhan edukatif kami serupa seperti bapa di dunia edukatif kita. Ia edukatif kami bersama tegas supaya kami jadi spesifik yang tahan banting didalam menghadapi cobaan. Selain itu, saat rasa sedih menimpa kita, kuasa Tuhan justru mampu nyata didalam kelemahan kita.
Segala suatu perihal yang berjalan didalam kehidupan kami baik senang maupun duka, baik didalam kehidupan yang penuh canda tawa maupun tetesan air mata itu telah Tuhan ijinkan terjadi. Tuhan menginginkan kami mengucap syukur kepadaNya didalam segala perihal dikarenakan penyertaan Tuhan tetap tersedia terhadap spesifik tiap tiap kita. Dalam Roma 8:28 disebutkan bahwa Allah turut bekerja didalam segala suatu perihal untuk mendatangkan kebaikan. Oleh dikarenakan itu, kami mesti yakin kepadaNya bahwa apa yang berjalan didalam kehidupan ini telah Tuhan atur. Jangan lupa untuk mengucap syukur, Tuhan Yesus memberkati.

Renungan harian kristen pemuda
Kerjakan Tanggung Jawabmu
Bacaan: Yunus 1:1-17
“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, dikarenakan kejahatannya telah hingga kepada-Ku.”
Yunus 1:2
Ketika Tuhan menambahkan tanggung jawab besar kepada Yunus untuk pergi ke Niniwe apa yang dilaksanakan oleh Yunus? Awalnya Yunus lari dari tanggung jawab itu bersama pergi ke Tarsis namun, saat perjalanan menuju Tarsis Yunus ditegur Tuhan. Tuhan mendatangkan badai yang besar hingga terhadap pada akhirnya Yunus mesti berada didalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya. Pernahkah anda seperti Yunus yang coba lari dari tanggung jawab yang telah dipercayakan padamu? Sebagai seorang manusia, adakalanya kami ragu dan kuatir untuk mengerjakan suatu tanggung jawab, terutama jika itu merupakan tanggung jawab yang lumayan besar. Tanggung jawab merupakan suatu kewajiban dan tugas yang mesti kami merampungkan hingga akhir. Jika anda jadi tidak mampu mengerjakan banyak tanggung jawab hingga akhir, mintalah Tuhan untuk memberikanmu hikmat. Janganlah anda melalaikan suatu tanggung jawab kecil hanya dikarenakan anda membawa tanggung jawab lain yang lebih besar.
Faktor-faktor penyebab lari dari tanggung jawab
Setiap orang membawa tanggung jawabnya masing-masing. Baik muda ataupun tua tentu membawa suatu tanggung jawab entah itu kecil maupun besar. Semakin kami beranjak dewasa, tanggung jawab yang dipercayakan kepada kitapun jadi besar dan berat. Namun, dikarenakan tidak mengandalkan dan tidak menghendaki penyertaan Tuhan didalam merampungkan masalah itu, tersedia banyak orang yang melepaskan dan lari dari tanggung jawab yang ia miliki. Padahal didalam Roma 14:12 disebutkan demikianlah “Demikian tiap tiap orang di pada kami mampu berikan pertanggungan jawab perihal dirinya sendiri kepada Allah”. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang mampu memicu seseorang lari dari tanggung jawabnya.
Rasa takut
Hal yang memicu seseorang mampu lari dari tanggung jawab yakni dikarenakan tersedia rasa takut. Sama halnya seperti Yunus yang coba lari dari tanggung jawab yang Tuhan menambahkan kepadanya dikarenakan rasa takut. Yunus mengetahui bahwa Niniwe adalah kota yang besar dimana jika ia mesti pergi kesana dan memberitahukan penduduknya mampu kejahatan yang dilaksanakan ia tentu tidak di terima terutama dihakimi. Namun, saat Yunus minta penyertaan Tuhan dan terhadap pada akhirnya ia mampu lakukan tanggung jawab itu. Yuk saat ini menghilangkan rasa takutmu dan minta penyertaan Tuhan.
Memiliki tanggung jawab yang lebih besar
Faktor lain yang memicu seseorang lari dari tanggung jawab yakni dikarenakan ia membawa tanggung jawab yang lebih besar supaya ia berasumsi remeh tanggung jawab kecil yang dimiliki. Baik besar maupun kecil, tanggung jawab tetaplah kewajiban yang mesti diselesaikan hingga akhir. Ketika anda mampu mengerjakan tanggung jawab kecil tentu anda juga mampu untuk mengerjakan suatu tanggung jawab yang lebih besar.
Tidak menghendaki hikmat dan penyertaan Tuhan
Faktor utama yang memicu seseorang lari dan melepaskan tanggung jawabnya adalah dikarenakan tidak menghendaki hikmat dan penyertaan dari Tuhan. Ketika anda hanya mengandalkan kebolehan diri sendiri, temtu anda mampu jadi tidak mampu untuk mengerjakan suatu tanggung jawab. Oleh dikarenakan itu berdoalah dan minta hikmat dan juga penyertaan Tuhan.
Oleh dikarenakan itu, janganlah anda lari dari tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadamu. Jangan jadikan tanggung jawab hanya hanya tuntutan yang mesti anda selesaikan. Namun, jadikanlah tanggung jawab itu sebagai suatu kewajiban yang mesti diselesaikan hingga akhir bersama baik (finishing well). Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH IV
Renungan singkat firman Tuhan
Waktu Teduh
Bacaan: Efesus 6:10-20
Berdoalah tiap tiap saat di didalam Roh dan berjaga-jagalah di didalam doamu itu bersama keinginan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Efesus 6:18
Doa merupakan nafas kehidupan bagi orang percaya. Dengan berdoa, interaksi kami bersama Allah dipulihkan supaya kami mampu mengetahui dan mengetahui apa kemauan Tuhan didalam hidup kita. Waktu teduh atau saat teduh merupakan saat spesifik yang di menyediakan bagi Tuhan dan mesti kami lakukan tiap tiap hari. Sebaiknya saat teduh dilaksanakan tiap tiap pagi sebelum saat akan kami mengawali kesibukan kami supaya kami mampu memohon penyertaan Tuhan terhadap hari yang mampu kami lewati. Waktu teduh adalah tanggapan kami terhadap kerinduan Tuhan untuk bersekutu bersama kami anak-anakNya. Disaat kami lakukan saat teduh, berarti kami bersekutu bersama Tuhan. Sepeti yang telah kami ketahui, doa merupakan bentuk komonukasi kami kepada Allah. Dengan berdoa, kami memakai hak istimewa yang Tuhan menambahkan untuk berkata denganNya. Sudahkah kami bikin persiapan saat teduh tiap tiap harinya untuk Tuhan?
Waktu teduh benar-benar penting untuk kami lakukan. Alasan kami untuk lakukan saat teduh yaitu:
Teladan Yesus
Tuhan Yesus mengajarkan kami untuk membawa persekutuan bersama Bapa di Sorga. Di tengah kesibukannya, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa baik itu didalam kondisi senang maupun didalam kondisi sedih. Sebelum Yesus disalibkan, Ia juga berdoa kepada Bapa untuk diberikan kekuatan. Kita juga sebagai manusia mesti membawa interaksi spesifik bersama Bapa di sorga. Waktu teduh yang kami sedia kan dan kami bangun memicu interaksi kami bersama Bapa di sorga jadi dekat. Berdoa bukan hanya dilaksanakan sebagai formalitas semata, tapi sebagai suatu perihal yang sesungguhnya kami mesti lakukan dikarenakan kami mengetahui bahwa di dunia ini kami tidak mampu hidup sendiri tanpa penyertaan Tuhan.
Kerinduan Tuhan untuk bersekutu bersama umatNya
Tuhan rindu dan menginginkan supaya umatNya membawa persekutuan dan interaksi yang dekat denganNya. Dalam Hosea 6:6 disebutkan bahwa Tuhan lebih mengahargai persekutuan bersama umatNya dibandingkan bersama apa yang kami lakukan bagiNya.
Agar bertumbuh didalam iman
Ketika kami membawa saat teduh bersama Tuhan, iman kami juga mampu bertumbuh. Iman kami mampu bertumbuh melalui penghayatan mampu firmanNya. Iman seseorang tidak mampu tumbuh bersama instan supaya mesti pemeliharaan bersama mengetahui firmanNya. Pada saat ini seringkali kami melepaskan saat teduh itu bersama alasan kesibukan. Tuhan tetap menyertai kami selama 24 jam, setelah itu mengapa kami tidak mampu menambahkan saat kami kepada Tuhan? Orang yang membawa interaksi spesifik bersama Tuhan tentu mampu lebih yakin untuk bertekun kehiduan ini.
Bagaimana cara kami untuk berdoa? Yang mesti kami lakukan yakni bikin persiapan saat kita, mencari area tenang, menenangkan hati dan menghendaki kehadiran Tuhan, membaca Alkitab, memperlihatkan tanggapan kami bersama berdoa, merenungkan firman yang telah dibaca. Bagi kami sering kadang tersedia problem untuk bikin persiapan saat kami bagi Tuhan. Kita benar-benar sibuk bersama urusan spesifik kami dan seringkali melepaskan Tuhan. Kita lakukan perihal itu seakan kami mampu hidup tanpa bimbingan Tuhan. Kita hanya berdoa saat kami senang saja. Jika kami seperti itu, bagaimana kami mampu bertumbuh didalam iman dan mampu mengetahui maksud Tuhan didalam kehidupan kita? Marilah kami studi untuk membangun interaksi yang dekat denganNya. Mulailah untuk membawa saat teduh tiap tiap harinya. Tuhan Yesus memberkati.

Contoh renungan singkat
Kerjakan bersama hati
Bacaan: Kolose 3:23-25
Apa pun juga yang anda perbuat, perbuatlah bersama segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Kolose 3:23
Ketika kami mengerjakan apa yang kami sukai, tentu kami mampu mengerjakannya bersama sepenuh hati dan apa yang kami lakukan tentu hasilnya baik. Namun, apa yang berjalan jika kami mesti mengerjakan suatu perihal yang tidak kami sukai? Pasti kami mampu mengerjakannya bersama perasaan tertekan dan hasilnya tidak baik. Dalam Kolose 3:23 mengetahui disebutkan bahwa kami mesti mengerjakan apa pun itu bersama segenap hati kami seperti untuk Tuhan bukan untuk manusia. Terdengar berat dan tersedia problem bukan? Namun, itulah yang sesungguhnya mesti dilakukan. Kita mesti berani untuk muncul dari zona nyaman kita. Awalnya terhadap tersedia rasa kuatir dan cemas, tapi jika kami senang coba untuk menyukainya tentu tidak tersedia yang tidak mungkin.
Ketika Elisa dipanggil Tuhan melalui nabi Elia, tentu Elisa mesti muncul dari zona nyamannya dan meninggalkan pekerjaan yang ia cintai. Bukan tanpa alasan, Elisa mengetahui bahwa ia capai suatu perihal yang lebih besar bersama nabi Elia. Ia juga mengetahui bahwa perjalan barunya tidak mudah dan menakutkan terutama ia juga mengetahui bahwa apa yang ia lakukan anti belum tentu merupakan kesukaannya. Tapia pa yang terjadi? Elisa mampu melalui itu semua didalam penyertaan Tuhan.
Sering halnya kami tidak mengerjakan apa yang telah jadi tanggung jawab kami bersama sepenuh hati. Entah itu dikarenakan apa yang ia lakukan bukan passionnya atau mampu saja juga dikarenakan ia dipaksa untuk mengerjakan pekerjaan itu. Namun, bagaimanapun keadaannya, kami mesti tetap mengerjakannya bersama hati. Jika jadi tidak mampu dan tidak sanggup, berdoalah kepada Tuhan dan minta bimbingan dan juga penyertaan Tuhan.
Hal yang mesti dijalankan
Lalu,, perihal apa saja yang mesti dilaksanakan supaya kami mampu mengerjakan segala suatu perihal bersama hati? Berikut hal-hal yang mesti dilakukan.
Cintai apa yang dikerjakan
Penting bagi kami untuk terutama dahulu mencintai apa yang kami kerjakan. Cobalah untuk mengetahui dan mengetahui maksud Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang kami kerjakan. Ketika kami mencintai apa yang kami kerjakan, tentu hasilnya mampu baik dan kitapun tidak mampu tertekan untuk mengerjakannya.
Keluar dari zona nyaman
Keluar dari zona nyaman juga benar-benar penting untuk dilakukan. Keluar dari zona nyaman memperlihatkan bahwa kami berani untuk mengambil alih alih dampak walaupun kami tidak mengetahui apakah ketentuan yang dilaksanakan itu benar. Keluar dari zona nyaman berarti siap untuk menerima perubahan dan yakin bahwa suatu perihal perihal besar mampu terjadi. Ketika seseorang berani muncul dari zona nyaman dan berhenti dari suatu pekerjaan yang disukai, ia tentu mampu bersama mudah mencintai pekerjaan yang diberikan nantinya.
Minta penyertaan Tuhan
Hal paling penting yang mesti dilaksanakan yakni minta penyertaan Tuhan. Penyertaan Tuhan itu baik adanya. Ia mampu membimbing kami dan memampukan kami untuk mengerjakan sesuatu. Meskipun apa yang dilaksanakan berat dan penuh rintangan, saat kami minta penyertaan Tuhan tentu kami mampu lalui itu semua.
Sangat penting bagi kami untuk lakukan segala pekerjaan yang kami milii bersama hati. Segala suatu perihal yang dilaksanakan bersama hati tentu hasilnya mampu baik. Apapun yang anda lakukan terhadap saat ini baik itu didalam pekerjaan maupun pelayanan, kerjakanlah bersama sebaik-baiknya. Jika anda jadi perihal itu tidak mungkin, mintalah penyertaan Tuhan supaya Tuhan mampukan. Tuhan Yesus memberkati.RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan santapan harian
Tahu Kehendak Allah
Bacaan: Yohanes 6:35-40
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk lakukan kehendak-Ku, tapi untuk lakukan kemauan Dia yang telah mengutus Aku.
Yohanes 6:38
Pernahkan kami jadi apa yang kami kehendaki didalam hidup ini tidak cocok bersama harapam kita? Ketika kami telah mengusahakan sekuat tenaga, justru apa yang kami dapatkan tidak berjalan seperti apa yang kami kehendaki. Pertanyaan selanjutnya, apakah kami dulu menanyakan kepada Tuhan apa sesungguhnya kemauan Tuhan didalam hidup kita? Jika kami melihat apa yang berjalan di awalnya didalam kehidupan kita, pernahkah kami mengetahui bahwa apa yang kami alami didalam hidup ini merupakan kehendakNya? Sebelum Yesus ditangkap, Yesus berdoa di taman Getsemani. Ia berdoa kepada BapaNya di sorga dan  Ia berkata demikianlah “tetapi bukanlah kehendak-Ku melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Yang mampu kami teladani di sini yaitu, Yesus saja menyerahkan apa yang berjalan didalam hidupNya kepada Bapa di sorga, megapa kami juga tidak lakukan perihal demikian? Manusia merupakan makhluk lemah yang tidak mampu hidup tanpa penyertaan Tuhan.
Namun dikarenakan kesombongan dan keangkuhan manusia, seringkali manusia jadi lupa diri dan lebih mengandalkan kekuatannya sendiri dan justru malah memaksa Tuhan untuk lakukan perihal yang dikehendakinya. Ketika apa yang berjalan didalam hidupnya tidak cocok keinginan dan kehendaknya, manusia justru malah kecewa dan menyalahkan Tuhan. Namun,yang mesti diingat adalah tiap tiap apa yang kami alami entah tempo hari atau terhadap saat ini itu merupakan kemauan Allah. Mungkin terhadap saat ini kami tidak mampu mengetahui maksud Tuhan didalam hidup ini. Namun satu perihal yang mesti ditanamkan di hati saudara dan aku bahwa semua yang Tuhan beri adalah yang paling baik untuk kami dikarenakan tangan Tuhan tengah merenda suatu karya yang agung mulia didalam kehidupan kita.
Kehendak Allah
Kehendak Allah tidaklah lama seperti kemauan manusia. Manusia berkendak supaya suatu perihal yang baik saja berjalan didalam hidupnya. Namun Tuhan juga menghendaki suatu perihal yang tidak baik berjalan supaya manusia mampu jadi bertumbuh di didalam iman dan pengharapan. Lalu apa saja kemauan Allah didalam hidup kita? Kehendak Allah didalam hidup kami yaitu:
Menjadi garam dan terang bagi sesama
Tuhan menghendaki kami supaya kami jadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Ia menghendaki kami untuk jadi teladan bagi sesama dimanapun kami berada. Sebagai anak-anakNya kami mesti jadi berkat bagi sesama melalui perbuatan dan tindakan kita.
Mewartakan keselamatan dan kabar kerajaan Allah
Dalam Lukas 9:2 Yesus mengutus murid-muridNya untuk memberitakan kerajaan Allah kepada orang banyak. Demikian juga bersama kita. Tiba saatnya bagi kami untuk mewartakan kabar keselamatan dan kabar kerajaan Allah kepada mereka yang belum yakin kepada Yesus dikarenakan itulah yang dikehendakiNya.
Menjadi pelaku firmanNya
Hal yang juga di inginkan Allah yakni jadi pelaku firmanNya. Menjadi pelaku firman di sini mampu dilihat dari tiap tiap perbuatan dan tindakan kami yang senang di hadapan Allah supaya jadi saksi yang hidup bagi sesama.
Oleh dikarenakan itu, kami mesti mengetahui apa kemauan Tuhan didalam hidup kami dikarenakan kehendakNya itu baik adanya. Kita tidak boleh memaksakan kemauan kami kepada Tuhan dikarenakan kemauan kami belum tentu baik untuk kita. Hiduplah seturut kehendakNya supaya kami mampu menggembirakan hati Tuhan dan mampu jadi berkat dan juga saksi yang hidup bagi kurang lebih kita. Tuhan Yesus memberkati.Renungan harian online
Kekuatan Iman
Bacaan: Ibrani 11:1-3
Iman adalah dasar dari segala suatu perihal yang kami menginginkan dan bukti dari segala suatu perihal yang tidak kami lihat.
Ibrani 11:1
Pada saat ini, seringkali kami mendengar pemberitaan perihal orang yakin yang tidak berpegang teguh kepada iman percayanya supaya pilih untuk mundur dan tidak yakin lagi. Kedudukan, harta terutama pasangan hidup seringkali jadi alasan bagi seseorang untuk meninggalkan iman percayanya. Yang lebih parahnya ulang dikarenakan rasa kecewa atau sakit hati bersama teman seiman jadi alasan untuk meninggalkan iman kepercayaan. Lalu sesungguhnya apa iman itu? Seperti yang dikatakan didalam Ibrani 11:1  "Iman adalah dasar dari suatu perihal yang kami menginginkan dan bukti dari segala suatu perihal yang tidak kami lihat".
Kekuatan Iman
Iman berarti yakin sepenuhnya kepada apa yang walaupun belum dilihat. Hal inilah yang setelah itu disebut sebagai kebolehan iman Lalu sesungguhnya apa yang mampu kami dapatkan saat kami membawa kebolehan iman?
Dapat melihat keajaiban Allah didalam hidup kita
Ketika kami membawa kebolehan iman, perihal yang pertama kali mampu kami melihat yakni keajaiban Allah didalam hidup kita. Ketika kami tetap membawa iman yang kuat walaupun kami berada didalam pergumulan yang berat, paati Tuhan mampu memperlihatkan kuasaNya didalam hidup kita. Ia tentu mampu memulihkan kondisi dan hidup kita.
Memperoleh hidup yang kekal
Hidup yang kekal mampu kami dapatkan hanya dari Allah dikarenakan tidak mampu tersedia seorangpun yang mampu menambahkan kekekalan kepada sesamanya. Ketika kami membawa kebolehan iman, perihal yang mampu kami dapatkan yakni hidup kekal bersama Bapa di surga kelak.
Dapat melangkah bersama tentu serupa sekali tidak tersedia jaminan
Ketika kehidupan kami seakan tidak tersedia harapan dikarenakan apa yang kami ingini tetap tersedia diluar jangkauan kita, apa yang harusnya kami lakukan sebagai seseorang yang membawa iman? Ketika kami membawa iman yang teguh kepadaNya kami mampu tetap melangkah walaupun kondisi tidak mendukung kami dikarenakan kami yakin bahwa mampu tersedia jaminan dan keselamatan di didalam Dia.
Menerima janji Tuhan serupa sekali kelihatannya tidak mungkin
Sara dan Abraham telah lanjut umurnya tapi tetap belum membawa anak. Sebagai seorang manusia mampu saja kami tidak mampu yakin jika Sara mampu mengandung. Namun, Sara dan Abraham tetap yakin mampu janji Tuhan kepada mereka. Ketika mereka percaya, Tuhanpun menjawab doa mereka dan terhadap pada akhirnya mereka membawa anak di usia mereka yang telah lanjut. Cerita Abraham dan Sara mampu jadi pelajaran bagi kita. Ketika kami berdoa dan berserah penuh kepadaNya, apa yang kelihatannya tidak mampu saja bagi manusia mampu mampu saja bagi Allah.
Menang menghadapi cobaan
Orang yang membawa kebolehan iman tentu mampu tetap bertahan walaupun didalam kondisi sulit. Ia mampu tetap berdiri teguh walaupun kondisi tidak beruntung baginya. Ia mampu tetap yakin bahwa apa pun yang berjalan didalam kehidupannya telah Tuhan atur hingga terhadap pada akhirnya orang selanjutnya mampu melalui tiap tiap cobaan dan muncul sebagai seorang pemenang dan capai kemuliaan dari Bapa di sorga.
Iman itu memerlukan proses. Sama halnya seperti pohon yang terus-menerus bertumbuh jika dirawat dan dipelihara bersama baik. Begitupun bersama iman kita, jika menginginkan iman kami bertumbuh, maka peliharalah iman itu supaya kami mampu tetap berdiri teguh walaupun tersedia di tengah badai. Tuhan Yesus memberkati.
RENUNGAN HARIAN SAAT TEDUH V
Renungan harian wanita
Be a Strong Woman
Bacaan: Rut 1:1-13
Naomi adalah isteri dari seorang bernama Elimelekh. Ia dikaruniai dua orang anak bernama Mahlon dan Kilyon. Saat berjalan kelaparan di tanah Israel, ia beserta suami dan anak-anaknya pergi ke area Moab sebagai orang asing. Saat tinggal di Moab, Naomi mesti kehilangan suaminya dan sepuluh th. setelah itu ia juga mesti kehilangan ke dua anaknya. Saat ke dua anaknya telah meninggal, Naomipun mengambil alih ketentuan untuk ulang ke tanah Yehuda dan menyuruh ke dua orang menantunya pulang ke area tinggal ibunya. Tentu Naomi mengetahui apa akibatnya jika ia menyuruh ke dua menantunya pulang. Ia mampu hidup seorang diri di masa tuanya tanpa tersedia yang menemani. Namun, dikarenakan kasihnya Naomi menginginkan ke dua menantunya hidup bahagia.
Sebagai seorang wanita seringkali kami dikatakan makhluk lemah dikarenakan tidak mampu lakukan suatu pekerjaan berat seorang diri. Wanita serupa juga bersama perasaan halusnya dan lakukan tindakan memakai hati dibandingkan logika. Namun, sebagai seorang wanita kami bukanlah makhluk yang lemah. Ketika seorang wanita melahirkan, ia mesti menghindar rasa sakit yang teramat sangat. Ketika ia berkeluarga dan bekerja, ia mesti mampu membagi saat untuk keluarga dan pekerjaan. Bahkan, saat dihadapkan suatu pergumulan yang berat, justru wanita jauh lebih kuat dibandingkan bersama laki-laki.
Dari cerita Naomi, kami mampu studi untuk jadi seorang wanita yang tangguh dan kuat didalam menghadapi cobaan. Naomi terus-menerus mengalami rasa sedih tapi Naomi tidak menyerah begitu saja. Naomi pun tidak menyalahkan Tuhan mampu apa yang berjalan didalam hidupnya. Sebagai seorang wania, kami juga mesti seperti itu. Wanita yang kuat tidak dilihat dari bentuk fisiknya yang kekar seperti laki-laki. Bukan juga dilihat dari kuatnya ia mengangkat benda yang berat. Namun, wanita yang kuat dilihat dari bagaimana ia meresponi suatu permasalahn yang dihadapi. Ketika kami menghadapi sebuah masalah bersama tetap bersyukur dan tidak menyalahkan Tuhan atas apa yang terjadi, mampu dipastikan bahwa kami adalah wanita yang kuat. Wanita yang kuat juga mampu berdiri teguh didalam kondisi apapun. Ia tidak mampu kehilangan arah dan obyek hidupnya walaupun sering dikecewakan.
Ciri wanita kuat
Adapun ciri wanita yang kuat yaitu:
Selalu mengandalkan Tuhan
Wanita yang kuat adalah wanita yang tetap mengandalkan Tuhan didalam kehidupannya. Baik senang maupun duka Tuhan jadi prioritas utama didalam hidupnya. Wanita yang kuat tidak bersama mudah  meninggalkan Tuhan hanya dikarenakan masalah kecil yang dihadapi.
Tidak mudah mengeluh dan menyerah
Wanita yang kuat juga merupakan wanita yang tidak mudah mengeluh dan menyerah saat diberikan tanggung jawab ataupun didalam menghadapi masalah. Wanita yang kuat mampu tetap menghadapi tantangan demi tantangan tanpa rasa kuatir dikarenakan yakin bahwa Tuhan mampu tetap menyertai tiap tiap cara hidupnya.
Selalu menatap ke depan
Ciri wanita kuat yang paling akhir yakni tetap menatap ke depan tanpa menengok ulang ke belakang. Wanita kuat tidak mampu ulang menyesali apa yang dulu berjalan didalam kehidupannya. Ia mampu memicu rancangan yang luar biasa untuk masa depannya dan telah tentu tetap mengandalkan Tuhan mampu tiap tiap yang ia rencanakan.
Oleh dikarenakan itu, jadilah wanita kuat yang mampu menghadapi tiap tiap masalah hidup. Buktikanlah bahwa kami bukanlah makhluk lemah seperti yang orang lain katakan. Andalkanlah Tuhan didalam tiap tiap pekerjaan yang dilakukan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan perihal kesabaran
Semua Ada Waktunya
Bacaan: Pengkhotbah 3:1-15
Ia memicu segala suatu perihal indah terhadap waktunya, terutama Ia menambahkan kekekalan didalam hati mereka. Tetapi manusia tidak mampu menyelami pekerjaan yang dilaksanakan Allah dari awal hingga akhir.
Pengkhotbah 3:11
Dina adalah seorang mahasiswi disalah satu kampus yang lumayan kondang di Indonesia. Sebagai seorang mahasiswi yang lumayan dikenal dikarenakan aktif didalam kesibukan organisasi kampus dan aktif didalam layanan di gereja, ternyata Dina membawa pergumulan yang ia simpan didalam hatinya dan ia tutup rapat supaya orang lain tidak mengetahui kondisi dirinya yang sebenarnya. Sejak kecil Dina tidak mampu merasakan kasih sayang dari orang tua dan tidak mengetahui apa itu kehangatan dan arti dari sebuah keluarga. Orang tuanya tetap bertengkar dan ia hanya mampu menangis dan juga berdoa kepada Tuhan. Suatu hari Dina pun berada didalam fase dimana ia marah dan menyalahkan Tuhan atas apa yang berjalan didalam hidupnya. Ia kehilangan arah dan obyek didalam hidupnya hingga jatuh ke didalam dosa dikarenakan muncul kepahitan didalam hatinya. Seiring berjalannya waktu, Tuhan pun melembutkan hati Dina dan terhadap pada akhirnya ia ulang menyerahkan segala pergumulan hidupnya kepada Tuhan. Ia jadi sabar menanti jawaban Tuhan hingga terhadap pada akhirnya Tuhan melepaskan kepahitan didalam hatinya dan memulihkan keluarga Dina.
Pernahkan kami berada didalam posisi Dina dimana kami jadi pergumulan yang kami menghadapi begitu berat seakan Tuhan jauh meninggalkan kita? Disaat kami mengalami suatu pergumulan seringkali kami menanyakan “Tuhan mengapa perihal ini mesti berjalan padaku? Bukankah Engkau mengasihi aku?”. Bahkan tidak jarang kami hingga kepada fase dimana kami menyalahkan Tuhan mampu kenyataan hidup ini. Kita memberontak terutama kehilangan kendali atas diri kami sendiri dikarenakan kami tidak sabar untuk menanti jawaban dari Tuhan. Kita menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan ulang dikarenakan kami jadi Tuhan tidak senang menjawab tiap tiap doa yang kami naikkan. Kita lupa bahwa saat Tuhan bukanlah saat manusia. Dalam Roma 12:12 kami diajarkan untuk membawa pengharapan, kesabaran dan tetap berdoa kepadaNya baik didalam kondisi senang maupun didalam kondisi duka.
Tuhan mengijinkan tiap tiap masalah berjalan didalam kehidupan kami supaya Ia mampu memperlihatkan betapa besar kuasaNya dikarenakan Ia mampu memulihkan kondisi kami asalkan kami senang berserah dan bersabar menanti janji Tuhan tergenapi. Memang bukan perihal yang mudah bagi kami seorang manusia menerima apa yang berjalan didalam kehidupan ini, tapi saat kami senang berserah dan berdoa kepadaNya maka tidak tersedia satupun yang kemungkinannya benar-benar kecil bagi Tuhan. Sama halnya bersama Abraham dan Sara. Di usia mereka yang jadi tua, mereka terus-menerus berdoa dan yakin mampu janji Tuhan bahwa mereka mampu membawa anak. Selama 25 th. mereka terus-menerus berdoa dan sabar menanti janji Tuhan yang belum tergenapi. Penantian mereka tidak sia-sia, terhadap pada akhirnya Sarapun mempunyai persentase dan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ishak.
Hari ini Firman Tuhan berkata bahwa pekerjaan Tuhan mesti dinyatakan melalui masalah yang kami alami dan segala suatu perihal tentu tersedia waktunya. Tuhan menginginkan melihat bagaimana iman kami kepadaNya. Yang mesti kami ingat dan renungkan yakni saat Tuhan adalah tepat. Ia bekerja di atas segala masalah yang kami alami. Ia menambahkan kebolehan dan kelegaan kepada kita. Oleh dikarenakan itu, sabarlah menanti jawaban Tuhan. Berserahlah dan berdoalah kepadaNya dikarenakan Ia mampu menambahkan apa yang anda perlukan tepat terhadap waktunya. Tuhan Yesus memberkati.

Update Renungan Harian Air Hidup Saat Teduh 2020


RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Hidup Beriman kepada Allah
Bacaan: Ibrani 11:1-40
"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta udah dijadikan oleh firman Allah, supaya apa yang kita memandang udah terjadi berasal dari apa yang tidak dapat kita lihat."
Ibrani 11:3
Salah satu perihal yang diharapkan Allah di di dalam kehidupan kita sebagai manusia yakni meliki iman kepadaNya. Iman adalah dasar hidup bagi orang percaya. Ketika seseorang mempunyai Iman yang teguh kepada Tuhan, ia pasti dapat lewat segala persoalan hidup yang dialami. Karena Iman seseorang tidak dapat cemas untuk konsisten melangkah maju karena yakin bahwa Tuhan dapat selalu menyertai.
RENUNGAN SINGKAT FIRMAN TUHAN
Apa gunanya bagi kita orang yang yakin kepada Tuhan tapi tidak mempunyai iman? Hidup orang yakin yang tidak beriman dan hidup orang yakin yang beriman sungguh muncul terlampau mengetahui bedanya. Ketika orang yakin yang tidak beriman menghadapi suatu persoalan hidup, umumnya dia dapat menyerah dan tidak mengandalkan Tuhan di di dalam kehidupannya. Ketika persoalan yang tersedia konsisten berkunjung dan menjadi tidak tersedia jalur muncul umumnya dia dapat kecewa kepada Tuhan dan dapat meninggalkan Tuhan. Berbeda bersama bersama orang yakin yang beriman. Ketika suatu persoalan hidup konsisten berkunjung menghadang layaknya ga ada habisnya, dia dapat selalu berdiri teguh dan selalu yakin atas seluruh janji Tuhan di di dalam hidupnya. Bahkan di di dalam Ibrani 11:1 dikatakan demikian "Iman adalah dasar berasal dari segala suatu perihal yang kita meminta dan bukti berasal dari segala suatu perihal yang tidak kita lihat." Pada waktu ini apakah kita sebagai orang yakin udah mempunyai iman yakin kepadaNya?
Hidup manusia adalah sebuah misteri dan sering kadang kehidupan ini justru layaknya potongan puzzle. Kita perlu melacak potongan-potongan yang hilang itu supaya menjadi potongan puzzle yang lengkap. Kehidupan manusia tidak tersedia yang mengetahui terkecuali Allah sendiri. Apa yang terjadi di di dalam kehidupan kita waktu ini, Ia ijinkan tersedia supaya kuasaNya menjadi nyata di di dalam kehidupan kita.
Namun, seringkali manusia menjadi cemas dan gentar ketika perlu diperhadapkan bersama bersama sebuah masalah. Bahkan tak sedikit diantar kita yang berpikir bahwa persoalan hidup yang dialami tidak dulu berhenti. Ketika satu persoalan selesai, persoalan baru kembali datang. Oleh karena itu, Tuhan meminta supaya kita mempunyai Iman yang teguh kepadaNya supaya kita selalu kuat di di dalam mengahadapi badai hidup ini.
Ketika badai hidup berkunjung menyerang kita tidak dapat cemas dan yakin Tuhan selalu menyertai kita kapan pun dan di mana pun karena Iman yang kita miliki. Namun, apakah tersedia alasan bagi kita untuk mempunyai Iman kepadaNya? Sebenarnya mempunyai Iman kepada Tuhan tidak perlu alasan karena Iman itu dapat muncul ketika kita dapat merasakan kasih Tuhan di di dalam kehidupan kita.
Berikut ini merupakan hal-hal yang dapat kita peroleh ketika kita mempunyai Iman.
1. Karena Iman, segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin
Iman membuat segala suatu perihal yang tidak kemungkinan menjadi mungkin. Sebab karena Iman kita dapat konsisten yakin kepadaNya bahwa Ia dapat mengubahkan krhidupan kita lebih-lebih Ia dapat merampungkan masing-masing persoalan yang dialami.
Sama perihal nya layaknya Sara dan Abraham yang belum dikaruniai anak di di dalam era tuanya. Namun, karena Iman yang mereka miliki, mereka selalu yakin dan menunggu janji Tuhan tergenapi di di dalam kehidupan mereka. Karena iman itulah pada pada selanjutnya Sara miliki takaran dan melahirkan seorang anak laki-laki.
Bagi manusia, apa yang dialami Sara adalah tidak kemungkinan terjadi karena Sara udah tua dan udah tidak dapat miliki takaran lagi. Namun, apa yang bagi manusia tidak kemungkinan terjadi bagi Allah seluruh itu tidak tersedia yang tidak mungkin. Jika pada waktu ini kita menjadi apa yang kita menghadapi atau kita meminta tidak kemungkinan terjadi, milikilah Iman kepadaNya karena Ia dapat menjadikan yang tidak kemungkinan menjadi mungkin.
2. Karena Iman, kita dapat memberi tambahan yang terbaik bagi Allah
Iman memampukan kita untuk memberi tambahan yang terbaik bagi Allah tanpa cemas kekurangan karena yakin bahwa Allah dapat mencukupkan. Ketika kita diperhadapkan bersama bersama kata memberikan apakah yang tersedia di di dalam analisis kita? Memberi sering kadang menjadi perihal yang susah ditunaikan terkecuali kita hanya terpaku pada kondisi diri sendiri saja. Seringkali ketika dapat memberi tambahan suatu perihal kepada orang lain lebih-lebih kepada Allah sendiri saja kita perlu berpikir lebih-lebih dahulu apakah terkecuali bersama bersama memberikan apa yang dibutuhkan tetap dapat tercukupi atau tidak.
Dalam cerita Kain dan Habel yang memberi tambahan persembahan untuk Tuhan, kita mengetahui bahwa persembahan Habel Tuhan menerima tapi persrmbahan Kain Tuhan tolak supaya muncul rasa iri di di dalam diri Kain. Habel dapat memberi tambahan persembahan yang terbaik bagi Tuhan karena ia mempunyai Iman yakin kepada Tuhan. Apa yang ia memberikan kepada Tuhan terhitung sebagai bentuk ucapan syukur atas kebaikan Tuhan di di dalam hidupnya dan di di dalam hidup keluarganya.
Jika pada waktu ini kuta tetap susah memberi tambahan yang terbaik bagi Allah, maka milikilah Iman kepadaNya. Sebab ketika kita memberi tambahan apa yang terbaik bagi Tuhan bersama bersama penuh bahagia cita, Tuhan dapat melimpahkan bekatNya yang baru dan melimpah.
3. Karena Iman, kita bahagia di hadapan Allah
"Tetapi tanpa iman tidak kemungkinan orang bahagia kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia perlu yakin bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberikan upah kepada orang yang serius melacak Dia." Ibrani 11:6. Iman yang kita mempunyai dapat membuat kita terlampau yakin dan mempercayakan hidup kita kepada Tuhan supaya kita menjadi bahagia di hadapanNya. Berkenan di hadapan Tuhan tidak perlu selalu berbuat baik dan rajin berdoa dan terhitung membaca firman-Nya, karena hidup bahagia di hadapan Allah perlu mempunyai Iman kepadaNya.
4. Karena Iman, kita dapat melangkah lewat ketidak pastian
Ketika hidup kita menjadi tidak pasti, terkecuali kita mempunyai Iman pasti kita dapat dapat lewat ketidak pastian itu. Ketika Musa memimpin bangsa Israel di padan gurun menuju tanah yang dijanjikan Tuhan, pasti ia menjadi jalur yang dilaluinya tidak pasti. Namun, karena imannya kepada Allah Musa selalu nelangkah maju memimpin bangsa Israel. Kita pun perlu demikian, Iman yang kita mempunyai dapat membuat kita konsisten maju ketika kehidupan yang kita jalani menjadi tidak pasti.
5. Karena Iman, kita menjadi spesifik yang hidup seturut bersama bersama keinginan Allah
Iman yang kita mempunyai terhitung dapat membuat kita hidup seturut kehendakNya. Ingatkah kita cerita perihal Abraham yang Tuhan suruh untuk mempersembahkan Ishak anak yang dikasihinya. Apa yang Abraham lakukan? Abraham lansung menuruti apa yang dikatakan Tuhan kepadanya. Bisa saja Abraham menolak keinginan Tuhan, karena Ishak merupakan anak yang udah ia menunggu di era tuanya. Namun karena Iman yang dimilikinya, ia yakin bahwa apa yang dikatakan Tuhan kepadanya adalah baik adanya. Kita terhitung perlu mempunyai Iman yangvtaat supaya kita dapat menjadi spesifik yang hidup seturut bersama bersama keinginan Tuhan.
6. Karena Iman, kita dapat menjadi kesaksian hidup bagi orang lain
Hal lain yang dapat kita dapatkan ketika mempunyai iman yakni kita menjadi kesaksian yang hidup kepada orang lain. Iman dapat membuat orang lain memandang kehidupan kita menjadi teladannya supaya membuat orang lain yakin dapat kuasa, kasih dan penyertaan Tuhan.
Oleh karena itu. milikilah Iman yang benar di hadapanNya. Janganlah kita menyerah dapat kehidupan ini di di dalam menjadi menjual Iman kepercayan kita untuk suatu perihal yang sesaat. Ketika Iman kita diuji, selalu berdirilah teguh karena Ia terhitung yang dapat selalu menyertai kita. Sulit sebetulnya bagi kita untuk selalu berdiri ketika persoalan hidup berkunjung menghadang. Namun, ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertai kita dan Ia todak dulu meninggalkan kita sendirian. Berdoalah konsisten dan berserahlah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Singkat Tentang Firman Tuhan


TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Saat Teduh dan Membaca Renungan Setiap Hari
Pada pas ini, sering kita dengar arti SaTe atau Saat Teduh. Saat Teduh merupakan pas yang kita sedia kan untuk Tuhan agar kita bisa sadar kehendakNya lewat Firman dan renungan yang kita baca tiap-tiap harinya. Kita sering laksanakan pas teduh tetapi tidak membaca FirmanNya dengan alasan sibuk atau telah telah dan menganggap bahwa cuma dengan berdoa itu telah cukup. Lalu, apakah benar demikian? Manusia hidup berasal dari Firman Allah. Ketika kita rajin membaca Firman dan merenungkannya dan termasuk mengaplikasikannya dalam hidup kita maka kita bisa hidup seturut dengan kehendakNya dan sadar maksud Tuhan dalam hidup kita. Jika kita telah rajin bersaat teduh dan berdoa tetapi kita tidak membaca FirmanNya, itu sama saja tidak ada bermakna bagi kita dikarenakan Firman yang kita baca merupakan pedoman hidup bagi orang percaya.
5 TIPS RENUNGAN PAGI, RENUNGAN MALAM DAN RENUNGAN HARIAN
Berdoa pas teduh pixabay.com
Renungan harian lebih berasal dari sekadar pas berdoa. Renungan yang kita baca pas teduh baik itu renungan pagi, renungan malam ataupun renungan harian bisa memulihkan hubungan kita dengan Allah agar kita termasuk bisa sadar maksud Tuhan dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus datang untuk memulihkan hubungan itu dan menambahkan kita perumpamaan bagaimana hidup sebagai anak-anak-Nya lewat renungan dan Firman yang kita baca tiap-tiap harinya. Sewaktu Roh Kudus menimbulkan kita tiap-tiap untuk kembali ke keluarga Allah, kita kudu menyebabkan ketetapan berkenaan bagaimana kita bisa memprioritaskan pas kita bersama-Nya. Kita kudu punyai pas spesifik yang kita sedia kan bagiNya untuk sadar dan sadar kehendakNya lewat apa yang kita baca dan kita rasakan sewaktu pas teduh.
Jika terhadap pas ini kita menjadi belum bisa pas teduh dengan membaca renungan baik pagi ataupun malam, atau terlebih kita menjadi tidak bisa membaca renungan tiap-tiap hari, kita kudu ingan bahwa Firman yang kita baca merupakan pedoman dan sumber kehidupan kita. Doa memang merupakan nafas hidup orang percaya, tetapi manusia tidak bisa hidup berasal dari cuma semata-mata berdoa tetapi termasuk kudu membaca dan sadar kehendakNya yang menghendaki Ia sampaikan kepada anak-anakNya.
Setiap orang kudu punyai pas renungan harian. Namun, cuma orang yang menghendaki punyai hubungan yang bisa mengubahkan hidup dan kehidupan dan termasuk yang menghendaki menyenangkan hati Tuhan yang pasti bisa sedia kan waktunya untuk membaca renungan dan firmanNya tiap-tiap hari. Orang berikut bisa sadar bahwa ia tidak bisa hidup sendirian agar ia kudu suatu hal yang menguatkan dan menjadi pedoman sebagai dasar hidupnya. Orang berikut termasuk siap untuk diubahkan di dalam Kristus. Ketika kita telah jadi biasa bersaat teduh lantas membaca sedikit berasal dari FirmanNya pasti saat ia menghendaki berbuat dosa, Tuhan mengingatkan dan perasaannya sepanjang hari bisa tenang dan penuh puas cita. Ketika orang itu lupa pas teduh dan membaca Firman, ia bisa menjadi kegalauan dan tidak tenang sepanjang hari dikarenakan ada Roh Kudus yang mengingatkan.
Dalam Amsal 8:33 dengan sadar dikatakan demikianlah “Berbahagialah orang yang mendengarkan daku, yang tiap-tiap hari tunggu terhadap pintuku, yang memelihara tiang pintu gerbangku.” Firman Tuhan menimbulkan kita untuk datang kepada-Nya tiap-tiap hari untuk studi bisa Dia lewat FirmanNya, untuk menerima kasih karunia-Nya agar hidup kita sebagai anak-anak-Nya tetap menerima berkat-berkat yang Dia rindu curahkan ke dalam hidup kita. Renungan yang dibuat bagi kita bisa digunakan oleh kita sebagai pengingat bisa Firman Tuhan.
Ketika kita telah punyai pas untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya, kita telah menjadikan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kita memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita. Sejak kecil kita telah diajarkan untuk mengenal Tuhan dengan membaca Kitab Suci, tetapi menjadi kita beranjak dewasa, kadang saat prioritas kita tergantikan oleh hal-hal duniawi. Kita lebih mementingkan keperluan duniawi dibandingkan mementingkan Allah. Bukankah Allah tetap beserta denga kita? Mengapa kita kudu meninggalkan suatu hal yang pasti dan memilih suatu hal yang sesaat. Dalam Perjanjian Lama, kita bisa memandang orang tua mengajarkan anak-anaknya pengajaran Hukum Taurat. Apa yang diajarkan kepada anak-anaknya diulang tiap-tiap harinya. Bahkan saat duduk dengan orang tua bisa mengajarkan anak-anaknya pengenalan bisa Tuhan.
Bagaimana dengan kita terhadap pas ini?
Apakah kita sudi menerima pengajaranNya tiap-tiap hari baik pagi maupun malam?
Sama halnya seperti doa yang merupakan nafas kehidupan orang percaya, renungan dan Firman Tuhan merupakan pedoman dan dasar kehidupan kita agar kita sadar mana yang baik dan tidak dan termasuk mana yang boleh dijalankan dan tidak boleh dilakukan. Renungan harian yang kita baca tiap-tiap hari bisa memengaruhi hidup kita; dan menyebabkan kita bertumbuh, bertobat, berserah, dan mencintai dan termasuk mengenal Yesus lebih dalam lagi. Hal yang kudu dimengerti terhadap pas ini yaitu tiap-tiap kita membaca renungan harian dan Firman Tuhan tidak bermakna kita punyai seluruh jawaban dan termasuk bisa laksanakan apa pun yang kita inginkan. Membaca renungan tiap-tiap hari menyebabkan kita percaya dan bisa berdiri teguh di tengah persoalan. Membuat kita tetap setia untuk tunggu janji Tuhan tergenapi dalam kehidupan kita agar kelak kita bisa mencapai jawaban dan kemenangan atas tiap-tiap masalah hidup. Dalam Yeremia 29:11-13 dikatakan demikianlah “Sebab Aku ini sadar rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku berkenaan kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk beri tambahan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Dan sekiranya kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku bisa mendengarkan kamu; sekiranya kamu melacak Aku, kamu bisa beroleh Aku; sekiranya kamu bertanya Aku dengan segenap hati.”
Saat teduh adalah berkenaan positif yang bisa membangun hubungan dengan Tuhan, dengan ada pas teduh kita bisa menjadi diperbaharui untuk siap menghadapi masalah atau pergumulan yang kita hadapi. Apakah saudara pernah mendengar kalimat bahwa pas teduh paling baik dijalankan terhadap pukul 00.00 atau terhadap pukul 04.00 dikarenakan terhadap pas itu situasi tenang dan hening agar kita bisa mendengarkan suara Tuhan. Padahal kenyataannya, kapan pun kita bersaat teduh haruslah hati dan kesimpulan kita tenang. Sebab dalam situasi tenang, kita bisa mendengar suara Tuhan. Kapanpun itu, kita kudu beri tambahan pas kita kepada Tuhan.
Banyak sekali cara pas teduh yang bisa kita laksanakan menjadi berasal dari menyanyikan lagu pujian dan penyembahan, membaca Alkitab, membaca renungan, evaluasi diri sendiri dan tetap banyak berkenaan yang bisa kita laksanakan untuk membangun pas teduh dengan Tuhan. Jika terhadap pas ini terlihat pertanyaan seperti ini, kita tiap-tiap hari telah sering berdoa terlebih pergi ke gereja, lantas apakah kudu bagi kita untuk bersaat teduh dan membaca renungan dan termasuk Firman Tuhan?
Tentu itu kudu bagi kita dan memang kudu kita lakukan.
Manfaat pas teduh dan membaca renungan tiap-tiap hari bagi kita yaitu:
1. Membangun hubungan spesifik dengan Allah
Komunikasi dengan Tuhan sangatlah penting, dikarenakan di mana kita menjalan hari-hari kita beserta dan seturut jalanNya. Jangan hingga kita kehilangan arah terlebih tidak pernah perihal dengan Tuhan. Ketika kita tidak membangun hubungan denganNya, kita bisa menjadi tertekan dan kehilangan puas cita saat kudu diperhadapkan oleh sebuah masasalh. Hubungan spesifik yang dibangun dengan Tuhan menyebabkan kita sadar bahwa kita membutuhkan Tuhan dalam tiap-tiap kehidupan kita. Tuhan tidak mengajari kita untuk tinggal dalam zona nyaman saja agar Ia memaksa kita terlihat berasal dari zona nyaman itu dengan caraNya sendiri, agar kita kudu lewat sistem yang bisa membangun kita secara iman.
2. Mampu mengucap syukur dalam segala hal
Mengucap syukur sangatlah kudu untuk kita laksanakan dikarenakan Tuhan tetap beri tambahan kasih dan berkatNya kepada kita tiap-tiap hari. Meskipun kita punyai masalah, kita bisa tetap bisa mengucap syukur kepadaNya dikarenakan banyak berkenaan dalam hidup ini yang patut kita syukuri.
3. Dimampukan untuk menghadapi masalah dengan kapabilitas Tuhan
Ketika diperhadapkan dalam suatu masalah, seringkali manusia lenih mengandalkan kapabilitas dirinya sendiri dibandingkan dengan kapabilitas Tuhan. Bahkan manusia bisa cenderung lebih mengandalkan manusia lain dibandingkan mengandalkan Tuhan. Ketika Tuhan belum menjawab tiap-tiap doa dan keinginan kita, kita menjadi risau dan risau bisa kehidupan yang kita alami. Padahal di dalam Firman Tuhan telah dikatakan demikianlah “Janganlah hendaknya kamu risau berkenaan apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala berkenaan keinginanmu kepada Allah dalam doa dan keinginan dengan ucapan syukur.” Filipi 4 : 6. Kekuatiran yang kita alami tidak bisa menyelimuti hati kita kecuali kita menyebabkan hubungan yang dekat denganNya. Kita bisa mempercayakan hidup dan kehidupan kita agar saat masalah datang, kita bisa menghadapinya dengan kekuatan. Matius 7:7 “Mintalah, maka bisa diberikan kepadamu; carilah, maka kamu bisa mendapat; ketoklah, maka pintu bisa dibukakan bagimu.”
4. Akan diperbaharui tiap-tiap harinya
Ketika kita merenungkan FirmanNya dalam kehidupan kita, kita bisa terus menerus diperbaharui tiap-tiap harinya. Ia bisa memperbaharui diri kita menjadi lebih baik berasal dari terhadap sebelumnya. Ia termasuk bisa beri tambahan kita hal-hal baru yang tidak terduga dalam kehidupan kita.
Ketika kita telah sadar kegunaan berasal dari bersaat teduh dan membaca renungan kita termasuk kudu sadar bagaimana caranya kita bisa bersaat teduh dam membaca renungan dengan baik.
Berikut ini tips laksanakan pas teduh dan membaca renungan tiap-tiap harinya.
1. Menentukan tempat untuk bersaat teduh dan membaca renungan
Matius 6:6 “Tetapi kecuali engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang memandang yang tersembunyi bisa membalasnya kepadamu.”
Ketika kita hendak bersaat teduh dan merenungkan FirmanNya berkenaan yang kudu kita laksanakan yaitu melacak tempat yang pas dan jangan di tempat yang banyak orang.
Lebih baik kita berdoa di dalam kamar agar kita menjadi lebih fokus dalam membentuk hubungan denganNya.
2. Mengatur waktu
Mengatur pas amat kudu untuk kita laksanakan dikarenakan seringkali aktivitas maupun tugas mengganggu pas kita untuk bersaat teduh. Sebenarnya tidak ada batasan bagi kita seberapa lama kita laksanakan pas teduh. Namun sebaiknya kita sedia kan pas kita untukNya meskipun cuma sebentar. Jika saudara menjadi sibuk terhadap pagi hari, pas teduhlah sebelum akan bakal saudara tidur atau terhadap pas subuh sebelum akan bakal saudara laksanakan aktivitas. Oleh dikarenakan itu, kita kudu studi untuk sesuaikan waktu. Dari 24 jam yang Tuhan beri tambahan untuk kita, maa tidak ada pas untuk datang kepadaNya? Padahal tiap-tiap hari kita punyai pas untuk bermain gadget aau pergi dengan dengan teman.
Sebelum memulai pas teduh saja, Tuhan Yesus meluangkan diri untuk berdoa kepada Bapa-Nya di sorga padahal Ia amat sibuk laksanakan aktivitasnya. Tuhan Yesus memulai doa terhadap pas subuh dan mengakhiri doa terhadap pas malam hari. Kita pun bisa Mengenakan pas subuh dan malam hari untuk kamu memulai pas teduh dan mengakhirinya.
3. Memulai pas teduh dan membaca renungan dengan menyanyikan lagu pujian dan penyembahan
Menyanyikan lagu pujian dan penyembahan memang besar kuasanya. Lagu pujian dan penyembahan sering kali menyebabkan situasi pas teduh menjadi menjadi dan perasaan kita bisa amat fokus. Lagu pujian dan penyembahan kita naikkan kepadaNya sebagai bukti hormat dan ucapan syukur kepadaNya.
4. Membuat kita menjadi bertumbuh di dalam Tuhan
Hal yang bisa kita laksanakan pas bersaat teduh adalah dengan membaca Firman Tuhan. Karena Firman Tuhan yang disampaikan seringkali menyebabkan kita kudu sadar apa maksud yang menghendaki disampaikan di dalamnya. Jika kita kesusahan untuk sadar Firman Tuhan dikarenakan bahasanya yang kesusahan kita pahami dan membutuhkan pemahaman yang memadai dalam, kita bisa Mengenakan renungan harian sebagai buku pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kita baca cocok dengan konteks yang disampaikan renungan harian bagi kita. Renungan yang kita baca tidak cuma menyebabkan kita lebih sadar dan sadar maksud Firman Tuhan, tetapi renungan harian bisa menyebabkan kita menjadi bertumbuh.
Setelah kita membaca Firman Tuhan dan renungan, berkenaan yang bisa kita laksanakan adalah mengevaluasi diri kita sendiri apakah apa yang telah disampaikan dalam renungan yang dibaca telah kita terapkan dalam kehidupan kita. Atau kemungkinan renungan dan Firman Tuhan yang dibaca memuat jawaban atas tiap-tiap pergumulan yang tengah kita doakan.
Setelah laksanakan evaluasi diri, kita kudu menutup doa kita dengan doa syafaat. Kita bisa mengungkap tiap-tiap isikan hati kita kepadaNya. Selain itu kita kudu termasuk mengucap syukur padaNya.
5. Disiplin dan Komitmen
Jika kita menghendaki mebaca renungan dan FirmanNya tiap-tiap hari baik itu renungan pagi maupun renungan malam, berkenaan yang kita perlukan yaitu sikap tekun dan komitmen yang ada dalam diri kita. Ketika kita punyai komitmen dan membiasakan diri kita untuk mendisiplinkan diri, kita tidak bisa lupa terlebih malas untuk membaca renunganNya. Oleh dikarenakan itu, marilah kita menjadi mendisiplinkan diri. Kita bisa memulai ketekunan bersaat teduh dan membaca renunganNya sepanjang 15 menit tiap-tiap hari. Jika telah terbiasa, kita kebanyakan bisa bisa melakukannya lebih berasal dari 15 menit. Buanglah rasa “yang ada dalm diri kita dikarenakan itu merupakan cobaan yang kudu kita menghadapi kecuali kita menghendaki datang bersekutu kepadaNya.
Sama halnya seperti doa, Firman Tuhan merupakan pedoman dan dasar kehidupan bagi orang percaya. Oleh dikarenakan itu, kita kudu membiasakan diri kita untuk bersaat teduh dan membaca FirmanNya. Kita bisa Mengenakan buku renungan sebagai referensi pendamping dalam pemahaman Alkitab dan bisa kita baca cocok dengan konteks yang disampaikan renungan harian tiap-tiap harinya. Oleh dikarenakan itu, kita kudu punyai komitmen dan sudi mendisiplinkan diri kita agar kita sudi membangun hubungan yang lebih dekat denganNya dikarenakan kita hidup berasal dari FirmanNya. Tuhan Yesus memberkati.

Tips Renungan Pagi, Malam, dan Harian Kristen


RENUNGAN HARIAN KRISTEN
Aku Menyertai Hidupmu disepanjang Tahun
Bacaan: Keluaran 33:1-23
"Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, berjalanlah berasal berasal dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin terlihat berasal berasal dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: Kepada keturunanmulah sanggup Kuberikan negeri itu — Aku sanggup mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan sanggup menyingkirkan orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus -- yakni ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Sebab Aku tidak sanggup berjalan di tengah-tengahmu, gara-gara engkau ini bangsa yang tegar tengkuk, sehingga Aku jangan membinasakan engkau di jalan."
Keluaran 33:1-3
Setelah melalui th. 2018, tentu banyak mengenai telah berjalan di didalam kehidupan saudara. Tawa, tangis, canda tawa, puas cita memperoleh sesuatu, duka cita gara-gara kehilangan sesuatu, dan senantiasa banyak mengenai yang pastinya telah saudara rasakan di th. 2018. Di th. 2019, apa yang saudara harapkan? Apakah justru saudara miliki sebuah resolusi tersendiri yang idamkan dicapai? Harapan yang di idamkan ataupun resolusi yang kita buat di th. ini, haruslah sanggup memotivasi di kita untuk makin lama maju dan berkembang.
Setiap orang tentu miliki kesusahannya tersendiri dan cara penyelesaiannya terkait kepada diri kita masing-masing. Di th. yang lalu, tentu kita seluruh mengalami suatu mengenai yang sanggup dikatakan sebagai "masalah" di didalam hidup kita.
Namun, apakah kita merasakan penyertaan Tuhan kala kita harua melewato masalah tersebur?
Masalah yang Tuhan ijinkan berjalan di didalam hidup kita selayaknya membawa dampak kita tahu bahwa kuasaNya senantiasa menyertai kita di mana pun kita berada. Jika di th. di awalnya kita tidak merasakan penyertaan Tuhan dan mempertanyakan kenapa Tuhan memberikan masalah tersebut, selayaknya kita tahu bahwa manusia yang hidup tidak tersedia yang tidak miliki masalah. Masalah hanya Tuhan memberikan kepada kita yang hidup gara-gara Ia idamkan kita merasakan kuasaNya nyata di didalam kehidupan kita.
RENUNGAN HARIAN KRISTEN 2019
RENUNGAN HARIAN KRISTEN 2019 pixabay.com
Sama mengenai nya seperti Musa dan termasuk bangsa Israel yang mempertanyakan penyertaan Tuhan. Mereka mesti berjalan melalui padang gurun empat puluh th. lamanya sehingga sampai ke tanah terjanji yakni tanah Kanaan. Empat puluh th. bukanlah selagi yang sebentar. Ditambah kembali mereka mesti senantiasa berjalan. Pasti tersedia rasa risau di didalam diri mereka. Apakah selama perjalanan mereka sanggup makan dan minum. Kekhawatiran mereka senantiasa makin lama tambah kala mereka dikejar oleh bangsa Mesir. Mereka ketakutan. Karena kekhawatiran dan kekhawatiran inilah membawa dampak mereka tidak merasakan kasih Tuhan padahal Tuhan senantiasa menyertai hidup dan kehidupan mereka.
Ketika mereka haus, Tuhan memberikan minum. Ketika mereka makan Tuhan memberikan makan. Ketika bangsa Mesir mengejar mereka, Tuhan menyertai mereka sampai akhirnya mereka selamat. Namun, penyertaan Tuhan ini justru dipertanyakan oleh bangsa Israel. Mereka bahkan sampai menyembah allah lain. Pastinya Tuhan benar-benar kecewa dengan dengan bangsa Israel bahkan Tuhan sampai menyebut bangsa Israel adalah bangsa tegar tengkuk yang artinya tersedia masalah untuk diperingatkan. Namun, meskipun begitu, Tuhan senantiasa mengasihi bangsa Israel dan tidak dulu meninggalkannya.
Begitupun dengan dengan kita anak-anakNya. Tuhan saja mengasihi dan menyertai mereka bagaimana dengan dengan kita?
Disepanjang th. 2018, Tuhan senantiasa menyertai dan mengasihi kita. Ia tidak dulu meninggalkan kita sedetik pun. Di th. 2019 ini pun Tuhan tentu sanggup menyertai kita di mana pun dan kapan pun itu. Namun, kita sanggup tahu penyertaan Tihan jikalau kita telah hidup di dalamnya. Terkadang rasa kekhawatiran tentu terlihat bahkan di th. yang baru ini. Kita tentu sanggup mempertanyakan penyertaan dan kasih Tuhan. Perasaan ini termasuk dulu dirasakan oleh Musa kala membimbing bangsa Israel. Kita sanggup memandang pembicaraan Musa dan Tuhan di mana Musa jadi benar-benar khawatir.
Dalam Keluaran 33:12-13 kita sanggup memandang kekhawatiran Musa sampai ia bicara seperti ini kepada Tuhan "Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, namun Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang sanggup Kauutus dengan dengan dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan termasuk engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, jikalau aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, sehingga aku senantiasa mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu." Dari apa yang telah kita baca, kita sanggup tahu bahwa Musa jadi risau dan mempertanyakan penyertaan Tuhan.
Pertanyaan aku kepada kita seluruh selagi ini, apakah lumrah jikalau kita mempertanyakan penyertaan Tuhan di didalam hidup kita?
Sesungguhnya kita tidak mesti risau sanggup hidup kita dan tidak mesti menyangsikan penyertaan Tuhan. Karena sesungguhnya Tuhan senantiasa menyertai ank yang dikasihiNya. Jika kita menanyakan dan Tuhan menjawab "Sesungguhnya Aku menyertai engkau." Apa yang sanggup kita jawab kepadaNya? Ketika Tuhan bicara demikian, Musa senantiasa curiga ia tambah bicara "Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kita berangkat berasal berasal dari sini. Dari manakah gerangan sanggup diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan dengan umat-Mu ini? Bukankah gara-gara Engkau berjalan dengan dengan dengan kami, sehingga kami, aku dengan dengan umat-Mu ini, dibedakan berasal berasal dari segala bangsa yang tersedia di wajah bumi ini?" Keluaran 33:15-16. Ingatlah, Tuhan tidak dulu meninggalkan kita bahkan di th. 2019 ini. Jangan sampai kecurigaan yang tersedia di didalam diri kita justru membawa dampak kita jauh dariNya. Lalu bagaimana kita merasakan penyertaan Tuhan?
Berikut 4 mengenai yang sanggup direnungkan.
1. Memiliki selagi spesifik dengan dengan Tuhan
Salah satu mengenai yang sanggup membawa dampak kita tahu penyertaan Tuhan yakni dengan dengan miliki selagi spesifik dengan dengan Tuhan. Waktu spesifik yang kita bangun dengan dengan Tuhan masing-masing harinya sanggup membawa dampak kita tahu betapa besar penyertaan Tuhan di didalam kehidupan kita. Oleh gara-gara itu, marilah kita membangun hubungan denganNya masing-masing hari. Waktu yang kita bangun bersamaNya sanggup menguatkan kita kala menghadapi suatu permasalahan. Kita termasuk tidak sanggup menanyakan kasih dan penyertaanNya jikalau kita tersedia di di didalam kehidupan yang tidak pasti. Hal yang sanggup kita melaksanakan kala tengah bersamaNya yakni berdoa dan merenungkan FirmanNya.
2. Menyadari dan mengingat penyertaan Tuhan di th. sebelumnya
Sempat disinggung di awalnya bahwa di th. 2018 kita telah mengalami banyak mengenai di didalam kehidupan ini. Baik puas maupun sedih sepenuhnya telah kita lalui dan telah mewarnai kehidupan kita. Ketika kita sanggup sampai di th. 2019 ini, itu seluruh bukan gara-gara kuat dan hebat kita namun seluruh gara-gara kasih dan penyertaanNya. Mari kita ingat betapa besar penyertaanNya di th. sebelumnya. Kita sanggup melalui masing-masing permasalah yang tersedia bahkan senantiasa senantiasa berdiri sampai selagi ini. Jika selagi ini kita senantiasa diberi nafas kehidupan, senantiasa sanggup berdiri dan senantiasa sanggup dengan dengan orang yang kita kasihi bukankah itu merupakan bentuk penyertaan Tuhan? Meskipun sederhana, seluruh itu sungguh benar-benar artinya bagi kita semua. Jika terhadap selagi ini saudara senantiasa mengeluh dan senantiasa mempertanyakan apakah Tuhan menyertai hidup saudara atau tidak, ingatlah bahwa anda senantiasa diberikan kesegaran merupakan tidak benar satu bentuk penyertaan Tuhan.
Keluaran 33:19-22 "Tetapi firman-Nya: "Aku sanggup melepas segenap kegemilangan-Ku berasal berasal dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku sanggup memberikan kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani."
Lagi firman-Nya: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, gara-gara tidak tersedia orang yang memandang Aku sanggup hidup." Berfirmanlah TUHAN: "Ada suatu daerah dekat-Ku, di mana engkau sanggup berdiri di atas gunung batu; seumpama kemuliaan-Ku lewat, maka Aku sanggup menempatkan engkau di didalam lekuk gunung itu dan Aku sanggup menudungi engkau dengan dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat." Ya, Tuhan sanggup memberikan yang paling baik bagi kita dan penyertaanNya senantiasa tersedia untuk kita. Oleh gara-gara itu, janganlah kita menyangsikan kasih dan penyertaan Tuhan di didalam kehidupan kita. Apa yang tak dulu dilihat mata, yang tak dulu didengar telinga, yang tak dulu timbul di di didalam hati mirip sekali Tuhan sanggup menyediakannya jikalau kita mengasihiNya dan menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan kita kepadaNya.
3. Mensyukuri hidup
Salah satu cara bagi kita untuk merasakan penyertaan Tuhan di didalam kehidupan kita yakni dengan dengan mensyukuri kehidupan yang telah Tuhan berikan. Ketika seseorang sanggup mensyukuri hidupnya, maka ia sanggup sanggup nikmati hidup ini dan sanggup merasakan kasih Tuhan di didalam masing-masing perjalanan hidupnya. Jika seseorang senantiasa bersungut-sungut mengenai hidup yang dijalaninya seperti bangsa Israel, bagaimana dia sanggup tahu kasih dan penyertaan Tuhan. Orang yang bersungut-sungut hanya sanggup memandang hidupnya berasal berasal dari satu sudut pandang saja. Dalam artian kala orang selanjutnya mengalami suatu persoalan, orang selanjutnya hanya sanggup fokus terhadap masalah yang dihadapinya saja tanpa sanggup memandang kasih Tuhan di didalam hidupnya. Oleh gara-gara itu, marilah kita jadi spesifik yang lebih mensyukuri kehidupan yang telah Tuhan memberikan sehingga kita sanggup merasakan betapa besar kasih dan penyertaanNya.
4. Menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan
Ketika kita menyerahkan kehidupan kita kepadaNya, Ia sanggup bekerja penuh di didalam kehidupan kita. Kita sanggup merasakan besarNya kuasa Tuhan di didalam kehidupan kita. Ketika kita telah menyerahkan kehidupan kita kepadaNya, biarlah Ia yang membentuk kita seturut dengan dengan kehendakNya. Menyerahkan diri kepada Tuhan janganlah setengah-setengah. Ketika kita berserah kepadaNya hanya setengah-setengah, kita sanggup lemah kala diperhadapkan oleh suatu masalah bahkan sanggup menghindari dariNya. Serahkanlah seluruh hidup dan kehidupan mu sepenuhnya kepadaNya. Biarlah ia bekerja di didalam hidup kita.
Di th. 2019 ini, marilah kita menyerahkan hidup dan kehidupan kepadaNya. Marilah kita menghendaki penyertaanNya. Jika di th. 2018 kita jadi Tuhan tidak menyertai kita, ubahlah analisis itu dan marilah kita rasakan penyertaanNya di th. ini. Ia adalah Allah yang senantiasa menyertai dan mengasihi anak-anakNya. Sama seperti penyertaan Tuhan kepada bangsa Israel yang tersedia di padang gurun selama empat puluh tahun, Ia termasuk sanggup menyertai kita di selama th. kehidupan kita. Oleh gara-gara itu, marilah kita serahkan seluruh hidup dan kehidupan kita kepadaNya. Saksikanlah penyertaan Tuhan di th. ini. Yosua 1:9 "Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, gara-gara TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Terbaru Menyentuh Hati


RENUNGAN HARIAN
Allah yang Berkuasa atas Hidup Manusia
Bacaan: Ayub 9:15-24
"Walaupun aku benar, aku tidak barangkali membantah Dia, jadi aku mesti memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak mampu percaya, bahwa Ia bahagia mendengarkan suaraku;"
Ayub 9:15-16
Hubungan manusia bersama Allah sungguh dekat, lebih-lebih kami mampu memanggilnya Bapa. Hubungan terhadap Bapa bersama anaknya pastilah sungguh dekat. Ketika kami menghendaki suatu perihal kepadaNya, Ia tentu mampu mendengarkan tiap tiap seruan hati kita. Layaknya seorang Ayah yang mengasihi anaknya, begitu juga bersama Bapa di Surga yang mengasihi kita. Namun, tanpa kami jelas seringkali kami menyakitiNya baik melalui pikiran, perkataan, tingkah laku lebih-lebih hati kita. Kita seringkali memaksakan hasrat kami kepadaNya dan hidup bersama tidak ikuti perintahNya padahal Dia yang berkuasa atas hidup kita.
RENUNGAN HARIAN Allah yang Berkuasa atas Hidup Manusia 2019
Renungan Harian image by pixabay.com
Seringkali kami tidak jelas didikan yang Ia memberikan bagi kita. Ya, Dia edukatif kami melalui tiap tiap kasus yang kami alami dalam kehidupan ini. Saat kami jadi apa yang kami alami ini tidak adil lupakah kami bahwa Allah itu adil kepada tiap tiap manusia? "Jika tentang kekuatan tenaga, Dialah yang mempunyai! Jika tentang keadilan, siapa mampu menggugat Dia? Sekalipun aku benar, mulutku sendiri mampu perlihatkan aku tidak benar; mirip sekali aku tidak bersalah, Ia mampu perlihatkan aku bersalah." Ayub 9:19-20.
Allah itu adalah Allah yang adil dan berkuasa atas seluruh kehidupan manusia. Apa yang telah Ia tetapkan dalam kehidupan manusia itulah yang mampu terjadi gara-gara tidak tersedia satupun manusia yang mampu mencegahNya. Ketika kasus datang dan kasus hidup yang kami alami jadi begitu berat, tidakkah kami datang kepadaNya berseru dan memohon kepadaNya? Ketika kami berseru kepadaNya Ia mampu mendengarkan tiap tiap doa kami dan tentu Ia mampu menjawabnya gara-gara Ia adalah Allah yang penuh kasih dan kuasaNya mampu mengubahkan keadaan kita.
Ia adil kepada tiap tiap manusia yang tersedia di bumi ini. Ia tidak membedakan kami gara-gara kami seluruh mirip di mataNya. Ketika kami berbuat salah, Ia tentu mampu menghukum kita. Tidak barangkali Allah menghukum orang yang hidup benar di hadapanNya. Sering kali manusia mengukur benar dan tidak benar manusia yang lain menurut pandangannya sendiri. Mungkin saja anda juga pernah berbuat demikian. Anda jadi apa yang anda melakukan itu benar dan yang orang lain melakukan itu tidak benar agar anda jadi bahwa tingkah laku yang anda melakukan tentu yang mampu Tuhan balas. Namun, yang berhak pilih benar dan tidak benar dalam hidup manusia itu adalah Allah sendiri. Ia mampu menghakimi segala tingkah laku kami di dunia ini bersama adil dan kami mesti mempertanggung jawabkannya kelak pas Ia memanggil kita. Yohanes 5:30 "Aku tidak mampu berbuat apa-apa berasal berasal dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi cocok bersama apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, gara-gara Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan hasrat Dia yang mengutus Aku."
Pastinya kami pernah jadi risau bersama orang tua kami dan mampu menuruti permintaan mereka bersama menjunjung dan mengasihi mereka. Jika kami saja jadi risau bersama orang tua kita, bagaimana bersama Allah yang berkuasa penuh atas hidup kita? Ia adalah Allah yang adil, penuh kasih dan berkuasa atas hidup kita. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kami telah Ia tetapkan dan tidak tersedia seorang pun mampu menghentikanNya gara-gara kami ini adalah kepunyaanNya. Takutlah mampu Dia dan kasihilah Dia bersama segenap hati kita. Ia mampu mengubahkan dan memulihkan kehidupan kami bersama kuasaNya. Tuhan Yesus memberkati.

RENUNGAN HARIAN KRISTEN Allah yang Berkuasa Atas Hidup